Minggu, 15 Oktober 2017

Ringankan Penderita Jantung, YJI Gelar Penggalangan dana

Talkshow, testimoni dan launching tentang penyakit jantung koroner yang diprakarsai Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Perwakilan Sulut bersama Dinas Kesehatan Sulut pada Jumat (13/10) di Hotel Peninsula Manado, menurut Ketua YJI Sulut, Kartika Devi Kandouw Tanos kegiatan ini juga turut mendukung program pemerintah Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) karena YJI juga merupakan mitra kerja pemerintah.

“Pada kegiatan ini hadir berbagai organisasi wanita baik, dari Angakatan Darat, Laut dan Udara, BUMD dan para ASN. Dengan tujuan selain untuk mendapatkan ilmu (soal Jantung) juga akan ada penggalangan dana guna membantu para penderita jantung,” terang dr Devi (sapaan akrab) isteri dari Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.

Dirinya juga menjelaskan bahwa yayasan yang diketuainya itu (YJI Sulut) merupakan yayasan nirlaba atau tidak mempunyai dana dan hanya melakukan tugas sosial kemanusiaan.

“Jadi kalau kami ingin memberikan bantuan kepada penderita jantung anak-anak kurang mampu dalam melakukan operasi, seperti ini dengan melakukan penggalangan dana dari para ibu-ibu dengan kata lain 'share to power' atau membagi 'kekuatan' kita untuk kebersamaan,” terangnya.

Disisi lain menariknya kegiatan tersebut juga menghadirkan salah satu Chef berkelas internasional yang juga putra daerah Sulut yakni, Juna Rorimpandey yang telah melakukan demo masakan sehat untuk jantung yang menggunakan bahan lokal Sulawesi Utara. Dimana dalam keterangannya kepada wartawan, dirinya (Juna) merasa bahagia bisa melakukan kegiatan sosial seperti ini dikarenakan juga dirinya sering diundang mengikuti berbagai aksi sosial lainnya.

“Jadi pada kegiatan ini untuk makanan yang baik untuk jantung itu harus balance (seimbang) untuk kandungan mineral, fiber, protein dan jangan terlalu banyak lemak. Cara masaknya itu goreng-gorengan yang bahaya, tapi sebagai orang Indonesia juga tidak mungkin tidak memakan goreng-gorengan, namun frekwensinya/penggunaannya saja yang harus dikurangi (jangan setiap saat) untuk menghindari penyumbatan pada darah,” jelas Chef Juna.

Dalam aksi demo masak itu dibeberkannya ada dua menu masakan yang diolah dari bahan lokal Sulut yakni masakan Semangka dan Steak Seroid bersama Cakalang Alfredo, karena makanan itu mencoba memberikan makanan berbeda tanpa nasi atau karbohidrat.

“Bukan melarang memakan nasi, tapi bisa kita kurangi diselipkan sekali-kali makanan tanpa nasi tapi lemaknya bisa kita terima jadi tidak terlalu mengandung lemak dan ada semangka yang herbal rempah-rempah segar bagus untuk kesehatan. Kedua ada Cakalang karena ini di Manado, dan Alfredo itu salah satu pasta yang dibuat dari krim kental tapi untuk kali ini kita 'memodifikasi' itu dengan susu non feat (lemak) dan tepung yang ketika kena panas akan mengental sehingga mengental,” ungkapnya sembari menambahkan dirinya banyak terlibat dan berkontribusi semampu mungkin dengan organisasi-organisasi bencana alam.

Diketahui dalam aksi amal atau penggalangan dana tersebut diperkirakan terkumpul puluhan juta rupiah, yang menurut Ketua YJI Sulut, dr Devi bahwa 100 persen dana tersebut untuk kegiatan atau aksi sosial membantu kalangan yang tidak mampu. Hadir pada kegiatan tersebut Kadinkes Sulut, Debie Kalalo, Prof. Starry Rampengan selaku narasumber dalam Talkshow tersebut. Adapun pada pagi hari sebelumnya melalui YJI Sulut telah menggelar senam jantung sehat dalam rangka Peringatan Hari Jantung Indonesia yang dihadiri Wagub, Steven Kandouw, Sekprov Sulut, Edwin Silangen beserta para Kepala SKPD dan ASN lingkup Pemprov Sulut.

