Jumat, 03 Agustus 2018

Gubernur Olly Dondokambey : Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE memimpin apel pencanangan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-54 Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur, Jumat (3/8/2018) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengutip pidato Proklamator Indonesia Ir. Soekarno, pada Ulang Tahun Republik Indonesia ke-21 Tahun 1966 tentang Jasmerah : Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah serta Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghormati Jasa Pahlawannya.

"Kedua kutipan pidato ini tentunya terus tertanam dan menggelora di setiap sanubari rakyat Indonesia, termasuk dalam sanubari kita sebagai bagian dari anak bangsa yang hidup mengisi perjuangan melalui karya dan kerja membangun daerah," ucap Olly.

Oleh karena itu, Gubernur Olly mengingatkan seluruh masyarakat Sulut untuk meneruskan perjuangan para pendiri negara.

"Kita patut menyadari akan tanggungjawab kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan, sekaligus wujud bakti kita kepada negara tercinta dengan senantiasa melakukan tindakan-tindakan positif," ungkap Olly.

Terkait pencanangan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema Kerja Kita, Prestasi Bangsa serta HUT ke-54 Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Olly menerangkan bahwa berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan Pemprov Sulut, semata-mata untuk menggelorakan spirit juang, spirit nasionalisme dan spirit membangun setiap komponen masyarakat Sulut.

"Tetaplah konsisten berkarya bagi bangsa dan daerah, tanpa meninggalkan atau mengikis sedikitpun nilai-nilai sejarah yang telah menjadi landasan motivasi dalam membangun daerah dan bangsa. Marilah kita turut berpartisipasi aktif, mendukung dan mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan," papar Olly.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan HUT Prov. Sulut ke-54, yakni :

A. Acara/Upacara :
1. Pencanangan pelaksanaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan HUT Prov. Sulut ke-54 serta pembukaan seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dan dilombakan.

2. Rangkaian acara dan upacara dalam rangka HUT ke-73 Kemerdekaan RI Tanggal 17 Agustus 2018.

3. Rangkaian acara dan upacara HUT Prov. Sulut ke-54 tanggal 23 September 2018.

B. Anjangsana dan Bakti Sosial
C. Kegiatan Olahraga
D. Kegiatan Kesenian dan Festival
E. Lomba Tertib dan Pegawai Berprestasi
F. Pameran Pembangunan dan Promosi
G. Kegiatan menyemarakkan bulan agustus sebagai bulan kemerdekaan yang meliputi :
1. Mengibarkan bendera merah putih secara serentak mulai dari tanggal 1 s.d 31 agustus 2018;
2. Memasang umbul-umbul, dekorasi atau hiasan lainnya;
3. Pemanfaatan logo HUT Kemerdekaan ke-73 RI melalui pemasangan stiker pada kendaraan dinas, kendaraan jemputan, media sosial, dan lain-lain.

Adapun apel pencanangan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Ketua Panitia yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang dan ribuan ASN Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 02 Agustus 2018

Gubernur Olly Ingatkan Kepada Calon Haji Dan Haja Bahwa Perjalanan Ke Tanah Suci Bukan Untuk Bersenang-Senang

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menerima undangan syukuran dari keluarga Bapak Husen di kediaman Tuahuns-Doda, Kamis (2/8/2018).

Syukuran ini dirangkaikan karena kepedulian Pemerintah Sulawesi Utara khususnya Gubernur Olly sebagai pemimpin masyarakat Nyiur Melambai yang memberikan tiket haji kepada bapak Husen dalam pemberangkatan ke Tanah Suci Mekkah.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly mengingatkan bahwa ini adalah berkhat yang diberikan kepada kita. Sejalan dengan itu Gubernur Olly berpesan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan untuk bersenang-senang melainkan tugas yang harus dijalankan.

"Naik haji ini bukan bersenang-senang. Tugas ini! mewakili umat yang ada di Sulawesi Utara, keluarga dan tentunya juga mewakili diri kita nanti untuk menjadi saksi di sana," sahut Gubernur Olly.

