Rabu, 04 November 2015

Kenap Warning Kontraktor Jembatan Tambulinas


Proyek pembangunan jembatan Tambulinas yang terletak di ruas jalan Manado-Tomohon tepatnya di Kelurahan Tinoor, yang menghabiskan anggran sekitar Rp 12.822.624.000,00 dengan nomor kontrak HK. 02.03/PJN.I-04/110 sesuai tanggal kontrak 10 maret 2015, sumber dana APBN Murni untuk tahun anggaran 2015 bakal dikebut pengerjaannya. Pasalnya, waktu pelaksanaan hanya terhitung  270 hari kalender (HK) dan masa pemeliharaan 750 hari kalender (HK). 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut, Ir Julleses Eddy Kenap mengatakan pembangunan jembatan Tambulinas terus dikebut pekerjaannya dan harus selesai pada bulan desember 2015 mendatang.
"Yang pasti sebelum natal jembatan tersebut sudah jadi,’’ kata Kenap kepada awak media belum lama ini," tegas Kenap.
 bila mana mereka (pihak kotraktor-red) tidak menyelesaikan sesuai dengan kontrak yang ada, pastilah dikenakan denda dan ada sangsinya, di aturan juga kan jelas.
‘’Walaupun pekerjaannya belum selesai kita bisa tambah 50 hari dari kontrak kerja, tapi ketambahan 50 hari bukan berarti pihak kontraktor belum dikenakan denda. Namun denda sudah ditetapkan, yakni denda sisa pekerjaan ,’’ungkap Kenap. 
Diketahui, proyek pembangunan jembatan Tambulinas tersebut di kerjakan oleh Kontraktor PT. TELAGA PASIR KUTA dan Konsultan oleh PT. PARAMA KARYA MANDIRI dengan budget Proyek sekitar Rp 12.822.624.000,00. [Humas pemprov sulut]
.

Mokodongan Buka Semiloka Pencegahan Korupsi




Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir Siswa R Mokodongan Rabu (4/11) membuka acara Semiloka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi pada pemerintah yang diselenggrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di ruang rapat CJ Rantung kantor gubernur sulut. Dalam sambutan Mokodongan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini guna memberikan pemahaman kepada para birokrat daerah mengenai pencegahan korupsi yang merugikan Negara serta pribadi.
Korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan untuk itu pencehagan perlu dilakukan secepat mungkin, pemberantasan korupsi harus dilakukan hingga ke tingkat bawah agar tidak berakar dalam birokrasi Indonesia. Untuk itu seluruh jajaran pemerintah yang ada di Sulut agar memahami betul perencanaan dan sinkronisasi dalam penyusunan APBD, inspektur harus mengawas dengan baik semua penyusunan APBD agar tidak menimbulkan masalah korupsi.
Gubernur Sumarsono yang menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan pelaksanaan semiloka inii merupakan langkah cerdas dan strategis sekaligus wahana rumusan solutif terhadap langkah pemberantasan korupsi yang efektif guna mengawal pengelolaan pemerintahan sulut yang bersih dan bebas KKN.
Turut hadir dalam acara tersebut deputi informasi data KPK RI Hary Budianto, perwakilan BPKP pusat, para Bupati Walikota se Sulut. Para peserta mendapatkan materi terkait langkah pencegahan korupsi serta bagaimana menyusun APDB dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan korupsi. (humas pemprov sulut)

Ringkuangan: Forki Gelar Kejurnas Karate Kawanua Cup


Paska ajang pra pon karate di medan akhir Nopember lalu, Pengurus forki sulut akan menggelar iven kejurnas karate bertajuk "kawanua cup 2015", yang dimulai dari 5 sampai 7 November 2015 di GOR arie lasut kayuwatu Manado. Hal itu dikatakan Ketua Umum Forki Sulut Jemmy Ringkuangan AP MSi di Kantor Gubernur baru lalu. Kejuaraan karate ini adalah langkah nyata dlm memajukan karate dan mengangkat kembali olahraga beladiri dan prestasi karate di sulut. 
Ringkuangan mengatakan, Pra Pon karate di medan beberapa hari lalu, Sulut  berhasil meloloskan 5 atlit yg akan berlaga dalam ajang Pon 2016 mendatang di Bandung Jabar. Adapun kejurnas karate kawanua cup diawali dengan pelatihan wasit dan juri yang telah dibuka oleh Kadis Pemuda dan Olahraga Sulut, Drs Mecky M. Onibala, MSi  selama dua 3 s/d 4 November  2015 di Badan Diklat Provinsi  Sulut dengan nara sumber dari Tim Dewan Wasit Karate PB. Forki dan Ketua Forki Sulut sebagai pembicara. 
Ringkuangan menyebutkan, untuk pembukaan kejurnas rencananya akan di buka oleh Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM hari ini Kamis, (5/11), jelas mantan Karo organisasi Setda Provinsi Sulut.
Ringkuangan menambahkan, adapun ketua panitia kejurnas karate adalah Pnt. Billy Lombok dan sekretaris Hardy Sembung dan diperkuat okeh tim kerja pengprov. FORKI Sulut dibawah komando Sekum Forki Sulut Mario Mangowal. Ajang kejurnas karate yg akan berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh para atlit atau karateka lokal dari sulut dan peserta luar daerah se nusantara dari berbagai macam aliran perguruan karate... terima kasih kepada kemenpora atas dukungan program dan pendanaan, ucapan terima kasih dan penghargaan yg tinggi juga kepada pemerintah provinsi dan dewan provinsi atas alokasi kegiatan melalui dispora sulut, ucapan yg sama buat Koni sulut atas support dan seluruh pengurus dan anggota forki sulut serta pihak yang tdk bisa kami sebutkan satu persatu....! salam kasih [humas pemprov sulut]

