Selasa, 11 Maret 2014

Martowardoyo Suport Siswa SD Katolik Santo Antonius

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo bersama Ketua Komisi XI DPR-RI Olly Dondokambey didampingi Wagub Sulut dr. Djouhari Kansil MPd usai menyerahkan bantuan bagi sekolah dan rumah ibadah yang ditimpa bencana alam banjir bandang di Aula Gereja Katolik Raja Damai Tikala Baru, Selasa (11/3) kemarin berkesempatan melakukan kunjungan di salah satu sekolah dasar yang mengalami banjir  pertengahan Januari 2014 lalu yakni di SD Katolik Santo Antonius Tikala Baru. dihadapan ratusan Siswa dan siswi sekolah dasar tersebut, Agus Martowardoyo memberi supor adik-adik harus belajar terus menimba ilmu. Pengalaman yang pernah dialami waktu lalu, dimana sekolah kalian ikut terkena banjir sehingga merusak ruangan kelas serta barang-barang sekolah lainnya, kiranya tidak perlu menjadi pikiran. Tetapi adik-adik tetap fokus untik belajar. Karena kerugian yang dialami oleh sekolah ini sudah kami bantu. Kalian saat ini fokus untuk belajar mengingat tidak lama lagi sudah akan mengikuti ujian nasional. Jadi adik-adik terutama kelas ujian harus fokus dengan belajar terus, pesan Martowardoyo.
Sementara Wagub Djouhari Kansil, mengungkapkan saat ini dunia pendidikan di sulut sedang berduka dengan meninggalnya Kepala Dinas Pendidikan Sulut Drs. Harold Monareh SH MSi, akibat serangan jantung, pada hari minggu lalu. Karena itu mari kita memanjatkan doa kepada Tuhan agar sosok tokoh pendidikan sulut ini, arwahnya dapat diterima disisi Allah. (Kabag humas Judisthira Siwu Selaku jubir pemprov)    


Gubernur BI Bantu 1,95 M Bagi Sekolah dan Rumah Ibadah

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardoyo dalam rangka kunjungan kerja di Provinsi Sulut, Selasa (11/3) kemarin, telah menyerahkan bantuan rehabilitasi sebesar Rp. 1.095 M bagi 16 sekolah dan 16 rumah ibadah yang ikut menjadi korban bencana banjir. Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Aula Gereja Katolik Raja Damai Kelurahan Tikala Baru Manado yang diserahkan secara simbolis oleh  Gubernur BI Agus Martowardoyo, Ketua Komisi XI DPR-RI  Olly Dondokambey dan Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd kepada empat perwakilan penerima.
Martowardoyo menyebutkan, kehadiran kami disini merupakan bentuk kepedulian BI atas musibah yang dialami warga sulut. kami sangat bangga melihat ketegaran dan ketabahan kalian dalam melewati ujian ini.Karena itu kami yakini masyarakat sulut dapat menjalani semua ini dengan ikhlas dan sabar.
Kesempatan itu, mantan Menteri Keuangan ini juga tak lupa  menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi mereka yang kehilangan anggota keluarganya . Tidak lupa kami berdoa agar korban banjir yang telah mendahului kita dapat diampuni dosa-dosanya.
Olly Dondokambey, memberikan pengharggaan yang tinggi kepada Gubernur BI, yang telah memilih sulut sebagai daerah pertama untuk memberikan bantuan bencana ini. Ada banyak daerah yang kita tahu bersama mengalami musibah  seperti di sulut, namun Pak Agus lebih memilih sulut untuk menyerahkan langsung bantuan kepada warga korban bencana disini. Karena itu selaku Ketua Komisi XI sekaligus sebagai putra daerah saya tak lupa  menyampaikan terima kasih  atas kepedulian dan perhatian BI atas musibah ini.
Wagub Djouhari Kansil menyambut gembira dan memberi apresiasi disertai ucapan terima kasih dan pengharggaan yang tinggi kepada Gubernur BI Agus Martowardoyo berserta jajaran yang telah menunjukan kepedulian dalam membangun dan memperbaiki sekolah dan rumah ibadah yang ditimpa bencana banjir bandang pada pertengahan Januari 2014 lalu, melalui program sosial BI (PSBI) untuk sekolah dan rumah ibadah. Semoga program sosial ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat Sulut khususnya masyarakat kota manado. Kansil juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komisi XI Olly Dondokambey yang telah banyak memberi perhatian secara khusus untuk bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di daerah ini. Semua ini bisa rerlaksana berkat adanya peran serta dari pak Olly, sebut Kansil.     Sebelumnya  Kepala Perwakilan BI Prov. Sulut Luctor E Tapiheru menyampaikan dampag bencana terhadap sektor perbankan, tercermin dari terganggunya pelayanan pada saat bencana berlangsung, dimana 40 ATM dan 20 kantor bank tidak beroperasi. Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun pasca kejadian tercatat 7 bank melaporkan adanya kerugianakibat dari bencana banjir tersebut mulai dari kerusakan kantor hingga kerugian bisnis yaitu BTPN,Mandiri, BRI, BNI, BSM, Danamon dan BPR Citra Dumoga. Selain kerusakan kantor dilaporkan pula kerusakan ATM tercatat lebih dari 13 unit. Secara kumulatif kerugian sektor perban kan mencapai lebih dari Rp.4,9 M, jelas Tapiheru, sembari menambahkan menyikapi bencana tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk berpartisipasi baikatas nama pribadi maupun lembaga. Selain itu KPw BI Sulut juga mengoordinir bantuan dari BMPD sulut dan lembaga lainnya. Total bantuan dana yang terkumpul Pebruari 2014 sebesar RP.1.028.828.150 M. Dana yang terkumpul itu telah disalurkan dalam bentuk sandang, pangan obat-obatan dan kebutuhan rumah tangga. Turut hadir Kepala Wilayah I Sulampua BI Makasar Suhaedy, Staf ahli dewan Gubernur Jeffry Kairupan, Direktur Bank Sulut James Salibana serta sejumlah pimpinan perbankan sulut. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).





