Lembaga Ketahanan Nesional (Lemhanas) RI melakukan kunjungan
ke Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka melakukan focus group tentang
optimalisasi kebijakan system manajemen maritim yang berkelanjutan guna percapatan
pembangunan dalam rangka ketahanan nasional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin (7/9), bertempat di
ruang rapat Tumbelaka kantor Gubernur Sulut, tim tersebut terlebih dahulu
diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan dan
selanjutnya melakukan diskusi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Ir
Happy Korah.
Dalam diskusi tersebut dibahas tentang potensi kekayaan maritim
yang besar disulut seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput
laut, dan produk bioteknologi yang sangat menunjang pembangunan ekonomi Sulut
dan Indonesia. Pemerintah membangun kebijakan system manajemen maritime provinsi
sulut sebagai poros maritime timur Indonesia.
Pemerintah sulut sendiri melakukan beberapa langkah guna
menunjang pembangunan maritime yakni reorientasi pembanguann yang berfokus pada
kelautan, penyesuaian dana alokasi umum untuk pembangunan wilayah kepulauan,
dan perluasan wewenang pengelolaan otonomi daerah wilayah kepualauan dengan
dukungan dana alokasi khusus.
Deputi Pengkajian Strategi Lemhanas RI, DR Djagal Wiseso
Marsono sebagai ketua tim menyatakan terima kasih kepada pemprov Sulut yang
telah memberikan banyak informasi terkait kebijakan dalam pembangunan system manajemen
maritime guna percepatan pembangunan dalam rangka ketahanan nasional.(Kabaghumas Roy Saroinsong SH selaku jubir pemprov).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDalam diskusi tersebut dibahas tentang potensi kekayaan maritim yang besar disulut seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan produk bioteknologi yang sangat menunjang pembangunan ekonomi Sulut dan Indonesia. Ilmu Pengetahuan. Pemerintah membangun kebijakan system manajemen maritime provinsi sulut sebagai poros maritime timur Indonesia.
BalasHapusMasukan:
BalasHapusSeharusnya pesatnya pembangunan dimana pun khususnya diseluruh Indonesia harus diiringi dengan pembangunan aspek aspek religius. contoh : Dalam setiap pembangunan sarana yang bertujuan untuk menghibur masyarakat, tidak lupa pula kita juga harus membangun sarana yang menumbuhkan keimanan. Seperti pembangunan tempat mengaji dan semisalnya.