Kamis, 24 Mei 2018

OD-SK Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan

Akselerasi penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Utara berhasil menekan angka kemiskinan hingga menjadi 7,90 persen pada akhir September 2017 dari sebelumnya sebesar 8,20 persen pada September 2016. Pencapaian positif dan jauh di bawah angka kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen itu mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan penanganan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat secara layak.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat C.J. Rantung, Kamis (24/5/2018) pagi.

"Capaian ini tidak membuat kita merasa cukup, namun sebaliknya terus meningkatkan sinergitas dan kerja bersama kita, karena sangat disadari, kemiskinan hanya dapat diselesaikan dengan sinergitas dan sinkronisasi program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait," katanya.

Disamping itu, Wagub Kandouw optimis, pencapaian yang telah ditorehkan itu akan semakin memperkuat komitmen semua pihak di Sulut untuk menanggulangi kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang digagas oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw.

"Sehingga sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Utara 2016-2021 dapat tercapai," tandasnya.

Lanjut Wagub Kandouw dalam sambutannya, melalui Program ODSK itu pula, Pemprov Sulut telah melakukan intervensi kebijakan, diantaranya kegiatan pemberian beasiswa miskin dan miskin berprestasi, bantuan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang belum ter-cover dalam BPJS dan KIS, pembangunan dan rehabilitasi RTLH, dan berbagai program yang menyentuh langsung sebagai upaya nyata terukur dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.

Untuk diketahui, salah satu syarat penerima semua bantuan sosial tersebut adanya data yang akurat. Oleh karena itu Wagub Kandouw mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota khususnya perangkat daerah terkait serta para Camat sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat melakukan verifikasi dan validasi data di daerah masing-masing guna mendapatkan data akurat, karena dari data akurat akan lahir kebijakan yang efektif.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut melalui Kabid Pemerintahan Sosial dan Budaya Dra. Feibe Rondonuwu menerangkan bahwa penanganan kemiskinan yang tepat harus dimulai dari data yang akurat agar bentuk bantuan penanganan kemiskinan bagi masyarakat tepat sasaran dan mampu menekan angka kemiskinan.

Lanjut Rondonuwu, dari beberapa kabupaten dan kota yang dimonitoring langsung oleh Bappeda ternyata masih banyak masyarakat miskin yang belum masuk BDT dan sangat layak menerima bantuan beras, mendapatkan BPJS, RTLH dan program pemerintah lainnya namun tidak terdata sehingga sinkronisasi data ini sangat strategis dalam menentukan langkah pemerintah kedepan.

Adapun rapat tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara oleh seluruh perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

Kegiatan itu turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, perwakilan PT. Pos Indonesia, Perum Bulog, BPJS Kesehatan dan BPS Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

BPS  : Dua Tahun Kepemimpinan Olly - Steven, Penurunan Kemiskinan Sangat Tajam






Di era pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw ternyata angka penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara sangat tajam.

Dari data yang ada pada tahun 2015 angka kemiskinan  menyentuh 8,98 persen. Nah, selang dua kepemimpinan pada tahun 2017 lalu, angka kemiskinan menurun hingga 7,9 persen. Ini merupakan suatu komitmen dan upaya yang luar biasa dari pemerintah daerah.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Moh. Edy Mahmud  SSi, MP dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial yang digelar Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulut, Kamis (24/05) di ruang rapat Tumbelaka, kantor Gubernur Sulut.
Menurut Edy, kondisi penurunan kemiskinan yang terjadi di Sulut sangat luar biasa. "Problem kemiskinan pencapaian di bawah lima 0,5 persen sudah betul-betul sangat maximal. BPS menghitung kemiskinan melalui mendata berdasarkan konsumsi makanan dan non makanan. Penurunan angka kemiskinan di Sulut ini paling rendah dan maximal di seluruh Sulawesi," ungkap Edy seraya menjelaskan kemiskinan yang ada di daerah ini terdapat pada lokasi pedesaan.

Sementara itu Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw saat membuka kegiatan menyatakan untuk penanggulangan kemiskinan Pemprov melakukan identifikasi dan koordinasi warga miskin di Sulut, untuk itu ada tiga indikator keberhasilan  mengatasi kemiskinan yaitu presisi ketepatan  sebab masih banyak  program yang tidak tepat sasaran di SKPD.
"   Masalahnya pertama datanya salah kedua faktor politis tugas kita untuk mengidentifikasi dengan baik, jadi kemiskinan membutuhkan intregitas dari kita, kata Kandouw.
Yang kedua koordinasi, jangan tabur garam di laut sebab itu atas  perjuangan Pak Gubernur Provinsi punya program layak huni 4000 rumah melalui  Dinas Praskim di 15 kabupaten kota untuk mengatasi kemiskinan dan yang ketiga  adalah waktu , jangan di tunda - tunda  bantuan untuk orang miskin , tegas Kandouw.
Selain itu jenis penetrasi masing - masing Kabupaten/Kota dalam merespon permasalahan kemiskinan di wilayah masing-masing. Secara de facto Kabupaten/Kota tidak mampu menghadapi kemiskinan di Daerah masing-masing. Jadi memang harus berkoordinasi dengan Pemprov," ujar Wagub Kandouw.



Sementara itu Karo Kesra, dr Kartika Devi Tanos, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya Pemprov Sulut bersama pihak terkait dalam meningkatkan taraf hidup hidup masyarakat sekaligus menunjang program Pemprov Sulut Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).  

Rabu, 23 Mei 2018

Kumendong Wakili Gubernur Di HUT Ke -11 Bolmut


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dalam rangka peringatan HUT Ke-11 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun 2018 di Ruang Sidang Kantor DPRD Bolaang Mongondow Utara. Kemarin (23/05).

Sambutan Gubernur yamg dibacakan Kumendong mengatakan  bahwa sebelas tahun yang lalu melalui UU No 10 Tahun 2017 Kab. Bolmut resmi ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom, agar dapat mendorong peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah secara optimal guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. "Harapnya.

Lebih jauh lagi kumendong mengajak kepada segenap unsur pembangunan bangsa di daerah ini untuk terus meningkatkan jalinan sinergitas kerja satu dengan lainnya, tentunya dengan pemerintah pusat dan provinsi.

"Untuk senantiasa bahu-membahu dalam menunjang program yang sedang diaktualisasikan, diantaranya program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK), pembangunan Pariwisata, peningkatan kontribusi di sektor UMKM dan lain sebagainya". Ajaknya

Kumendong mengharapkan kiranya melalui momentum bersejarah ini dapat memperkuat komitmen berkarya seluruh masyarakat kab. Bolaang Mongondow Utara (bolmut) untuk memberikan pengabdian terbaik bagi kemajuan dan kejayaan daerah tercinta ini.

"Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan selamat HUT  ke- 11 dan bagi umat Islam  selamat menunaikan ibadah puasa, sekaligus mengajak kiranya di bulan suci Ramadhan ini kita sekalian agar saling menghormati serta meningkatkan rasa toleransi antar sesama. Tutupnya.

Buka Puasa Dengan Mayarakat Boltim, Gubernur Ajak Semua Tetap Jaga Kerukunan Bersama.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama jajaran Pemprov Sulut melaksanakan safari Ramadhan 1439 H/ 2018 M dan buka puasa bersama pemerintah bersama masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur.

Safari Ramadhan tersebut digelar di mesjid Nurul Jannah Tutuyan Boltim, Rabu (23/5).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly mengajak kepada seluruh masyarakat Boltim untuk selalu beryukur kepada Tuhan karena bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lancar. Masyarakat Boltim harus bangga karena merupakan bagian dari Sulut yang merupakan provinsi dengan tingkat kerukunan tinggi, hal ini menjadi contoh bagi daerah lain. Sulut harus terus damai dan tentram.

Pemerintah selalu mendukung segala bentuk pembangunan terutama pembangunan rumah ibadah dan iman masyarakat, sehingga masyarakat dapat beribadah. Pemprov akan terus membantu semua kebutuhan Kabupaten tentunya dengan birokrasi yang benar.

Gubernur menegaskan Jika iman masyarakat dan pemerintah baik pasti semua yang di kerjakan akan berjalan dan memiliki hasil baik. Gubernur Olly mengajak masyarakat untuk mendukung terus pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla karena tetap mementingkan kepentigan masyarakat di desa. Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat terus akan membantu pengembangan daerah. Dukung perbaikan Gizi bagi anak usia 0-12 tahun sehingga nantinya SDM Sulut kedepan menjadi lebih berkualitas.

