Selasa, 20 November 2018

Gubernur Olly Hadiri Peresmian Di Gereja KGPM Amurang

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menyempatkan diri diselah-selah rutinitas kerjanya untuk menghadiri Pentabisan dan Peresmian, Konsistori dan Pastori Gereja KGPM Victory Amurang, Minahasa Selatan, Selasa (20/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Olly tak lupa menyampaikan selamat atas keberhasilan Jemaat GMIM Victory dalam menyelesaikan Gedung Gereja ini, disamping itu juga mengajak jemaat untuk memahami keberhasilan ini sebagai sarana Tuhan untuk melayani umatNya.

"Kita pahami bersama bahwa kesemuanya ini hanya oleh karena kasih karunia dan limpahan berkhat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang senantiasa dianugerahkan Nya kepada kita semua lewat pelayanan," ujar Gubernur dihadapan jemaat.

Bersamaan dengan itu juga, Gubernur Olly menyampaikan peningkatan ekonomi secara umum. Dimana sejak tahun 2016 perekomian Sulut terus mengalami peningkatan. Walaupun menurut Gubernur, hasil unggulan komoditi masyarakat Nyiur Melambai saat ini mengalami penurunan. Namun dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di Sulut yang mencapai 1000% dapat mendongkar krisis ekonomi yang disebabkan dengan menurunya harga komoditi Sulut.

Sejalan dengan itu juga, Gubernur meminta doa dari segenap jemaat Victory Amurang dalam mensukseskan kebijakan Pemerintah pusat dalam menjadikan kelapa sebagai bahan bakar solar, sehingga unggulan komoditi masyarakat Sulut ini dapat mengalami peningkatan.

"Tahun anggaran 2019 mereka membuat bahan bakar solar menggunakan minyak nabati, artinya apa, sudah ada orang mau membeli minyak kelapa, kopra , lain-lain untuk dibikin solar," lanjut Gubernur.

Lebih dalam lagi, masih dalam sambutan, Gubernur Olly menyampaikan bahwa tanggung jawab pemerintah adalah hadir di tengah-tengah masyarakat dan gereja.  Untuk itu, Gubernur berterima kasih atas kesempatan dimana pemerintah daerah dapat ikut terlibat dalam peresmian ini. Nampak juga hadir para pejabat Pemprov Sulut. (humas provinsi sulut)

Peringatan Maulid Nabi 1440H, Gubernur Sulut Ajak Umat Muslim Topang Pembangunan Daerah Tercinta

Momentum indah Peringatan Maulid Nabi hendaknya dijadikan kesempatan bagi segenap umat Islam di Sulawesi Utara agar dapat membangun tekad dan komitmen untuk kedepannya senantiasa mampu menjadi panutan bagi segenap lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan KB dr. Bahagia R. Mokoagow, M.Si, M.Kes pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di Masjid Raya Ahmad Yani Manado, Selasa (20/11/2018).

"Hendaknya kita semua tetap berada dalam dinamika kehidupan yang saling melengkapi harmonis rukun dan damai serta saling memanusiakan satu sama lain, sesama makhluk ciptaan Tuhan sebagaimana jati diri masyarakat Sulawesi Utara," ujarnya.

Menurut Gubernur hal tersebut demikian penting terlebih dengan mengingat dewasa ini keutuhan NKRI sedang terancam seiring dengan terus mengemukanya isu isu SARA, gerakan radikalisme, terorisme dan hal-hal bersifat negatif lainnya.

Oleh karenanya melalui Perayaan Maulid Nabi tersebut Gubernur mengajak serta mengingatkan segenap warga Umat Muslim di Sulut untuk terus membangun kekompakan, membangun daya kreativitas, dan motivasi dalam diri masing-masing, serta mempererat atau memperkokoh persatuan kebersamaan dan terpenting terus meningkatkan kemampuan untuk tidak terprovokasi atau terpancing oleh isu SARA serta tidak terlibat dalam gerakan radikal dan turut dalam aksi teror.

"Marilah menjadi masyarakat yang senantiasa cerdas dan bijak dalam menanggapi isu isu yang berkembang. Selanjutnya mengingat saudara-saudara adalah bagian Tak Terpisahkan dari masyarakat Sulawesi Utara maka saya menghimbau untuk senantiasa mampu memberikan kontribusi positif baik melalui sumber ide yang kreatif progresif dan inovatif maupun karya nyata terhadap setiap kebijakan dan berbagai program Pemprov sulut yang sedang dan akan dijalankan," ajaknya.

Terkait dengan program dan kegiatan Pembangunan Daerah di sulut, Gubernur mengungkapkan bahwa di tahun 2018 ini berbagai bidang sektor strategis yang sementara dan masih akan terus digenjot, dikembangkan dan dimantapkan yakni penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, revolusi mental dan Reformasi birokrasi, infrastruktur dan pengembangan wilayah, kedaulatan pangan (pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan), ketentraman dan ketertiban masyarakat, peningkatan daya saing investasi, pengelolaan bencana dan mitigasi iklim, serta pembangunan pariwisata.

"Khusus pada sektor pariwisata pemerintah provinsi Sulawesi Utara terus mengoptimalkan brand pariwisata "North Sula Wee See" yang merupakan ajakan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk melihat potensi atau keindahan alam serta keberagaman adat istiadat seni dan budaya Provinsi Sulut yang tersebar di 15 kabupaten/kota," beber dia.

Di akhir sambutannya Gubernur Olly meminta dukungan dari segenap umat untuk turut mengeksplor dan mempromosikan potensi pariwisata, potensi seni dan budaya, serta berbagai kekhasan yang ada di daerah Bumi Nyiur Melambai kepada masyarakat luas.

"Mari kita topang pembangunan di daerah tercinta. Sekali lagi, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pribadi dan keluarga saya ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi SAW Tahun 1440 Hijriah kepada seluruh Umat Islam di Bumi Nyiur Melambai. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menganugerahkan kesehatan, serta menuntun dan menyertai setiap karya dan upaya kita semua," pungkasnya.

Kegiatan yang bertema "Semantap Ukhuwah, Sesuci Hati Nurani dan Sesantun Politik Adalah Modal Suksesnya Pemilu Serentak Tahun 2019" itu turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Manado Irwan Musa SE, M.Si, Ketua PHBI Manado H. Amir Liputo SH, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Karyoto, Imam Besar Masjid Raya Kyai H. Sofyan Lahilote, Tausyiah oleh Nurhayati Daud S.Kom.

Senin, 19 November 2018

Dari Manado ke Kampung Cempaka....Gubernur OD Apresiasi DPRD Sulut Atas Disetujuinya Ranperda APBD 2019

“Dari Manado ke Kampung Cempaka. Lewati jembatan, lihat kelapa yang lebat. Bersama DPRD kita terus Kerja Bersama. Lahirkan karya, untuk Sulut Hebat”.

Demikian pantun yang diucapkan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE pada rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran (T.A) 2019 yang digelar di Ruangan Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (19/11/2018) siang.

"Pantun ini kiranya akan memotivasi langkah kita dalam melanjutkan pembangunan kedepan," kata Olly untuk mengapresiasi seluruh fraksi DPRD Sulut yang telah memberikan pendapatnya menerima Ranperda APBD T.A 2019 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda).

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap Anggota DPRD Sulut, atas penyelenggaraan rapat paripurna ini, dan memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2019," tambah Olly.

Gubernur Olly menuturkan, secara teknis program dan kegiatan dalam Ranperda APBD Provinsi Sulut T.A. 2019 mengacu pada Tema RKPD Tahun 2019, yakni : Mempercepat kemandirian ekonomi, kedaulatan politik dan budaya melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas yang tersebar di 10 prioritas pembangunan.

"Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Pembangunan pendidikan; Pembangunan kesehatan; Revolusi mental dan reformasi birokrasi; Infrastruktur dan pengembangan wilayah termasuk wilayah perbatasan; Kedaulatan pangan; Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden dan Legislatif; Peningkatan daya saing investasi; Pembangunan pariwisata dan Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim," ungkap Olly.

Lebih lanjut, Olly mengajak semua pimpinan dan anggota DPRD Sulut untuk terus mengawal kebijakan dan program kerja yang tertata dalam APBD T.A 2019 hingga akhir pelaksanaannya dan menjaga sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mendukung setiap prioritas pembangunan daerah.

"Di tahun 2019 nanti kita akan merampungkan pembangunan infrastruktur untuk akses ekonomi ke berbagai wilayah. Di tahun 2019 juga merupakan  tahun demokrasi, dimana akan dilangsungkan Pemilu Presiden/Wakil Presiden dan Legislatif, sehingga kondusifitas masyarakat harus menjadi prioritas khusus," imbuh Olly.

Rapat paripurna turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS serta para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Berikut penyusunan struktur RAPBD T.A. 2019 untuk mencapai target 10 prioritas pembangunan tersebut.

