Rabu, 16 Januari 2019

Guru THL Pemprov Sulut Bakal Terima Honor UMP

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE MS, memimpin  rapat  terkait dengan penyusunan Draft Peraturan Gubernur (Pergub) tentang honorarium Guru tenaga harian lepas (THL), Guru bantu Non ASN yang dilaksanakan di ruang rapat Dinas pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (16/01/2019).

Sekprov mengatakan setelah proses penyusunan Draft ini selesai, akan dijadikan Peraturan Gubernur (Pergub), tentunya para Guru dengan status THL mendapatkan honor dengan nilai minimal Upah Minimum Provinsi (UMP),
untuk dasar perhitungan dari pemberian honorarium ini mengacu kepada jam mengajar yang akan dijalankan oleh Guru THL di SMA,SMK se Sulut.

Pada kesempatan itu juga, Sekprov memeriksa sampai sejauh mana kesiapan dari Dinas Pendidikan Daerah dan Cabang Dinas terkait dengan program kerja yang akan dijalankan pada tahun 2019 ini, termasuk dengan permasalahan yang ada di sekolah dan cabang Dinas.

Lebih jauh lagi Sekprov mengkonsolidasikan tentang pengelolaan keuangan, oleh karena cakupan wilayah yang luas maka diberikan kewenangan kepada Dinas Pendidikan daerah agar membuat suatu konsep bagaimana proses pendelegasian kewenangan kepada cabang dinas supaya dioptimalkan tugas dan kerjanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Plt Asisten administrasi umum Praseno Hadi, Kepala Badan keuangan dan Aset Daerah Asiano G Kawatu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah dr. Grace Punuh, Kaban BKD Sulut Dr Femmy Suluh, serta para pejabat dilingkup Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah. (humas provinsi sulut)

Wagub Kandouw Hadiri Sertijab Kepala Kanwil Kemenkumham Sulut

Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw hadiri acara Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulawesi Utara dari Drs. Murdjito Sasto, M.Si kepada Efendy B. Peranginangin, S.H di Ruang CJ. Rantung Kantor Gubernur Sulut, Rabu (16/01/19).

Dalam kesempatan itu Wagub Kandouw mengungkapkan apresiasinya kepada jajaran Kanwil Kemenkumham atas beragam keberhasilan, sinergitas dan hubungan kerjasama yang baik melalui dukungan terhadap berbagai kebijakan dan program Pemprov Sulut.

Lebih lanjut dirinya menyatakan bahwa ikatan emosional dan sosial yang terbangun dengan sangat baik selama Drs.Murdjito menjabat telah menjadi goresan emas yang menghiasi dinamika pembangunan supremasi hukum dan penegakan hukum di Sulut.

"Atas nama Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan terimakasih yang tulus disertai penghargaan yang tinggi kepada Bapak Drs. Murdjito Sasto, M.Si atas segala karya, karsa dan kerjasama yang terjalin indah selama menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Sulut,"

Wagub Kandouw juga menyampaikan harapannya agar kedepan, dibawah kepemimpinan Kanwil Kemenhumkam Sulut yang baru, kemitraan dan sinergitas yang telah terjalin bersama Pemprov Sulut selama ini dapat terus berlanjut.

"Saya optimis, karena saya yakin, kehadiran bapak Efendy Peranginangin, SH sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham yang baru dengan segudang pengalaman kerjanya, sangatlah menjanjikan untuk kemajuan kita bersama. Terkait itu, atas nama Bapak Gubernur saya menyatakan komitmen untuk senantiasa menopang kerja Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara," tandas Wagub.

Nampak pula hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Min Usihen, SH, MH, Sekda Provinsi Sulut Edwin Silangen SE, MS, Unsur Forkopimda, para Pejabat dan Pegawai Kanwil Kemenkumham Sulut. (Humas provinsi sulut)

Wagub Kandouw Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019. Sebagai salah satu program prioritas Pemprov Sulut pada tahun ini, Pemilu 2019 bakal memilih Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

"Mari kita semua sukseskan Pemilu 2019 di Sulawesi Utara. Masyarakat jangan terkotak-kotak tetapi semuanya mengikuti pesta demokrasi ini dengan penuh kegembiraan dan kedamaian," kata Kandouw saat menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Sulut, Rabu (16/1/2019) siang.

Selain itu, Wagub Kandouw juga mengapresiasi para pimpinan serta anggota DPRD Sulut yang senantiasa konsisten menunjukkan eksistensi pemenuhan tugas, peran dan tanggungjawabnya sebagai komponen pembangunan bangsa di Bumi Nyiur Melambai.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan yang senantiasa menjalin koordinasi dan sinergitas yang positif dengan segenap komponen pembangunan di daerah ini, utamanya Pemerintah Provinsi, dalam mengawal pencapaian visi dan misi pembangunan daerah di Sulawesi Utara," kata Kandouw.