"Kadang-kadang orang berpikir naik haji bersenang-senang, padahal ini suatu tugas berat bagi kita karena ini suatu hal yang harus kita jalani dalam kehidupan kita sebagai umat manusia" lanjut Gubernur di hadapan calon jemaah haji yang hadir.

Dalam hal kegiatan pemberangkatan jemaah haji, Gubernur mengingatkan bahwa pemerinta Sulawesi Utara selalu memberikan dukungan penuh atas pemberangkatan haji.

Disis lain juga, Gubernur memuji sikap toleransi dan keramah-tamahan masyarakat Sulawesi Utara yang berdampak pada banyaknya wisatawan baik mancanegara maupun lokal yang mau datang di Sulawesi Utata ini.

Pada Kesempatan yang sama pula, lewat ceramah, pak haji yang mewakili umat islam menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara atas segalah bantuan yang diberikan,  lewat bantuan dana dibeberapa mesjid di Sulut. (humas provinsi sulut)

Sekprov Silangen Buka Sosialisasi Permenpan-RB Nomor 19 dan 20 Tahun 2018

Reformasi birokrasi merupakan salah satu prioritas utama pelaksanaan pembangunan nasional yang bertujuan untuk melakukan perubahan sistematik dan terencana menuju tatanan administrasi pemerintahan yang baik, serta untuk menjadikan aparatur sipil negara yang lebih profesional.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen, SE MS  sekaligus juga membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendahyagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2018 tentang penyusunan peta proses bisnis instansi pemerintah dan nomor 20 tahun 2018 tentang pedoman evaluasi kelembagaan instansi pemerintah, di Hotel Novotel Manado, Kamis (2/8/2018) siang.

Efektifitas dan efisiensi birokrasi sangat terkait dengan proses bisnis yang digunakan oleh birokrasi dalam menghasilkan output dan outcome, secara substansi peraturan menteri pendahyagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 19 tahun 2018 tentang penyusunan peta proses bisnis instansi pemerintah, dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap instansi pemerintah untuk menyusun peta proses bisnis dilingkungan instansi pemerintah guna melaksanakan visi, misi, tujuan dan strategi organisasi.

Lanjutnya dalam sambutan bahwa peraturan menteri pendahyagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 20 tahun 2018 tentang pedoman evaluasi kelembagaan instansi pemerintah, di maksudkan untuk dijadikan landasan bagi instansi pemerintah dalam memperbaiki, menyesuaikan dan menyempurnakan struktur dan proses organisasi yang sesuai dengan lingkungan strategisnya.

Gubernur Olly menyambut positif kegiatan sosialisasi ini, guna meningkatkan pengertian, pemahaman dan pengetahuan dari segenap aparatur dalam membantu memperlancar pelaksanaan tugas-tugas yang diemban khususnya dalam bidang kelembagaan dan tata laksana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementrian PAN-RB Drs. Edy Syahputra, Assisten Deputi bidang Perumusan Kebijakan Drs. Yanwar Ahmad  MPA, Karo Organisasi sulut Glady Kawatu SH, M.Si dan para kepala biro/bagian organisasi se-Sulawesi, Maluku dan Papua. (humas pemprov sulut)

Wagub Kandouw Endorse KEK Likupang : Feeling Bapak Gubernur Tepat, Kita Harus Gaet Pariwisata

"APBD Sulawesi Utara kecil, natural resources juga drop namun dalam dua tahun ini kita boleh berbangga hati berkat pariwisata perekonomian Sulut tumbuh tinggi. Sejak awal feeling Bapak Gubernur Olly Dondokambey tepat, kita harus gaet pariwisata."

Demikian pernyataan pembuka yang disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw dihadapan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Tim Percepatan Pembentukan KEK dalam acara Focus Group Discussion Percepatan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang di Hotel Aston Manado, Kamis (2/8/18).

Lebih lanjut Wagub memaparkan urgensi dimasukkannya Likupang ke dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional untuk ditetapkan menjadi KEK pariwisata sebagai salah satu dari Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional.

"Mayoritas permintaan dari wisatawan yang datang adalah destinasi wisata pantai, Setelah menerima usulan dari berbagai pihak dan melalui riset terukur Pemprov memutuskan destinasi pulau indah di bagian ujung utara Provinsi Sulawesi Utara bernama Likupang yang memiliki potensi menjadi kawasan pariwisata terintegrasi," kata dia.

"Sebagai komitmen awal disana kami sudah lakukan pembebasan lahan, mempersiapkan infrastruktur listrik, pembangunan akses jalan dan para investor pun sudah mengantri," papar Wagub.

Dengan demikian ini ia berharap melalui Focus Group Discussion ini dapat menghasilkan percepatan Likupang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Indonesia.

"Dengan terbentuknya KEK Pariwisata Likupang dapat mempermudah dalam berinvestasi dan mempromosikan destinasi wisata, ditambah dengan tersedianya fasilitas dan insentif bagi investor untuk masuk dan menjalankan bisnisnya," harap Wagub.

Hal senada disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizky tentang hasil rapat di Kementerian Pariwisata RI bahwa ada 15 kelengkapan dokumen pengusulan KEK Pariwisata Likupang yang harus dipenuhi oleh pihak pemrakarsa, beberapa syaratnya antara lain AMDAL, Izin Lokasi hak atas tanah dari kantor pertanahan Kabupaten Minut dan rekomendasi dari otoritas pengelola infrastruktur pendukung.

"Diperlukan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kabupaten Minut, pemrakarsa / calon investor, dan stakeholder terkait agar pengembangan Kawasan tidak berjalan lambat setelah KEK ditetapkan," tutupnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Para Pejabat SKPD Terkait Setda Provinsi Sulut, Perwakilan Pemkab Minut, Instansi Vertikal, Investor dan Pelaku Industri Pariwisata, serta para undangan. (Humas provinsi sulut)

Perkuat Ekonomi Sulut, Gubernur Olly Dukung Kemitraan BIMP-EAGA

Perdagangan lintas batas dalam kerangka kerjasama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) merupakan kegiatan prioritas untuk mendukung Program Nawacita Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta pada Rapat Koordinasi Peningkatan Perdagangan dan Persiapan Pertemuan Cluster Trade and Investment Facilitation (CTIF) BIMP-EAGA di Manado, Kamis (2/8/2018) pagi.

"BIMP-EAGA dibentuk dalam rangka meningkatkan kerjasama di sektor perekonomian termasuk konektivitas perdagangan lintas batas karena memiliki kedekatan lokasi dan sumber daya wilayah yang tergolong aktif di Kawasan ASEAN," ujarnya.

Menurut Gubernur Olly, konektivitas merupakan bentuk kerjasama bagi negara-negara anggota BIMP-EAGA dan peluncuran RoRo Davao-General Santos-Bitung merupakan implementasi konkrit kerjasama BIMP-EAGA.

"Peluncuran perdana Kapal RoRo telah berlangsung tanggal 30 April 2017 di Davao, diharapkan dapat membuka akses Perdagangan Kawasan Indonesia Timur dan wilayah Filipina bagian selatan," bebernya.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di Davao telah melakukan kegiatan trade mission ke Manado dengan membawa beberapa Pengusaha dari Filipina untuk melakukan temu bisnis dengan Pengusaha di Manado. Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan eksplorasi potensi perdagangan, menyelesaikan masalah load factor dan membuka peluang kerjasama antara kedua negara.

Lanjut Gubernur Olly dalam sambutannya, upaya lain yang telah dilakukan Pemprov Sulut adalah mengusulkan dibukanya Pelabuhan Bitung sebagai pelabuhan impor produk tertentu yang sebelumnya hanya untuk tiga produk menjadi tujuh produk, sehingga terbitlah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 81 Tahun 2017 tentang ketentuan impor produk tertentu.

"Ketujuh produk tersebut antara lain: makanan dan minuman, obat tradisional dan suplemen kesehatan, kosmetik, pakaian jadi, alas kaki, elektronik dan mainan anak-anak. Dengan ditetapkannya peraturan ini diharapkan tidak ada lagi kendala dalam melakukan kegiatan importasi barang tertentu di Pelabuhan Bitung," paparnya.

