Senin, 25 Juli 2016

Keasisten 1 Panpel Peringatan Hari Kemerdekaan dan HUT Provinsi 2016

Keasistenan  Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut dipercayakan oleh Gubernur dan Wagub Sulut, untuk menjadi Penitia pelaksana peringatan ke-71 Hari Kemerdekaan RI dan HUT ke- 52 Provinsi Sulut Tahun 2016. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana, saat memimpin apel kerja bersama ASN di ke-Asistenan yang dipimpinnya, Senin (25/07) dihalaman kantor gubernur.
Palandung berharap sekuruh sraf dan pejabat di ke Asisten 1 yakni Biro Pemerintahan dan Humas, Biro Hukum serta Biro Kesra, harus terlibat secara langsung dalam kepanitiaan ini guna suksesnya hajatan tersebut.
"Kepercayaan pimpinan harus di terjemahkan dengan baik, sehingga seluruh kegiatan boleh terlaksana dengan baik", ujar mantan Penjabat Walikota Bitung ini.
Karena itu, waktu dekat ini, pihaknya akan mengundang seluruh pejabat di Keasisten 1 melakukan rapat perdana di ruang kerjanya, guna menyusun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan nanti.
Menyinggung pelaksanaan pameran pembangunan dan promosi Sulut, Palandung mengisiaratkan, akan mengatur  masalah pengeras suara (Sound System) setiap stand pameran agar tidak menimbulkan kebisingan sehingga tidak mengganggu  masyarakat pengunjung pameran.
Sebab tujuan dari pelaksanaan pameran, yaitu bagaimana masyarakat bisa memperoleh informasi keberhasilan pembangunan yang di capai oleh masing-masing kabupaten/kota serta sektor-sektor yang dicapai oleh Dinas dan Badan yang menjadi peserta pameran. Bertindak selaku pemimpin apel Kabag Otda dan Hubal Dra Leylani Makalew. Hadir dalam apel bersama itu, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi, Karo Kesra dr Bahagia Mokoagow, serta para pejabat Eselon III dan IV. (Humas Pemprov Sulut).

Minggu, 24 Juli 2016

Gubernur: Tim Porwanas Harus Junjung Sportivitas



Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey melepas Tim Persatuan Olahraga Wartawan  Nasional (PORWANAS) 2016 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan bertanding di Kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 25 -30 juli mendatang.
Acara pelepasan Tim Porwanas PWI Sulut tersebut dilaksanakan di kediaman Gubernur Olly Dondokambey Desa Kolongan Minahasa Utara, Sabtu (23/7/2016) malam.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menyerahkan Pataka kepada Ketua PWI Sulut, Voce Lontaan.
Sebanyak 37 atlit dan ofisial dari berbagai awak media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara akan bertanding pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) 2016 di Kota Bandung Jawa Barat.
Gubernur Olly mengatakan pemerintah provinsi sangat berterima kasih kepada wartawan lebih khusus kepada PWI. Yang telah siap untuk mengikuti pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) di Bandung.
"Target tak perlu medali. Tapi syukur-syukur kalau kalian (wartawan-red) bisa mendapatkan medali. Bukan bendera wartawan yang berkibar melainkan bendera Sulut yang berkibar dan mengharumkan nama daerah dikancah nasional," kata Gubernur.
Lanjut Gubernur mengatakan walaupun dengan persiapan pas-pasan yang disiapkan oleh Pemprov Sulut.
"Namun sangat membantu kalian (wartawan-red). Sekali lagi saya minta agar berlombalah dengan sportifitas yang tinggi. Mudah-mudahan kalian memperoleh medali dalam perlombaan tersebut sehingga dapat mengharumkan daerah Sulawesi Utara," pungkas Gubernur Sulut.
Diketahui adapun cabang olahraga (Cabor) yang diikuti PWI Sulut pada PORWANAS  kali ini meliputi, cabang olahraga bulu tangkis, Bowling, Futsal, Tenis Meja, Bridge, Catur, Atletik dan billiard. (Humas Pemprov Sulut)

Palandung Pimpin Baveti Sulut


Ketua Umum Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Theo Sambuaga, Sabtu (23/7/2016) pagi tadi melantik Pengurus Daerah Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertempat di GOR Tenis Kantor Gubernur Sulut.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan  (SK) pengurus pusat BAVETI nomor 163 tahun 2016 tanggal 21 juni 2016. Asisten I Setdaprov Sulut John Palandung dipercayakan sebagai Ketua Pengurus Daerah Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2016-202.
Kesempatan itu langsung dilaksanakan penandatangan berita acara pelantikan dan penyerahan bendera BAVETI oleh Ketua Umum BAVETI Theo Sambuaga kepada Ketua Pengurus Daerah BAVETI Sulut John Palandung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Kadispora Sulut, Mecky M Onibala dalam sambutan mengatakan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandow sangat mengapresiasi terbentuknya pengurus daerah BAVETI Provinsi Sulawesi Utara.
"OD-SK sangat apresiasi dengan hadirnya pengurus daerah BAVETI Provinsi Sulawesi Utara yang sudah dilantik oleh Ketua Umum BAVETI Theo Sambuaga. John Palandung merupakan pejabat senior jadi pantas kalau dirinya dilantik sebagai Ketua BAVETI Sulut untuk empat tahun kedepan," ungkap Onibala.
Untuk itu Onibala berharap kepada pengurus yang baru dilantik harus selalu solid dan menjaga kebersamaan demi suksesnya olahraga tenis daerah ini demi terwujudnya Sulut Hebat dibidang olahraga yang lebih maju.
Sementara itu Asisten I Setdaprov Sulut selaku Ketua BAVETI Provinsi Sulawesi Utara yang terpilih masa bakti 2016-2021, John Palandung mengatakan dengan terpilih dirinya sebagai Ketua BAVETI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini merupakan kepercayaan yang diberikan pimpinan, baik pengurus pusat maupun daerah untuk menahkodai BAVETI Sulut.
"Saya sangat berterima kasih dengan jabatan ketua ini namun tanpa kebersamaan mungkin sulit untuk bersama. Kebersamaan itu penting jadi kekompakan bersama tim itu sangat penting dalam suatu organisasi apalagi ini organisasi dibidang olahraga tenis," kata Palandung.
Kedepan Palandung berharap dengan terbentuknya kepengurusan baru ini olahraga tenis bakal menjadi prioritas Gubernur Olly dan Wagub Steven dalam upaya menunjang program OD-SK dibidang olahraga.
"Kedepan olahraga tenis lapangan daerah ini akan terus dikembangkan agar generasi muda kita nanti bisa berkiprah dikancah nasional maupun internasional demi terwujudnya Sulut Hebat dibidang olahraga," pungkas Asisten I Setdaprov Sulut ini.
Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) Theo Sambuaga, dalam sambutannya dirinya mengatakan dengan terbentuknya kepengurusan baru ini mudah-mudahan olahraga tenis lapangan di Sulut ini akan lebih berkembang lagi seperti daerah lain di indonesia.
"Dengan terpilihnya John Palandung sebagai Ketua BAVETI Provinsi Sulut dirinya berharap olahraga tenis lapangan di Sulut bisa lebih berkembang lagi. Dan bisa segera masuk dalam organisasi Koni. Sulut sendiri dari masa kemasa memiliki atlit tenis nasional," kata Sambuaga.
Turur hadir, Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw, Anggota DPRD Edison Masengi, Kadiapora Sulut Mecky M Onibala, Sekot Tomohon Arnold Poli, Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, Jemmy Kumendong, jajaran pengurus pusat BAVETI serta pengurus daerah yang baru dilantik. Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 22 Juli 2016

Guru Sulut Bisa Jadi Kepsek Indonesia di Davao



Ini kabar gembira bagi para tenaga pendidik (guru-guru) di Provinsi Sulut, karena  bisa menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) di Sekolah Indonesia
Di Davao City. Hal itu di ungkapkan Kepsek SMA Indonesia di Davao Agus saat di terima Wagub Sulut Drs Steven Kandouw di ruang kerjanya Jumat baru lalu.
Didampingi Suprayogi dari Bagian Atase Pendidikan dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri Kemendikbud, Kadis Diknas Sulut Asiano G Kawatu SE MSi dan Sekretaris Diknas Ch Sumampouw SH MEd, Agus mengatakan tujuan kedatangan di Sulut selain untuk melakukan koordinasi dengan Kadis Diknas Sulut, tapi juga sekaligus melakukan sosialisasi keberadaan sekolah Indonesia di Davao kepada guru-guru di daerah ini.
Dia menyebutkan, sekolah yang dikelolahnya mulai dari SD, SMP hinga SMA, serta ada sekitar 90 siswa dengan 24 tenaga pengajar dan sudah ada 3 tenaga pendidik yang berasal dari Sulut, ujarnya.
"Saya berkeinginan kedepan ada orang Sulut bisa memimpin sekolah Indonesia menjadi Kepsek disana, alasannya karena adanya kedekatan kultur dan budaya", terangnya sembari menyebutkan, siswa yang belajar disana merupakan anak-anak dari para nelayan dan petani orang Indonesia yang berasal dari nusa utara yang sudah menetap sekian lama di beberapa pulau yang berdekatan dengan Davao.
Sementara kendala-kendala yang dihadapi yaitu ekonomi dan bahasa karena para siswa ini, kebih menguasai berabasa tagalok ketimbang bahasa Indonesia sendiri
Dia juga menyebutkan, saat ini sekolah Indonesia di luar negeri, selain di Filipina, juga ada di Mianmar dan Malaysia, para siswa tersebut selama mengikuti pendidikan semuanya tinggal di asrama.
Agus juga menambahkan, untuk menjadi Kepsek di Davao harus melalui proses seleksi secara nasional di Jakarta, syaratnya usia 50 Tahun dengan tuffel 550.
Wagub sendiri sangat merespon program ini, karena sejalan dengan program Nawacita yang di gulirkan Presiden  Jokowi. Negara hadir untuk mencerdaskan anak bangsa yang bermukim di luar neger. Ini bagus,  merupakan kesempatan yang baik bagi para tenaga pendidik kita di sulut, lebih khusus bagi guru-guru yang ada di tiga Kabupaten Kepulauan, seperti Sangihe, Talaud dan Sitaro karena dari segi kultur dan budaya mereka lebih memiliki hubungan emosional, katanya.
"Saya setuju jika ada orang Sulut bisa menjadi Kepsek disana, sedangkan rerkait dengan biaya akan dimasukan lewat APBD Provinsi", tegas orang nomor dua di Sulut ini. Senada dengan Wagub, Kadis Diknas Sulut Gemmy Kawatu langsung menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan segera mensosialisasikan kepada para guru di Sulut, ini kesempatan emas bagi pendidik kita untuk bisa berkarier di luar negeri, jelasnya.  (Humas Pemprov Sulut).

Semua Pejabat Senior Pemprov Bisa Ikut Seleksi Sekprov

Pendaftaran Seleksi Calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut resmi mulai dibuka sejak Jumat 22 Juli kemarin, pelaksanaannya hingga  9 Agustus 2016 mendatang, bagi pejabat senior lingkup Pemprov Sulut bisa mengikuti seleksi ini. Namun ada tetapinya yaitu terlebih dahulu harus mendapat rekomendasi dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.
Hal itu di tegaskan Kepala BKD Sulut DR Femmy M Suluh MSi, kepada wartawan usai  mengikuti olah raga pagi bersama, Jumat (22/07) kemarin.
"Jadi bagi birokrat senior yang menduduki jabatan eselon II lingkup Pemprov bisa mengikuti seleksi terbuka ini, namun harus mengikuti prosedur diantaranya mengantongi surat rekomendari dari orang nomor satu di Sulut", katanya
Hal yang sama juga berlaku bagi pejabat dari pusat atau pejabat Kabupaten/kota, yang ingin mengikuti seleksi terbuka  juga harus mendapat rekomendasi dari Menteri dan Bupati/Walikota. ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti seleksi terbuka calon Sekprov Sulut.
Suluh menyebutkan, para peserta seleksi nantinya akan di uji oleh Tim Panitia Seleksi (Tim Pansel) yang diketuai oleh Sekjen Kemendagri, yang akan didampingi Rektor Unsrat, Rektor Unklab, Rektor Unika Dela Sale, serti Prof DR Fanetia Danes salah satu Deputy di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai anggota Pansel. Tim Pansel tersebut sudah memegang Keputusan Gunernur, ujar mantan Karo Umum ini.
Seleksi ini berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun  2014 tentang ASN dan Peraturan Menpan RB Nomor 13 Tahun 2014 serta Surat Edaran Mendagri Nomor 822.22/5992/SJ tanggal 20 Oktober 2014 tentang pengangkatan dan pemberhentian jabatan pimpinan tinggi dilingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sembari menambahkan seleksi terbuka ini dimulai dengan pemasukan berkas di BKD Sulut. (Humas Pemprov Sulut).

Kunjungan Turis Meningkat, Wagub Minta UKM Perbanyak Stok Souvenir






Upaya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam memajukan sector pariwisata Sulut terus dilakukan, terbukti sejak tanggal 4 juli 2016 hingga saat ini turis Tiongkok dan wisman lainnya yang mengunjungi Sulut suda berjumlah 3800 orang.
Dengan banyaknya turis yang mengunjungi Sulut tersebut, tentunya diperlukan sejumlah kebutuhan guna menunjang mereka selama berwisata di Sulut. Kebutuhan turis seperti souvenir cindera mata yang bernada etnik  sulut , makanan ringan dan barang laiinya banyak dicari, sedangkan saat ini akibat banyaknya turis kebutuhan tersebut semakin berkurang.
Mengantisipasi hal tersebut, Wagub Steven Kandouw mengumpulkan para pihak UKM dan IKM Sulut untuk menyampaikan langkah yang harus diambil para UKM demi memenuhi kebutuhuan para turis. Pertemuan tersebut diselenggarakan Jumat (21/7) betempat di ruang rapat WOC kantor Gubernur Sulut.
Pada kesempatan tersebut, Wagub menyampaikan kepada para UKM agar membuat cendera mata ciri khas daerah yang berkonten asli local dengan kualitas terbaik dan harga yang sesuai. Kebutuhan souvenir ini harus segera dipenuhi karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Sulut, para turis menghabiskan dana sekitar 2 juta rupiah hanya untuk membeli souvenir saja.
Untuk itu, Wagub meminta kepada para pelaku UKM untuk lebih siap lagi memproduksi cendera mata yang berkualitas, agar para turis tidak kecewa saat membeli cendera mata saat berada di Sulut. Demi menunjang hal tersebut, pemprov Sulut juga telah mengambil langkah dengan membuka souvenir shop di kawasan marina plaza manado dan kawasan gedung CTI yang ada di Mapanget untuk para pengusaha UKM yang ingin menjual berbagai macam cendera mata khas daerah Sulut. Fasilitas ini dibuka gratis dengan mendaftar di Disperindag Sulut. (Humas Provinsi Sulut)

Wagub Lepas Kontingen O2SN dan CC 4 Pilar

Wagub Sulut Drs Steven Kandouw, Jumat (22/07) bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur melepas kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) dan Cerdas Cermat 4 (Empat) Pilar Bangsa Provinsi Sulut yang akan berlaga mulai Senin depan di Ibu Kota Negara Jakarta.
Wagub mengatakan, adik-adik yang terpilih mewakili Sulut dalam ajang 02SN dan Cerdas Cermat 4 (Empat) Pilar Bangsa harus merasa bangga, karena dari sekian banyak penduduk Sulut hanya kalian yang terpilih.
"Jadi adik-adik harus bangga itu, karena boleh membawa nama baik bagi daerah Sulut", ujarnya, sembari berpesan adik-adik dapat mengikuti setiap kategori perlombaan dengan sebaik-baiknya, agar nantinya mampu untuk mengharumkan nama baik Bumi Nyiur Melambai.
karena O2SN dilaksanakan, sebagai salah satu wadah untuk mengapresiasi kebutuhan non akademik siswa yang memiliki bakat dan minat khususnya dibidang olahraga, yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi kesehatan siswa/siswi sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis di sekolah serta untuk meningkatkan prestasi siswa dibidang olahraga.
Disisi lain Cerdas Cermat 4 pilar bangsa merupakan kompetisi untuk menguji pengetahuan siswa terbaik di seluruh Indonesia, sekaligus membangun semangat nasionalisme dalam diri generasi bangsa, ujar Kandouw.
Kadis Diknas Asiano G Kawatu SE MSi menyebutkan, kontingen Sulut akan ambil bagian dalam dua iven tersebut dengan  jumlah 190 atlet,  yang terdiri dari 31 peserta siswa  SD, 47 SMP, 24 SMA, 23 SMK dan 11 peserta siswa dari SLB mereka akan ambil bagian di 8 cabang olah raga antara lain, silat, karate, bulutangkis, tenes meja, catur dan voli mini, sebut Kawatu. Turut hadir Sekretaris Diknas Ch. Sumampouw SH MEd, Kabid Dikdas Dra Sutarti Ponto ME dan Kabid Dikmenti Athur Tumipa MEd. (Humas Pprpv Sulut).