Senin, 15 Agustus 2016

Wagub Kukuhkan Paskibraka Sulut

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut, di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Senin sore (14/08), kemarin. Dalam pengantar pengukuhan ini Wagub mengatakan, diakhir pelatihan  adik-adik harus lebih mengenal jati diri sebagai generasi penerus bangsa dan dituntut harus bersikap dan berprilaku sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian Wagub mengungkapkan hari ini adik-adik akan  di kukuhkan sebagai Paskibraka Sulut. Pengukuhan ini bermakna, bahwa Paskibraka berjiwa kesatria, satunya perkataan dan perbuatan, bertanggungjawab, rela berkorban untuk ibu pertiwi, sembari mengajak anggota Paskibraka untuk mengikuti kata-kata ikrar yang akan di ucapkannya dengan suara keras dan tegas. Berdasarkan pengakuan ini dan demi kehormatan sebagai kader bangsa para anggota Paskibraka berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku untuk mengamalkan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari, tegas orang nomor dua di Sulut ini.
Sementara Kadis Diknas Sulut Asiano G Kawatu SE MSi, melaporkan dari 15 Kabupaten/Kota di Sulut hanya Kabupaten Boltim yang tidak mengirimkan utusannya.
"Sejak pelaksanaan seleksi calon Paskibraka pada Bulan Mei sampai pada pelaksanaan pemantapan calon paskibraka Sulut, Boltim tidak mengirimkan peserta, sehingga diganti oleh peserta utusan dari Kabupaten/Kota terdekat yaitu Minut dan Manado", katanya. Kawatu menambahkan, anggota paskibraka berjumlah 30 orang dengan rinciannya Minut 2 putra 1 putri, Manado 1 putra 2 putri, sementara Talaud, Sangihe, Sitaro, Minahasa, Minsel, Mitra, Bolmong, Bolmut, Bolsel, Bitung Kotamobagu dan Tomohon mengirimkan masing-masing 1 putra dan 1 putri.
Kawatu juga menyebutkan, anggota Paskibraka ini akan bertugas pada upacara penaikan dan penurunan bendera  peringatan ke-71 hari Proklamasi Kemerdekaan RI pada Tanggal 17 Agustus 2016 nanti, dihalaman kantor gubernur Sulut. Turut hadir Unsur Forkompimda Sulut, Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, Pejabat Eselon II lingkup Pemprov, Pembina/Pelatih serta orang tua Paskibraka. (Humas Pemprov Sulut) 

Kumendong Pembina Upacara Pemeriksaan Bendera dan Teks Proklamasi.

Bendera merah putih yang akan di kibarkan pada Upacara puncak peringatan   ke-71 Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada Tanggal 17 Agustus 2016 Rabu (17/08) esok harinya,  di halaman kantor Gubernur Sulut telah dilakukan pemeriksaan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut DR Jemmy Kumendong MSi, yang juga selaku Sekretaris Umum Panitia yang bertindak selaku pembina upacara, Senin (14/08) kemarin, di Kantor Gubernur.
Acara dilalui dengan penghormatan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara dilanjutkan dengan laporan, selanjutnya Kumendong membuka sang merah putih  yang tersimpan dalam kota serta menyerahkan kepada salah seorang anggota Paskibraka Sulut untuk dilakukan Pemeriksaan. Selain memeriksa sang merah putih Kumendong juga  memeriksa teks Proklamasi. Kumendong mengatakan pemeriksaan ini merupakan satu rangkaian kegiatan sebelum dikibarkannya bendera merah putih maupun pembacaan teks Proklamasi dalam pelaksanaan upacara puncak nanti.

"Ini sudah merupakan protap tiap tahun bendera merah putih wajib diperiksa terlebih dahulu sebelum pengibaran, sehingga kita bisa mengetahui apakah dalam kondisi baik atau tidak hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan bersama", katanya.
Kesepamtan itu Kumendong juga telah menyampaikan jadwal rangkaian kegiatan peringatan ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI yang dimulai Senin 25 Agustus pengukuhan Paskibraka Sulut oleh Gubernur di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa 26 Agustus mulai Pukul 10:00 Wita mendengar Pidato kenegaraan Presiden serta Pidato Presiden RI penyampaian pengantar RUU APBN 2017 di DPRD Sulut, Pukul 18:00 Wita pelepasan pawai Taptu dari halaman Mapolda Sulut, Pukul 24:00 Wita Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kairagi Manado. Rabu 17 Agustus Pukul 07:00 Wita Upacara pemberian remisi di Lapas Kelas IIA Tuminting, Pukul 10:00 Wita Upacara puncak penaikan bendera merah putih  Peringatan ke-71 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama veteran pada Pukul 12:00 Wita di lobby Kantor Gubernur Sulut. Upacara penurunan bendera dilaksanakan pada Pulul 17:00 Wita serta Resepsi Kenegaraan di Graha Bumi Beringin Manado Pukul 19:00 Wita, ujar Kumendong. (Humas Pemprov Sulut).

