Senin, 12 Januari 2015

Rapim EPPA Desember 2014 Tak Capai Target.



Ini menjadi warning bagi para Kepala SKPD dan Kepala UPTD/Balai dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulut. Ternyata dari hasil evaluasi dan pengawasan penyerapan anggaran (EPPA) per 31 Desember 2014 realisasi keuangan dan fisik tidak mencapai target atau hanya mencapai delapan puluan persen baik keuangan maupun fisik. Hal itu terungkap dalam Rapim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (EPPA)  yang dipimpin Wagub Sulut Dr Djouhari Kansil MPd di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Senin (12/1) kemarin. Salah satu penyebabnya yaitu ada 18 SKPD induk dan 16 UPTD/Balai mendapat rapor merah hingga akhir tahun 2014 lalu.
Mencermati hal itu, Wagub mengingatkan, akan kinerja dari para Kepala SKPD dan Kepala UPTD/Balai yang mendapat rapor merah untuk segera membenahi administrasi keuangan maupun fisik. Kalian segera memasukan tunggakan laporan yang belum masuk sehingga memasuki Bulan Februari nanti semua administrasinya sudah tuntas, tegas Kansil, sembari menyebutkan, semua ini terjadi karena kalian tidak siap mengikuti Rapim EPPA saat ini, sebab karena kalian tidak mengikuti pra rapim EPPA sebelumnya sehingga rata-rata member alasan yang kurang tepat kepada pimpinan. Padahal terlebih dahulu sudah saya ingatkan pada Rapim EPPA lalu.
Wagub menyebutkan, tahun 2015 sudah menjadi komitmen pimpinan untuk pengelolaan anggaran harus terbaik di Indonesia, artinya Sulut harus Number One (nomor satu) sehingga penilaian pusat Sulut tidak mendapat rapor merah. Untuk itu Wagub berharap, pada kepala SKPD dapat mengikuti atau hadir DES EPPA yang sudah diberikan tanggungjawab kepada petugas internal SKPD, juga hadir dalam setiap rapat pra rapim sebelum pimpinan menghadiri dan menyampaikan dalam rapim EPPA. Kemudian perencanaan harus matang di awal tahun karena itu pimpinan SKPD segera melakukan evaluasi pengalaman-pengalaman lalu yang belum mantap sehingga tidak terulang lagi di tahun 2015 ini, misalnya mengajukan admin RUP, pengajuan RUP, mengajukan paket-paket lelang sesuai dengan kelengkapan dan persyaratan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, agar tidak menumpuk di akhir Tahun Anggaran.
Diharapkan pimpinan, semua paket-paket lelang sudah selesai dilelang pada bulan Maret, tetapi lebih cepat lebih bagus sebelum bulan maret, jelas kansil, sembari menyebutkan, Kepala SKPD harus lebih memperhatikan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan anggaran di SKPD, terutama dalam perencanaan harus matang, pelaksanaan yang tepat dan pengawasan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku agar supaya kegiatan pengelolaan keuangan bisa berlangsung secara transparan, efisien, efektif dan akuntabel . Kedepan nanti Kansil menyebutkan, pengelolaan keuangan di Pemprov Sulut sudah berbasis akrual, sehingga di harapkan pimpinan SKPD dan pengelola keuangan dalam waktu dekat ini dapat mengikuti Bimtek/Sosialisasi yang akan dilakukan oleh BPK-BMD dan Inspektorat Provinsi, ajaknya.
Karo Pembangunan Farly Kotambunan SE menambahkan, supaya SKPD dapatmemasukan target penyerapan anggaran Tahun 2015 dan segera memasukan permohonan pelelangan bagi SKPD yang mempunyai paket lelang. Khusus bagi SKPD yang sudah menggantikan tenaga operator EPPA segera menyesuaikan cara mengaplot data sismontep di Biro Pembangunan. Diketahui Kinerja APBD Provinsi Sulut per 31 Desember 2014 dengan Pagu Anggaran Rp. 2.579.764.121.333, menghasilkan realisasi keuangan hanya mencapai Rp. 2.079.970.807.213,32 (80,63 %), realisasi fisik 86,09 %, target keuangan 90 % dan target fisik 95 %, deviasi keuangan -9,37 % dan fisik -8,91 %. Adapun SKPD yang belum memasukan Rencana umum Pengadaan berjumlah berjumlah 37 SKPD dan yang terbanyak yaitu Biro-Biro di Sekretariat Daerah. Sedangkan SKPD induk yang mendapat rapor merah antara lain Inspektorat, Dispora, RSKD Ratumbuisang, BKPM, Disbudpar, Dinas PU, Biro Kesra, dan Sekretariat DPRD. Sedangkan UPTD/Balai yaitu UPTD Dipenda Tahuna, UPTD Dipenda Bolsel, PU Wil IV, UPTD Dishut Tahuna, UPTD Distanak SPPN, UPTD Perindag promosi, UPTD DKP Pengelolaan, UPTD Dishut Benih dan UPTD Balitbang. Iukut mendampingi Wagub Inspektur Provinsi Praseno Hadi AK MSi, dan Kepala BPK-BMD Ir. Olvie Ateng MSi. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
  

Minggu, 11 Januari 2015

Wagub Tinjau Longsor dan Banjir di Manado










Pemerintah Provinsi Sulut, melalui Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil MPd didampingi Asisten I Drs Jhon Palandung MSi, Asisten II Drs Sanny Parengkuan MAP, Asisten III Ch. Talumepa SH MH, Kepala BLH Edwin Silangen SE MA, Kadis Kesehatan dr Grace L Punuh MKes, Kadis Sosial Drs Star Wowor MSI, Kasat Pol PP Drs Roy Mewo DEA serta pejabat terkait lainnya dari BPBD Sulut, melakukan peninajau bencana tanah longnsor di Kelurahan Kombos Timur, dan bencana Banjir di Kelurahan Ternate Tanjung Kec, Singkil Manado, Minggu (11/1) kemarin.
Kepada Wagub, Lurah Kombos Timur Deyske Kalengkongan mengatakan, akibat hujan deras yang melanda kelurahannya selama tiga hari berturut-turut, mengakibatkan 13 rumah warga yang tersebar di empat lingkungan yaitu lingkungan II dua rumah, lingkungan IV satu rumah, lingkungan V sembilan rumah dan lingkungan VI kampung nanas dua rumah mengalami rusak parah. Bahkan keluarga Londoh Mahabir yang tinggal di lingkungan IV dengan lima anggota keluarga yaitu suami isteri dan tiga anak, nyawa mereka nyaris melayang, karena rumah tempat tinggal mereka hampir tertimbun tanggul  beton setinggi 3 meter. Akibatnya rumah mereka langsung di bongkar warga dan keluarga tersebut  langsung dievakuasi ke rumah tetangga terdekat yaitu pada keluarga Tamawiwi Sawotong.
Guna mengantispasinya Wagub Djouhari Kansil langsung memerintahkan Kadis Kesehatan dr grace L Punuh untuk membangun Pos Kesehatan di lingkungan IV Kelurahan Kombos Timur karena lokasi tersebut dianggap paling strategis untuk di jangkau masyarakat, Serta BPBD Sulut langsung memberikan bantuan matas, selimut, pakaian orang dewasa dan anak-anak, perlengkapan dapur dan makanan. Sedangkan di Keluarahan Ternate Tanjung Wagub mendapatkan laporan dari Lurah Ramly Labatjo, ada sekitar 1734 jiwa mengalmi banjir akibat meluapnya DAS Tondano, sehingga 404 KK di ungsikan di empat lokasi pengungsian yakni Masjid Darul Arqam, SDN 52, SMA Muhamadya dan di Gereja Kanaan, serta 340 rumah penduduk tergenang air  di keluarahan tersebut kesempatan tersebut Wagub lansung menyiapkan dapur umum melalui Kadis Sosial Star Wowor, untuk segera menyiapkan makanan bagi keluarga korban, serta membangun pos kesehatan sekaligus Wagub menyerahkan Biskuit MP-ASI 6 Dos dari Dinkes Sulut  yang diterima Kepala Lingkungan setempat, serta menyiapkan bantuan lainnya dari BPBD Sulut.
Kesempataqn itu Wagub mengajak Kansil, warga masyarakat yang tinggal di perbukitan, lereng dan tebinh serta yang tinggal di bantaran sunggai harus lebih berhati-hati dan lebih mewaspadai  cuaca akstrim masih terus melanda daerah kita hingga Bulan Pebruari 2015 nanti. Musim hujan diserta angin kencang masih terus kita rasakan sampai saat ini, karena itu warga diingatkan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada, ujar orang nomor dua di Sulut. Sebelumnya Wagub bersama instansi terkait telah melakukan pertemuan di Bappeda Sulut. Dalam peninjauan kali ini Wagub juga sempat melihat betapa derasnya air sungai DAS Tondano dari atas jemabatan megawati, serta dari jembatan mahakam manado. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).

Kamis, 08 Januari 2015

SHS Gala Dinner bersama dubes Amerika


Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang menjamu makan malam Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake dan Konjen Amerika di Surabaya bersama delegasi (8/1) bertempat di Graha Gubernuran bumi Beringin.







Dubes AS Puji Kerukunan Beragama di Sulut




Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia Robert blake memuji kerukunan antar umat beragama di Provinsi Sulut. Pengakuan Blake tersebut disampaikan kepada Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang dalam pertemuannya di ruang kerja Gubernur, Kamis (8/1) kemarin di Kantor Gubernur.
Blake menanyakan kepada Gubernur kiat apa yang dilakukan pemprov Sulut sehingga daerah Nyur Melambai ini, menjadi laboratorium kerukunan antar umat beragama di tanah air. Sarundajang menyebutkan, di daerah ini sejak lama sudah ada yang namanya forum kerukunan antar umat beragama yang lahir dari masyarakat. Forum tersebut namanya Badan Kerjasama Antar Umar Beragama (BKSAUA) di dalamnya terdapat enam pimpinan umat beragama yang diakui oleh pemerintah, dan setiap tahun secara periodik silih berganti menjadi pimpinan forum tersebut. Selain BKSAUA ada juga Forum Kerjasama Umat Beragama (FKUB) yang merupakan bentukan pemerintah, keanggotaannya sama dengan FKUB. Kedua forum tersebut menurut Sarundajang telah banyak memberi kontribusi positif kepada pemerintah daerah  dalam membantu terciptnya kerukunan antar umat beragama. Peran kedua forum tersebut dianggap signifikan tidak hanya di Provinsi tapi juga  hingga sampaidi kabupaten/kota se- Sulut, jelas Sarundajang yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang menjunjung tinggi pluralisme.
Dalam pertemuan itu, blake juga mendukung kebijkan pemerintah daerah untuk melindungi populasi hewan langkah seperti tarsius spektrum, anoa, rusa, monyet serta jenis-jenis mahkluk laut yang hanya terdapat disini (Clitters) di selat lembe.  Kami akan terus mendukung pelestarian hewan langkah dan mahkluk laut itu, karena Sulut pernah menjadi tuan rumah iven internasional World Ocean Konvence dan Coral Triangle Initiative Summit (WOC/CTI Summit) pada pertengahan tahun 2009 lalu. Sehingga Sekretariat CTI Summit ditempatkan di Sulut,kata Blake.
Kesempatan itu Gubernur juga telah menjelaskan dukungan AS terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan Pemprov Sulut, selain WOC/CTI Summit, Sail Bunaken, ARF Direx, kapal penelitian Okeanos (NOA), dan hadirnya Kapal RS USNS Mercy. Semua itu merupakan bentuk perhatian serius dari negeri paman sam untuk membangun hubungan kerjasama kemanusiaan dengan negara lain, termasuk Indonesia.
Ikut mendampingi Dubes Robert blake yaitu Konjen AS di Surabaya dan Wakilnya. Sedangkan dari Pemprov Sulut yang turut hadir yaitu Wagub Dr Djouhari Kansil MPd, Ketua DPRD Steven Kandou, Kapolda Brigjen Jimmi P Sinaga, Kasrem serta para pejabat Eselon II pemprov Sulut. Diakhir pertemuan Baik Gubernur maupun Dubes melakukan pertukaran cendera mata. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).   
        

Rabu, 07 Januari 2015

Robert Blake kagum warga Sulut Ramah






Keramahan warga Sulul dalam menyambut setiap tamu negara asing yang berkunjung di Sulawesi Utara mendapat apresiasi baik oleh Duta Besar Negara Amerika untuk Indonesia Robert Blake.
Hal tersebut disampaikan Blake saat tiba di bandara Samratulangi manado dengan Rabu (7/1) pagi. Kedatangan balke bersama keluarga disambut oleh Wakil gubernur Sulut DR Djouohari kansil bersama unsur forkopimda dan sejumlah pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut.
“Saya senang dengan sambutan yang penuh keramahan ini,” ujar Blake saat bertemu dengan Wagub.
Blake datang bersama isteri dan tiga orang anak perempuannya itu begitu tiba langsung disambut dengan pengalungan bunga dan tarian kabasaran yang telah disiapkan oleh Pemprov Sulut. Setelah itu Blake bersama rombongan beristirahat sejenak guna menikmati sajian kue khas Sulut. Blake pun terlihat begitu menikmati sajian yang diberikan oleh pemerintah itu.
Rencananya selama kunjungan beberapa hari di Sulut, Blake akan mengunjungi sejumlah daerah, bertemu dengan Gubernur DR SH Sarundajang kamis (8/1), dan melakukan makan malam dengan sejumlah penguasaha Sulut untuk membicarakan kerjasama investasi antara para pengusaha Indonesia asal Sulut dan Negara Amerika.

Selasa, 06 Januari 2015

Biro pemerintahan & humas gelar ibadah Natal








Mensyukuri dan Memperingati kelahiran Yesus Kristus, seluruh pegawai Biro Pemerintahan dan Humas setda prov sulut melaksanakan ibadah Natal bersama.
Ibadah Natal diselenggarakan secara sederhana bertempat di ruang kerja  Biro Pemerintahan dan Humas Selasa (6/1). Ibadah di pimpin oleh Pendeta Melky Mamesah,STh
Dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Yesaya 60:1-2, Pendeta Melky mengingatkan kepada seluruh pegawai dalam memasuki tahun baru ini untuk bekerja tekun dan jujur. Seluruh pegawai agar bekerja takut akan Tuhan dan menjalakan setiap tugas dengan penuh rasaq tanggungjawab.
Sambutan Natal mewakili Pemerintah Provinsi yang disampaikan asisten pemerintahan dan kesra Drs Jhon Palandung,Msi menyatakan momentum natal dan tahun baru menjadi sarana introspeksi diri dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan masyarakat, dimana Biro Pemerintahan dan Humas sebagai corong pemerintah yang mensosialisasikan apa yang dilaksanakan pemerintah. Tahun ini bekerja semakin giat karena banyak pekerjaan penting yang akan dilaksanakan di tahun ini.
Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dra. Lynda Watania dalam ucapan terima kasih menyampaikan rasa syukur atas berkat dan tuntunan Tuhan sehingga pekerjaan di tahun 2014 telah terlaksana dengan baik, di tahun 2015 harapan Watania agar Humas bisa lebih bersinergi dengan semua pihak baik masyarakat maupun pers sebagai mitra pemerintah.
Turut hadir juga dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil, asisten perekonomian dan pembangunan  Drs Sanny Parengkuan, Kepala badan kepegawaian daerah DR Noudy R P Tendean,  kepala biro hukum Marcel Sendoh, SH,Msi, Kepala Biro SDA DR Jemmy Kumendong, Msi, jurnalis pos pemprov sulut.(kabag humas Drs Jahja Rondonuwu, Msi selaku jubir pemprov Sulut)