Sebagai informasi realisasi Nilai Ekspor Sulut ke Filipina tahun 2017 sebesar US$ 11.383 Juta dengan Impor sebesar US$ 144.575 Ribu. Pada tahun 2018 s/d bulan Juni 2018 Nilai Ekspor sebesar U$ 570.299 Ribu sedangkan Nilai Impor sebesar US$ 88.007 Ribu. Barang ekspor terdiri dari kapal, hasil perikanan, sawit/CPO, mesin industri dan bahan baku industri ikan. Barang impor terdiri dari bahan peledak dan mesin serta peralatan industri.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan RI, Donna Gultom, perwakilan BIMP-EAGA dan instansi terkait. (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 01 Agustus 2018

Pemprov Sulut Gelar Workshop Pembekalan Sopir dan Ajudan Pimpinan

Dalam rangka meningkatkan citra positif pelayanan dalam kapasitas sebagai jabatan teknis ajudan dan sopir pimpinan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Workshop/Pembekalan selama satu hari di Ruang C.J Rantung Kantor Gubernur Sulut, pada Rabu (1/8/18).

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey  yang diwakili Plt. Asisten Administrasi Umum Praseno Hadi MM, Ak memberikan sambutan dan arahan pada workshop tersebut.

"Mengawal revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo kita dapat memulainya dari peningkatan kapasitas kerja sopir dan ajudan sebagai bagian yang melekat kepada pimpinan," papar Praseno Hadi.

"Selain terus meningkatkan kemampuan, kecakapan tak kalah penting pula memperhatikan etika dalam sikap baik saat betugas maupun diluar tugas agar tidak menjatuhkan wibawa pimpinan," pesan dia.

Pada workshop yang digagas Biro Umum dan Protokol tersebut dijabarkan peran sopir dan ajudan adalah suatu hubungan sinergitas yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun citra yang positif dari suatu organisasi terhadap pelayanan, kenyamanan, dan keamanan pejabat/pimpinan.

Hal ini bukan masalah yang sederhana karena di dalam membentuk pribadi sigap seorang ajudan dan sopir membutuhkan skill, knowledge dan attitude.

Sebagai personil yang setiap hari mendampingi pimpinan, ajudan dan sopir dituntut harus memiliki berbagai kemampuan diantaranya pengetahuan teknis perawatan kendaraan, tata tertib berlalulintas, tata protokoler maupun kecakapan dalam berkomunikasi dan berinteraksi, baik dengan atasan maupun rekan kerja lainnya.

Nampak hadir dalam workshop Plh. Kepala Biro Umum dan Protokol Dantje Lantang, Spt, M.Si beserta jajaran, Pemateri dari unsur TNI dan Polri Mayor Entis Sutisna SIP, AKBP Syamsuri Anang S.Sos, seluruh Sopir dan Ajudan Forkopimda Provinsi Sulut, Instansi Vertikal dan Ajudan/Sopir Pejabat Esselon II serta Protokoler Pemprov Sulut.

Gubernur Olly Seriusi Relokasi Waruga

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memberi perhatian serius terhadap cagar budaya makam nenek moyang Minahasa atau Waruga di Desa Kawangkoan dan Desa Kuwil Kabupaten Minahasa Utara yang dalam tahap-tahap pembahasannya telah mendapat persetujuan dari masyarakat dan juga pemuka-pemuka adat Minahasa untuk dilakukan relokasi.

Pertemuan yang juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw berlangsung di Ruangan WOC (1/8/2018) siang.

Dalam pembahasan dengan PT. Wika selaku kontraktor utama, Gubernur Olly memberi penegasan secara serius agar dalam pelaksanaan relokasi Waruga harus dilakukan sesuai dengan koridor-koridor yang berlaku.

Sejalan dengan itu Gubernur Olly berpesan agar tempat relokasi Waruga yang baru (tak jauh dari lokasi sekarang) harus ditata dengan baik agar tempat relokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang ada di Bumi Nyiur Melambai.

Diketahui bersama bahwa pembahasan relokasi Waruga kali ini adalah tindaklanjut dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya.