Sabtu, 17 Agustus 2013

Sekprov Capai Pangkat Pembina Utama

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir Siswa R Mokodongan, yang duduk berdampingan dengan isteri tercinta Esther Mokodongan Turang, tak mampu menyembunyikan keceriaannya, ketika Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Provinsi Ir. Sandra Moniaga MSi membacakan SK Presiden terkait dengan kenaikan pangkat dirinya dari Pembina IV D menjadi Pembina Utama IV E. di selah-selah Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68, yang di gelar di halaman Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (17/8) pekan lalu. Penyerahan SK Kenaikan Pangkat tersebut telah diserahkan langsung Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang serta turut disaksikan Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Unsur Forkopimda, pejabat teras pemprov dan tamu undangan yang mengikuti upacara kemerdekaan RI tahun ini.
secara terpisah Mokodongan menyatakan, kenaikan pangkat yang di terimah saat ini,  saya anggap paling istimewa dan spesial dibanding dengan kenaikan pangat sebelumnya, karena kenaikan pangkat yang saya terima itu merupakan kenaikan pangkat tertinggi bagi seorang birokrat. Apa lagi penyerahan SK Presiden ini  bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68 dan langsung serahkan oleh Bapak Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, karena itu  saya merasa sangat spesial bagi pribadi dan keluarga, ucap Ketua DPD I Korpri Sulut
Mokodongan juga menyebutkan, dengan kenaikan pangkat ini, kiranya akan memberikan semangat baru dalam menjalankan tugas-tugas yang sedang dipercayakn pimpinan sekarang ini sebagai SekretarisProvinsi Sulut, sembari berjanji, dirinya akan terus  mendedikasikan baik tenaga dan pikiran demi untuk kemajuan bangsa dan terlebih khusu daerah tercinta sulawesi utara, tambah putra bumi totabuan ini.
Dari Pantuan koran ini, pak sekprov Siswa Mokodongan langsung mendapat ucapan selamat dari Kapolda Sulut Brigjen Robby Kaligis serta Dan Rem 131 Satiago Brigjen Inf Johni Lumban Tobing dan Lantamal VIII Laksma Guguk Handayani yang duduk sederet du kursi undangan. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemrov).



  
    

Jumat, 16 Agustus 2013

Sekprov Lepas Gerak Jalan 45 Km

Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan Kamis, (15/8) malam melepas lomba gerak jalan 45 Km, dalam rangka memperingati  HUT ke-68 Kemerdekaan RI Tahun 2013. Lomba yang mengambil start dari halaman kantor Bupati Minahasa dan finis di halaman kantor Gubernur Sulut.
Mokodongan mengatakan, lomba gerak jalan 45 Km ini memiliki makna strategis, yaitu sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk menggelorakan dan menumbuhkankembangkanjiwa dan semangat kejuangan kebangsaan dalam jalinan persatuan dan kesatuan. Disamping itu, merupakan momentum tepat untuk merenungkan kembali eksistensi, peran, tugas dan tanggungjawab kita dalam proses pembangunan, seraya melakukan evaluasi dan introspeksi tentang seberapa besar kontribusi yang telah kita berikan dalam mengisi kemerdekaan ini, melalui karya dan pengabdian bagi kemajunan daerah bumi nyiur melambai dan bangsa sesuai tugas dan tanggunjawab masing-masing,  ujar putra terbaik bumi totabuan.
 Disamping itu Mokodongan juga mengingatkan, peserta melalui kegiatan ini hendaknya akan semakin menumbuhkan kesadaran kejuangan seperti yang telah dibhaktikan oleh para pejuang bangsa dalam merebut kemerdekaan ini dari kaum penjajah, kuncinya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS yang juga selaku  Ketua Umum panitia HUT ke- 68 Kemerdekaan RI dan HUT ke-49 Provinsi Sulut menyebutkan, kegiatan itu diikuti 23 peserta yang berasal dari siswa SMA, SKPD Kabupaten/Kota serta dari unsur TNI/Polri. Sedangkan untuk lomba gerak jalan 17 Km dan 8 km sudah dilaksanakan sebelumnya, tambah mantan Asisten Administrasi Umum. Turut hadir Bupati Minahasa Jantje Sajow, Wakil Bupati Ivan Sarundajang bersama Muspida Minahasa, Kadispora Bartolomeus Mononutu SH serta sejumlah pejabat teras pemprov dan Minahasa. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov). 


Kamis, 15 Agustus 2013

Siwu: Wagub Hanya Kirim Kartu Lebaran

Menanggapi pemberitaan salah satu harian lokal sulut yang terbit Rabu (14/8) di halaman 13 Politik dan Pemerintahan dengan judul berita Personil Komisi IV Dapat Karangan bunga Hias serta sub judul Ramdani: Saya berikan ke orang lain, yang merupakan hadiah spesial dari Pemerintah Provinsi Sulut dari Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, mendapat bantahan dari juru bica Pemprov Judhistira Siwu. Dimana pemberitaan tersebut  mengandung unsur pembohongan publik, karena
yang benar Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd hanya mengirimkan kartu ucapan kepada sejumlah legislator sulut yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, dan ini sudah menjadi  kelasiman setiap tahun apabila datangnya hari raya keagamaan. Sedangkan sinyalemen pemberitaan terkait dengan bunga cantik itu, sesungguhnya tidak benar, karena Pak Wagub melalui Sekretaris pribadi Valdy Tumara SSTP hanya mengirimkan kartu ucapan saja dan tidak ada yang lain, tandas mantan Kabag Protokol Pemprov.
Justeru Wagub Sulut Djouhari Kansil  dengan santai menanggapi  pemberitaan bunga cantik untuk para legislator yang merayakan Idul Fitri. "kalau saya kirim bunga, bunga saya pasti akan lebih cantik dari bunga cantik tersebut," katanya usai mengiktu Hari Pramuka ke-52, di cibubur Rabu 14/8) malam.
Pada pemberitaan sebelumnya sosok pelayan Tuhan ini disebut-sebut telah melanggar Pasal 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 dalam hal ini melakukan tindakan gratifikasi dengan memberikan rangkaian bunga dan kartu ucapan selamat Idul Fitri pada beberapa anggota DPRD Provinsi yang merayakan. Kansil mengakui bahwa dirinya yang telah mengirimkan ucapan lebaran kepada anggota komisi IV bidang kesra. "Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya yang menginstruksikan kepada staf untuk mengirimkan kartu ucapan selamat merayakan Idul Fitri dan itu tanpa bunga" aku Kansil.
 Karena itu kansil menandaskan, tak perlu dipersoalkan lagi masalah bunga karena masih ada agenda  lainnya yang lebih penting untuk dilakukan demi mewujudkan sulawesi utara yang berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera, Kunci Siwu. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku junir pemprov).    

Gubernur Kukuhkan Paskibraka Sulut

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut yang akan bertugas mengibarkan Bendera Sang Merah Putih pada Peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI 17 Agutus 2013  di halaman Kantor Gubernur Sulut, telah dikukuhkan oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Kamis (15/8) kemarin di ruang Mapalus.
Pengukuhan terhadap 30 anggota Paskibrakan ini, ikut disaksikan Unsur Forkopimda, Ketua Panitia HUT ke-68 Kemerdekaan RI dan HUT ke 49 Provinsi Sulut 2013 Edwin Silangen serta anggota Panitia lainnya dan para orang tua Paskibraka.
Gubernur Sarundajang mengatakan, pengukuhan ini bermakna, bahwa Paskibraka berjiwa kesatria, satunya perkataan dan perbuatan, bertanggung jawab, rela berkorban  untuk ibu pertiwi, serta mengajak anggota Paskibraka untuk mengucap Ikrar Putra Indonesia dihadapan Sang Merah Putih serta menciumnya satu persatu di hadapan hadirin.Kesempatan itu baik Gubernur maupun Forkopimda, Panita dan orang tua berkesempatan menyematkan pin Paskibraka di dada kiri dari setiap anggota paskibraka.
Kadis Diknas Harol Monareh melaporkan yang menjadi tujuan pengukuhan ini adalah untuk memupuk rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara di kalangan generasi muda dengan mengikutsertakan pada peringatan hari-hari bersejarah Indonesia.

