Rabu, 12 Oktober 2016

Gubernur dan Dubes Bahas Pembukaan Jalur Transportasi Manado-Philipina.

Gubernur Sulawesi Utara  Olly Dondodokambey SE menerima  kunjungan Duta Besar Imdonesia Untuk Philipina Letjen (Purn)Jhonny Lumintang  bertempat di ruang kerja Gubernur Rabu ( 12/10) siang kemarin.

Dalam pertemuan itu Gunermur dan Dubes membicarakan konektivitas  bagaimana membuka hubungan laut dan udara sekarang ini ada beberapa surat yang akan di selesaikan antara  Sulut dan Filipina  misalnya tentang export dan Impor  "contohnya pengiriman barang dari  China, Jepang dan Korea selama ini penggiriman melalui Davao lalu ke Surabaya atau jakarta  dan di distribusikan ke daerah - daerah,  sekarang ini saya usahakan pengiriman itu  langsung ke  pelabuhan Bitung Sulawesi Utara " kata Lumintang.

Gubernur menyambut baik dan mengapresiasi  dan akan menindak lanjuti   rencana kerjasama dengan pemerintah Filipina tersebut, maka tahun ini akan diupayakan  supaya teralisasi dalam waktu dekat, karena Presiden Jokowi akan  datang untuk meresmikian Bandara Miangas, dengan di buka jalur ini maka ekonomi dan parwisata akan maju dan sekarang kunjungan Wisatawan di Sulawesi utara tiap hari makin bertambah oleh karena itu untuk menunjang ini dalam waktu dekat Maskapai Lion Air akan buka jalur Davao -Manado-Cebu kata Olly..
Dalam pertemuan ini ikut pula dihadiri Sekprov Edwin Silangen SE MS serta sejumlah Kadis terkait. (Humas pemprov sulut).

Gubernur Buka Pameran Bulan PRB

Gubernur Sulut Olly Dondolambey SE membuka pelaksanaan Pameran Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di lapangan Mega Mas Manado, Rabu (12/10) sore kemarin, yang ditandai dengan penguntingan pita oleh Gubernur.
Usai peresmian Gubernur didampingi Kepala BNPB  Willem Rampangiley, unsur Forkopimda Sulut dan Walota Manado Vecky Lumentut meninjau Pameran PRB tersebut di tandai dengan penguntingan pita oleh Gubernur Sulut.
Kegiatan dalam rangka memeriahkan agenda ACDM dan ADDM yang sementara berlangsung di Kota Manado ini. Gubernur mengatakan, pemeran ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempromosikan budaya pengurangan resiko bencana, termasuk pencegahan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan, sejak tahun 2009 telah ditetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari peringatan pengurangan reaiko bencana Internasional (International Day for Disaster Risk Reduktion, ujarnya Dondokambey sembari menambahkan peralatan BNPB baik kendaran dan peralatan medis yang di pamerkan dalam pameran ini semuanya akan di serahkan kepada BPBD Sulut, karena Sulut termasuk salah satu daerah rawan bencana.
Sementara Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi BNPB Ir Siswanto yang juga selaku penanggungjawab Pameran menyebutkan, peringatan PRB relah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2913 kalu, yang secara berturut-turut disekenggarakan di Kota Mataram NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), dan Kota Surakarta Jawa Tengah (2015). Dalam peringatan Bulan PRB tersebut selalu disertai dengan pelaksanaan pameran Bulan PRB.
Pada tahun 2916 ini, pameran ini dilaksanakan di Mega Mas Manado dengan tema "Gerakan Pengurangan Resiko Bencana Untuk Ketangguhan", jelas Siswanto sembari menambahkan, pameran ini diikuti 72 Stand rinciannya Provinsi Sulut 15 Stand (Kabupaten/Kota se-Sulut), BPBD Jabar, DKI, Sulteng, Maluku, Malut, Gorontalo, Sulsel, Sultra, Kalimantan dan BPBD Sumbar, serta Instansi terkait lainnya.(Humas pemprov Sulut).

Wagub buka Kejurnas Anggar dan pencak silat antar PPLP/PPLD/SKO se Indonesia

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw membuka kejuaraan nasional anggar dan pencak silat antar PPLP/PPLD/SKO se Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (12/10) bertempat di gedung olahraga Koni Manado.

Dalam sambutan, Wagub mengapresiasi baik penyelenggaraan kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan ini merupakan simulasi yang baik untuk mengembangkan karir para generasi muda di dunia olahraga.

Semua peserta yang bertanding pasti mempunyai mimpi untuk berprestasi. Para peserta diharapkan agar memupuk daya jual menjadi atlit bermental baik, jangan mudah tergiur dengan materi, namun dapat membangun jiwa sportifitas tinggi sehingga dapat membangun karir secara profesional.

Untuk itu juga Wagub berpesan agar menjadikan momen ini juga untuk membangun kebersamaan antar sesama peserta dari seluruh indonesia, bertanding dengan baik dan menunjukan sikap sportifitas tinggi.

Kepala dinas pemuda dan olahraga provinsi sulut dalam sambutan mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin kementrian olahraga untuk mencari bibit atlit yang berpotensi berprestasi.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan unsur Forkopimda Sulut, pengurus Koni Sulut.(humas provinsi sulut) 

Langsung Action, Silangen Kukuhkan Pengurus BPRS Provinsi Sulut

Selang beberapa jam dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provins Sulut Edwin Silangen SE MS langsung Action dengan melantik Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Sulawesi Utara Periode 2016-2019 di Ruang Rapat C.J Rantung Kantor Gubernur, Rabu (12/10) siang kemarin.
Dikatakan Silangen sangat disadari pembangunan dibidang kesehatan tidak terlepas dari berkualitasnya atau tidak kinerja para pelaku atau lembaga institusi terkait dibidang kesehatan termasuk BPRS yang memegang fungsi dan peranan langsung dalam memastikan setiap rumah sakit di bumi nyiur melambai menyelenggarakan pelayanannya secara bermutu dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat serta ketentuan yang berlaku. Untuk itu diharapkan tanggung jawab bagi para anggota yang dilantik untuk melaporkan hasil pengawasan yang turut dibarengi rekomendasi konstruktif dan berasal dari kajian yang komprehensif serta rill dari BPRS.
"Amanah dan kepercayaan yang telah diberikan harus dapat dijawab dan direspon dengan karya dan kerja yang nyata serta semakin terarah pasa pemenuhan dan pencapaian tujuan bersama yakni masyarakat yang sehat, makmur dan sejahtera" tegas Silangen.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulut Dr Jemmy Lampus MKes mengatakan semoga dengan terbentuknya BPRS dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi terwujudnya Sulawesi Utara yang lebih Hebat.

Adapun Pengurus yang dikukuhkan oleh Gubernur Olly  meliputi :

1. Ketua : Dr. Wim J. Damopolii, SpB, SpU, MM, M.Kes, unsur Persi.

2. Anggota : Dr. Shirley Jane Palit, M.kKes, unsur Pemda.

3. Anggota : Dr. B.J. Waleleng, SpPD, KGEH, unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

4. Semuel Stevie Kumajas, S.Kep, NS,M.Kep, unsur PPNI

5. Anggota : Theodorus D, Unsur Tokoh Masyarakat.

6. Sekretaris : Dr. Lidya E. Tulus ( Kabid UPK Dinkes Sulut) unsur Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

Turut hadir, Direktur RS. Kandouw DR Maxi Rondonuwu Mars dan Kadinkes Kabupaten Kota serta stakeholder Kesehatan lainnya.
(Humas Pemprov Sulut)

Silangen Sekprov Sulut, Dondokambey Apresiasi Mokodongan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE melantik dan mengambil sumpah Kepala Badan Kesbang Pol Sulut Edwin H Silangen SE MS sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara di ruang Mapalus Kantor Gubernur Rabu (12/10) pagi kemarin.

Pelantikan terhadap Silangen berdasarkan Keputusan Presiden RI Joko Widodo No.102 TPA Tahun 2016 Tentang Pengangkatan Jabatan Tinggi Madya di Lingkungan Pemprov Sulut, Tanggal 4 Oktober 2015.

Di awal  sambutannya Gubernur tak lupa mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang tinggi kepada Siswa .R Mokodongan (mantan Sekprov) yang sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dan sudah mengantarkan kami menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara.

"Memang ada yang datang ada yang pergi itu sudah biasa dan pak Rahmat sudah beralih status di Kementrian Dalam Negeri, mudah - mudahan dalam minggu ini akan segera dilantik dengan eselon yang sama", terang Gubernur.
Gubernur juga mengatakan pelantikan Sekprov Sulut saat ini menjadi ajang kaderisasi birokrasi Pemprov Sulut, sekaligus memompa kinerja ASN. Jabatan Sekretaris daerah sangat penting dalam proses administrasi serta secara dinamis memiliki peran penting menjaga  kesinambungan pembangunan daerah.
Gubernur secara khusus memberikan perhatian kepada Silangen selaku Sekprov yang baru untuk mempercepat persiapan dan penyusunan RAPBD Tahun 2017 serta Penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selanjutnya secara luas Gubernur mengajak segenap jajaran di lingkungan Pemprov Sulut untuk mendukung kinerja Sekretaris Daerah yang baru demi sinergitas kerja yang menjadi modal utama  untuk memajukan pembangunan daerah demi menuju Sulut yang lebih hebat karena Torang Samua Ciptaan Tuhan.
Usai pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan Sekertaris Provinsi Sulut dari pejabat lama Ir Rahmat Mokodongan kepada pejabat yang baru Edwin Silangen yang di tandai dengan penyerahan bukuemori. 
Turut hadir Kepala BNPB RI Laksamana Madya TNI Willem Rampangiley, Wakil Gubernu Sulut Drs Steven Kandouw, Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dan Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS bersama pengurus, Ketua DPRD Provinsi Sulut bersama pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Forkopimda Sulut, Pimpinan Instansi Vertikal Sulut, Para Bupati Walikota, Para Ketua DPRD Kab/kota,antan Ketua TP PKK Sulut Ny Seetje Sarundajang Laih Tambuwun, Manta Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil MPd Bersama Ibu Mieke Kansil Tatengkeng, Rektor Unsrat dan Unklab, Uskup Manado MGR Joseph Suatan, Ketua Sinode GMIM DR HWB Sumakul, serta pejabat Eselon II, III dan IV lingkungan Pemprov Sulut.
(Humas Pemprov sulut).

Selasa, 11 Oktober 2016

Palandung Buka Kagiatan ACDM

Agenda kegiatan dalam rangka 29 Th ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) telah berlangsung hari Selasa (11/10) siang kemarin. Kegiatan tersebut telah dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, di Hotel Novotel GKIC Manado.
Palandung atas nama Pemerintah Provinsi Sulut mengungkapkan apresiasinya atas dipilihnya Sulut sebagai tuan rumah perhelatan akbar pengurangan risiko bencana. Pelaksanaan kegiatn ini sangat mendukung Sulawesi Utara menjadi icon pariwisata.

Penguatan ketangguhan ASEAN menjadi agenda bersama sebagai bentuk kerjasama, kolaborasi dan solidaritas antar negara di kawasan ini. Pertemuan ACDM ke-29 berupaya untuk membahas berbagai isu terkait penanggulangan bencana sesuai dengan koridor yang terangkum dalam prioritas program kerja AADMER 2016 – 2020.

Belajar dari rentetan kejadian bencana besar di ASEAN, bencana telah memberikan dampak kerugian yang sangat besar. Kerugian triliunan rupiah, korban meninggal, menderita maupun kerusakan infrastuktur. Hal tersebut mendorong negara-negara ASEAN untuk membangun ketangguhan bersama menghadapi bencana. Bencana besar tadi telah memberikan dampak signifikan baik kerusakan dan korban jiwa terhadap negara-negara ASEAN seperti Tsunami Aceh (2004), Siklon Nargis (2008), Gempabumi Padang (2009), Tsunami Mentawai (2010), Erupsi Merapi (2010), Banjir Bankok (2011), Gempabumi Bohol (2013), Siklon Haiyan (2014).

Potensi bahaya yang berujung pada bencana mendorong ASEAN dengan semangat ‘One ASEAN One Response’ tidak hanya beraksi pada saat respon tetapi juga beragam konteks dalam penanggulangan bencana. Tujuan besar yang ingin dicapai di kawasan ini adalah masyarakat ASEAN yang tangguh menghadapi bencana dimana hal tersebut juga menjadi tema ASEAN Day on Disaster Management 2016, yaitu “One ASEAN Community for Better Resilience.”  

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyampaikan bahwa masyarakat ASEAN yang berjumlah lebih dari 650 juta ini hidup di kawasan yang rawan bencana. Di sisi lain, bencana alam telah berdampak pada kerugian di kawasan hingga US$ 4,4 milyar setiap tahun.

“Menyikapi kerugian di kawasan ASEAN, saya sangat bangga dengan deklarasi bersama ‘One ASEAN One Response’ pada 6 September 2016,” kata Willem terkait dengan upaya bersama membangun ketangguhan dan penanggulangan bencana di kawasan.

Negara-negara ASEAN menghadapi risiko bencana yang sangat tinggi. Berdasarkan data Bank Dunia 2011, sejak tahun 2000 lebih dari 100 juta jiwa terkena dampak bencana alam. Hampir semua jenis bencana berpotensi terjadi di kawasan ini, seperti gempabumi, erupsi gunungapi, tsunami, banjir, siklon, longsor, dan kekeringan. Kawasan ASEAN berpotensi menderita kerugian akibat bencana sebesar US$ 4,6 milyar atau sekitar 0,2 persen dari pendapatan domestic bruto (PDB) kawasan setiap tahunnya.

Cita-cita ketangguhan terintegrasi dalam prioritas program kerja AADMER 2016 -2020. Seiring dengan konteks tersebut, ASEAN melalui pertemuan ACDM ke-29 ini bertujuan untuk membahas perkembangan dan pengalaman dengan fokus pada 4 komponen strategis, salah satunya kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Pembahasan pada pertemuan kali ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan pada 26 - 29 April 2016 di Semarang, Jawa Tengah.

Indonesia sebagai keketuaan ACDM memilih Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara sebagai tuan rumah penyelenggaraan karena provinsi ini rawan bencana dan sekaligus sebagai provinsi tujuan wisata bahari. Bersamaan dengan ACDM ke-29, Indonesia juga menyelenggarakan secara pararel kegiatan nasional dan regional, seperti 4th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM), ASEAN Day on Disaster Management (ADDM) dan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2016.

Kegiatan yang akan berlangsung hingga 14 Oktober 2016 ini, menurut Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan akan diwarnai dengan kegiatan pameran pengurangan resiko bencana (PRB), relly PRB, galla dinner, opening ACDM bulan PRB, penanaman mangrov, seminar revolusi mental, tangguh award dan technical session (Humas Pemprov sulut).

Wagub: Yayasan Jantung Sehat Bantu Pemerintah Jadikan Masyarakat sehat


Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw mengajak kepada seluruh pengurus yayasan jantung sehat provinsi sulut, untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah menjadikan masyarakat Sulut sehat.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat pelantikan pengurus yayasan jantung sehat sulut periode tahun 2016-202, Selasa (11/8) bertempat di ruang CJ Rantung kantor gubernur sulut. Dimana Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos.MARS dilantik sebagai ketua. Pelantikan pengurus dilakukan oleh ketua umum yayasan jantung sehat indonesia ibu Syahlina Zuhal.

Dalam sambutan Wagub menyatakan seluruh pengurus yayasan jantung sehat diharapkan dapat mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya jantung bagi kehidupan, dengan terus mengkampanyekan gaya hidup sehat, serta terus menjaga sinergitas bersama pemerintah dalam menjalankan segala program kerja.

Yayasan jantung sehat indonesia sulut dibawah pimpinan dokter Kartika Devi Kandouw Tanos diharapkan juga mampu mengaktualisasikan misi mulia dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui pemasyarakatan panca usaha jantung sehat.(humas provinsi sulut)