Jumat, 26 Januari 2018

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Lakukan MoU Dengan Bank SulutGo dan Dinas Pendidikan Daerah Sulut.



 
 Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2018 di Sulawesi Utara ini berjumlah Rp. 405 Miliar.

Terkait dengan penyaluran dan BOS tersebut Gubernur Sulut Olly Dondokambey meminta agar penyaluran sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

"Angka ini (Rp.504 Miliar) cukup besar untuk dana BOS tahun anggaran 2018. Tahun 2017 lalu berjumlah Rp. 498 Miliar. Untuk itu saya meminta penyaluran harus sesuai mekanisme dan aturan yang ada," kata Gubernur Olly usai penandatangan MoU penyaluran dana BOS antara pihak BankSulutGo dengan Pemprov, Jumat (27/1/2018) pagi kemarin

Lanjut Olly, dengan melibatkan Bank SulutGo  penyaluran dana BOS akan lebih maksimal dan cepat meng-input semua data guru-guru agar proses transfer ini per triwulan bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Selain itu kata Olly kalaupun kekurangan tenaga kerja untuk mempercepat penyaluran dana BOS, bisa meminta bantuan kepada mahasiswa.

"Kalaupun kekurangan tenaga kerja bisa mengambil tenaga dari luar yakni mahasiswa agar proses penyaluran dan BOS bisa berjalan dengan lancar dan aman," pungkas Gubernur pilihan rakyat Sulut ini.
Penanda tanganan  MoU ini disaksikan Wakil Gubernur .Steven O.E Kandouw, Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, Direksi Bank SulutGo  dan Pejabat Eselon II dilingkup Pemprov Sulut .


Kamis, 25 Januari 2018

Gubernur Olly : Rencana Bapa Di Surga Jauh Lebih Besar Dari Semuanya

Duka mendalam ikut dirasakan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE saat melayat ke rumah duka Keluarga Tangkudung-Legoh atas meninggalnya almarhumah Jeannete Florina Rineke Legoh ibu mertua Wakil Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri di Kelurahan Manembo-nembo, Kota Bitung, Kamis (25/1/2018) siang.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan keluarga Dondokambey-Tamuntuan saya menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya," ungkapnya.

Gubernur Olly juga memotivasi keluarga yang ditinggalkan almarhumah untuk memahami indahnya rencana Tuhan atas kepergian almarhumah.

"Kita harus percaya rencana Bapa di surga jauh lebih besar dari semuanya. Marilah kita semua hidup rukun-rukun selalu," ucapnya.

Olly menuturkan, dirinya mengenal baik kehidupan almarhumah. Karena, semasa hidup almarhumah merupakan sosok yang menjadi panutan baik keluarga maupun di lingkungan gereja, pemerintah dan masyarakat Bitung.

“Sebagai umat yang percaya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan karena apa yang dilakukan almarhumah semasa hidup banyak karya yang luar biasa yang telah dilakukan almarhumah bagi keluarga, juga dalam pelayanan di gereja, pemerintahan dan masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama Walikota Bitung Max Lomban mengajak masyarakat Bitung untuk meneladani sikap dan pengabdian almarhumah semasa hidupnya.

"Janganlah terus bersedih. Masyarakat Bitung patut berbangga karena pernah dihadirkan seorang ibu yang menjadi teladan bagi kita semua," ungkapnya.

Agenda itu turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Wakil Ketua BPMJ GMIM Pdt. Petra Rembang, M.Th, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkot Bitung serta masyarakat.

Rabu, 24 Januari 2018

Gubernur Olly Optimis Raker Disbun Jadi Momentum Strategis Samakan Komitmen Membangun Perkebunan

Rapat kerja dinas perkebunan daerah provinsi dan kabupaten/kota se Sulawesi Utara diharapkan sebagai ajang untuk mencapai sasaran pembangunan perkebunan.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, SE, M.TP pada rapat yang dilaksanakan di Manado, Rabu (24/1/2018) siang

"Mari kita jadikan momentum untuk menyamakan persepsi dan komitmen dalam mencapai sasaran pembangunan perkebunan, sebagaimana target dalam rencana yang kita tetapkan bersama," katanya.

Menurut Olly, hal itu bukan tanpa sebab. Pasalnya dalam misi (sapta cita) pembangunan daerah 2016-2021, seluruh sektor strategis termasuk sektor perkebunan mutlak dioptimalkan pencapaiannya.

"Berbagai program kerja dan kegiatan yang telah dijalankan dinas perkebunan dalam kerangka mewujudkan pembangunan perkebunan yang berdaya saing, sejauh ini masih menunjukkan perkembangan atau geliat positif," ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Gubernur Olly, tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa permasalahan yang patut dijadikan bahan evaluasi bersama.

"Besarnya tanaman perkebunan yang telah memasuki usia tidak produktif, pengembangan diversifikasi usaha tani berbasis perkebunan belum maksimal dan belum memadainya infrastruktur pada wilayah sentra produksi perkebunan," ungkapnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly megajak seluruh peserta rapat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pelaksanaan rapat kerja yang bertemakan kerja keras, kerja bersama, petani sejahtera itu.

"Ini untuk mendukung program operasi daerah selesaikan kemiskinan dalam mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Refli Ngantung, SP menerangkan tujuan rapat tersebut.

"Kegiatan ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan perkebunan tahun 2017, mempercepat pelaksanaan program pembangunan perkebunan tahun 2018 dan merencanakan program pembangunan perkebunan tahun 2019," katanya.

Disamping itu, Ngantung juga optimis kegiatan itu akan menghasilkan beberapa out put penting.

"Rapat ini diharapkan memberikan out put yakni tersedianya data program pembangunan 2017, adanya pemahaman yang sama provinsi, kabupaten dan kota dalam pembangunan perkebunan, tercapainya realisasi penyerapan anggaran tahun 2018 serta tersedianya konsep program pembangunan pertanian tahun 2019," paparnya.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut.

Selasa, 23 Januari 2018

Sepakat Dengan Jokowi, Olly Dukung Kebijakan Kemudahan Izin Berusaha

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mendukung penuh kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk mempermudah investor yang akan mengurus izin usaha di Indonesia. Janji ini disampaikan Olly usai mengikuti rapat kerja pemerintah tentang percepatan pelaksanaan berusaha di daerah yang dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Selasa (23/1/2018) siang.

Kata Olly, dirinya selama ini telah mempelajari faktor yang mendorong para investor untuk menanamkan modalnya atau membuka usaha di sejumlah daerah, salah-satunya adalah persoalan administrasi.

Menurut Olly, sebagai provinsi yang yang memiliki posisi geografis strategis di wilayah asia pasifik, Sulut punya potensi besar dalam meningkatkan sektor wisata, terutama wisata alam.

"Wisata ini butuh infrastruktur pendukung dengan dana besar, karena itu kita butuh investor. Saya sudah perintahkan jajaran untuk mempermudah pengurusan perizinan," janji Olly.

Soal keamanan dan kenyamanan bagi investor, Olly memastikan tidak ada kendala karena pihaknya akan menggandeng seluruh elemen, termasuk TNI/Polri. “Saya pastikan investor akan aman dan nyaman, kalau ada kendala tolong dilaporkan dan kami akan berikan perlindungan,” tegasnya.

Di samping itu, lanjut Olly, sesuai dengan visi Terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam berbudaya, dengan semakin banyaknya investor yang membuka usaha, dirinya juga berusaha membuka kesempatan kerja seluas-luasnya untuk warga bumi nyiur melambai.

Menurut orang nomor satu di Sulut itu, dengan mempermudah perizinan untuk investor yang kemudian membuat mereka tertarik menanamkan modalnya di Sulut, maka akan mampu menampung tenaga kerja. Bahkan, di tahun 2018 ini, Pemprov Sulut telah menetapkan beberapa target “Indikator Ekonomi Makro” pembangunan termasuk penurunan tingkat pengangguran.

"Indikator tersebut adalah Pertumbuhan Ekonomi Daerah di angka 6,2%, Laju Inflasi Provinsi, 5%, Pendapatan Per Kapita, 37 Juta/Kapita, IPM berada pada 70,8, Indeks Gini 0,39 dan Tingkat Kemiskinan, 8,2% serta Tingkat Pengangguran 6,75%," bebernya.

"Kalau ada pengusaha yang akan membangun hotel, pusat perbelanjaan dan usaha-usaha besar lainnya tentu akan menjadi solusi terhadap persoalan pengangguran ini,” lanjut Olly.

Sebelumnya dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi mengemukakan, dibandingkan dengan negara-negara pesaing terutama negara tetangga, pertumbuhan investasi di Indonesia masih kalah jauh.

Sesuai data BKPM tahun 2017, investasi di India naik 30 persen, Filipina naik 38 persen, Malaysia naik 51 persen, sementara Indonesia hanya 10 persen. Menurut Presiden, alasan utama Indonesia kalah bersaing adalah karena persoalan regulasi. 

“Kita ini kebanyakan aturan-aturan, kebanyakan persyaratan-persyaratan, kebanyakan perizinan-perizinan yang masih berbelit-belit,” kata Jokowi

Untuk itu, Presiden berpesan kepada seluruh Gubernur dan terutama Ketua DPRD, agar jangan membuat perda (peraturan daerah) baru yang menambah keruwetan. Apalagi, lanjut Presiden, kalau perda tersebut berorientasi proyek.

“Kalau orientasinya hanya ingin membuat perda sebanyak-banyaknya, sudahlah. Yang paling penting menurut saya perda itu kualitasnya bukan banyak-banyakan. Kalau sudah ngeluarin perda banyak itu sebuah prestasi, menurut saya ndak,” ujar Presiden.

Presiden membandingkan proses perizinan yang dibutuhkan investor di tingkat pusat dengan di daerah. Untuk pembangkit listrik misalnya, tambah Presiden, pada tingkat pusat sudah bisa dipangkas menjadi 19 hari. Namun di daerah, menurut Presiden, masih 775 hari. Sementara di bidang pertanian, ujar Presiden, untuk tingkat pusat sudah 19 hari, namun di daerah masih 726 hari. Di perindustrian, tambah Presiden, untuk pemerintah pusat 143 hari, sedangkan di daerah 529 hari.

Untuk itu, Presiden menekankan pentingnya mengharmonisasi kembali kebijakan pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Ini perlu saya ingatkan, yang namanya otonomi daerah itu bukan federal. Kita adalah negara kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi hubungan antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota ini masih satu, masih satu garis,” tegas Presiden.

Jika seluruh provinsi, kabupaten, dan kota masing-masing mengeluarkan peraturan, regulasi, standar, serta prosedur sendiri-sendiri tanpa koordinasi dan harmonisasi, menurut Presiden, yang terjadi adalah fragmentasi.

“Kita menjadi bukan menjadi sebuah pasar besar lagi, pasar nasional, pasar tunggal yang besar tetapi terpecah menjadi pasar yang kecil-kecil, sebanyak 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota,” kata Presiden seraya menambahkan, bahwa kekuatan Bangsa Indonesia adalah sebuah pasar tunggal yang besar yaitu pasar nasional.

Itulah, lanjut Presiden,  yang dirasakan oleh investor, bahwa dari sisi regulasi begitu mengurus di tingkat pusat kemudian dilanjutkan ke daerah itu seperti masuk ke wilayah yang lain. “Ini yang bahaya kalau persepsi itu muncul,” ujarnya.

Inilah, menurut Presiden, yang ingin diperbaiki melalui single submission. “Kita duduk bersama nanti untuk berkoordinasi, untuk membuat harmonisasi, sehingga menyatukan pasar besar kita dalam satu kesatuan, dalam sebuah destinasi investasi nasional, dengan aturan main dengan perizinan, dengan undang-undang, dengan perda yang inline satu garis,” tutur Presiden Jokowi.

