Rabu, 15 Agustus 2018

Gubernur Olly Kukuhkan PASKIBRAKA Sulut Tahun 2018

Bertempat di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur (15/8/2018) siang, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey secara resmi mengukuhkan 30 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Utara tahun 2018.

Dalam sambutanya, Gubernur Olly mengapresiasi atas semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga pengukuhan ini dapat terlaksana. Begitu pula atas peranan orang tua dalam penetapan PASKIBRAKA kali ini, yang dinilai Gubernur memiliki peranan sentral.

"Kami berterima kasih kepada keluarga, orang tua paskibraka yang memberikan restu kepada anak-anak mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dalam rangka 17 Agustis ini," ujar Gubernur.

Lebih dalam lagi Gubernur menjelaskan alasan dipilihnya pelajar dalam pengibaran bendera pada 17 Agustus nanti.

"Siswa-siswi pelajar merupakan penerus perjuangan Republik bangsa ini,"lanjut Gubernur Olly.

Karena itulah Gubernur melihat bahwa keterlibatan adik-adik yang telah dipilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Provinsi Sulawesi Utara dalam upacara peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 patut untuk berbangga.

"Berbanggalah kalian karena mendapatkan kepercayaan sekaligus tugas yang mulia untuk mengibar sang saka merah putih," akhiri Gubernur dalam sambutan.

Diketahui, 30 peserta PASKIBRAKA merupakan utusan dari 15 Kab/kota yang masing-masing Kab/kota mengutus 1 pasang putra-putrinya yakni;

● Kota Manado
● Kota Bitung
● Kota Tomohon
● Kab. Minahasa
● Kab. Minut
● Kab. Mitra
● Kab. Minsel
● Kota Kotamobagu
● Kab. Bolaang Mongondow
● Kab. Boltim
● Kab. Bolmut
● Kab. Bolsel
● Kab. Kep. Sangihe
● Kab. Kep. Sitaro
● Kab. Kep. Talaud

Pemprov Gelar Gladi Resik Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar gladi resik upacara peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018 di lapangan GOR Wolter Mongisidi sario manado, Rabu (15/08/2018) pagi.

Pada pelaksanaan Gladi resik kali ini dilangsungkan dalam dua sesi yaitu yang pertama adalah upacara detik-detik proklamasi dan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang M.Si yang bertindak selaku inspektur upacara (Irup) menyerahkan bendera latihan kepada anggota paskibraka pembawa baki kemudian dilanjutkan dengan penaikkan bendera oleh anggota paskibraka.

Selaku inspektur upacara, Humiang
berharap dengan adanya gladi ini, pada pelaksanaan hari 'H, nantinya dapat berjalan sesuai  dengan rencana sehingga tidak terjadi kesalahan dan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Sedangkan untuk pelaksanaan upacara pada hari jumat(17/08/2018) yang akan menjadi inspektur upacara(Irup) adalah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, dan untuk pembaca teks proklamasi Ketua DPRD Prov Sulut Andrei Angouw.

Untuk diketahui bersama yang akan menjadi komandan upacara pada pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi adalah Letkol Inf Kusnandar Hidayat sedangkan untuk upacara penurunan bendera pada sore hari adalah Letkol Laut(S) Nur Subagio.

Sejumlah personil gabungan TNI/POLRI, ASN dan Pelajar dilibatkan dalam gladi resik jelang upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan. (humas pemprov sulut)

Proyek Manado Outer Ring Road III Terus Digenjot

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menggenjot pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III yakni ruas Winangun-Malalayang sepanjang 11,5 kilometer untuk mengurai kemacetan di Manado.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan pembangunan MORR III di Kantor Gubernur, Rabu (15/8/2018) pagi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta yang memimpin rapat tersebut menyebutkan telah dibentuknya tim kecil yang melibatkan pihak terkait lainnya untuk mempercepat pembangunan MORR III.

"Tim yang dikoordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum ini juga menyertakan pihak BPN, BPJN XV, Dinas Praskim, Biro Pembangunan dan lainnya. Pembentukan tim ini untuk mempercepat pembangunan Manado Outer Ring Road III," katanya.

Mokoginta menambahkan, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk kelancaran pembangunan MORR III sebagai solusi kemacetan Manado.