Wakili Gubernur, Silangen Hadiri Pesta Emas Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS menghadiri Perayaan Ekaristi Syukur Pesta Emas 50 Tahun dan Penerimaan Sakramen Krisma Umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan di Manado, Minggu (15/10/2017) siang.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, Silangen mengajak umat untuk mensyukuri berkat dan karunia Tuhan yang sudah menganugerahkan 50 tahun usia pelayanan.

"Perayaan Ekaristi Syukur Hari Ulang Tahun umat saat ini tidak saja ditunjukkan melalui doa dan puji-pujian namun juga melalui tindakan nyata dengan menjadikan momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan karya dan kerja selama 50 tahun pelayanan," katanya.

Silangen berharap gereja mampu meluaskan perannya hingga menyentuh berbagai realitas kehidupan.

"Saya berharap, gereja dapat lebih responsif dan intens untuk membina generasi muda gereja, agar mereka memiliki modal iman yang kuat dalam menghadapi tantangan dan tidak terjerumus pada hal-hal duniawi, seperti sex bebas, mabuk-mabukan, perkelahian karena mereka adalah aset keluarga, gereja, daerah dan bangsa," ujarnya.

Oleh karena itu, Silangen mengajak umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan agar terus memberdayakan potensi diri, karunia dan talenta yang dimiliki untuk dapat berdiri bersama dengan pemerintah daerah dan mengambil peran sebagai pelopor pemersatu dan penjaga kerukunan aerta kedamaian daerah dan bangsa.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, mantan Kepala Badan Kesbang ini mengharapkan dukungan doa dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa, termasuk didalamnya umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan dalam mensukseskan berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang sementara dan akan berjalan khususnya dalam mensolusikan berbagai permasalahan pembangunan seperti kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan, kesehatan dan pendidikan.

Turut hadir dalam perayaan Ekaristi syukur pesta emas ini adalah Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Wenny Lumentut, Dandim Manado Toar Pioh, Kepala Dinas Perikanan Prov. Sulut Ir. Ronald Sorongan, M.Si, Kepala SPN Karombasan dan umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. (LiMa) Humas Pemprov Sulut.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Olly Beri Semangat Korban Kebakaran Rawasari

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE mengunjungi warga Sulut yang menjadi korban kebakaran di Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017) siang.

Di hadapan para korban, Gubernur Olly menyatakan rasa prihatinnya atas peristiwa tersebut, dan dirinya berharap agar para korban sabar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga warga yang menjadi korban kebakaran ini bisa bangkit kembali. Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa ini," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly memberikan bantuan kepada 21 Kepala Keluarga (72 anggota keluarga) korban kebakaran. Setiap KK menerima bantuan uang senilai Rp 2 juta rupiah, kompor gas beserta tabung gas, beras dan ikan kaleng.

Diketahui bangunan yang terbakar diantaranya Gereja GPDI Rawasari dan belasan rumah warga.

Pada kunjungan itu Gubernur Olly turut didampingi Ketua DPRD Andrei Angouw, Anggota DPRD Rocky Wowor, Kepala BPBD Noldy Liow, Kepala Kantor Pengubung Weldi Poli dan petugas Posko Peduli Bencana Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Maraknya E-Commerce, Gubernur Olly Imbau Perusahaan Logistik Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Tak hanya sekedar untuk mencari informasi dan chatting, masyarakat kini menjadikan internet terlebih lagi e-commerce sebagai bagian dari gaya hidup. Maraknya pembelian barang secara online itu meningkatkan kebutuhan layanan logistik.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jenny Karouw pada musyawarah wilayah ke III Asosiasi Perusahaan Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Sulawesi Utara yang digelar di Manado, Sabtu (14/10/2017) pagi.

"Perkembangan positif ini, tentu merupakan kabar yang menggembirakan bagi semua lebih khusus bagi perusahaan penyedia jasa layanan logistik di daerah," katanya.

Oleh karena itu, Gubernur Olly mengimbau seluruh perusahaan logistik dapat memanfaatkan peluang itu yang tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sulut.

"Realitas inilah yang harus diantisipasi sebaik mungkin oleh segenap pelaku jasa layanan logistik yang tergabung dalam Asperindo agar terus meningkatkan sarana prasarana pendukung, sumber daya manusia, dan manajemen organisasi yang solid," ujarnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly mengimbau seluruh perusahaan layanan logistik untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah peredaran barang ilegal.

"Tingkatkanlah kualitas pelayanan bagi masyarakat dan tetap bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan peredaran narkotika, obat terlarang, senjata api dan barang-barang ilegal lainnya sesuai dengan peraturan," imbuhnya.

Ditempat yang sama, dalam agenda yang bertema membangun bangsa dan negara itu, Ketua Umum DPP Asperindo Mohamad Feriadi SE, MBA menjelaskan dukungan Asperindo dalam pembangunan Sulut.

"Asperindo sebagai mitra pemerintah selalu mendukung pembangunan perekonomian di Sulawesi Utara. Termasuk mengoptimalkan pendistribusian barang yang dihasilkan usaha kecil dan mikro," bebernya.

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari Kodam XIII/Merdeka, Pemkot Manado, PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi, Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado dan anggota Asperindo. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 13 Oktober 2017

Kandouw Optimis Sulut Mampu Berprestasi di Lomba Gudep Unggul Tingkat Nasional

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw yang didampingi Kepala Dinas Daerah Sulut Gemmy Kawatu, SE, M.Si melepas 16 pelajar SDN Inpres 3/77 Danowudu Bitung yang akan mewakili Sulut mengikuti lomba gugus depan (Gudep) unggul dan festival penggalang ceria tingkat nasional tahun 2017 di Kota Bogor, Jumat (13/10/2017) siang di ruang kerja Wakil Gubernur.

Wagub Kandouw dalam arahannya mengatakan kepada adik-adik peserta yang akan mengikuti Festival Penggalang Ceria mewakili daerah Sulut tetap semangat.

"Kepada adik-adik Penggalang dari Kota Bitung, puji Tuhan kalian mendpat kepercayaan untuk mewakili daerah Sulut di Festival Penggalang Ceria di Bogor. Selamat yah, ini tidak semua orang yang bisa ini karena kerja kalian semua, baik adik-adik maupun para kakak pembina," kata Wagub Sulut.

Lanjut Kakak Steven Kandouw berpesan agar manfaatkan kesempatan ini dengan baik, karena kalian mewakili daerah Sulut.

"Pesan yang pertama manfaatkan kesempatan ini, kedua selain bangga jadikan ini sebagai pengalaman dan ketiga berikan yang terbaik untuk masyarakat Sulut dalam festival tersebut," pesan mantan ketua DPRD Sulut itu, sembari mengingatkan kembali kepada adik-adik penggalang yang mewakili daerah Sulut ini jangan lupa menjaga kesehatan, tidur dengan teratur, rajinlah berdoa menurut agama dan kepercayaan kalian masing-masing.

Sementara itu, Kadikda Sulut Gammy Kawatu mengatakan Lomba Gugus Depan Unggul dan Festival Penggalang Ceria Tingkat Nasional dipusatkan di Kota Bogor. Perwakilan Sulut  diikuti oleh kelompok Penggalang Pramuka berjumlah 16 regu kwarcab Bitung SDN 3/77 Danowudu Kota Bitung.

Lanjut Kawatu pada Lomba Gugus Depan Unggul dan Festival Penggalang Ceria Tingkat Nasional ini bertujuan memberikan penghargaan kepada pengelola Gudep yang memiliki keunggulan di bidang, SDM, Manajemen Administrasi, Dana sarana prasarana, kegiatan, proses prestasi dan kemitraan.
Dan telah melalui penilaian tim verifikasi Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Kandouw Ingatkan Masyarakat Pentingnya Jaga Kesehatan

Seluruh masyarakat Sulawesi Utara termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjalankan pola hidup sehat agar terhindar dari segala bentuk sakit penyakit.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Jumat (13/10/2017) pagi tadi saat bawakan sambutan pada Apel Peringatan Hari Jantung Sedunia
tingkat Provinsi Sulut bertempat di lapangan Kantor Gubernur Sulut.