Senin, 10 Maret 2014

WPO Bantu Rehab Sekolah Rusak

Akibat dari peristiwa banjir bandang dan tanah longsong yang terjadi awal tahun 2014 lalu, sedikitnya 97 Sekolah di kota manado mengalami kerusakan, Guna membantu meringankan pemerintah daerah, maka perkumpulan World Presidents Organization (WPO) Indonesia, akan membantu melakukan rehabilitasi sekolah- sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Hal itu disampaikan Untan Sumirat pelaksana Perwakilan WPO Indonesia, kepada Wagub Sulut di ruang kerja Wagub, Senin (10/3) di kantor Gubernur.
Menurut Sumirat, maksud dan tujuan keadatangan kami adalah untuk turut serta berpartisipasi dalam membantu dan memperbaiki gedung sekolah yang rusak akibat bencana banjir yang telah melanda manado beberapa waktu lalu.
Kansil menyampaikan terimakasih atas perhatian dari WPO Indonesia, yang akan melakukan rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan.. Kegiatan  ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia dalam rangka membantu sesama, terutama bantuan dalam bidang pnedidikan, dan ini sangat mulia, ujar mantan Kadis Diknas Sulut ini.
Kesempatan itu Kansil langsung memerintahkan Kadis Sosial AG kawatu SE MSi, untuk melakukan koordinasi dengan Kadis Diknas Kota Manado, untuk melihat langsung lokasi-lokasi sekolah yang akan dibantu nanti di beberapa kelurahan di kota manado. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MSi. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).  


Komisi V Minta Pemprov Surati Menhub

Terkait dengan lambannya penyelesaian jembatan soekarno yang berlokasi di Pelabuhan Manado, maka Komisi V DPR-RI minta agar Pemprov Sulut segera menyurat Menteri Perhubungan RI dan tembusannya kepada Komisi V. Hal itu disampaikan Ketua Tim Komisi V DPR-RI H Muhidin M. Said SE MBA, saat melakukan pertemuan dengan jajaran  Pemprov Sulut yang dihadiri Wagub Dr. Djopuhari Kansil MPd di ruang Mapaluse, Senin (10/3), kemarin, Tim Komsi V yang beranggotakan 10 personil di antaranya terdapat srikandi asal Sulut Yasti Suprejo dan Saan Mustofa . Menurut Muhidin Pemprov segera meminta ijin mendesak Menteri Perhubungan EE Mangindaan yang juga merupakan putra daerah asal sulut untuk mengijinkan kelanjutan pembangunan jembatan yang sudah sepuluh tahun belum selesai-selesai. “sesungguhnya semula semuanya sudah tidak ada masalah namun, karena tiba-tiba ada komplain dari direktur navigasi, sehingga menyebabkan proyek prestisius ini sedikit mengalami penundaan, karena kurangnya koordinasi diantara sesama lembaga yang ada”, kata Muhidin.
Wagub Djouhari Kansil, saat mendengar penjelasan Muhidin, sedikit kaget, karena terkait dengan jembatan soekarno sesungguhnya sudah tidak ada masalah. Namun pun demikian Kansil langsung menugaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS dan Karo Pemerintahan dan Humas Dr. Noudy RP Tendean  untuk segera mengirimkan surat kepada Menhub. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).




Komisi V Komit Bantu Rehabilitasi Bencana Manado

Tim Komisi V DPR-RI yang beranggotakan 10 persenil dimpimpin KetuaTim H. Muhidin M Said SE MBA dalam kunjungan kerja pada reses masa persidangan III Tahun sidang 2013-2014 di Provinsi Sulut,  telah melakukan pertemuan dengan Pemprov Sulut yang dihadiri Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, serta unsur pejabat terkait, Senin (10/3) di ruang mapaluse Kantor Gubernur.
Muhidin mengatakan, Komisi V tetap komit untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pertengahan Januari 2014 lalu di Kota Manado. karena akibat banjir tersebut banyak infrastruktur pemerintah maupun masyarakat rusak parah. Karena itu kedatangan kali kedua kami ke Sulut sebagai bentuk tanggungjawab kerja kami kepada warga Sulut, dimana waktu kunjungan pada 6 Pebruari 2014 lalu, kami telah menerima usulan Pemprov Sulut  terkait dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi. Dalam pertemuan dengan mitra kerja kami di Kementerian PU, Kementerian Perhubungan dan Kemenpera, usulan pemprov tersebut, telah disetujui,  ujar Dra. Yasty Suprejo, di sela-sela pertemuan.
 Karena itu kembali kami datang kesulut untuk membantu rekonstruksi dan rekonsilisasi infrastruktur yang rusak untuk di normalisasi dan direhabilitasi kembali, antara lain Politisi asal Bolmong ini menyebutkan, peninjauan lapangan seperti  Bandara Sam Ratulangi Manado, peninjauan melintasi jalan nasional dan menuju lokasi normalisasi sungai yang bermuara di teluk manado, peninjauan lokasi pelabuhan manado dan jembatan soekarno, peninjauan lokasi perumahan di kota manado yang dilanjutkan peninjauan jalan alternativ manado-tomohon  serta peninjauan lapangan pengendalian banjir di kota manado.
Yasti menambahkan, dana bantuan tersebut sudah ada di dua kementerian yaitu PU dan Kemenpera, tinggal pelaksanaannya, apabila dana yang ada ini masih kurang nanti akan ditambah lewat APBN Perubahan, jika pun masih kurang maka kami akan memasukan dalam APBN 2015, janji poltisi dari Partai PAN.
Kansil menyampaikan terima kasih atas perjuangan Komisi V yang begitu besar  perhatiannya membantu pemprov dan pemkot manado memasuki masa transisi pasca bencana untuk pemulihan.
Menurut Kansil agenda utama pemerintah dititikberatkan pada pembangunan kembali infrastruktur terutama fasilitas publik maupun utilitas yang rusak akibat bencana seperti jalan, jembatan, saluran air, gedung kantor serta infrastruktur sosial lainnya. (kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pem,prov).  




  

SHS Menghadiri Pelantikan Gubernur Maluku



Pada hari Senin (10/3) masyarakat Provinsi Maluku memiliki pemimpin baru, Ir Said Assegaff dan Dr. Zeth Sahuburua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Pemimpin baru ini dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku, dengan agenda Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Masa Jabatan 2014-2019. Pelantikan, Assagaff dan Sahuburua resmi menahkodai provinsi berjuluk seribu pulau ini, dipusatkan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon.

Dikenal Dekat dengan SHS
Assagaff merupakan birokrat kawakan dengan jabatan terakhir sebagai Sekda Provinsi Maluku, birokrat hasil binaan SHS pada waktu menjabat sebagai Gubernur Maluku tahun 2001, Memiliki tipe kepemimpinan yang mirip dengan SHS, berbaur di tengah keberagaman masyarakat Maluku tanpa memandang kepentingan kelompok, suku, ras dan agama. Pesan SHS, dipundak Ir. Assagaff dan Dr. Sahuburua, dapat melakukan perubahan dan melanjutkan pembangunan yang sudah dikerjakan oleh pemimpin terdahulu.
Kehadiran SHS di Ambon juga mendapat sambutan hangat dari seluruh warga Maluku, mereka selalu mengenang keberhasilan SHS ketika memimpin Maluku pada saat konflik horizontal. Dalam kesempatan berada di Ambon, Gubernur Sarundajang diundang meresmikan Gereja Jemaat Bethabara, Kayu Tiga bersama-sama dengan Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt Dr. John Ruhulessin, juga memberikan sambutan dalam ibadah syukur jemaat pada pembukaan Rapat Sidang Tahunan Klasis, MPH Sinode Gereja Protestan Maluku.

