Rabu, 14 Januari 2015

Komunitas Pemulung Doakan SHS







Komunitas Pemulung yang sehari-harinya bekerja di tempat pembuangan Akhir (TPA) Sumompo Tuminting Manado, mendoakan keselamatan dan umur panjang dari Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang pada hari Jumat (16/1) besok, akan berhari jadi ke-70 tahun.
Ungkapan tersebut disampaikan Koordintor pemulung TPA Sumompo Ratna Taasubi mewakili 173 KK komunitas pemulung, 15 petugas TPA dan penduduk sekitar, usai menerima bantuan sembaro berupa beras, gula pasir, super mie, minyak goreng serta biscuit anak-anak (AMP-ASI) secara simbolis yang diserahkan Kadis kesehatan dr Grace L Punuh MKes dan Karo Perekonomian Janne Mendur SE atas nama Gubernur SHS di TPA Sumompo, Rabu (14/1) kemarin.
Baik dr Grace maupun Mendur, keduanya sangat terharu saat menyerahkan bantuan tersebut. “Saya selama ini baru kali ini ketempat TPA Sumompo, dan saya menyaksikan langsung kehidupan mereka yang sangat menyedihkan, jelas dr grace,sembari memberi tips agar sebelum makan dapat mencucu tangan terlebih dahulu dengan sabun, serta kukuh yang sudah panjang dapat dipotong tujuannya untuk mencegah kuman penyakit.   Sedangkan Karo Perekonomian Jeane Mendur mengungkapkan perasaan hatinya benar-benar teringat akan orang tua saya, karena melihat ada seorang pemulung yang bekerja disini se-usia Bapak Gubernur SHS 70 Tahun, namun fisiknya masih terlihat kuat yaitu Oma Doliana Imato yang sudah 28 tahun bekerja sebagai pemulung”, ucap Mendur.
 Namun  demikian, kedua pejabat yang akrab dengan wartawan ini, mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan salah satu bentuk empati dan simpati dari Bapak Gubernur SHS dan keluarga besar Sarundajang Laoh Tambuwun kepada ibu/bapa yang bekerja disini untuk membantu pemerintah daerah dalam menunjang kebersihan dan keindahan kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulut.    
Rombongan selanjutnya menuju Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Siti Khadijah Kelurahan Kombos Timur Kec, Singkil Manado untuk menyerahkan bantuan yang sama kepada 70 anak asuh di panti tersebut, yang diterima pengasuh PSAA  Aneke Takalang.
Takalang menyebutkan, semoga bantuan dari Bapak Gubernur SHS akan tetap berlanjut dan tidak hanya sampai disini, karena Pak Sarundajang pernah datang kesini pada saat beliau akan ber Hari Ulang Tahun ke-65 dan telah memberikan bantuan sembako dan uang kepada anak-anak di panti sosial anak  ini, sembari terus mendoakan untuk keselamatan Pak Gubernur bersama keluarga, katanya.
Mendur menambahkan kegiatan anjang sana dalam rangka memperingati HUT ke-70 dari Bapak Gubernur Sulut SHS akan berlanjut Kamis (15/1) hari ini, ke Panti Asuhan lainnya. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).     
   

Asisten satu gelar Rapat Koordinasi



Dalam rangka menyamakan persepsi terkait jalannya roda pemerintahan tahun 2015, seluruh Satuan Perangkat Kerja (SKPD) yang ada dibawah koordinasi keasistenan satu Sekda  Provinsi Sulut yang membidangi pemerintahan dan kesra, melaksanakan rapat koordinasi.
Rapat tersebut digelar Rabu (14/1) bertempat di ruang rapat Asisten satu dipimpin oleh Asisten satu Drs John Palandung,Msi dandiikuti oleh sejumlah kepala SKPD terkait yaitu Kepala Badan Kesbang, Pol PP, Badan perlindungan perempuan dan anak, Dinsos, badan perbatasan, BPMPD, Dispora, Disnaker, Biro Pemerintahan dan humas, Biro hukum dan Biro Kesra. 
Pada rapat tersebut, Palandung memberikan sejumlah arahan kepada kepala SKPD dimana agar tetap menjalankan petunjuk dari Gubernur, Wagub dan sekda terkait disiplin kerja di kantor masing-masing dan pengelolaan administrasi keuangan yang lebih baik lagi.
Palandung juga memeriksa sejumlah dokumen realisasi anggaran dan temuan-temuan yang ada di setiap SKPD, Palandung berharap tahun anggaran yang berjalan ini para kepala SKPD agar lebih teliti lagi agar tidak mengulangi kesalahan yang didapati pada tahun anggaran lalu.
Palandung juga mengingatkan agar kepala SKPD untuk tetap memperhatikan kebersihan kantor masing-masing, agar memberikan ruang khusus bagi pegawai yang merokok guna tidak menggangu pegawai lainnya yang tidak mengkonsumsi rokok. 

Selasa, 13 Januari 2015

Kansil: TNI dan Polri jaga kebersamaan amankan Sulut



Wakil gubernur sulawesi utara DR Djouhari Kansil menyampaikan kepada seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Sulutuntuk tetap menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas menjaga kemanan, kesatuan dan persatuan Indonesia khususnya di wilayah sulut.
Hal tersebut disampaikan wagub saat memberikan sambutan dalam perayaan Natal 2014 bersama TNI dan Polri yang digelar Selasa (13/1) bertempat di Graha Gubernuran bumi beringin Manado.

Kansil juga menyatakanPerayaan natal TNI Polri yang pertama kali di gelar ini merupakan momentum kebersamaan dan  persaudaraan. Natal memiliki makna universal bagi seluruh umat manusia di dunia yaitu damai. Melalui natal, Perdamaian tercipta guna masa depan yang lebih baik
Melalui perayaan natal, wagub mengharapkan agar seluruh prajurit menanggalkan ego masing-masing dan bersatu padu membangun kerjasama yang harmonis
Dengan Tetap kobarkan semangat juang sebagai sumbangsi pembangunan bangsa demi kemajuan lebih baik lagi.
Saling menghormati dan menghargai antar sesama kesatuan guna menciptakan keamanan dan ketertiban di daerah
Dalam melaksanakan semua itu, Iman dan keyakinan perlu dalam menjalankan tugas sebagai pilar pemersatu bangsa, jangan menyerah  dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Saling menghormati sesama.
Rapatkan barisan bangun bangsa lebih baik lagi, refleksikan kasih Tuhan sesama anggota TNI Polri.
Diakhir sambutan, Wagub menyampaikan rasa Terima kasih atas kerjasama yang dilaksanakan oleh TNI Polri dalam menjaga Sulut dari berbagai  ancaman keamanan.
Ibadah natal bersama tersebut dipimpin oleh Pendeta DR AO Supit, dihadiri Kapolda Sulut, Danlantamal VIII, Danlanudsri,Kasrem 131 Santiago,  Kajati Sulut, Walikota Tomohon dan seluruh anggota TNI Polri.

Senin, 12 Januari 2015

Palandung Pimpin Pertemuan Dengan Pemprov Papua dan Papua Barat


Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Drs Jhon Palandung Msi mewakili Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang memimpin pertemuan dengan pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Minahasa, Senin (12/1) kemarin, untuk membahas pelaksanaan perayaan natal bersama terkait penyelesaian pertikaian antar mahasiswa papua/papua barat  dengan warga tataaran Minahasa yang terjadi akhir tahun lalu.
Komitmen pemprov Sulut menurut Palandung, kiranya melalui momentum perayaan natal yang akan kita laksanakan bersama pada 15 januari depan, sekaligus melakukan rekonsiliasi dari semua peristiwa yang terjadi sebelumnya bisa di tuntaskan secara damai, karena masyarakat Papua dengan masyarakat Sulut dianggap bersudara. Sebab itu setiap peristiwa yang terjadi dimasyarakat, kedua pemerintahan langsung proaktif untuk  mengantisipasi penyelesaiannya sehingga tidak berlarut-Larut, jelas palandung yang juga didampingi Kepala Kesbang Pol Gun Lapadengan SH, Karo Kesra dr Bahagia Mokoagou, serta kabag Agama Drs Hendrik Rondonuwu MSi.
Hadir pula dalam pertemuan itu Bupati Minahasa Drs Jantje Sayow, Wabup Ivan Sarundajang, Kapolres Minahasa serta Dandim Minahasa termasuk mahasiswa Unima yang berasal dari papua dan paua Barat. (Kabag humas Drs Jahya Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).   

Warga Nustar Gelar Perayaan Tulude Tingkat Provinsi



Sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur atas pemeliharaan dan penyertaan Tuhan di sepanjang tahun 2014 serta memohon pertolongan dan perlindungan Tuhan di Tahun 2015, maka para tokoh masyarakat dan warga nusa utara (Nustar) di daerah ini, akan menggelar perayaan Adat Tulude tingkat Provinsi Sulut, pada minggu pertama Bulan Pebruari tepatnya Tanggal 7 Pebruari 2015 di lapangan KONI Sarion Manado. Hal itu disampaikan Wagub Sulut Dr Djouhari Kansil MPd yang juga selaku Ketua Umum Forum Komunikasi Nustar ketika menghadiri pertemuan perdana Panitia Tulude tingkat Provinsi Sulut yang dipimpin Wakil Bupati Minut Julisa Baramuli SH selaku Ketua Umum Panitia di ruang rapat Wagub Sulut, Senin (12/1) kemarin.
Sejumlah tokoh masyarakat yang diundang ikut hadir seperti Ketua Pucuk Pimpinan KGPM Pdt Tedius Batasina MTh, Drs Frits Tumimbang, Ibu Lutiah, Anggota Deprov Sulut asal Nustar Ferdinand Mangumbahang, Pengusaha Tonce Tenoh, serta tokoh masyarakat Nustar lainnya, ikut terlibat untuk memberikan berbagai masukan demi suksesnya hajatan budaya yang bernuansa religius tersebut.
Wagub mengatakan, perayaan Tulude untuk tingkat Provinsi Sulut telah  menjadi kalender tetap untuk dilaksanakan setiap awal tahun sesudah pelaksanaan tulude di tanah leluhur Sangihe, Talaud dan Sitaro.  Kegiatan ini  bekerja sama dengan Disbudpar Sulut dengan maksud untuk mempromosikan budaya adat tulude secara luas.
Karena itu Wagub mengajak lewat momentum tulude ini kiranya akan menyatuh seluruh komponen warga Nustar, karena sudah beberapa tahun terakhir ini tidak dilaksanakan di tingkat Provinsi. Selain itu kegiatan ini bisa terlaksana karena merupakan dorongan dari para tokoh-tokoh masyarakat Nusa utara.
Senada dengan Wagub, Ketua umum Panitia Julisa Baramuli menyatakan, pesta adat tulude, bakal dihadiri Menteri Pariwisata Ir Arief yahya MSc serta para turis manca Negara. Karena itu baramuli minta kiranya panitia pelaksana dapat bekerja keras untuk menyukseskan hajatan yang memiliki makna religius tersebut, sembari menambahkan untuk pertemuan kedua dilaksanakan pada hari selasa minggu depan di water boom perumahan citra land.
Sekretaris Umum Panitia Drs Mourits Berhandus SH MSi, menyebutkan, duduk dalam susunan kepanitiaan ini sebagai Penangungjawab Ketua Umum IKIS Drs Hengky Baramuli, Ketua Umum Forum Komunikasi Nustar Dr Djouhari Kansil MPd, Ketua Umum Bamukis Ibu Irawati Saleh, Ketua umum Mukad DR Sirus Lalompoh serta Rektor Unima Prof DR Ph Tuerah dan Dirut Bank Sulut James Salibana. (Kabag humas Drs jahya Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).                 

Rapim EPPA Desember 2014 Tak Capai Target.



Ini menjadi warning bagi para Kepala SKPD dan Kepala UPTD/Balai dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulut. Ternyata dari hasil evaluasi dan pengawasan penyerapan anggaran (EPPA) per 31 Desember 2014 realisasi keuangan dan fisik tidak mencapai target atau hanya mencapai delapan puluan persen baik keuangan maupun fisik. Hal itu terungkap dalam Rapim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (EPPA)  yang dipimpin Wagub Sulut Dr Djouhari Kansil MPd di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Senin (12/1) kemarin. Salah satu penyebabnya yaitu ada 18 SKPD induk dan 16 UPTD/Balai mendapat rapor merah hingga akhir tahun 2014 lalu.
Mencermati hal itu, Wagub mengingatkan, akan kinerja dari para Kepala SKPD dan Kepala UPTD/Balai yang mendapat rapor merah untuk segera membenahi administrasi keuangan maupun fisik. Kalian segera memasukan tunggakan laporan yang belum masuk sehingga memasuki Bulan Februari nanti semua administrasinya sudah tuntas, tegas Kansil, sembari menyebutkan, semua ini terjadi karena kalian tidak siap mengikuti Rapim EPPA saat ini, sebab karena kalian tidak mengikuti pra rapim EPPA sebelumnya sehingga rata-rata member alasan yang kurang tepat kepada pimpinan. Padahal terlebih dahulu sudah saya ingatkan pada Rapim EPPA lalu.
Wagub menyebutkan, tahun 2015 sudah menjadi komitmen pimpinan untuk pengelolaan anggaran harus terbaik di Indonesia, artinya Sulut harus Number One (nomor satu) sehingga penilaian pusat Sulut tidak mendapat rapor merah. Untuk itu Wagub berharap, pada kepala SKPD dapat mengikuti atau hadir DES EPPA yang sudah diberikan tanggungjawab kepada petugas internal SKPD, juga hadir dalam setiap rapat pra rapim sebelum pimpinan menghadiri dan menyampaikan dalam rapim EPPA. Kemudian perencanaan harus matang di awal tahun karena itu pimpinan SKPD segera melakukan evaluasi pengalaman-pengalaman lalu yang belum mantap sehingga tidak terulang lagi di tahun 2015 ini, misalnya mengajukan admin RUP, pengajuan RUP, mengajukan paket-paket lelang sesuai dengan kelengkapan dan persyaratan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, agar tidak menumpuk di akhir Tahun Anggaran.
Diharapkan pimpinan, semua paket-paket lelang sudah selesai dilelang pada bulan Maret, tetapi lebih cepat lebih bagus sebelum bulan maret, jelas kansil, sembari menyebutkan, Kepala SKPD harus lebih memperhatikan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan anggaran di SKPD, terutama dalam perencanaan harus matang, pelaksanaan yang tepat dan pengawasan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku agar supaya kegiatan pengelolaan keuangan bisa berlangsung secara transparan, efisien, efektif dan akuntabel . Kedepan nanti Kansil menyebutkan, pengelolaan keuangan di Pemprov Sulut sudah berbasis akrual, sehingga di harapkan pimpinan SKPD dan pengelola keuangan dalam waktu dekat ini dapat mengikuti Bimtek/Sosialisasi yang akan dilakukan oleh BPK-BMD dan Inspektorat Provinsi, ajaknya.
Karo Pembangunan Farly Kotambunan SE menambahkan, supaya SKPD dapatmemasukan target penyerapan anggaran Tahun 2015 dan segera memasukan permohonan pelelangan bagi SKPD yang mempunyai paket lelang. Khusus bagi SKPD yang sudah menggantikan tenaga operator EPPA segera menyesuaikan cara mengaplot data sismontep di Biro Pembangunan. Diketahui Kinerja APBD Provinsi Sulut per 31 Desember 2014 dengan Pagu Anggaran Rp. 2.579.764.121.333, menghasilkan realisasi keuangan hanya mencapai Rp. 2.079.970.807.213,32 (80,63 %), realisasi fisik 86,09 %, target keuangan 90 % dan target fisik 95 %, deviasi keuangan -9,37 % dan fisik -8,91 %. Adapun SKPD yang belum memasukan Rencana umum Pengadaan berjumlah berjumlah 37 SKPD dan yang terbanyak yaitu Biro-Biro di Sekretariat Daerah. Sedangkan SKPD induk yang mendapat rapor merah antara lain Inspektorat, Dispora, RSKD Ratumbuisang, BKPM, Disbudpar, Dinas PU, Biro Kesra, dan Sekretariat DPRD. Sedangkan UPTD/Balai yaitu UPTD Dipenda Tahuna, UPTD Dipenda Bolsel, PU Wil IV, UPTD Dishut Tahuna, UPTD Distanak SPPN, UPTD Perindag promosi, UPTD DKP Pengelolaan, UPTD Dishut Benih dan UPTD Balitbang. Iukut mendampingi Wagub Inspektur Provinsi Praseno Hadi AK MSi, dan Kepala BPK-BMD Ir. Olvie Ateng MSi. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
  