Wagub Pimpin Gladi Resik Upacara Peringatan Hari Proklamasi di Kantor Gubernur

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw memimpin gladi resik Upacara  Peringatan ke-71 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI  tahun 2016 di halaman Kantor Gubernur, Senin (14/08). Gladi resik tersebut di tandai dengan penyerahan bendera latihan dari Wagub yang bertindak selaku inspektur upacara kepada anggota paskibraka pembawa nampan untuk bendera merah putih yang dilanjutkan dengan penaikan bendera latihan oleh anggota paskibraka dari pasukan delapan. Sedangkan pembacaan teks Proklamasi disampaikan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw serta pembacaan doa oleh Kakanwil Kemenag Sulut Drs H Soleman Awad MPdi. (Humas Pemprov Sulut).

Minggu, 14 Agustus 2016

Wagub Hadiri Pembukaan Jamnas Pramuka ke X

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, menghadiri acara pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu (14/8) pagi. Pembukaan Jamnas X dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo ditandai dengan  pemukulan Timpani alat musik dari Papua yang diikuti perkusi.  

Dengan mengambil tema "Bangun Karakter Kaum Muda Melalui Kegiatan yang Keren, Gembira, Asyik"  HUT Pramuka dihadiri sebanyak 25 ribu peserta tingkat pengalang seluruh Indonesia, termasuk Pramuka berkebutuhan khusus dari 34 Kwarda seluruh Indonesia dan peserta dari luar negeri terdiri dari Malaysia, India, Timor Leste, Filipina, Nepal, Thailand, Belanda serta  KBRI Malaysia dan KBRI Rusia.

Mengawali sambutannya, Presiden mengucapkan selamat Ulang Tahun Pramuka yang ke 55. "Dengan tema kali ini, saya berharap menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk kembali  menjadi ajang pembelajaran yang asyik dan menyenangkan bagi anak muda," ucapnya. 

Presiden juga berpesan kepada anak-anak muda yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan."Ingat Indonesia adalah bangsa besar. Bangsa yang memiliki 250 juta penduduk yang majemuk. Dari Sabang sampai Marauke dan kita memiliki 17 ribu pulau serta 2/3 adalah laut. Sebagai bangsa yang besar tantangan yang akan kita hadapi juga besar, mulai dari kemiskinan,  ketimpangan sosial dan pengangguran. Ke depan seiring dengan kompetisi antar negara maka kita juga dihadapkan dengan tantangan yang memiliki daya saing dan kreativitas yang tinggi," pesan Presiden. 

Untuk itu Presiden ingin anak-anak muda untuk mempersiapkan diri menjadi generasi muda Indonesia yang kuat dan  tangguh, menyiapkan diri menjadi anak muda yang produktif, anak muda yang penuh optimisme."Saya mengajak gerakan Pramuka untuk terus mengikuti kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan cepat. Gunakan kemajuan teknologi ini untuk menyebarkan pesan-pesan Gerakan Pramuka. Gunakan medsos untuk mengajak anak muda bergabung pada Pramuka. 

Pada kesempatan ini Presiden memberikan Penganugerahan tanda penghargaan  tertinggi  Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas  Kencana kepada Megawati  Seokarno Putri. Penghargaan lain juga diberikan kepada 37 orang penerima berupa Lencana Mabida Peduli kepada 3 orang, Lencana Melati kepada 15 orang,  Lencana Darma Bakti kepada 5 orang,  Lencana Satyawira Madya kepada 8 orang,  Lencana Karya Bakti kepada 1orang,  Lencana Pancawarsa Utama kepada 1 orang dan Lencana Teladan kepada 4 orang.

Wagub Kandouw sendiri menitip pesan kepada seluruh peserta Jamnas utusan Sulut yang mengikuti acara untuk mengikuti setiap kegiatan yang direncanakan, menjaga kesehatan serta tetap menjaga nama baik daerah dan membangun hubungan baik antas sesama peserta dari daerah lain.(Humas provinsi sulut)

 

Dihadiri Gubernur GMIM Imanuel Ranowangko II Rayakan HUT ke-182 Injil Masuk Desa Ranowangko II