Pendapatan Daerah
Total Pendapatan Daerah sebesar Rp.4.098.657.797.000,- dengan rincian:

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.1.269.244.160.000,-

Dana Perimbangan Rp.2.702.511.639.000,-

Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.126.901.998.000,-

Belanja Daerah
Total Belanja Daerah sebesar Rp.4.504.485.841.000,- dengan rincian:

Belanja Tidak Langsung, yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan dan belanja tidak terduga sebesar Rp.2.150.949.167.000,-

Belanja Langsung, yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal sebesar Rp.2.353.536.674.000,-

Pembiayaan Daerah
Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2019 sebesar Rp.425.828.044.000,- Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp.20.000.000.000,- (Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 18 November 2018

Ultah ke-57, Gubernur Olly Dondokambey Launching Buku "Sang Pembuka Gerbang"

Mengulang hari lahir dirayakan dengan beragam cara. Seperti Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara yang meluncurkan buku "Sang Pembuka Gerbang" tepat di ulang tahunnya ke-57 yang jatuh pada hari Minggu (18/11/2018).

"Hari ini saya sangat berbahagia pada saat ini bisa meluncurkan buku dan merayakan ulang tahun yang ke 57. Ini karena dukungan dari semuanya," ucap Olly pada launching buku yang digelar di Kabupaten Minahasa Utara ini.

Buku terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ini menguraikan terobosan Olly dalam membangun sektor pariwisata di Sulut.

Setelah dilantik menjadi Gubernur Sulawesi Utara pada Februari 2016, Olly langsung bergerak cepat untuk memajukan daerahnya. Dia melihat, sektor pariwisata di Sulut sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber ekonomi berkesinambungan.

Berbagai cara dia lakukan untuk merealisasikan program pemajuan pariwisata ini, terutama dengan membuka rute penerbangan internasional ke Bandara Sam Ratulangi, Manado. Lobi-lobi kepada pemerintah pusat, kementerian, maupun swasta digencarkan.

"Puji Tuhan. Semua jalan terbuka. Mulai perizinan bebas visa, ketersediaan maskapai pesawat dan pembangunan kanwil bea cukai. Semua syarat ini bisa disiapkan untuk menunjang pariwisata," ucap Olly.

Tangan dingin Olly selama kepemimpinannya itu berhasil membuat Sulut dibanjiri wisatawan mancanegara. Terbukti, lima bulan setelah dilantik, Olly bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw berhasil membuka rute penerbangan langsung dari Tiongkok. Hasilnya, sejak tanggal 4 Juli hingga Desember 2016 jumlah turis mancanegara yang didominasi turis China yang berkunjung ke Sulut melonjak hingga 46 ribu orang.

Pencapaian ini luar biasa karena rata-rata kunjungan wisman ke Sulut selama 10 tahun terakhir hanya berkisar di angka 10.000 sampai 15.000 orang per tahun.

Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman kembali meningkat hingga mencapai 86 ribu orang. Bahkan pada tahun 2018, tak tanggung-tanggung hingga akhir September tercatat sebanyak 100 ribu wisman dan 2.6 juta wisatawan nusantara telah mengunjungi Sulut.

Para wisman dan wisnus itu juga menguntungkan perekonomian Sulut. Pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 6,23 persen atau diatas rata-rata nasional itu karena didukung sektor pariwisata.

"Keadaan Sulawesi Utara bisa seperti sekarang ini karena besarnya perhatian dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla termasuk dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, waduk kuwil dan lainnya," beber Olly.

Diketahui, buku yang ditulis Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata, Dino Gobel ini dieditori langsung oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw. Pada kesempatan yang sama, Kandouw mengatakan buku Sang Pembuka Gerbang ditulis berdasarkan data-data.

"Apa yang ditulis di buku ini adalah empiris dan bisa dibuktikan karena semuanya berdasarkan data-data," kata Kandouw.

Lanjut Kandouw, terobosan di sektor pariwisata Sulut yang dilakukan Olly adalah hal besar yang harus diapresiasi karena tidak bisa dilakukan oleh semua orang.

"Orang besar adalah orang yang bisa melakukan hal-hal besar," tandas Kandouw.

Lauching buku Sang Pembuka Gerbang turut dihadiri jajaran Forkopimda, anggota V BPK RI Isma Yatun, Ketua TP PKK Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, pimpinan PT. Kompas Gramedia dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Sabtu, 17 November 2018

Varietas ODSK Lobu Mampu Tingkatkan Produktivitas Petani Kelapa Sulut

Terobosan yang dilakukan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian tak pernah berhenti. Terbukti, varietas unggulan tanaman kelapa "Operasi Daerah Sukseskan Kelapa-Lobu" atau "ODSK-Lobu" hasil kerjasama Pemprov Sulut dengan Balitpalma dapat menghasilkan kelapa dengan kadar minyak yang lebih tinggi.