Minggu, 11 Januari 2015

Wagub Tinjau Longsor dan Banjir di Manado










Pemerintah Provinsi Sulut, melalui Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil MPd didampingi Asisten I Drs Jhon Palandung MSi, Asisten II Drs Sanny Parengkuan MAP, Asisten III Ch. Talumepa SH MH, Kepala BLH Edwin Silangen SE MA, Kadis Kesehatan dr Grace L Punuh MKes, Kadis Sosial Drs Star Wowor MSI, Kasat Pol PP Drs Roy Mewo DEA serta pejabat terkait lainnya dari BPBD Sulut, melakukan peninajau bencana tanah longnsor di Kelurahan Kombos Timur, dan bencana Banjir di Kelurahan Ternate Tanjung Kec, Singkil Manado, Minggu (11/1) kemarin.
Kepada Wagub, Lurah Kombos Timur Deyske Kalengkongan mengatakan, akibat hujan deras yang melanda kelurahannya selama tiga hari berturut-turut, mengakibatkan 13 rumah warga yang tersebar di empat lingkungan yaitu lingkungan II dua rumah, lingkungan IV satu rumah, lingkungan V sembilan rumah dan lingkungan VI kampung nanas dua rumah mengalami rusak parah. Bahkan keluarga Londoh Mahabir yang tinggal di lingkungan IV dengan lima anggota keluarga yaitu suami isteri dan tiga anak, nyawa mereka nyaris melayang, karena rumah tempat tinggal mereka hampir tertimbun tanggul  beton setinggi 3 meter. Akibatnya rumah mereka langsung di bongkar warga dan keluarga tersebut  langsung dievakuasi ke rumah tetangga terdekat yaitu pada keluarga Tamawiwi Sawotong.
Guna mengantispasinya Wagub Djouhari Kansil langsung memerintahkan Kadis Kesehatan dr grace L Punuh untuk membangun Pos Kesehatan di lingkungan IV Kelurahan Kombos Timur karena lokasi tersebut dianggap paling strategis untuk di jangkau masyarakat, Serta BPBD Sulut langsung memberikan bantuan matas, selimut, pakaian orang dewasa dan anak-anak, perlengkapan dapur dan makanan. Sedangkan di Keluarahan Ternate Tanjung Wagub mendapatkan laporan dari Lurah Ramly Labatjo, ada sekitar 1734 jiwa mengalmi banjir akibat meluapnya DAS Tondano, sehingga 404 KK di ungsikan di empat lokasi pengungsian yakni Masjid Darul Arqam, SDN 52, SMA Muhamadya dan di Gereja Kanaan, serta 340 rumah penduduk tergenang air  di keluarahan tersebut kesempatan tersebut Wagub lansung menyiapkan dapur umum melalui Kadis Sosial Star Wowor, untuk segera menyiapkan makanan bagi keluarga korban, serta membangun pos kesehatan sekaligus Wagub menyerahkan Biskuit MP-ASI 6 Dos dari Dinkes Sulut  yang diterima Kepala Lingkungan setempat, serta menyiapkan bantuan lainnya dari BPBD Sulut.
Kesempataqn itu Wagub mengajak Kansil, warga masyarakat yang tinggal di perbukitan, lereng dan tebinh serta yang tinggal di bantaran sunggai harus lebih berhati-hati dan lebih mewaspadai  cuaca akstrim masih terus melanda daerah kita hingga Bulan Pebruari 2015 nanti. Musim hujan diserta angin kencang masih terus kita rasakan sampai saat ini, karena itu warga diingatkan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada, ujar orang nomor dua di Sulut. Sebelumnya Wagub bersama instansi terkait telah melakukan pertemuan di Bappeda Sulut. Dalam peninjauan kali ini Wagub juga sempat melihat betapa derasnya air sungai DAS Tondano dari atas jemabatan megawati, serta dari jembatan mahakam manado. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).