Kades Ujung Tombak Suksenya Pilkada


Kepala desa yang bearda di seluruh Kabupaten di sulut merupakan ujung tombak suksesnya partisipasi masyarakat pada pilkada serentak 9 desember mendatang, Demikian di tegaskan sekertaris provinsi sulut Siswa Rahkmat Mokodongan kepada para kepala desa dan sekdes usai mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh BPMD prov sulut di salah satu hotel di manado, selasa lalu.  .
Kata mokodongan dengan digaungkan oleh penjebat gubernur dimana bagi desa yang mendapat nilai tertinggi dalam partisipasi dalam pemilihan akan mendapat anugera desa demoratis dan akan mendapatkan insentif berupa pembangunan infrastruktur di desa tersebut. Lanjut mokodongan hal ini merupakan perangsang bagi desa-desa dalam berpartisipasi penuh di setiap pilkada dan berharap pemprov sulut menjadi yang tersepan pada pelaksanaan pilkada serentak.
Hal senada disampaikan oleh juru bicara pemprov sulut Jemmy Kumendong kepada pers di ruang kerjanya mengatakan bahwa sukses tidaknya pelaksanaan pilkada dilihat dari berapa besar partisipasi masyarakat, lanjut Kumendong, Gubernur sangat konsen dengan pelaksanaan pilkada ini karena misi utamanya di sulut yakni menyukseskan pilkada di sulut.
Kata kumendong Insentif tersebut nantinya bukan hanya pada desa-desa bahkan di berlakukan juga bagi kelurahan-kelurahan yang berada di daerah perkotaan.
Kumendong menambahkan Insentif yang dimaksud bukanlah berupa uang tunai namun lebih di fokuskan pada pembangunan infrastruktur berupa, perbaikan jalan, saranana air bersih, jalan setapa dan drainase yang tentunya menyentuh masyarakat umum, disamping itu juga akan diberikan piagam penghargaan berupa Anugrah Demokrasi baik Desa maupun kelurahan. [Humas pemprov sulut]

Selasa, 03 November 2015

Mokodongan: Tahun Ini Desa Mulai Diberdayakan


Sekretaris Provinsi Sulut Ir Siswa R Mokodongan menegaskan, tahun ini seluruh desa di tanah air mulai diberdayakan. Penegasan Mokodongan itu disampaikan saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa di hotel arya duta Manado, Selasa (03/11) kemarin.
Kegiatan yang diikuti aparat desa se- Kabupaten/kota se- Sulut itu, menurut Mokodongan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini, mulai memberdayakan desa-desa di Indonesia, dengan memberikan dana desa untuk dkelolah secara mandiri, guna membangun desanya secara mandiri.
kalau dulu desa hanya dilihat sebelah mata , baik secara struktural maupun kultural dengan menempatkan desa hanya sebagai lokasi pembangunan dari desain yang telah ditentukan oleh pemerintah, dan cenderung mengabaikan berbagai kearifan lokal, adat istiadat dan potensi desa.
Namun sekarang melalui UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan legitimasi konstitusional, sekaligus perintah bagi segenap stakeholders  pembangunan terkait, untuk terus mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara konsisten dan berkelanjutan, ujar salah satu putra terbaik Bumi Totabuan ini. (Humas Pemprov Sulut).

  

Sumarsono: Warga Waspadai Musim Penghujan




Terkait dengan musim penghujan yang sejak pekan lalu sudah mulai membasahi wilayah Manado dan sekitarnya, Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr Sumarsono MDM kepada awak media sabtu pekan lalu menghimbau bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk lebih waspada dalam menghadapi musim penghujan kali ini.
Hal ini disampaikan Sumarsono mengacu dari keadaan Sulut sebelumnya yang diketahui bersama mengalami musim kemarau panjang (Elnino) sehingga membuat kontur tanah di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara menjadi retak dan rapuh.
”Ya, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap meningkatkan kewaspadaan atas cuaca akhir-akhir ini yang mulai memasuki musim penghujan. Hal ini saya tekankan karena musim panas yang lalu telah membuat banyak retakan besar di wilayah Sulut, yang jika terkena air tentu akan berakibat longsor” Himbau Sumarsono.
Lebih lanjut Sumarsono kepada awak media menyatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sulut Ir. Noldy Liow untuk meningkatkan kekuatan personil dan peralatan guna mengantisipasi perubahan cuaca kedepan di Sulut.
Menutup pembicaraan tersebut Sumarsono meminta kepada seluruh warga Sulawesi Utara untuk tetap menjaga lingkungan masing-masing termasuk kebersihan lingkungan sembari melarang keras penebangan liar yang dapat menyebabkan bencana banjir. (Humas Pemprov Sulut)

Sumarsono Gagas Anugerah Demokrasi


Setibanya di Manado pada akhir September lalu, Penjabat Gubernur Sulawesi Utara, DR. Sumarsono MDM memaparkan tiga tugas pokoknya yang disebut Tri Karya.
Salah satu hal paling utama dalam Tri Karya itu adalah mengawal dan menyukseskan Pilkada Serentak 9 Desember 2015 di daerah Nyiur Melambai.
"Ada dua poin penting dalam Pilkada Serentak. Pertama, kontestan bertanding dengan sehat. Kedua, partisipasi warga pemilih yang tinggi," ujar Sumarsono kepada wartawan dalam press conference di Bandara Sam Ratulangi setibanya di Manado.
Dua poin penting dalam Pilkada Serentak, senantiasa diulangi Dirjen Otda tersebut dalam berbagai pidato, sambutan, tatap muka, blusukan ataupun percakapan informal dengan siapapun dan dimanapun.
"Saya tidak bosan-bosannya mengulangi bahwa Pilkada Serentak di Sulut harus berlangsung, aman, damai dan sukses," kata Soni, panggilan akrab Sumarsono.
Mengenai kata sukses ini, Soni memberikan penekanan yang lebih khusus. Utamanya sukses pada tingkat partisipasi masyarakat untuk mencoblos.
"Saya berharap semua warga pemilih berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara atau TPS dan mereka mencoblos sesuai hati nuraninya," harap alumni Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta itu.
Di Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara termasuk unggul dalam hal indeks demokrasi. "Ini hasil survey. Kita semua wajib mempertahankannya," papar Soni.
Guna mempertahankan posisi unggul itu, Soni menggagas terobosan baru yaitu pemberian Anugerah Demokrasi.
Ide ini lahir di Sonder, Minahasa. Persis tanggal 24 Oktober 2015 atau 32 hari setelah dilantik menjadi Penjabat Gubernur. Pemprov perlu memberikan  penghargaan bagi desa yang partisipasi warganya tinggi dalam mensukseskan Pilkada, Demikian juga kelurahan, kecamatan hingga kabupaten dan kota.
Anugerah Demokrasi tersebut akan diberikan bertingkat. Jumlahnya lima kategori.
Kategori pertama Anugerah Demokrasi untuk Desa. Penghargaan ini untuk antardesa. Desa yang partisipasi warga pemilih tertinggi mendapatkan piagam, piala dan insentif dari Pemprov Sulut.
Kategori kedua Anugerah Demokrasi untuk Kelurahan. Penghargaan ini untuk antarkelurahan, hadiahnya sama dari Pemprov Sulut. Selanjutnya, kategori ketiga antarkecamatan, kategori keempat antarkabupaten dan kategori kelima antarkota.
Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Star Wowor bersama Karo Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong telah merumuskan model Anugerah Demokrasi tersebut.
"Bersama Pak Star Wowor, kami telah merumuskan model Anugerah Demokrasi itu. Semoga semua pihak terkait hingga desa dan kelurahan memberikan dukungan aktif," harap Jemmy Kumendong.
"Konsep detail penghargaan Anugerah Demokrasi sedang dalam proses finalisasi. Secepatnya kami laporkan," ujar Star Wowor ketika melaporkannya kepada Pj.Gubernur Sumarsono beberapa hari lalu.
Pj.Gubernur Sumarsono mengarahkan, perhitungan dan penetapan hasil Pilkada Serentak dari KPU Sulut akan menjadi sumber utama bagi tim pemprov menentukan desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota yang berhak memperoleh Anugerah Demokrasi. (Humas Pemprov Sulut).