Segenap jemaat GMIM Imanuel Ranowangko II, menggelar Ibadah syukur HUT ke- 182 Injil masuk Desa Ranowangko II Minggu (13/08), kemarin.
Ibadah syukur yang dipimpin Ketua Wilayah Lembean Kombi Pdt Novri  Kolibu MTh, ikut pula di hadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow, Sekab Minahasa Jefry Korengkeng SH MSi, Kadis PU Ir Eddy Kenap MSi, Sekwan B Mononutu SH, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir Ronald Sorongan MSi, Plt Kadis Pertanak Ir Ari Bororing, serta Kabag Agama Biro Kesra Dra Olga Saisab. Usai pelantikan Panitia HUT ke-182 Injil masuk Desa Ranowangko II dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru Jemaat tersebut, yang dilakukan Gubernur, Ketua Wilayah Lembean Kombi Pdt Novri Kolibu MTh dan Bupati Minahasa.
Gubernur memberi apresiasi positif terhadap semangat jemaat, karena mempunyai rencana besar akan membangun rumah ibadah, sembari mengakui dewasa ini membangun rumah ibadah sudah menjadi kebutuhan dari warga jemaat dengan harapan tentunya agar kedepan pelayanan akan semakin baik, katanya.
Karena itu sudah menjadi tugas kita memberi untuk Tuhan. Kesempatan seperti ini tidak banyak, karena ini merupakan kesempatan yang baik bagi jemaat untuk membagi berkat untuk rumah Tuhan, dalam menopang penyelesaian pembangunan gedung gereja ini, ajak orang nomor satu di Sulut ini. Sembari berharap Panitia segera memasukan proposal di pemprov utk proses pencairan bantuan.
Ketua Panitia Pembangunan gereja Marlon Sumarow, melaporkan untuk biaya pengadaan lahan gereja sebesar Rp. 95 Juta, biaya penggusuran menghabiskan anggaran 4 Ratus Juta sedangkan untuk biaya pembangunan gereja  dengan luas  25X40 M dengan kontruksi 3 lantai akan menelan anggaran Rp.7 M lebih, didalamnya sudah termasuk pastori dan konsistori. (Humas Pemprov Sulut).

Gubernur Letakan Batu Pertama Pembangunan GMIM Getsemani Sakobar

Ditengah-tengah suasana sukacita iman dalam rangka pengucapan syukur Jemaat GMIM Getsemani Sario Kota Baru (Sakobar) Manado, Minggu (13/08) kemarin, melaksanakan peletakan batu pertama rehabilitasi pembangunan gedung gereja. Peletakan batu pertama ini di lakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul, Anggota DPR-RI Jendry Keintjem SH, Ketua BPMJ GMIM Getsemani Sakobar Pdt Priskila Solang Tampemawa STh dan Ketua Panitia Prof DR Dody Sumajouw.
Saat menyampaikan sambutannya Gubernur tak lupa memberi semangat kepada warga jemaat, karena dalam menghadapi pembangunan gereja seperti ini pasti ada banyak tantangan yang akan dihadapinya.Tapi saya percaya kalau kita bersatu pasti semua bisa berjalan dengan lancar, karena telah dilandasi adanya kinginan kuat dari jemaat, sembari mengungkapkan pengalamannya ketika menjadi Panitia Pembangunan Gereja di Jakarta sewaktu Indonesia  belum krisis moneter (krismon) sekitar Tahun 1997 lalu. Secara khusus memiliki kesamaan kondisi dan karakteristiknya, karena panitia di sini menargetkan 70 persen dana berasal dari swadaya jemaat sedangkan 30 persen  berasal dari luar jemaat. Untuk itu Gubernur berjanji untuk dana 30 persen itu, nanti Pemprov yang akan membantunya.
Pdt Sumakul dalam khotbanya, mengajak jemaat untuk bersatu dalam menghadapi pembangunan gedung gereja ini. Hindari dari pemikiran-pemikiran fanatisme sempit yang hanya menganggu kelancaran penyelesaian pembangunan gedung gereja ini, sembari menyebutkan Jemaat GMIM Getsemani Sakobar merupakan jemaat terbesar di kota Manado yang memiliki 40 kolom dengan jumlah anggota jemaat sekitar 3 ribu, ini merupakan aset jemaat yang harus di jaga dengan baik, ujar Pendeta Sumakul.
Sementara Ketua Panitia Prof DR Sumajouw mengungkapkan, pembangunan gedung gereja yang berkonstruksi asitektur Minimalis Modern, akan dibangun selama 4 tahun ini memiliki tiga lantai yang mampu menampung 1100 anggota Jemaat, dengan anggaran biaya sebesar Rp.7,9 M. Turut hadir para pejabat teras Eselon II lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut).

Sabtu, 13 Agustus 2016

Gubernur: Pengelolaan dana Desa Harus Transparan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE meminta Pengelolaan dana desa harus transparan dan akuntabel. Menurutnya, Pengelolaan dana desa yang akuntabel sesuai dengan peraturan pemerintah no. 22 tahun 2015 tentang dana desa yang bersumber dari APBN. Jelas Gubernur dalam Seminar Pengelolaan dan Pengawasan Dana desa di Sutanraja Convention Hall Airmadidi Jumat(12/08) kemarin.

Dalam kesempatan ini, Dondokambey selaku pemateri mengatakan bahwa dana desa harus tepat sasaran sehingga dapat meningkatkan  Pemerataan pembangunan desa dan memperkuat masyarakat desa selaku subjek pembabgunan, jelas Dondokambey.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa dana desa adalah wujud nyata pemerintah untuk membangun daerah dari tingkat pemerintahan terkecil yang juga sesuai dengan Nawa Cita ke 3 presiden yang berbunyi : Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dab desa dalam kerangka NKRI, Imbuhnya.

Menutup sambutanya, Gubernur mengharapkan agenda ini kiranya dapat menjadi ajang peningkatan kualitas dan kapabilitas penyelenggara pemerintahan terutama perangkat desa dalam pengelolaan dana desa yang baik dan benar, harap Gubernur.(Humas Pemprov Sulut).