Rapat Koordinasi Pemerintah itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BKPM Thomas Lembong serta Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Senin, 22 Januari 2018

Serahkan SK 80 Persen, Kandouw Minta CPNS Kemenkumham Jaga Integritas

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw mengingatkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham yang ditempatkan di Sulut untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti masa percobaan agar statusnya bisa meningkat jadi PNS.

"Saudara belum seratus persen menjadi PNS. Jadi bekerjalah dengan serius agar statusnya nanti meningkat jadi PNS. Jagalah moral dan integritas. Setelah itu pasti semuanya akan berjalan dengan baik," kata Kandouw pada agenda penyerahan SK CPNS Kanwil Kemenkumham Sulut yang dilaksanakan di Ruang C.J. Rantung, Senin (22/1/2018) pagi.

Menurut Kandouw, di era sekarang, menjadi CPNS tidaklah mudah karena banyaknya peminta serta terbatasnya peluang.

"Tujuh tahun sudah moratorium CPNS di Sulut. Artinya tidak gampang menjadi CPNS karena selain banyaknya yang berminat tetapi kesempatannya juga terbatas," bebernya.

Disamping itu, Kandouw juga berharap agar seluruh CPNS Kemenkumham yang telah ditempatkan di Bumi Nyiur Melambai tidak mengajukan pindah ke daerah lainnya di Indonesia.

"Dimanapun saudara ditempatkan, jangan langsung minta-minta pindah. Bekerjalah dengan dedikasi, loyalitas, prestasi dan pengorbanan," tandasnya.

Usai sambutan, Wagub Kandouw menyerahkan SK CPNS atau SK 80 persen secara simbolis kepada tiga CPNS Kanwil Kemenkumham Sulut. Kandouw yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey, SE mengucapkan selamat kepada para CPNS tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut Pondang Tambunan menyebutkan sebanyak 257 CPNS dari total 17.526 CPNS Kemenkumham di seluruh Indonesia ditempatkan di seluruh kabupaten dan kota di Sulut.

"Ada 257 CPNS Kemenkumham yang akan ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis yakni Lembaga Permasyarakatan dan Rumah Tahanan yang terdapat di Sulawesi Utara," katanya.

Menariknya, pertemuan itu dirangkaikan dengan teleconference pembekalan/orientasi CPNS Tahun 2017 dengan Menkumham RI Yasonna H. Laoly yang diikuti secara serentak oleh seluruh Kanwil Kemenkumham.

Terungkap, Menkumham Yasonna memastikan perekrutan CPNS Kemenkumham berlangsung bersih dan akuntabel.

"Kami pastikan perekrutan CPNS bersih. Tidak ada percaloan. Siapapun yang hasil tesnya memenuhi syarat pasti lulus. Tidak perlu ada hubungan atau kedekatan supaya bisa lulus. Sekarang eranya sudah berubah," ucap Yasonna lalu disambut tepuk tangan seluruh CPNS yang mengikuti teleconference.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BKN Regional XI English Nainggolan, Kepala BKD Femmy Suluh dan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulut Helda Tirajoh.

Sabtu, 20 Januari 2018

Wagub Kandouw : Rakyat Talaud Perlu Pelayanan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud harus menomorsatukan pelayanan terhadap masyarakatnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw saat tatap muka dan pembinaan dengan jajaran Pemkab Talaud di Pendopo Kantor Bupati, Melonguane, Sabtu (20/1/2018) siang.

"Rakyat Talaud perlu pelayanan pemerintah. Ada 109 ribu penduduk yang memerlukan pelayanan dari pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, Kandouw mengimbau jajaran Pemkab Talaud untuk selalu mengutamakan dedikasi, loyalitas, prestasi dan pengorbanan demi mewujudkan pelayanan prima.

"Marilah kita bekerja bersama-sama. Harus ada dedikasi, loyalitas, prestasi dan pengorbanan. Keempat hal ini harus dilakukan," ungkapnya.

Disamping itu, Wagub Kandouw juga mengingatkan ribuan ASN yang memadati ruangan pendopo untuk menghindari penyimpangan dalam menjalankan tugas.

"Hindari masalah hukum dalam pekerjaan. Lakukan pekerjaan berdasarkan aturan. Jangan sampai ada lagi ASN di Talaud yang mengalami masalah hukum," ujarnya.

Terkait pelaksanaan Pilkada yang bakal digelar pada 27 Juni 2018 di enam kabupaten/kota termasuk Talaud, Kandouw meminta seluruh jajaran Pemkab Talaud dan masyarakat untuk terus menjaga suasana kondusif demi lancarnya pelaksanaan Pilkada.

"Jagalah suasana yang kondusif ini agar agenda Pilkada dapat berjalan lancar," tandasnya.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Plt. Bupati Talaud Petrus Tuange, Sekkab Talaud Adolf Binilang, perwakilan Forkopimda, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Talaud.

Wagub Kandouw Resmikan Gereja Santa Maria Ratu Damai Melonguane

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw meresmikan
Gereja Katolik Paroki Santa Maria Ratu Damai di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (20/12/2017) pagi. Sebelumnya, dilaksanakan pemberkatan gedung gereja yang dipimpin Uskup Manado MGR. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Dalam sambutannya, Kandouw mengapresiasi peresmian gereja tersebut. "Atas nama Gubernur Sulawesi Utara, saya memberikan apresiasi kepada umat Katolik di Kabupaten Kepulauan Talaud sehingga kita dapat menyaksikan bangunan gereja yang megah ini," katanya.

Kandouw juga mengumpamakan gereja seperti uang yang memiliki fungsi nominal dan instrinsik.

"Gereja ini selain nilai nominalnya yang besar tetapi nilai intrinsiknya harus besar juga. Nilai bangunan ini nominalnya bisa mencapai miliaran rupiah. Sekarang, bagaimana nilai instrinsiknya? Artinya gereja ini juga harus menjadi sumber pengharapan, sumber sukacita, sumber damai sejahtera dan seumber kasih," paparnya.

Lanjut Kandouw, gereja juga harus berperan sebagai saluran kasih kepada masyarakat.

"Fisiknya sudah. Tentu out put nya juga harus ada. Artinya gereja ini bisa menjadi salutan berkat, saluran cinta kasih kepada banyak orang. Saya optimis dengan tekad dan semangat yang kuat hal ini akan terwujud," ucapnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Wagub Kandouw mewakili Gubernur Olly Dondokambey, SE menyerahkan bantuan uang senilai Rp 100 juta untuk melengkapi peralatan di Gereja Santa Maria Ratu Damai dan uang senilai Rp 50 juta untuk pembangunan Germita Lungkangunaung Matahit yang terbakar belum lama ini.

Di tempat yang sama, Uskup Manado MGR. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC optimis gereja yang baru diresmikan itu semakin menguatkan iman umat Katolik.

"Semoga Rumah Allah ini akan senantiasa dipenuhi oleh umat yang berkehendak baik mempersatukan diri dengan Tuhan dan sesama umat agar gedung gereja ini dapat digunakan sesuai fungsinya sebagai Rumah Tuhan sebagaimana Yesus menyucikan Bait Allah," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Talaud Petrus Tuange mengapresiasi perhatian dari Pemprov Sulut dan Keuskupan Manado. Dirinya menjelaskan, Gereja Katolik Paroki Santa Maria Ratu Damai merupakan wujud kebersamaan umat Katolik di Talaud baik dengan sesama maupun dengan Tuhan.

"Kami akan selalu membangun sinergitas dengan Pemprov Sulut. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak wakil gubernur dan bapak uskup yang berkenan hadir ke Talaud," tandasnya.

Adapun agenda itu turut dihadiri Sekkab Talaud Adolf Binilang, pimpinan sinode Germita, perwakilan Forkopimda, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Talaud.