"ODSK Lobu mempunyai kadar minyak lebih tinggi daripada kadar minyak lainnya. Kadar protein juga paling tinggi daripada semua kelapa. Produktifitasnya sekarang 3,2 ton kopra kering per hektar, yang normalnya nasional 1,1 ton sedangkan rata-rata di Sulawesi Utara 1,2 ton. Jadi produktivitas ODSK Lobu 100 persen lebih," kata Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung saat mengikuti Launching Ekspor Dessicated Coconut dan Varietes unggul Kelapa dalam rangkaian Konferensi Nasional Kelapa IX & Internasional Coconut Conference dan Expo di halaman Kantor Balitpalma, Manado, Sabtu (17/11/2018) siang.

Refly mengatakan, saat ini sebanyak 100 ribu bibit kelapa ODSK Lobu siap ditanam di Sulut. Tambah dia, pemerintah daerah dengan Balitpalma juga terus melakukan penelitian untuk mencari varietas-varietas unggulan lainnya yang dapat meningkatkan hasil produksi petani.

"Setelah varietas ODSK-Lobu juga akan menyusul varietas ODSK-Apela pada tahun depan dan itu akan ditanam di salah satu lokasi yang disiapkan. Hal ini adalah bagian dari upaya meningkatkan produktivitas petani kelapa di Sulut," kata Refly.

Lebih lanjut Refly menerangkan kepedulian Gubernur Olly dalam upaya, program serta komitmen pengembangan kelapa dinilai berhasil sehingga diberikan penghargaan dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

"Pak Gubernur meraih penghargaan dari Menteri Pertanian atas komitmennya mengembangkan pertanian kelapa. Yang menyerahkan penghargaan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Prof. Dr. M. Syakir," ungkap Refly yang mewakili Gubernur Olly saat menerima penghargaan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian RI Irmijati Rachmi Nurbahar saat membacakan sambutan Menteri Pertanian RI menerangkan bahwa pembangunan bidang pertanian dapat dilakukan dengan melakukan ekspor produk olahan kelapa dan memberikan bantuan benih unggul bersertifikat secara gratis kepada petani.

"Upaya ini mendiseminasikan inovasi teknologi pembenihan perkebunan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait, baik instansi pemerintah, swasta, peneliti maupun petani," kata Irmijati.

Irmijati menjelaskan bahwa sejak tahun 2014, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik strategis, terutama sektor pertanian dengan menitikberatkan pada upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani yang menjadi amanah dari program Nawacita.

"Dengan berbagai terobosan dan karya nyata Kementerian Pertanian, dimana telah menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Nawacita," ungkap Irmijati.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 menunjukkan kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 13,63 persen menduduki posisi teratas kedua, setelah industri pengolahan.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekonomi rakyat Indonesia. (Humas Pemprov Sulut)

Fun Walk 'Olly Pe Tamang' Meriah !

Ribuan orang memadati kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yakni Fun Walk "Olly Pe Tamang" yang di pusatkan di kawasan Mega Mas Manado, Sabtu (17/11/2018) pagi.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan rasa terimakasihnya kepada panitia pelaksana dan masyarakat yang telah mensukseskan penyelenggaraan kegiatan spektakuler tersebut.

"Sejak menjadi gubernur selama hampir tiga tahun ini, sering banyak kemana-mana sehingga jarang bertemu dan minum kopi bersama teman juga masyarakat. Maka pagi hari ini saya sangat berterimakasih karena dapat bersama-sama masyarakat dalam acara ini," tutur Gubernur Olly saat bawakan sambutan pada acara Fun Walk 'Olly Pe Tamang'.

Lebih lanjut Gubernur Olly membeberkan bagaimana tugas Gubernur dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di daerah dalam rangka menunjang pembangunan yang ada di provinsi Sulut.

"Regulasi dan Kebijakan pembangunan semua ada di pusat tidak ada di Sulut. Kalau kita tidak lakukan kegiatan di pusat banyak hal yang kita tidak bisa selesaikan," tuturnya.

Pada akhirnya sambutannya Gubernur Olly pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat bumi nyiur melambai Sulawesi Utara untuk mendukung seluruh program pemerintah daerah demi terwujudnya Sulut Hebat yang yang lebih sejahtera di semua lini sektor yang ada.