"Melalui momentum Hari Jantung Sedunia, saya tugaskan kepada seluruh aparatur sipil negara di jajaran pemerintah provinsi Sulut "mari torang samua berpola hidup sehat". Tidak hanya kita tapi mari kita jadi agen untuk keluarga kita masing-masing dan lingkungan kita masing-masing. Saya rasa untuk masalah kesehatan ini tidak ada yang akan memprotes, karena ini adalah demi kelangsungan kita dan anak cucu kita. Untuk itu, atas nama pemerintah provinsi Sulut, saya sekali lagi mengucapkan terimakasih dan apreasiasi kepada Yayasan Jantung Indonesia yang sudah menggelar acara ini," ujarnya.

Wagub menyebutkan selama ini ada kekeliruhan dalam penetrasi kesehatan masyarakat kita yang lebih cenderung penanganan kehilir, kita lupa kehulu.

"Padahal kalau kita sejak awal sudah berpola hidup sehat dan bersosialisai hidup sehat,  saya yakin keadaan seperti sekarang ini tidak akan berkembang, dimana penyakit-penyakit yang akibat pola hidup tidak ada  antisipasi dari awal mengakibatkan seperti Hemodialisis sangat banyak yang diderita oleh penduduk Sulut. Jadi, roadmap Pak Gubernur Olly bahwa ikhtiar, upaya semangat, rencana, tujuan untuk Sulut Sehat ini segera kita realisasikan. Dan untuk itu kerja kerja ini bukan kerja sendiri namun kerja secara gotong royong, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah Kab/Kota dan stakeholder kesehatan termasuk Yayasan Jantung Indonesia," tandas mantan ketua DPRD Sulut ini.

Akhiri sambutan Wagub Steven Kandouw mengajak seluruh jajaran pemerintah pemprov Sulut mulai dari pejabat struktural, seluruh staf ASN, THL untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini dengan berpatisipasi dalam beberapa rangkaian kegiatan seperti senam jantung sehat masal, senan hip heart bagi anak sekolah, pemeriksaan gratis serta door prize.

Turut hadir, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Ketua Yayasan Jantung Indonesia, Direktur pencegahan penyakit tidak menular Kemenkes RI dan seluruh pejabat eselon II,III, IV lingkup Pemprov Sulut serta seluruh stakeholder bidang kesehatan.

Kamis, 12 Oktober 2017

Pemprov mantapkan persiapan Baksos Tagana Nasional dan ASEAN ke 11

Pemprov Sulut menggelar rapat dalam mempersiapkan even skala internasional yang akan dihelat pada 23-27 Oktober 2017 nanti. Dalam rapat di ruang Tumbelaka, kantor Gubernur pada (12/10) kemarin,  Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. John Palandung selaku ketua panitia, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi akan melakukan persiapan sebaik mungkin karena selain ASEAN ada 3 negara tambahan yang akan hadir dalam kegiatan ini, yaitu Jepang, Korea dan China. Ujar Palandung.

Palandung menambahkan, bahwa seluruh peserta akan berpartisipasi dalam pembersihan eceng gondok dan daerah aliran sungai Tondano, penanaman pohon di kaki gunung lokon dan perbukitan wawo. Ada juga kegiatan bedah rumah, pembagian sembako pameran Tagana dan banyak lagi, imbuh Palandung.

Senada dengan itu, Kadis Sosial  Grace Punuh mengatakan bahwa kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan mampu memberi dampak yang Positif bagi Sulut, bahkan peserta nasional yang berjumlah 600 orang tagana bisa langsung action di lokasi, jelas Punuh.

Dalam rapat kali ini, Instansi terkait dan Polisi serta pihak bandara pemerintah dan dinas pariwisata telah berkoordinasi agar nantinya pada saat kegiatan, semuanya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam rapat kali ini turut hadir Direktur Perlindungan Sosiak Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI Adhy Karyono MAP, Karyono hadir untuk memastikan pemantapan akan kegiatan skala Internasional ini terkoordinasi dengan baik. "Persiapan harus sebaik mungkin agar tidak memalukan daerah, dan Negara" ujar karyono.
(Humas Pemprov Sulut)
dryp