(Juru bicara pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE, MSi)


Kamis, 06 Maret 2014

Wira : BMR Layak Jadi Provinsi

Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Baru (DPOB) yang dipimpin Kasubid Penataan Daerah Wilayah II Ditjen Otda Kemendagri Herman Wira didampingi seorang  anggota Desky Wijaya selaku Kasubid Pembiayaan Penataan Daerah Kementrian Keuangan serta  Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut Dr. Noudy RP Tendean SIP MSi,  mewakili Gubernur Sulut. Kamis (5/2) kemarin, telah melakukan peninjauan di beberapa lokasi kantor yang nantinya bakal menjadi pusat perkantoran Provinsi Bolmong Raya (BMR) seperti Aula serba guna Bobakidan di kotobangun, eks kantor Bupati Bolmong yang bakal menjadi kantor Gubernur BMR,  Kantor Sekretariat DPRD Bolmong, eks Rudis Bupati Bolmong di ilongkow serta Rumah Sakit Umum Kotamobagu.
Sebelumnya Tim DPOB telah melakukan pertemuan dengan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi BMR (P3BMR) serta jajaran pemerintahan 5 Kabupaten/Kota se Bolmong Raya di Rudis Walikota Kotamobagu Jalan Ahmad Yani No.1 Kotamobagu.
Ketua Panitia P3BMR Drs Abdullah Mokoginta mengatakan, luas wilayah calon Provinsi BMR mencapai 8.358,04 Km2 yang mencakup wilayah Bolmut, Bolmong (induk), Kotamobagu, Boltim dan Wilayah Bolsel. Sementara terkait dengan persyaratan pengusulan Daerah Otonom Baru (DOB) sesuai PP78/2007 yang meliputi persyaratan administrasi, teknis dan fisik kewilayahan, menurut mantan Wagub Sulut di Jaman Gubernur CJ Rantung (Alm), semuanya telah dipenuhi dan berkas usulannya beserta kelengkapan data lainnya, sudah disampaikan baik kepada Gubernur Sulut, DPRD Sulut, maupun DPD Perwakilan Sulut, Ketua Komite 1 DPD-RI serta Ditjen Otda dan yang terakhir kepada Komisi II DPR-RI pada awal januari 2013 lalu.    
Karo Pemerintan dan humas DR. Noudy Tendean, SIP, M.Si dalam pemaparannya dihadapan Tim Observasi DPOD, yang disaksikan oleh Para Bupati/Walikota  serta Wabup/Wawali, para Ketua DPRD se BMR ini turut menguatkan dan mempertegas posisi BMR menuju daerah otonom yang mandiri. Di tambahkan lagi bahwa pembentukan Provinssi BMR ini, merupakan perjuangan panjang yang telah terencana matang sebagaimana tercantum pada grand design otonomi daerah provinsi sulawesi utara 2025. Pembentukan provinsi BMR bukan semata didasari oleh kemauan saja, tapi merupakan sebuah kebutuhan mendasar masyarakat, pemerintah bahkan kebutuhan bangsa secara nasional, jelas mantan Direktur IPDN Regional Sulut.
Menurut Doktor Jebolan UGM Jogya, Secara teknis, administarif maupun fisik kewilayaan calon provinsi BMR, telah memenuhi syarat sebagaimana kajian yang disampaikan secara resmi kepada TIM Observasi DPOD, dimana secara keseluruhan BMR memiliki score indikator sebesar 392 dalam kategori MAMPU atau dapat direkomendasikan menjadi sebuah daerah otonom. Pemaparan Tendean ini sontak disambut sorak riuh seluruh hadirin yang ada.
Ketua Tim Observasi DPOD Herman Wira menyebutkan, kunjungan ini merupakan kali kedua saya hadir di bolaang mongondow. Yang pertama dalam rangka pemekaran Bolmut dan KK, dimana semua itu merupakan kenangan manis yang berbuah keberhasilan. Saya juga berharap di kunjungan kerja yang kali kedua ini kiranya akan menuai hasil yang sama sehingga BMR layak menjadi  Provinsi, kunci Wira. Usai pertemuan dilanjutkan dengan penandatangan berita acara hasil observasi yang dilakukn para buapati/walikota dan ketua dewan. Ikut dalam kunjungan itu Kabag Otda dan Hubal Jimmy Ranti S.Sos, Kasubag Otda Danny Tamara SSTP MSi, Kasubag Faspen Hubal Anny Badar S.Sos dan kasubag Penerangan dan Publikasi serta Staf Otda Donald Pinontoan SIP.  (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).