Dipenghujung kepemimpinan SHS-Berhasil Provinsi Sulawesi
Utara kembali dipercayakan menjadi tuan rumah Iven Internasional, kali ini giliran Annual International Conference on
Islamic Studies (AICIS) rencananya akan dilaksanakan
tanggal 3 sampai dengan 5 September 2015.
Kegiatan Seminar yang akan diikuti 18
negara ini mengambil tema harmoni dalam keberagaman mempromosikan modeasi
mencegah konfil dalam kehidupan sosial keagamaan, akan melaksanakan sejumlah
kegiatan diantaranya dialog mengenai
membangun hubungan baik antar umat
beragama, Forum ini diapresiasi sebagai barometer perkembangan dan pemikiran
kajian keislaman di Indonesia.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut
Ir. Siswa R Mokodongan dalam rapat koordinasi terkait pelaksanan kegiatan yang
dilaksanakan Selasa (1/9) mengatakan Pemprov Sulut menyambut baik dan mendukung
kegiatan bertaraf internasional terakhir ditahun 2015 dan juga kegiatan
internasinal terakhir dimasa kepemimpinan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang dan Wagub Dr Djouhari kansil MPd (SHS-Berhasil).
Untuk itu, Sekprov mengingatkan, kepada Panitia daerah kiranya
bisa bersama-sama untuk mensukseskan acara ini karena ini merupakan suatu
kehormatan juga bagi IAIN Manado bisa menjadi tuan
rumah, maka sebagai tuan rumah yang baik tentu harus mempersiapkan segala
sesuatunya yang berkenaan dengan kegiatan AICIS ini, sehingga para tamu merasa puas dengan pelayanan yang diberikan selama berada di daerah nyiur melambai.
Mokodongan juga menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang ada di jajaran
Pemprov Sulut dan masyarakat Sulut untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan ini, agar
berlangsung sukses dan mengharumkan nama Sulut terutama negara Indonesia di
kancah Internasional. Rencananya acara yang akan dilaksanakan di hotel Sintesa
Peninsula ini akan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim
Syaifuddin.
Rektor IAIN
Manado Rukmina Gonibala juga dalam rapat mengatakan beberapa Negara yang sudah
menyatakan siap untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Hasil
dari kegiatan ini diharapkan dengan tren transformasi kelembagaan PTKIN dewasa ini, maka kajian ilmu-ilmu keIslaman dituntut
untuk dapat “bertegur sapa” dengan disiplin ilmu-ilmu yang lain agar dapat
lebih berkontribusi secara maksimal bagi seluruh alam.(Kabag humas Roy
Saroinsong, SH selaku jubir pemprov sulut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar