Selasa, 27 April 2021




Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen membuka secara resmi Rapat Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Penelitian tentang Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Sulut Tahun 2021 secara virtual di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (27/4/2021).


Dalam sambutannya, Silangen menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut yang telah memprakarsai agenda strategis dan bernilai penting terhadap pengembanganKPJU Unggulan UMKM di daerah serta terhadap pembangunan ekonomi lokal ini.


"Pengembangan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, memang harus lebih difokuskan pada Komoditas atau Produk atau Jenis Usaha unggulan daerah yang prioritas, agar dapat dikembangkan dan dapat secara efektif mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkesinambungan. Sebagaimana kita pahami, KPJU yang berupa barang dan jasa, sangat potensial untuk dijadikan unggulan daerah yang dapat dikembangkan," kata Silangen.


Sebagai informasi, ada tahun 2016, BI telah melakukan penelitian terkait KPJU unggulan UMKM. Data menunjukkan bahwa terdapat 2.342 Jenis KPJU di seluruh Kabupaten/Kota di Sulu, dengan produk prioritas:


Pertanian/Perkebunan, yaitu: Kelapa, Padi, Cengkeh, Pala dan Jagung; Perikanan, yaitu: Cakalang, Nila, Tuna, Mas dan Tude; Industri Pengolahan, yaitu: Kopra, Perabot Rumah Tangga, Olahan Ikan, Industri Batu Bata dan Aneka Kue; Perdagangan, yaitu: Toko Bangunan, Toko Sembako, Toko Kelontong, Penjualan Getah Karet dan Penjualan Hasil Perikanan; Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, yaitu: Warung Campur, Warung Soto, Wisma, Hotel Melati dan Rumah Makan Sari Laut; Kesenian, Hiburan dan Rekreasi, yaitu: Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Kuliner, Pemandian dan Wisata Budaya.


Menurut Silangen, menyadari kegunaan dan urgensi dari penelitian KPJU, maka tentunya pelaksanaan penelitian tentang KPJU Unggulan UMKM Sulut 2021 harus didukung bersama, yang dapat kita awali dengan memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan ini.


"Seluruh Instansi Terkait baik di Lingkup

Provinsi, Kota/Kabupaten, hingga Kecamatan harus menjadi mitra yang baik dalam berbagi informasi, harus menjadi narasumber ataupun responden penelitian yang baik, dan memberikan informasi dan data/dokumen yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi Sulut 2021," terangnya.


Disamping itu, dengan berpedoman pada Permendagri Nomor 9 Tahun 2014, Silangen mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mengembangkan produk unggulan daerah, melalui pengaturan yang tepat dalam perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan.


"Mari kita jadikan produk unggulan daerah

sebagai kekuatan ekonomi bagi daerah dan masyarakat, sebagai produk yang potensial, memiliki daya saing, daya jual, daya dorong dan mampu memasuki pasar global, yang muaranya dapat berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara," ungkapnya.


"Semoga penelitian ini bisa berjalan dengan lancar dan dapat merekomendasikan apa yang akan kita laksanakan sebagai bentuk formulasi kebijakan ditingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka mengembangkan produk-produk unggulan yang ada didaerah masing-masing," tambahnya.


Lebih jauh, Silangen optimis Sulut dapat bangkit walaupun ditengah pandemi Covid 19 ini dengan memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan daerah yang tidak lain untuk menambah penghasilan dan pendapatan bagi masyarakat yang ada didaerah.


"Tentu dengan memperhatikan perkembangan dan perilaku masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia sehingga apa yang diharapkan oleh kita semua ini mampu kita wujudnyatakan," tutupnya.


Turut hadir dalam rakor ini Kepala Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, para pejabat terkait di Lingkup Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulut dan narasumber dari Berka SEMI Strategika.








Provinsi Sulawesi Utara menjadi magnet investasi bagi seluruh investor yang akan berinvestasi di daerah ini. Kemudahan berinvestasi yang diberikan Gubernur Olly Dondokambey menjadi kuncinya.


Terbukti, di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi di Sulut dalam triwulan 1 (Januari-Maret) 2021 mampu mencapai Rp 1,716 Triliun.


Adapun target realisasi investasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI untuk Sulut Tahun 2021 sebesar Rp. 5.510.000.000.000 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp.3.750.000.000.000.


Artinya, secara kumulatif periode Triwulan I Tahun 2021 realisasi investasi Sulut yang telah direalisasikan oleh investor sebesar Rp. 1,716 triliun atau 31,15% dari target pemerintah BKPM RI tahun 2021 dan mencapai 45,76% dari target RPJMD Sulut tahun 2021


Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut yang dipimpin Franky Manumpil menerangkan bahwa realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 1,181 Triliun (401 Proyek) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terealisasi sebesar Rp 0,535 Triliun (64 Proyek).


Realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2021 menunjukkan peningkatan dari realisasi investasi pada periode yang sama di triwulan I tahun 2020 dimana realisasi saat ini sebesar Rp. 1,176 triliun atau tumbuh 478%, dibanding dengan tahun lalu sebesar Rp. 246 miliar.


Sedangkan realisasi investasi PMA pada triwulan I 2021 sebesar Rp. 535 miliar, tumbuh 287,63% dari realisasi PMA triwulan I 2020 sebesar Rp. 186 miliar.


Realisasi investasi PMDN juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu sebesar 1.971%, dimana realisasi investasi PMDN pada triwulan I tahun 2020 sebesar Rp. 59,9 miliar meningkat sebanyak Rp. 1,121 triliun menjadi Rp. 1,181 triliun pada triwulan I tahun 2021.


Sektor yang mendominasi adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp. 548 miliar, atau 32% dari total realisasi investasi.


Negara dengan investasi terbesar adalah Indonesia dengan realisasi investasi sebesar Rp. 1,1 triliun atau 69% dari total realisasi investasi, diikuti Singapura dengan realisasi investasi sebesar Rp. 422 miliar atau 25% dari total realisasi investasi.


Daerah Kabupaten / Kota dengan realisasi investasi terbesar yaitu kota Manado sebesar Rp. 1,07 triliun atau 63% dari total realisasi investasi.


Gubernur Olly menerangkan bahwa kemudahan perizinan bagi investor sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulut untuk menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo soal upaya mempermudah proses perizinan di Indonesia.


“Bagaimana tugas tanggung jawab kita pemerintah daerah menyerap dan melakukan apa yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan tugas daerah untuk mempercepat seluruh perijinan yang ada,” kata Olly beberapa waktu lalu.

Senin, 26 April 2021


Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengikuti Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-25 Tahun 2021 yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin secara virtual di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur Sulut, Senin (26/4/2021).

Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-25 Tahun 2021 bertemakan  “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit dan Indonesia Maju”.

Dalam sambutannya, Wapres mengatakan bahwa Peringatan Hari Otonomi Daerah saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melihat kembali dinamika serta tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dimasa yang akan datang.

“Penyelenggaraan Otonomi Daerah merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kemandirian daerah guna meningkatkan layanan tehadap masyarakat, meningkatkan daya saing daerah melalui pemberdayaan masayarakat dan pemerintah daerah dalam rangka mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat”, ungkapnya.

Pelaksanaan otonomi daerah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan adaptif, pemimpin yang mampu menghadapi berbagai situasi, cepat dan tepat dalam bertindak dan berorientasi pada pemecahan masalah dengan selalu menyesuaikan dirinya dengan perubahan serta keadaan.

Wapres juga mengatakan terkait efektivitas penyelenggaraan pemerintah daerah termasuk dalam masa pandemi Covid-19, perlunya merubah paradigma pemerintahan dan pembangunan yang masih berorientasi pada business as ussual atau rutinitas menjadi teknologi informasi dengan memanfaatkan model budaya, SDM unggul, SDA, teknologi informasi dan kearifan lokal sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

“Serta pentingnya sinergi dan koordinasi pemerintahan secara kolaboratif baik antar daerah, antar pusat dan daerah, antar pemerintah dengan swasta secara gotong royong yang akan menjadi salah satu kekuatan daya tahan ekonomi dan sosial masyarakat," sebutnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa pemetaan masalah dan kapasitas pemerintah daerah berbasis data sebagai dasar pembuatan kebijakan.

“Pandemi Covid-19 menjadi contoh pentingnya ketersedian, kelengkapan dan akses data serta respon cepat dari pemerintah dan pemerintah daerah dalam menghadapi krisis. Proses digitalisasi diseluruh aspek pelayanan pemerintahan dan pemabanguan sebagaimana kerangka open government ditingkat daerah semakin relevan,” sambungnya.

“Diminta seluruh jajaran pemerintah daerah sebagai ujung tombak pemerintahan agar selalu menjadi contoh baik dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun dalam menegakkan protokol kesehatan serta menyukeseskan program vaksinasi di seluruh Indonesia," tandasnya.

Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-25 juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan jajaran Kemendagri yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Diikuti juga secara virtual oleh jajaran Forkopimda Sulut, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen.







Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen memimpin Rapat Perdana Pembahasan Verifikasi dan Validasi (Verval) Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Sulut oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Aplikasi SIPD yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bappeda Sulut, Senin (26/4/2021).


Nampak hadir dalam rapat ini Asisten Administrasi Umum Gammy Kawatu, Kepala Bappeda Sulut Jenny Karouw, Inspektur Daerah Mecky Onibala dan Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng.


Pada kesempatan itu, Sekdaprov Silangen mengatakan bahwa rapat pembahasan verval pokir DPRD Sulut oleh TAPD merupakan pertemuan perdana.


"Rapat pembahasan verval pokok pikiran anggota DPRD pada saat ini sifatnya belum final karena masih ada tim kecil yang akan bekerja," kata Silangen.


Diketahui, saat ini Pemprov Sulut menerima sekitar 1.250 usulan yang sekarang ini sedang diverval yang merupakan instrumen dari TAPD.


Jumlah tersebut terbagi dalam jumlah usulan pokir anggota DPRD Sulut sebanyak 698 usulan dan jumlah usulan dari kabupaten/kota berjumlah 552 usulan.


Dalam mengeksekusi program tentu disesuaikan dengan 3 persyaratan sesuai dengan kewenangan, kemampuan anggaran yang tersedia dan belum dibiayai oleh baik pusat maupun di kabupaten/kota.


Selanjutnya, Silangen mengingatkan dalam proses verval pokir dari anggota DPRD ini harus senantiasa mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi waktu.


Acara ini sendiri bertujuan untuk penyusunan RKPD Sulut Tahun 2022 dimana dalam penyusunan rancangan awal yang mencakup didalamnya penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD yang diatur dalam Pasal 178 Peraturan Menteri Dalam Negeri No 86 Tahun 2017.


Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, bahwa penyusunan perencanaan menggunakan sistem informasi berbasis teknologi informasi yang mana terdapat perubahan mekanisme dalam penyusunan perencanaan yang bersumber dari aspirasi DPRD Sulut





Minggu, 25 April 2021




Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulut periode 2020-2024 optimis pelaksanaan iven Golf Goes To Likupang Charity Tournament (GTLCT) dan International Underwater Photografi Competition yang bakal digelar di Likupang Kabupaten Minahasa Utara pada awal Juli 2021 dapat meningkatkan sektor pariwisata Sulut.


"Mewakili Pak Gubernur, kami salut dan mengucapkan selamat pada panitia untuk pelaksanaan dua kejuaraan ini, yang akan berdampak positif bagi sektor pariwisata di Likupang Minut," kata Wagub Kandouw saat menghadiri konferensi pers di Manado, Sabtu (25/4/2021).


Menurutnya kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam memajukan pariwisata di Likupang yang kini telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai lokasi KEK Pariwisata.


Disamping itu, promosi pariwisata kata Kandouw, kini juga intens dilakukan Pemkab Minut dengan telah mengagendakan 10 kegiatan yang berorentasi pada promosi pariwisata.


"Ditambah dengan dua kejuaraan ini akan semakin mempromosikan pariwisata di Likupang," tandasnya.


Kendati demikian, Kandouw tetap mengingatkan pantia untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dalam pelaksanaannya nanti.


"Jangan lengah, tetap harus waspada agar kita dapat bersama-sama dapat menekan angka penyebaran covid 19 di daerah ini," terangnya.


Ketua Panitia Alvin Taulu kepada wartawan mengatakan bahwa charity gol yang persiapannya sudah mendekati matang dan semua itu berjalan dengan lancar di masa pandemi covid-19, hal ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas online meeting sebagai media koordinasi dimana hal ini mendapat dukungan yang sangat signifikan dari para sponsor termasuk sponsorship dari pabrikan kendaraan roda empat merk ternama dan hadiah ini telah disediakan oleh panitia bagi peserta yang berhasil membuat Hole in One.


Jimmy Mokolensang pada kesempatan ini juga menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini Adalah untuk menghimpun dana yang akan disumbangkan kepada yayasan yang menyantuni yatim piatu dan yayasan yang bergerak atau peduli terhadap hak kaum perempuan dan anak yang mengalami perlakuan tidak manusiawi.


Sekretaris panitia Victor Pangkerego dikesempatan yang sama juga menyampaikan pada pelaksanaan event ini untuk mobil Mercedes Benz akan diberikan kepada salah satu peserta Golfer melalui Hole in One.


Adapun sesuai keterangan dari pihak panitia, diantaranya Ketua Panitia Alvin Taulu, Victor Pangkerego, Jimmy Mokolensang (golf) dan Nelson Uada (selam) kejuaraan ini akan memperebutkan hadiah dengan total miliaran rupiah. Serta dipastikan sejumlah peserta dari level nasional hingga internasional.


Turut hadir Sekretaris KONI Sulut Tonny Kulit, Wakil Panpel Ronald Sorongan dan Kadis Pariwisata Minut Audy Sambul.



Sabtu, 24 April 2021



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulut periode 2020-2024 bersepeda dari Tondano mengunjungi PB Nawacita Keter Kawangkoan di Kabupaten Minahasa, Sabtu (24/4/2021).


Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw memberikan saran dan motivasi kepada pengurus PB Nawacita Keter agar konsisten melakukan perekrutan dan pembinaan atlet usia dini agar semakin banyak generasi muda yang berprestasi.


Selain untuk meraih prestasi, Kandouw menerangkan kepada para pengurus, pelatih dan atlet PB Nawacita Keter bahwa olahraga menjadi alat pemersatu masyarakat Sulut.


Kandouw juga mengingatkan pentingnya penyiapan bibit atlet lewat latihan yang teratur agar mampu berprestasi di ajang nasional bahkan internasional.


"Bagaimana menata proses rekrutmen olahragawan bulutangkis di Sulut yang termasuk gudangnya atlet dilatih dari usia belia agar dapat eksis di pentas lokal, nasional dan internasional," katanya.


Diketahui, PB Nawacita Keter Kawangkoan  dibentuk pada tanggal 20 Maret 2016  diketuai oleh Berty Mendur, sekarang ada 30 pemain usia dini yang dilatih pada tahun 2016 telah melaksanakan turnamen  perorangan yang terdiri dari kelompok usia dini.


Dalam kesempatan tersebut Wagub Kandouw juga memberikan bantuan uang pembinaan sebesar 25 juta rupiah. Setelah mengunjungi PB Nawacita Keter Wagub Kandouw meneruskan bersepeda hingga kembali ke Tondano.






Jumat, 23 April 2021



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw membuka Konferensi Daerah (Konferda) IV Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut di Rimba Lamet, Desa Rasi Satu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Jumat (23/4/2021).


Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengucapkan selamat melaksanakan Konferda ke-4 kepada segenap komponen PA GMNI Sulut.


Kandouw mengajak seluruh kader GMNI tak pernah berhenti untuk bekerja keras dalam pembangunan daerah.


“Kita jangan cepat puas dengan capaian yang telah dicapai selama ini. Kita harus berperan bersama dan bekerja keras untuk membangun daerah,” kata Kandouw.


Untuk itu, Kandouw meminta kader GMNI untuk menjalankan spirit marhaenisme agar bisa maju dan berkembang. Bukan saja secara ekonomi, melainkan juga harkat dan martabatnya sebagai manusia.


"Harus mampu mengimplementasikan paham marhaenisme dalam kehidupan saat ini," ujarnya.


Kandouw optimis GMNI dapat bersaing dan menghasilkan perubahan di era sekarang ini yang masih di masa pandemi Covid-19.


"Kader GMNI harus mewarnai perjuangan dan mampu bersaing dalam membangun daerah," lanjutnya


Sebelumnya, Ketua PA GMNI Sulut yang juga Bupati Mitra James Sumendap mengatakan kader GMNI sebagai penganut ajaran marhaenisme harus mampu mempertahankan NKRI.


"Berbeda tapi satu. Tak mengenal suku agama, primordial dan GMNI adalah tempat berkumpul para kaum nasionalis. Tugas kita masih luar biasa untuk mengawal anak-anak bangsa agar lebih eksis dalam pembangunan," katanya.


Sumendap juga mengapresiasi kehadiran Wagub Kandouw dalam pembukaan Konferda ke-4 PA GMNI Sulut.


"Terima kasih buat Pak Wagub dan seluruh yang hadir dalam kegiatan ini," kuncinya.