Terkait bulan Ramadhan Gubernur mengajak masyarakat mendukung semua kegiatan Ramadhan, Gubernur memperbaiki makam para Imam dan  tokoh Muslim di Sulut agar para wisatawan dapat melakukan kunjungan wisata religi di Sulut untuk melihat sejarah masuknya Islam di Sulut, hal itu mendukung kemajuan sektor pariwisata dan pembangunan ekonomi masyarakat. Kabupaten Boltim harus mempersiapkan diri agar terus maju dalam membangun daerah, tunjang terus pembangunan pariwisata karena dengan pariwisata daerah akan maju dengan cepat.

Bupati Kabupaten Boltim Sehan Lanjar menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang meluangkan waktu untuk berbuka puasa bersama masyarakat Boltim. Sehan menjelaskan keamanan kabupten Boltim terjaga dengan baik, masyarakat saling menghargai sehingga Boltim jauh dari gangguan keamanan.

Pada kesemptan tersebut Gubernur memberikan bantuan kepada masyarakat berupa Sajadah dan kitab suci Alquran serta biskuit MP Asi.

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK provinsi Sulut Dr. Kartika Defi Kandouw Tanos, Kakanwil Agama Sulut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulut, pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut serta masyarakat setempat.(humas provinsi sulut)

Wagub Kandouw Dorong Peningkatan Minat Baca Masyarakat

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw menghadiri road show perpustakaan tingkat Provinsi Sulut di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Sitaro, Rabu (23/5/2018) pagi.

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw menerangkan, keberadaan sarana dan prasarana membaca, seperti perpustakaan, taman bacaan atau rumah baca sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

"Arus informasi yang lengkap, akurat, aktual dan terpercaya melalui sarana dan prasarana membaca, seperti perpustakaan, taman bacaan atau rumah baca sangatlah diperlukan agar insan-insan pembangunan dapat menjadi penentu jalannya kehidupan bangsa dan negara kedepan," katanya.

Menurut Kandouw, pada masyarakat maju, membaca merupakan fenomena sosial yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas lainnya.

"Mereka sering memanfaatkan waktu luang dengan membaca dimanapun berada, bahkan ketika makanpun mereka masih menyempatkan membaca, artinya salah satu ciri hidup masyarakat maju adalah menjadi pembaca sepanjang hayat," bebernya.

Oleh karena itu, Wagub Kandouw optimis masyarakat Sulut juga dapat memiliki kebiasaan membaca sebagai kegemaran dan kebutuhan sehari-hari.

"Sebagai langkah awal, maka kita harus terlebih dahulu menjadi contoh, dengan menjadikan membaca sebagai the way of life, sambil terus berupaya menggeser sebuah tradisi membaca yang hanya untuk kepentingan akademik. Selanjutnya, diperlukan sebagai langkah strategis lainnya, seperti melalui pelaksanaan kegiatan Road Show Perpustakaan  saat ini," imbuhnya.

Untuk diketahui, kegiatan road show perpustakaan merupakan wahana untuk menyatukan persepsi dan memantapkan komitmen semua pihak dalam aspek pengembangan perpustakaan dan memasyarakatkan budaya membaca sehingga kedepan masyarakat semakin berpartisipasi aktif untuk memberdayakan perpustakaan.

Hal itu sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perwujudan visi pembangunan Sulut serta mampu memberikan sumbangsih terhadap pencapaian Nawa Cita pembangunan bangsa, menuju terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Adapun road show perpusatakaan turut dihadiri Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit, tokoh masyarakat Sitaro, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Kepulauan Sitaro. (Humas Pemprov Sulut)

Rayakan HUT Ke-11, Wagub Kandouw Berharap Sitaro Terus Berkembang dan Maju

Goresan tinta sejarah kembali mencatatkan episode baru bagi eksistensi keberadaan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)yang saat ini boleh menapaki usia 11 tahun. Pencapaian itu harus disyukuri bersama karena dibarengi dengan semakin optimalnya pembangunan di Sitaro.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada rapat paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam rangka HUT ke-11 Kabupaten Kepulauan Sitaro di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Rabu (23/5/2018) pagi.

"Kesemuanya ini patut disyukuri bersama, bahwa dalam rentang waktu yang masih sangat muda, segenap komponen di daerah ini telah mampu menunjukkan karya dan kerja optimal sehingga dinamika pembangunan yang ada terus menunjukkan progres positif dan menjanjikan disegala aspek pembangunan karena didukung dengan potensi Sumber Daya Alam dan Manusia serta Kearifan Lokal dalam khasanah budaya masyarakat yang religius dan terbuka," ujarnya.

Menurut Wagub Kandouw, berkembangnya pembangunan Sitaro tak lepas dari kemauan serta kemampuan segenap jajaran pemerintah dan elemen masyarakat Sitaro yang terus bersinergi dan saling menopang dalam setiap aspek pembangunan.

"Sehingga daerah ini mampu membangun dan terus menunjukkan daya saing yang produktif, melalui pengembangan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan, serta berbagai upaya dan semangat untuk mewujudkan good and clean governance dalam penyelenggaraan pemerintahan," papar Kandouw.

Disamping itu, Kandouw juga mengimbau jajaran Pemkab Kepulauan Sitaro untuk senantiasa terus membangun sinergitas dengan Pemprov Sulut dalam rangka menyelaraskan berbagai target program prioritas daerah, khususnya dalam pengelolaan dan penanganan sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta sektor pendukung lainnya, guna mempercepat penanggulangan kemiskinan yang ada;

Lebih jauh, masih dalam sambutan, terkait pelaksanaan Pilkada Sitaro pada Juni 2018, Wagub Kandouw mengimbau kepada seluruh komponen yang ada di Kepulauan Sitaro baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk dapat mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

"Pertahankan kehidupan yang rukun dan damai dilingkungan kita masing-masing sebagai wujud pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila, serta tetap menjadi masyarakat yang senantiasa hidup Berdamai Dengan Tuhan, Berdamai Dengan Sesama, Berdamai Dengan Diri Sendiri dan Berdamai Dengan Lingkungan, karena “Torang Samua Ciptaan Tuhan"," imbuhnya.

Rapat paripurna istimewa turut dihadiri jajaran Forkopimda, Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit, pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro, tokoh agama dan tokoh masyarakat Sitaro, para pejabat Pemprov Sulut dan Pemkab Kepulauan Sitaro. (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 22 Mei 2018

OD-SK Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Guru

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas guru SMA dan SMK di Sulut. Caranya, dengan mengoptimalkan kecakapan mengajar, transformasi ilmu kepada siswa dan pengelolaan nilai.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE melalui Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw saat tatap muka dengan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK sederajat se Kabupaten Kepulauan Sitaro di SMK Negeri 1 Siau Timur, Selasa (22/5/2018).

"Semua sudah tahu bersama bagaimana hasilnya dari tiga hal ini, transformasi ilmu, kecakapan dan nilai. Saya berikan contoh dengan ilmu ini jelas bisa diukur dengan sistem pendidikan kurikulumnya. Berdasarkan lulusan UNBK SMA/SMK bukan suatu hal yang membagakan. Ilmu saja bisa diukur dengan parameter UNBK di Sulut diranking 27, ini menjadi tanda awas, kita harus benahi semua, baik pemkot/pemkab harus kerjasama ini karena kesinambungan antara pendidikan rendah dan menengah merupakan satu kesatuan, apa yang salah ini? Pastinya bukan muridnya yang salah melainkan guru-gurunya yang perlu kita perbaiki kualitasnya," beber Wagub Kandouw.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada guru SMA/SMK sederajat agar lebih meningkatkan kualitas kerja sesuai dengan harapan Gubernur Olly Dondokambey dalam rangka mewujudkan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di sektor pendidikan.

Untuk diketahui, kemajuan pendidikan di Sulut saat ini sudah sepatutnya diberikan apresiasi. Apalagi dilihat dari angka partisipasi kasar (APK), bagi SD pada 106,09%; SMP 106.93% dan SMA 88,22%, sedangkan angka partisipasi murni (APM) SD 89,93%; SMP 76,19% dan SMA 61,97%.

Begitu pula angka partisipasi sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12%; usia 13-15 sebesar 88,50% dan usia 16-18 sebesar 68,52%.

Angka putus sekolah untuk tingkat SD 0,13%, SMP 0,37% dan SMA 0,08% serta SMK 0,40%; sedangkan angka melek huruf sebesar 99,63% atau mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37% dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100% kelulusan, SMP 99,99%, SMA 99.97%, SMK 99,96%.

Pencapaian tersebut menjadi cerminan keberhasilan Pemprov Sulut dalam aspek pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Bupati Sitaro Tonny Supit, Staf khusus Gubernur John Suak, Hendrik Manosoh, Kadis Perpustakaan Sulut Jani Lukas, Kasat Pol PP Sulut Evans Liow dan Jajaran Diknas Sulut serta para Kepsek/Guru-guru SMA/SMK se Siau. (Humas Pemprov Sulut)