Adapun rapat paripurna ini digelar dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD serta Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2019 dan Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Tahun 2018.

Terkait penyampaian laporan pelaksanaan reses, Kandouw mengatakan Pemprov Sulut akan membahasnya sekaligus menyusun langkah strategis dan rencana kebijakan yang diperlukan.

"Sehingga seluruh kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dan terlaksana," beber Kandouw.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2019, Pemprov Sulut mengoptimalkan 10 program prioritas, yakni : Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Pembangunan pendidikan; Pembangunan kesehatan; Revolusi mental dan reformasi birokrasi; Infrastruktur dan pengembangan wilayah termasuk wilayah perbatasan; Kedaulatan pangan; Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden & Legislatif; Peningkatan daya saing investasi; Pembangunan pariwisata dan Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim.

Rapat paripurna turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 15 Januari 2019

Pemprov Sulut Siap Dukung Perhelatan HUT TMII ke 44

Pemerintah Sulawesi Utara dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mendapat kepercayaan menjadi sponsor utama pada hut ke 44 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang akan digelar pada tanggal 19-21 April 2019 di kawasan TMII, Jakarta.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Silangen, menerima kunjungan dari tim TMII di Ruang Kerja Sekprov, Selasa (15/1) menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada daerah Nyiur Melambai untuk bekerjasama mensukseskan HUT TMUI ke 44. Disampin itu  juga Sekprov menjelaskan bahwa keterlibatan Sulawesi Utara pada kegiatan tersebut, dilihat Gubernur sebagai Show Window Sulut dipentas kanca nasional.

"Pak gubernur telah mengintruksikan  untuk  mendukung secara maksimal kegiatan tersebut dan menampilkan potensi Sulawesi Utara," ucap Sekprov.

Sejalan dengan itu, keterlibatan Sulut sebagai sponsor utama hut TMII,  dapat memperkenalkan kekayaan dan keragaman kebudayaan yang tercipta di Sulut.

Disamping itu juga, kegiatan Expo Nusantara yang masuk dalam agenda kegiatan hut TMII dapat dijadikan sebagai ajang untuk menjual produk-produk unggulan yang ada di Sulut, seperti halnya kuliner dan batik daerah.

Diharapkan juga dari Pemerintah Provinsi agar keterlibatan Kabupaten/Kota pada expo nusantara tersebut, diharapkan dapat mengubah nuansa taman mini menjadi nuansa Sulawesi Utara.

Hut TMII ke 44 yang jatuh pada (20/4/2019) mendatang, renacanya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. (humas provinsi sulut)

Gesa Pembangunan Infrastruktur Sulut, Gubernur Olly Temui Menteri Basuki

Pembangunan infrastruktur yang sudah nampak di Sulawesi Utara membuat kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Gubernur Olly Dondokambey, SE terus menggesa pembangunan di berbagai bidang untuk kemajuan Bumi Nyiur Melambai.

Untuk itu, Gubernur Olly bertemu dengan
bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Selasa (15/1/2019) siang.

Fokus dari agenda itu adalah untuk membahas progres pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Sulut.

Menurut Olly, pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung dan rumah susun di Kota Tomohon dan Universitas Sam Ratulangi bakal diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Maret 2019.

Selain itu, pada pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini, Olly bersama Menteri Basuki membahas rencana percepatan pembangunan Jalan Ring Road 3 Winangun-Kalasey, Jalan akses Bandara Sam Ratulangi- Likupang untuk menunjang kawasan pariwisata Likupang, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Ilo Ilo Wori di Kabupaten Minahasa Utara. Selain itu, turut dibahas juga fungsi Danau Tondano sebagai reservoir alam untuk Wilayah Minahasa dan Manado, pusat pembangkit listrik (PLTA), penyedia air minum dan pembersihan eceng gondok.

Dengan demikian, peluang investasi baru akan terbuka dan pembangunan infrastruktur bakal berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut.

Terbukti, di tahun 2018, Pemprov Sulut mampu mengukir berbagai capaian pembangunan, antara lain : Pertumbuhan Ekonomi pada Triwulan ke-III berada pada angka 5,66 persen. Lebih tinggi dari capaian nasional 5,17 persen.

Selain itu, angka kemiskinan dapat ditekan dan berada pada posisi 7,59 persen dari sebelumnya 8,98 persen, angka pengangguran juga mampu ditekan hingga 6,86 persen, dari sebelumnya 7,18 persen pada tahun 2017.  

Begitu juga di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisawatan mancanegara selang bulan Januari hingga Desember 2018 telah melampaui angka 110.000 sedangkan untuk wisatawan domestik mencapai 2,6 juta.

Karenanya, untuk meningkatkan terus kemajuan pembangunan ini, orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu mengajak semua pihak untuk selalu mendukung pelaksanaan program pembangunan Sulut pada tahun 2019 ini.

Adapun pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Sulut Steve Kepel dan jajaran kementerian PUPR. (Humas Pemprov Sulut)

Berantas DBD, Dinkes Sulut Bagi Bubuk Abate

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan membagikan bubuk abate gratis di Kelurahan Dendengan Dalam, Kota Manado, Selasa (15/1/2019) pagi untuk mencegah pembiakan jentik nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

Gubernur Olly Dondokambey, SE melalui Kadis Kesehatan dr. Deybie Kalalo mengatakan, pihaknya melakukan pembagian bubuk abate kepada warga agar dapat ditaburkan dalam bak air sehingga jentik nyamuk tidak hidup.

"Penggunaan abate dapat mencegah berkembangnya jentik nyamuk menjadi nyamuk," ujarnya.

Lanjut Kalalo, Dinkes Sulut telah menyediakan trolit di Posko DBD di Dinkes Sulut untuk dibagikan gratis bagi para pasien DBD yang membutuhkan Trolit. Obat mengandung angkak merah dan elektrolit yqng biasa digunakan dalam perawatan DBD ini bisa diambil langsung masyarakat yang membutuhkan di Posko Kesehatan Kantor Dinkes Sulut

"Kami menyediakan trolit secara gratis di Posko DBD bagi yg memerlukannya," ungkap Kalalo.

Selain itu, Kalalo menjelaskan langkah utama pencegahan berkembang biak nyamuk DBD dengan melakukan 3M, yaitu, menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mengumpulkan, menguburkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik.

"Kami mengharapkan para kepala lurah, kepala desa dan kepala lingkungan untuk bersama-sama mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat. Ini adalah kunci utama untuk menangani DBD," katanya.

Lebih lanjut, Kalalo mengatakan, untuk memudahkan masyarakat Sulut mendapatkan informasi terkait DBD, Pemprov Sulut telah mendirikan posko DBD di kantor Dinas Kesehatan.

"Kami juga membuka posko DBD di Dinas Kesehatan Provinsi sebagai pusat informasi kasus DBD, kegiatan pemantauan dan data-data lainnya di seluruh kabupaten kota," beber Kalalo.

Usai melakukan penyuluhan dan pembagian abate kepada masyarakat, Dinkes Sulut melakukan kunjungan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Manado tempat merawat sejumlah pasien DBD, yaitu Puskesmas Ranomuut, RS Pancaran Kasih, RS Robert Wolter Monginsidi dan RS Advent. Hingga kini, tercatat 420 kasus DBD di seluruh Sulut. (Humas Pemprov Sulut)


Di Bawah OD-SK, Angka Kemiskinan Sulut Turun Tajam

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Terbukti, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, pada 2015 kemiskinan menyentuh angka 8,98 persen. Namun selang tiga tahun kepemimpinan OD-SK, angka kemiskinan turun tajam di titik 7,59 persen pada September 2018 atau terendah di Pulau Sulawesi menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

"Hasil Susenas menunjukkan penduduk miskin Sulut sebesar 7,59 persen, terendah di bandingkan provinsi lain di Pulau Sulawesi. Persentase tersebut juga terendah selama lima tahun terakhir. Sebagai bahan perbandingan, penduduk miskin Maret 2018 sebesar 7,80 persen," sesuai rilis BPS Sulut, Selasa (15/1/2019) siang.

Untuk diketahui, pada September 2018, jumlah penduduk miskin di Sulut mencapai 189,05 ribu orang (7,59 persen), berkurang 4,26 ribu orang dari kondisi Maret 2018 yang sebesar 193,31 ribu orang (7,80 persen).

Selama periode Maret hingga September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 1,77 ribu orang (dari 63,88 ribu orang turun menjadi 62,11 orang), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 2,50 ribu orang (dari 129,43 ribu orang turun menjadi 126,93 ribu orang).

Begitu juga pada data ketimpangan. Gini ratio Sulut pada September 2018 sebesar 0,372. Ada penurunan jika dibandingkan dengan Maret 2018 yang sebesar 0,394.

Selain data kemiskinan, BPS juga merilis data perkembangan ekspor dan impor di Sulut. Menurut BPS, nilai ekspor nonmigas Sulut pada Desember 2018 tercatat sebesar 73,58 juta dolar AS sementara impornya senilai10,70 juta dolar AS.

Adapun komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Desember 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai 36,97 juta dolar AS (50,24 persen dari total ekspor), sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral senilai 4,66 juta dolar AS (43,61 persen dari total impor).

Menariknya, Belanda menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulut pada Desember 2018 sebesar 14,43 juta dolar AS. Sedangkan negara pemasok terbesar pada bulan Desember adalah negara Singapura sebesar 4,68 juta dolar AS. (Humas Pemprov Sulut)