Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Selasa, 18 Juni 2019
Dibuka Mendagri, Sekdaprov Silangen Ikuti Sosialisasi Permendagri tentang Penyusunan APBD 2020
Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen menghadiri Sosialisasi Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Grand Hotel Paragon, Jakarta, Selasa (18/6/2019).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah ini, Mendagri Tjahjo Kumolo menjabarkan pedoman Penyusunan APBD 2020.
“Setidaknya ada beberapa poin berdasarkan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 yang harus dipedomani dan dijadikan rujukan Pemerintah Daerah dalam menyusun APBD tahun 2020,” kata Tjahjo.
Pertama, mengalokasikan anggaran Tahun 2020 dalam bentuk belanja hibah kepada KPU dan Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Ada 270 daerah yang tahun depan (2020) sudah memasuki Pilkada Serentak pada September. Tolong dianggarkan dengan sangat baik,” kata Tjahjo.
Kedua, menyediakan anggaran pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Ketiga, mengalokasikan belanja untuk mendanai urusan pemerintahan daerah yang besarannya telah ditetapkan.
“Banyak anggaran yang bisa digali ke daerah dan sudah disepakati, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) karena anggaran dari pusat ke daerah itu besar jumlahnya. DAK ini sifatnya dinamis, tapi kepastiannya sudah ada,” papar Tjahjo.
Keempat, fokus APBD terhadap kegiatan yang berorientasi produktif.
“Belanja modal harus produktif, belanja sosial harus diantisipasi dengan baik,” pesan Tjahjo.
Kelima, APBD diorientasikan pada upaya pemenuhan kepentingan masyarakat yang bersifat inklusif.
“Pastikan dana untuk rakyat disalurkan dengan optimal dan dijaga dengan baik, karena pada dasarnya secara substansial APBD itu digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang inklusif,” kata Tjahjo.
Keenam, penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020 dan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020. Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) adalah dokumen anggaran yang dibuat oleh Sekertaris Daerah untuk disampaikan kepada Kepala Daerah sebagai pedoman dalam penyusunan APBD berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Ketujuh, dalam pembahasan penyusunan anggaran hindari kongkalikong
“Pahami dan hindari area rawan korupsi. Aset daerah dan pengelolaan keuangan daerah harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegas Tjahjo.
Kedelapan, dedikasikan untuk rakyat dan jalankan secara efisien.
Selain dibuka Mendagri Tjahjo Kumolo, acara sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK Adlinsyah M. Nasution, serta dirangkaikan dengan diskusi panel dengan narasumber terkait.
Sosialisasi Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gemmy Kawatu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Olvie Atteng, Kepala Biro Organisasi Glady Kawatu dan para peserta dari seluruh Pemprov se-Indonesia. (Hubmas Pemprov Sulut)
Hadiri Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik AS-Indonesia, Ini yang disampaikan Gubernur Olly
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri acara resepsi perayaaan HUT ke-243 kemerdekaan Amerika Serikat dan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Amerika Serikat-Indonesia yang digelar di Manado, Selasa(17/6/2019) malam.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengapresiasi atas dipilihnya Sulut sebagai lokasi penyelenggaraan acara tersebut.
"Kita sangat bersyukur karena Sulawesi Utara malam ini dipilih menjadi tempat perayaan resepsi perayaan Ulang Tahun ke-243 kemerdekaan Amerika Serikat.
Orang bisa melihat bahwa Sulut sebagai daerah aman, damai dan sejahtera," kata Olly.
Menurut Olly, kerukunan beragama di Sulut yang bisa dijaga hingga kini menjadi daya tarik tersendiri bagi semua pihak untuk mengadakan kegiatan di Sulut
"Suasana rukun dan damai yang bisa terjaga terus berdampak sangat positif bagi masyarakat Sulut. Semoga acara seperti ini bisa dilaksanakan lagi di Sulut karena berdampak positif bagi ekonomi kita," ungkap Olly.
Diketahui, di usia 243 tahun Kemerdekaannya, Amerika Serikat semakin meningkatkan jalinan dengan Indonesia, bahkan akan semakin mempererat kerjasama bilateral secara utuh, yang senantiasa membawa bagi kedua pihak, baik dalam bidang sosial, politik dan ekonomi, maupun dalam bidang lainnya.
Selang 70 tahun hubungan Amerika Serikat dan Indonesia, secara umum terus menunjukkan peningkatan dan saling menguntungkan. Hubungan diplomatik ini harus semakin diperkuat dalam mengoptimalkan kerjasama kedepannya.
Perayaaan HUT ke-243 kemerdekaan Amerika Serikat dan peringatan 70 tahun hubungan Amerika Serikat-Indonesia turut dihadiri Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr, Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Mark McGovern, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Senin, 17 Juni 2019
Buka YCE 2019, Gubernur Olly : Halleluya!
Suasana pembukaan Youth Camp Excellent 2019 yang diikuti ribuan muda-mudi GPdI di Pantecostal Center Buha, Kota Manado, Senin (17/6/2019) berlangsung penuh keakraban.
Satu sama lain saling mengenal. Acara pun bertambah meriah dengan berbagai penampilan seni dan musik rohani.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didaulat untuk membuka secara resmi YCE 2019. Di hadapan 6500 peserta dari 290 sidang yang ada di Sulut, Olly mengajak seluruh pemuda GPdI untuk mengikuti perkemahan dengan penuh antusias.
"Mari kita kembalikan semangat kita. Kita kobarkan semangat api kita sebagaimana kita menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali agar supaya berkat-berkat bagi kita dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara betul-betul terwujud. Halleluya!," ucap Olly.
Olly menuturkan, pemuda dengan seluruh potensi yang dimilikinya merupakan aset berharga bagi gereja, masyarakat dan negara.
"Pemuda adalah sosok pemegang tongkat estafet pembangunan sekaligus kunci bagi kemajuan maupun kemunduran suatu negara di masa depan, termasuk pembangunan daerah," ungkap Olly.
Lanjut Olly, para generasi muda harus mempersiapkan diri mengambil peluang dalam pembangunan Sulut di sektor pariwisata dan sektor lainnya. Khusus di sektor pariwisata, Olly menyebut dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan yang bakal menelan anggaran 26 triliun itu membutuhkan 262 ribu tenaga kerja.
Karenanya, Olly meminta seluruh pemuda GPdI dapat memanfaatkan sebaik mungkin peluang tersebut dengan menggali potensi diri agar bisa bersaing di masa depan.
"Tugas adik-adik kedepan adalah mempersiapkan diri supaya peluang tersebut tidak diisi oleh orang lain karena kesempatan ini sudah terbuka lebar," imbuh Olly.
Youth Camp Excellent turut dihadiri Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulut, Pdt. Yvonne Indria Awuy-Lantu dan Ketua Umum Panpel YCE 2019 Pdt. Stephanus Sumolang. (Humas Pemprov Sulut)
Buka Pameran Kompetisi Pelayanan Publik, Wagub Ingatkan PD Harus Punya Integritas Dalam Melayani
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw mengingatkan kepada seluruh Perangkat Daerah baik di Pemprov Sulut, maupun yang ada di Kabupaten Kota untuk mempunyai intergritas dalam melayani agar tercipta pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wagub saat membuka kegiatan pameran kompetisi inovasi pelayanan publik se Sulut, serta pencanangan program One Agency One Inovation (satu instasi satu inovasi) Senin, (17/6/2019) di Manado Town Square.
Wagub juga menyatakan Bapak Gubernur Olly Dondokambey mengharapkan semua Perangkat Daerah untuk lebih optimal guna memberikan pelayanan bagi masyarakat. Agar pelayanan bisa maksimal, perlu adanya pengawasan, untuk itu Pemprov Sulut berterima kasih kepada Ombudsman RI di Sulut yang ikut memantau pelayanan publik di lingkup Pemprov Sulut.
"Pemrov Sulut terus berusaha memberikan pelayanan terbaik, pengawasan Ombudsman perlu, agar meghasilkan penilaian yang objektif," ujar Wagub dalam sambutan.
Di era keterbukaan ini, Wagub juga mengajak kepada semua stakeholders untuk terus memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, melalui momentum pameran ini memberi penyadaran dan inspirasi untuk berkompetisi memberikan pelayanan terbaik.
Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Sulut, Glady Kawatu dalam laporan mengatakan pameran ini dimaksudkan untuk penjaringan dan pengembangan inovasi di bidang pelayanan untuk memberikan pelayanan efisien, dengan adanya kegiatan ini dapat membangun sinergitas antar sesama stakeholders untuk melayani masyarakat secara optimal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB yang diwakiki Kabid Perumusan Kebijakan Pelayanan Publim, Sri Hartini, kepala perwakilan Ombudsman RI Sulut, Helda Tirajoh, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kota, pejabat eselon II lingkup pemprov sulut.(humas provinsi sulut)
Bareng Dubes AS, Gubernur Olly Resmikan Investasi Budidaya Ikan Lepas Pantai Senilai Rp 700 Miliar
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan, Jr meresmikan investasi budidaya ikan lepas pantai senilai Rp 700 miliar yang digelar di Manado, Selasa (17/6/2019) siang.
Peresmian investasi tahap awal budidaya ikan jenis amber jack milik perusahaan Forever Oceans ini dihadiri langsung CEO Forever Oceans Corporation Jason Heckathorn, Sekdaprov Edwin Silangen dan Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Mark McGovern. Rencananya, budidaya ikan lepas pantai ini berlokasi di perairan Likupang atau perairan Manado.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menyatakan optimis kehadiran Forever Oceans di Sulut semakin memantapkan peran sektor kelautan dan perikanan dalam mendukung upaya peningkatan perekonomian Sulut.
"Saya berterima kasih karena baru kali ini ada investasi bernilai besar dari Amerika Serikat. Saya percaya perusahaan besar seperti Forever Oceans mempunyai akses permodalan, sumber daya manusia, teknologi dan pasar yang baik. Ini akan membawa perubahan kepada industri perikanan di Sulawesi Utara," kata Olly.
Lanjut Olly, era sekarang adalah sebuah masa dimana kerjasama dan kemitraan pemerintah dan pihak swasta merupakan kunci untuk melakukan lompatan dalam menggapai perubahan ke arah yang lebih baik.
"Saya berharap instansi di Sulawesi Utara khususnya Dinas Kelautan Perikanan dapat memberikan dukungan penuh kepada Forever Oceans," beber Olly.
Lebih jauh, Olly berharap kepada Dubes AS Joseph Donovan, Jr dapat mendatangkan investor lainnya untuk berinvestasi di Sulut.
"Saya harap Pak Dubes bisa mengajak investor lainnya ke sini. Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Sulawesi Utara," imbuh Olly.
Sebelumnya, CEO Forever Oceans Jason Heckathorn mengatakan investasi yang dilakukan pihaknya di Sulut akan melibatkan tenaga kerja lokal.
"Investasi kami di sini berlangsung dalam jangka panjang. Forever Oceans juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Sulawesi Utara," kata Heckathorn.
Sementara itu, Dubes AS Joseph Donovan, Jr mengatakan, peresmian investasi Forever Oceans ini menandai perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.
Dubes AS yakin kedepannya ada perusahaan lainnya yang berinvestasi di Sulut.
"Investasi ini memperkuat hubungan bisnis dan masyarakat Sulawesi Utara dengan Amerika Serikat. Saya optimis lebih banyak lagi investasi dari Amerika Serikat yang masuk ke sini," kata Donovan. (Humas Pemprov Sulut)
Gubernur Olly dan Dubes AS Hadiri Pembukaan Cope West 2019
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan, Jr menghadiri pembukaan latihan bersama TNI AU dan US Air Force bersandi Cope West 2019 di Lanud Sam Ratulangi Manado, Senin (17/6/2019) pagi.
Kegiatan yang berlangsung hingga 28 Juni 2019 ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat TNI AU.
Upacara sendiri dipimpin Kolonel Satriyo Utomo, Komandan Wing 3 Lanud Iswayudi Koops AU I dari Indonesia dan Colonel Paul Kirmis, Vice Commander of the 35 Fighter Wing on Misawa Jepang, dari Amerika Serikat.
Adapun latihan Cope West ini melibatkan sedikitnya 150 personel TNI AU, 130 prajurit US Air Force serta 13 pesawat tempur F-16.
Dalam latihan, US Air Force akan menggunakan enam pesawat tempur F-16 dari Skadron 14 yang bermarkas di Misawa Jepang dan dari TNI AU akan mendatangkan tujuh pesawat tempur F-16 dari Skadron udara 3 Lanud Iswahyudi.
Latihan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di Manado. Manado sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Cope West 2017 dan 2018. (Humas Pemprov Sulut)
Minggu, 16 Juni 2019
Gubernur Olly : Hubungan Sulut-Filipina Makin Harmonis
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri acara Proklamasi Hari Kemerdekaan Filipina ke-121 tahun yang digelar di Manado, Minggu (16/6/2019) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Konsul Jenderal Filipina di Manado Oscar G. Orcine, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Sekdaprov Edwin Silangen.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan kepada masyarakat Filipina, khususnya yang berada di Sulut.
"Semoga peringatan Hari Kemerdekaan ke-121 tahun ini semakin membawa Filipina pada progres pembangunan bangsa yang semakin maju," kata Olly.
Menurut Olly, sebagai daerah di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina, Sulut merasakan dampak positif atas terjalinnya berbagai bentuk kerjasama bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Filipina.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Filipina melalui Konsulat Jenderal Filipina di Manado yang senantiasa membangun komunikasi dan kerjasama yang erat dengan Pemprov Sulut dalam berbagai aspek dan dimensi pembangunan," ungkap Olly.
Lebih jauh, Olly menerangkan tentang era masyarakat ekonomi ASEAN yang merupakan agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN dengan tujuan utama untuk meminimalisir bahkan menghilangkan hambatan hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa dan investasi guna meningkatkan daya saing negara negara ASEAN.
"Tentunya kedepan akan banyak tantangan serta permasalahan sekaligus peluang yang membutuhkan sinergitas kerja kita yang lebih baik dan lebih solid lagi. Untuk itu, mari kita jaga dan tingkatkan terus harmonisasi kerjasama yang telah terbangun selama ini, demi kemajuan bersama di masa depan," imbuh Olly. (Humas Pemprov Sulut)