Kamis, 05 November 2015

Gubernur Teken Prasasti Dimulainya Pembangunan Korban Napsa







Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM teken prasasti dimulainya pembangunan gedung institusi penerima wajib lapor (IPWL) korban penyalahgunaan napsa Provinsi Sulut, di Desa Tampusu kec, Remboken Minahasa, Kamis (05/11) kemarin.
Gubernur mengatakan, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, sehingga telah digolongkan ke dalam Extra Ordinay Crime, karena dampag yang sangat destruktif bagi proses tumbuh kembang dan masa depan bangsa.
Menyadari hal itu pemerintah dan segenap komponen bangsa dituntut memandang permasalahan tindak kejahatan dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napsa) dengan sangat serius. Untuk itu perlu ada upaya-upaya yang sistematis, terkoordinir dan terpadu serta komitmen semua pihak dalam mengatasi hal ini, ajak Sumarsono.
Untuk itu melalui momentum peletakan batu pertama  ini, dapat diikuti pula dengan semakin kuat dan kokohnya semangat, tekad dan komitmen dan karya terbaik dalam rangka pencegahan, penanganan dan pencehagan tindak kejahatan dan penyalahgunaan napsa, harap Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI ini.
Sebelumnya Kadis Sosial Provinsi Sulut dr Lisye G Punuh MKes melaporkan, pekerjaan pembangunan panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan napsa menelan anggaran sebesar Rp. 17,5 M yang terdiri dari Rp. 7 M untuk fisik bangunan termasuk jasa konsultasi perencanaan pengawasan dan Rp. 10 M untuk pengadaan fasilitas penunjang operasional panti.
Sedangkan tujuan dari pembangunan tersebut, mantan Kadis Kesehatan Provinsi Sulut ini menambahkan,untuk penyediaan sarana pelayanan rehabilitasi sosial, untuk mengambalikan rasa percaya diri serta memberikan motivasi kepada korban penyalahgunaan napzauntuk hidup sehat. Turut hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napsa Kemensos RI. Drs Drs Waskito Budi Kusumo MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung, serta pejabat terkait lainnya. (Humas Pemprov Sulut).    
 
 

Dari Hari Jadi Minahasa Ke-587, Sumarsono Beri Kado SK Status Tanah Bukit Kasih








Gubernur Sumarsono serahkan kue ulang tahun kepada mantan Gubernur Sinyo Harry Sarundajang



Bukit Kasih Kanonang, Kec. Kawangkoan yang dibangun mantan Gubernur Sulut Alm. Drs Adolf Jouke Sondakh (AJS) di atas  tanah hutan lindung, telah mendapat Surat Keputusan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk di jadikan lokasi objek wisata religius.  Hal itu disampaikan Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM saat menghadiri Paripurna Istimewa DPRD Minahasa dalam rangka memperingati  Hari Jadi Kabupaten Minahasa ke-587 di Aula Walenetou Tondano, Kamis (05/11). Kemarin.
Tak hanya status tanah yang di berikan kepada warga Minahasa, tapi lahan di lokasi objek wisata religi ini juga mendapat ketambahan 12 hektar dari Ibu Menteri, jelas Sumarsono.
“Ini merupakan kado terindah dari saya bagi pemerintah dan masyarakat tanah toar lumimuut,”ujar Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI ini.
Sumarsono menyebutkan, dengan adanya kejelasan status tanah ini, maka untuk menghormati inisiator pembangunan bukit kasih,  saya juga akan melengkapi dari lima tempat ibadah yang sudah ada menjadi enam yaitu tempat ibadah bagi umat konghucu berupa klenteng, dan  kawasan bukit kasih ini akan saya namakan Adolof Jouke Sondakh, tandas Sumarsono.    
Turut hadir Ketua Tp PKK Sulut Ibu Drs Tri Rachayu Sumarsono, mantan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama ibu Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Unsur Forkopimda Sulut, pejabat teras Pemprov dan Minahasa, serta tamu undangan lainnya. (Humas Pemprov Sulut).
    

Sumarsono: Pilkada Sulut Harus Berintegritas









Penjabat  Gubernur Sulawesi Utara DR Sumarsono,MDM menghimbau kepada para pihak yang terkait dalam pelaksanaan Pilkada 9 Desember nanti baik KPU, Bawaslu dan para calon kepala daerah yang akan bertarung agar menciptakan pilkada yang berintegritas dan damai demi nama baik Sulut.
Penyampaian tersebut disampaikan Sumarsono saat membuka acara pembekalan dan deklarasi LHKPN calon kepala daerah program pilkada beritegritas yang diselenggarakan Kamis (5/11) bertempat di Graha Gubernuran Bumi beringin manado. Kegiatan tewrsebut diselenggarakan KPU Sulut dan KPK RI.
Pilkada sulut harus berintegritas karena Sulut memperoleh prestasi sebagai daerah demokrasi terbaik se Indonesia, sampai saat ini para pasangan calon kepal daerah telah melaksanakan aturan tentang pilkada dengan baik, namun satu hal juga yang harus diantisipasi adalah politik uang yang saat ini masih cukup besar terjadi di Sulut. Para calon diharapkan menghilangkan hal tersebut dengan memberi hak kepada masyarakat untuk memilihi sesuai hari nurani mereka.
Selain itu juga, demi suksesnya pilkada 9 desember nanti maka sesuai dengan program tri karya yang dilaksanakan Sumarsono selama menjabat gubernur sulut, yakni mensukseskan pilkada, Dirjen Otda Kemendagri ini mengatakan Pemprov Sulut memberikan  penghargaan bagi desa yang partisipasi warganya tinggi dalam mensukseskan Pilkada, demikian juga kelurahan, kecamatan hingga kabupaten dan kota.
Anugerah Demokrasi tersebut akan diberikan bertingkat, Jumlahnya lima kategori.
Kategori pertama Anugerah Demokrasi untuk Desa. Penghargaan ini untuk antar desa. Desa yang partisipasi warga pemilih tertinggi mendapatkan piagam, piala dan insentif dari Pemprov Sulut. Kategori kedua Anugerah Demokrasi untuk Kelurahan, penghargaan ini untuk antar kelurahan, hadiahnya sama dari Pemprov Sulut.

Selanjutnya, kategori ketiga antar kecamatan, kategori keempat antar kabupaten dan kategori kelima antar kota. Perhitungan dan penetapan hasil Pilkada Serentak dari KPU Sulut akan menjadi sumber utama bagi tim pemprov menentukan desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota yang berhak memperoleh Anugerah Demokrasi.

Sementara itu, pada pelaksaaan acara para Calon kepala Daerah dari 7 Kabupten Kota dan calon Gubernur dan Wakil Gubernur mendapatkan sejumlah materi dari Deputi Informasi dan data KPK RI Hary Budianto terkait LHKPN dan bagaimana menciptakan pilkada yang berintegritas.(humas pemprov sulut)

Rabu, 04 November 2015

Sumarsono: GP Ansor jadi Pelopor Kerukunan









Penjabat Gubernur  Sulut Dr Sumarsono MDM mengajak, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara untuk menjadi pelopor kerukunan.
Ajakan orang nomor satu di sulut itu, disampaikan saat bersilahturahmi dengan pengurus GP Ansor Sulut yang dipimpin langsung Ketuanya Benny Ramdhani, di ruang rapat CJ Rantung kantor Gubernur, Selasa sore  (04/11) kemarin.
“saya mengajak GP Ansor Sulut jadi pelopor kerukunan di Sulut. Kalau tidak mau silahkan copot atribut yang dipakai,” ujar Sumarsono dengan senyuman khasnya.
Sumarsono mengatakan, Pluralisme telah menjadi modal bagi daerah ini dalam membangun di segala bidang, karena ditunjang dengan adanya kerukunan antar umat beragama yang sangat baik.
Sehingga Sulut dikenal dunia dengan The Smilling People, karena masyarakat sangat terbuka bagi siapa saja yang datang kesini, itulah yang saya rasakan ketika dipercayakan menjadi penjabat Gubernur di daerah ini,  dimana-mana saya diterima sebagai keluarganya sendiri. Walaupun saya berasal dari jawa, dan saya merasa aman tinggal di Sulut, ucapnya.
Selain itu Sumarsono juga minta GP Ansor Sulut dapat membentuk forum pemuda lintas agama, dengan tujuan untuk membangun Sulut bersama-sama pemerintah daerah.
“GP Ansor Sulut bisa jadi pelopor membentuk forum pemuda lintas agama, sehingga gaung dari sulut ini, bisa menjadi cikal bakal terbentuknya forum pemuda lintas agama di seluruh Indonesia,” pintahnya, sembari berharap Pak Benny Ramdhani yang merupakan anggota DPD utusan Sulut dapat mensosialisasikan ini di daerah lain, harap Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini.
Sementara itu Benny Ramdhani menyebutkan, tujuan silahturahmi ini, dalam rangka melaporkan konferansi Wilayah GP Ansor dan pelantikan pengurus GP Ansor kabupaten/Kota se- Sulut sekaligus silahturahmi GP Ansor se- Indonesai Timur yang akan dilaksanakan di Manado dari 20 s/d 22 Nopember mendatang.
“Sebagai toko pemuda Sulut saya sangat mendukung program kerja Pak Gubernur Sumarsono. Kepemimpinan beliau sama seperti SHS yang begitu responsif terhadap tuntutan rakyat sulut. Walaupun waktunya hanya terbatas namun progres beliau sangat jelas bagi kepentingan rakyat,” tandas Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini. (Humas Pemprov Sulut)     
  
        

Sumarsono: Pengabdian Arie Purukan Selalu Dikenang




Rasa ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan Penjabat Gubernur Sulut DR Sumarsono,MDM kepada Almarhum Arie J Purukan atas jasa dan pengabdian beliau semasa hidup member pengabdian kepada provinsi Sulut.
Pernyataan tersebut disampaikan Sumarsono saat upacara persemayaman jenasah Almarhum AJ Purukan BA yang dilaksanakan di kantor gubernur sulut, selasa (4/11).
Mewakili masyarakat dan pemerintah provinsi, Sumarsono menyampaikan terima kasih atas totalitas Almarhum selama mengabdi, semua karya pengabdian pak Purukan akan terus dikenang. Pemprov sangat bersyukur memiliki birokrat handal yang setia dan sabar dalam menjalankan tugas semasa hidup, kepergian beliau menjadi motivasi kepada para birokrat junior untuk terus berkarya dalam membangun sulut kedepan. Kepada keluarga, Suimarsono menyampaikan turut berbelasungkawa, peristiwa ini merupakan bagian dari rencana Tuhan yang maha kuasa, kiranya keluarga terus dikuatkan dengan kepergian Almarhum AJ Purukan.
Diketahui Almarhum tutup usia 79 tahun, selama menjadi Birokrat AJ Purukan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemprov sulut diantaranya pernah menjabat asaisten pembangunan dan kesra, pembantu gubernur wilayah 1, penjabat Bupati Sangihe Talaud tahun 1991, ketua umum Korpri Sulut, ketua Kosgoro dan terakhir menjadi anggota DPRD Sulut. (humas pemprov sulut)