Sebelumnya, sekitar pukul 06:00 WITA, Kawasan Mega Mas diserbu warga. Diperkirakan ribuan orang menyemut menanti perhelatan Fun Walk Olly Pe Tamang.

Gubernur Olly Dondokambey bersama Ibu Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey Tamuntuan hadir bersama Wagub Steven Kandouw dan istri tercinta Kartika Devi Kandouw Tanos yang juga adalah Kepala Biro Kesra Sulut dan Sekretaris Daerah Edwin Silangen, berbaur bersama warga.

Usai membawakan sambutan, Gubernur Olly melepas para peserta Fun Walk. Gubernur dan rombongan ikut jalan bersama mengitari kawasan Mas sampai ke Jalan Boulevard dilanjutkan olahraga bersama, dan penarikan door prize.

Menariknya, secara khusus Gubernur Olly mengawali dengan menyerahkan langsung hadiah doorprize ke tiga orang pilihannya sendiri. Mereka yakni Danrem 131/Santiago Brigjen Robert Giri, Danlanud Sam Ratulangi Kolonel Nav Insan Nanjaya, Danlantamal VIII Manado Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta.

Selain penarikan undian langsung, doorprize juga diberikan oleh Ketua PKK Sulut Ibu Rita Tamuntuan melalui format kuis dengan pertanyaan unik.

Acara fun walk Olly Pe Tamang banjir doorprize. Doorprize utama yakni uang tunai Rp 10 juta, 5 juta dan 10 tabungan masing-masing Rp 1 juta dari Bank Sulut. Kemudian 25 sepeda santai, voucher menginap di hotel berbintang, serta beragam hadiah barang elektronik.(humas provinsi sulut)

Jumat, 16 November 2018

KNK IX Digelar di Sulut, Pemprov Sulut Terus Pacu Produktivitas Komoditas Pertanian

Gubernur  Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung menghadiri Konferensi Nasional Kelapa IX dengan tema 'Sinergisme Untuk Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Petani Dan Keberlanjutan Industri Kelapa' di Ballroom Peninsula Manado, Jumat (16/11/18).

"Pemprov Sulut terus memacu bergeraknya aktivitas perekonomian dan pembangunan melalui program unggulan yang menitikberatkan sektor agro kompleks sesuai rencana strategis daerah, antara lain : program revitalisasi pertanian/perkebunan guna peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian/perkebunan termasuk kelapa," bebernya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan khusus di sektor pengembangan tanaman kelapa, Pemprov Sulut menerapkan program peningkatan berkelanjutan, seperti peremajaan kelapa, serta pemberdayaan petani kelapa, melalui pelatihan strategi pengembangan kelembagaan petani kelapa, pelatihan administrasi pembukuan dan program tabungan, pelatihan pengembangan ekonomi rumah tangga, pelatihan penumbuhan kebersamaan petani kelapa, fasilitasi pembentukan lembaga ekonomi masyarakat petani kelapa, dan fasilitasi pengembangan kelembagaan petani kelapa.

"Maka sebagai stakeholder pembangunan terkait di sektor pertanian/perkebunan, khususnya pada komoditas kelapa bapak/ibu saudara sekalian tentunya sangat diharapkan dapat terus bersinergi dalam memberi kontribusi dan dukungan dengan Pemerintah Daerah guna menjawab sejumlah tantangan dan peluang yang terbentang kedepan dengan keberhasilan," demikan harapan Gubernur Olly seperti yang dituturkan Ngantung.

Diketahui, KNK ke 19 kali ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Balit Palma, Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Beragendakan seminar, pelepasan ekspor kelapa, launching varian unggul kelapa, pemberian kelapa varietas unggul kepada petani sekaligus disertai bimbingan teknis.

Sulut sebagai sentra kelapa kedua terbesar setelah Riau, menjadi tuan rumah KNK untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2010. Iven nasional empat tahunan ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara stakeholders untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan petani dan diharapkan dapat menciptakan industri kelapa yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

Nampak hadir dalam acara Kepala Bapelitbang Kementerian Pertanian RI Prof. Dr. M. Syakir, perwakilan Kementerian Perdagangan, Dinas terkait lingkup Pemprov Sulut, para Kepala  Daerah penghasil kelapa, Pengurus Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), International Coconut Community (ICC), Filipina, Australia, Vietnam, perwakilan asosiasi petani kelapa di Indonesia, pihak perbankan, pebisnis dan eksportir.