“Karena kalau sudah terealisasi, masyarakat juga yang akan menikmatinya. Macet pun akan terurai,” tandasnya.

Diketahui, jika MORR III sudah selesai dibangun akan mengurai kemacetan di jalur Malalayang-Bahu dan pusat kota karena kendaraan sebagian akan berpindah ke jalan ring road. Sebagai contoh dari arah Malalayang jika ingin ke bandara, arah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon, tidak harus melintasi pusat kota, tetapi bisa lewat jalur cepat MORR III.

Begitu juga sebaliknya, dari arah Mapanget, Paal Dua, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon yang hendak ke Malalayang dan Tateli tidak harus melewati pusat kota, tetapi sudah melalui MORR III. (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 14 Agustus 2018

Pemprov Sulut Siap Gelar Peringatan HUT RI Ke-73.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Edison Humiang,Msi sebagai Ketua Panitia HUT RI ke 73 dan HUT Provinsi Sulut ke 54 dan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas sekaligus sebagai Sekretaris Umum Panitia DR. Jemmy S. Kumendong, M.Si memimpin Rapat dalam rangka Kesiapan Pelaksanaan peringatan HUT RI, di ruangan WOC kantor Gubernur Sulawesi Utara. Kemarin (14/08).

Agenda rapat kali ini adalah mengenai evaluasi  kesiapan dalam menyukseskan kegiatan Perayaan HUT RI ke-73. Dimana Pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 akan dilaksanakan Pengukuhan Paskibraka pukul 16.00 wita di ruangan Mapalus kantor Gubernur, selanjutnya untuk Gladi Bersih Upacara Puncak jam 09.00 Wita di Lapangan GOR Robert Wolter Monginsidi. Setelah itu pada 16 Agustus dilaksanakan pawai Taptu Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang mengambil start di Halaman Mapolda Sulut, pada pukul 24.00 wita akan dilaksanakan renungan suci yang bertempat di Taman Makam Pahlawan Kairagi.

Tanggal 17 Agustus, Upacara Puncak Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI akan dilaksanakan di GOR Robert Wolter Monginsidi pukul 09.00 Wita, untuk upacara penurunan bendera dilaksanakan sore pukul 17.00 wita dilanjutkan dengan acara pesta rakyat.

Dalam kegiatan ini nantinya Dinas Kesehatan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, mobil ambulance 5 unit dan Obat-obatan.
Begitu juga untuk pengamanan lalu lintas yang sudah di tangani oleh Dinas Perhubungan. Semua stakeholders diharapkan mendukung bersama agar pelaksanaan kegiatan HUT RI ke 73 tingkat Provinsi Sulut ini bisa berjalan sukses.

Disamping itu, Humiang menegaskan kepada ASN dan THL wajib hadir untuk mengikuti upacara pagi dan sore, jika tidak akan dikenakan sanksi. Untuk peserta lainnya adalah dari TNI, Polri, sekolah-sekolah, dan lain-lain.(humas provinsi sulut)

Wagub Kandouw : Mulai Dari Keluarga, Lawan Sikap Permisif Terhadap Pekerjaan Wanita Malam

Human trafficking khususnya perdagangan wanita menjadi isu penting yang diangkat dalam agenda Rapat Koordinasi Perlindungan Wanita yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang F.J Tumbelaka, Selasa (14/8/18).

Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam sambutannya saat membuka rapat mengungkapkan fakta bahwa 60% pekerja seks komersial di daerah Papua adalah perempuan asal Sulut. Selain sebagai korban trafficking, namun banyak pula diantaranya yang dengan sadar dan atas kemauan sendiri melakoni pekerjaan itu. Ironisnya keluarga dan orang tua 'tutup mata' dengan alasan ekonomi.

"Lantaran anak penghasilan besar, bisa beli mobil, bisa belikan kebun, orang tua mensupport 'biar jo jadi penari striptease tapi banya doi' Ini memalukan, mari lawan sikap permisif terhadap pekerjaan wanita malam," kata dia.

Untuk itu dirinya berharap agar rapat ini mampu menghasilkan koordinasi antar instansi terkait guna mencari solusi masalah perdagangan wanita dan menekan populasi PSK Sulut. Dimulai dari pengusutan sindikat, pencarian dan penjemputan korban, serta pencegahan berupa edukasi kepada masyarakat.

"Mari segenap pemangku kepentingan, dari instansi terkait hingga LSM kita bekerja sama memberi perhatian terhadap isu human trafficking ini. Tak kalah penting menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki 'budaya malu' terhadap pekerjaan wanita malam tersebut," ajak Wagub Kandouw.

Turut hadir dalam rakor Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat selaku penyelenggara sekaligus narasumber dr. Kartika Devi Tanos,  MARS, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ir.Mieke Pangkong M.Si, Ketua Studi Gender Universitas Sam Ratulangi DR. Grace Jenny Soputan, M.Si, Pejabat SKPD terkait Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Utara, LSM dan para undangan (humas provinsi sulut)

Minggu, 12 Agustus 2018

Sambut Hut RI Ke-73, Pemprov Sulut Laksanakan Berbagai Kegiatan

Berbagai kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-73 dilakukan masyarakat di berbagai pelosok nusantara. Satu diantaranya Sulawesi Utara. Dalam rangka menyambut HUT RI ke 73, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengadakan sejumlah kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan yakni gerak jalan 17 km, 8 km dan 45 km yang telah selesai dilaksanakan.

Tak hanya itu saja, Pemprov Sulut juga akan melakukan renungan suci di makam pahlawan yang nantinya akan dilaksanakn pada malam tanggal 16 Agustus nanti. Selanjutnya pada 17 Agustus akan dilaksanakan upacara pemberian remisi bagi para Narapidana yang ada di Lapas Manado.

Sementara untuk puncak HUT RI ke-73 akan dilaksanakan upacara bendera pada 17 Agustus bertempat di lapangan GOR Wolter Monginsidi Manado, setelah itu akan dilakukan pertemuan antara Gubernur dan para veteran. Pada sore hari dilaksanakan upacara penurunan bendera dan pada malam menutup rangkaian kegiatan HUT RI ke 73 dilaksanakan tos bersama yang diselenggarakan di Graha Bumi Beringin.

Sejalan dengan rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Sulut Olly Dondokanbey dan Wagub Steven Kandouw menyampaikan agar masyarakat turut serta mensukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73. Sesuai dengan tema kali ini Kerja Kita Prestasi Bangsa, Gubernur menghimbau semua untuk tetap bekerja membangun bangsa dan daerah demi kesejahteraan bangsa.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Gubernur Olly Hadiri Pemecahan Rekor Penyelaman Wanita Massal.

Gubernur Sulawesi Utara Sulut Olly Dondokambey bersama Ketua TP PKK Sulutibu Rita Dondokambey Tamuntuan,  hadir pada pemecahan rekor muri penyelaman massal wanita dan pembentangan bendera merah putih terpanjang dalam laut oleh Wanita Selam Indonesia (WASI) di Pantai Kawasan Megamas Manado, Sabtu (11/8/2018) pagi.

Gubernur dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan acara ini di Sulut sehingga berjalan Sukses.

"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara berterima kasih sebesar besarnya kepada Ketua POSI dan Ketua WASI yang memilih Sulut menjadi tempat penyelenggaraan rekor muri ini," ujar gubernur.

Gubernur mengatakan kegiatan ini belum pernah dilakukan sebelumnya di Sulut, untuk itu warga Sulut perlu berbangga karena daerah Nyiur Melambai telah berhasil melaksanakan kegiatan besar, berbagai keuntungan bisa didapatkan daerah dari pelaksanaan kegiatan ini.

"Ini baru pertama kalinya di Sulut, juga Indonesia.  Kami memberi support penuh pada kegiatan ini," kata Gubernur.

Gubernur bersama Ibu Rita bersama dengan Ketua Umum Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian, dan tamu undangan lainnya mengikuti satu per satu rangkaian kegiatan pada acara ini. Dimulai dengan defile kontingen-kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Gubernur menyaksikan defile dari atas panggung serta melihat penyelaman yang dilaksanakan oleh 928 penyelam wanita serta menyaksikan penyerahan piagam oleh pihak MURI atas rekor penyelaman massal tersebut.(humas provinsi sulut)