Mantan Kadis Nakertrans juga menambahkan, sementara sasarannya yaitu anggota Paskibraka terdiri dari generasi muda siswa SMA?SMK putra-putri yang telah lulus seleksi tingkat Provinsi Sulut yang merupakan utusan dari Kabupaten/Kota dengan jumlah 30 orang anggota Paskibraka yang terdiri dari   Kab. Kepulauan Sangihe 1 Putra 1 Putri, Kab. Kepulauan Sitaro 1 Putra 1 Putri, Kab Minahasa 1 Putra 1 Putri, Kab Minsel 1 Putra 1 Putri, Kab Minut 2 Putra 2 Putri, Kab Mitra 1 Putra 1 Putri, Kab Bolmut  1 Putra 1 Putri, Kab Boltim 1 Putra 1 Putri, Kab Bolsel 1 Putra 1 Putri, Kota Manado 2 Putra 2 Putri, Kota Bitung 1 Putra 1 Putri, Kota Kotamobagu 1 Putra 1 Putri dan Kota Tomohon 1 Putra dan 1 Putri. ( Kabag humas Judhistria Siwu selaku jubir pemprov).




Mokodongan: Kedatangan Rombongan KSD Dijemput Gubernur

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir. Siswa R Mokodongan selaku Ketua Pengarah kunjungan reuni Kawanua Se Dunia (KSD) pulang kampung (pulkam) dalam rangka ikut memeriahkan HUT Ke-68 Kemerdekaan RI dan rangkaian Peringatan HUT ke- 49 Provinsi Sulut, yang  akan tiba pada hari Rabu, (21/8) pekan depan, rencananya akan dijemput langsung oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
 Gubernur telah menyatakan kesediaannya untuk menjemput langsung para datu-duta sulut  yang telah lama menetap  di-seluruh belahan dunia, jelas Mokodongan sembari menyebutkan, bahwa  kedatangan KSD ditanah leluhur ini, setidaknya akan memberi nilai tambah bagi  kemajuan tanah tora lumimuut, karena salah satu kegiatan yang nantinya mereka  lakukan yaitu bhakti sosial untuk menausiaan dan pelestarian lingkungan.
 Karena itu dalam pertemuan itu, Mokodongan minta, agar SKPD provinsi maupun kab/kot yang diberi tugas dan tanggung jawab mulai dari penjemputan hingga kegiatan nanti harus bekerja lebih serius, jangan hanya setengah-setengah, sehingga akan memberi kesan tidak baik,  tegas putra terbaik bumi totabuan.  
Tapi saya percaya, selama berada di tanah leluhur para peserta reuni KSD akan mendapat pelayanan yang terbaik dari masyarakat sulut, tambah Mokodongan,
Karo Perekonomian Dra Linda watania MSI, selaku Ketua panitia menyatakan, pihaknya telah siap untuk menerima rombongan KSD di sulut. Bahkan  bagi pengurus KSD yang sudah berada di daerah ini, akan diundang untuk mengikut Upacara peringatan HUT ke 68 Kemeredekaan RI 17 Agustus 2013 di halaman Kantor Gubernur sulut nanti.  Ketua I DPP KSD Mieke Tumurang selaku penangung jawab reuni KSD Pulkam menyebutkan, sampai hari ini (kemarin) sudah  sekitar 900 orang yang  telah memberi konfirmasi pasti untuk pulkam. Diperkirakan sampai dengan hari H kedatangan bisa mencapai seribu lebih, tambah wanita cantik kelahiran kota bunga Tomohon. Ikut hadir Asisten Ekbang Sanny Parengkuan dan Kepala Bappeda Ir Roy Roringdan Kadis Budpar Suprianda Ruru, selaku anggota pengarah. (kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).





Rabu, 14 Agustus 2013

MRP Bakal Hadiri Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68

Gubenur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang mengundang Majelis rakyat Papua (MRP) untuk menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 tanggal 17 Agustus 2013 yang akan digelar Pemerintah Provinsi di halaman Kantor Gubernur Sulut. Undangan resmi dari orang nomor satu di sulut itu, diungkapkannya diselah-selah dialog keagamaan yang digelar di Kantor Gubernur, Rabu (14/8) kemarin.
Sarundajang mengatakan, setiap upacra peringatan Hari Kemerdekaan, kami selalu mengundang mahasiswa papua yang belajar di sulut untuk menghadirinya, dan sekarang kami juga mengundang seluruh rombongan MRP untuk bisa mengikuti upacara ini, tambah Sarundajang.
Ketua Pokja Keagamaan MRP yang juga selaku ketua rombongan Pdt. Samuel karubaba Waromi SH yang duduk berdampingan dengan Gubernur Sarundajang tak mampu menyembunyikan kegembiraannya atas undangan ini. Tentunya kami bersedia hadir dalam upacara nanti, ini merupakan pengharggaan yang besar bagi kami anggota  MRP, dan ini bukan kebetulan, karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Gubernur Sinyo Harry Sarundajang atas undangan kepada kami, ujarnya. Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen selaku Ketua Umum Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-68 dan HUT ke-49 Provinsi Sulut Tahun 2013, menyebutkan, kehadiran Majelis Rakyat Papua dalam upacara 17 Agustus 2013 nanti,  merupakan surprise bagi Pemprov Sulut karena bisa dihadiri representasi dari saudara-saudara kita asal provinsi paling timur ini.  (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).  

MRP Akui SHS Adalah Sosok Pemimpin Masyarakat Majemuk

Sebanyak 14 orang anggota Majelis Rakyat Papua  (MRP) dipimpin Ketua Pokja Keagamaan Pdt Samuel Karubaba Waromi SH yang bertindak selaku pimpinan rombongan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di Kantor Gubernur, Rabu (14/8) kemarin.
 Kedatangan lembaga adat setara DPRD ini, untuk melakukan dialog keagamaan bersama Pemprov dan BKSAUA Sulut, sebab MRP menilai daerah sulut telah menjadi laboratorium kerukunan di tanah air, ujar Pdt Waromi, sembari menyebutkan, penting bagi kami melakukan dialog ini, karena sudah menjadi kerinduan sesama anak bangsa yang ingin mendengar langsung berbagai arahan dan masukan dari Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang yang kami akui sebagai salah satu pemimpin daerah yang memiliki segudang pengalaman birokrat, sekaligus telah menjadi sosok pemimpin masyarakat majemuk. sebab dibawah kepemimpinan beliau sulut telah menjadi daerah teraman di Indonesia.
Alasan inilah sehingga kami ingin melakukan dialog keagamaan disini, karena kami diberi kewenangan oleh masyarakat papua untuk memupuk keberagaman budaya sekaligus menjaga kerukunan dan keamanan di tanah papua yang didiami 255 suku yang terbagi kedalam 7 wilayah adat, walaupun beda tapi satu dalam kultur, jelas Waromi.
Kesempatan itu Sarundajang menjelaskan, potensi sulut terutama perikanan dan pertambangan yang memiliki kesamaan dengan papua termasuk kerukunan di sulut. Sesungguhnya, sulut dan papua adalah satu, kita hanya dipisahkan oleh sejarah, karena 40 tahun lalu banyak guru-guru asal  minahasa dikirim untuk mengajar di  tanah papua yang dikenal sebagai tanah damai dan merupakan bagian integral dari NKRI.
Dikatakannya, bangsa Indonesia  kaya akan potensi keberagaman agama, suku serta adat istiadat, didalamnya termasuk sulut dan papua dan ini harus disyukuri sebagai karunia dari Tuhan, tinggal bagaimana kita  dikelola itu dengan baik sehingga bisa tercipta suasana rukun dan damai. Contohnya  kerukunan disulut memiliki banyak jawaban “mengapa sulut rukun” ini bukan semu tetapi tulus karena didukung oleh seluruh komponen masyarakat yang didalamnya ada BKSAUA yang sudah ada sejak Tahun 1965 serta FKUB. BKSAUA memiliki jaringan hingga kedesa-desa, Mereka inilah yang membantu pemerintah daerah menjadi peredam terjadinya gejolak sosial, ujar Gubernur dua periode hasil pilihan rakyat.     
Karena itu mantan Irjen Depdagri, memberi suport kepada MRP untuk terus bekerja keras, saya akan bersama kalian dalam mencari formula terbaik demi kepentingan rakyat papua, sembari menyebutkan, sebenarnya saya berutang kepada rakyat papua, karena tahun lalu pernah diundang ke sorong, tapi karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan sehingga dibatalkan. Namun lewat kesempatan ini sebelum berakhir masa jabatan  pasti akan datang kesana, sebab bagi saya papua tidak asing lagi, karena pernah dipercayakan pemerintah pusat  untuk menyelesaikan tapal batas antar negara yaitu  Indonesia dan PNG di Fanimo, dan waktu itu berhasil menetapkan batas kedua negara, ujar DR HC Kepemimpinan Masyarakat Majemuk yang diberikan Universitas Negeri  Ibrahim maulana Malik Malang.   

Turut Hadir Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Inspektur Mecky M Onibala, Karo Kesra Dr. Bahagia R Mokoagow, Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan serta presidium BKSAUA. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).