Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Minggu, 16 Juni 2019
Gubernur Olly Ajak Gereja Jadi Mitra Pemerintah
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri ibadah syukur HUT ke-113 Jemaat GMIM Kalvari Pineleng di Kabupaten Minahasa, Minggu (16/6/2019) siang.
Ibadah tersebut dirangkaikan dengan peresmian Konsistori/Pastori I Kantor Jemaat dan Kantor Wilayah Pineleng.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengajak seluruh jemaat GMIM Kalvari Pineleng untuk bersyukur kepada Tuhan atas tuntunan dan anugerah sehingga dapat memasuki gerbang pelayanan ke-113 tahun dan mampu menyelesaikan proses pembangunan gedung penunjang pelayanan.
Menurut Olly, rangkaian perayaan syukur ini mampu menumbuhkan sinergitas, kekompakan serta kebersamaan, sebagai cerminan satu kesatuan tubuh Kristus dalam ikatan persaudaraan yang rukun.
"Dimana kita bersyukur pasti berkat datang dari Tuhan," beber Olly.
Lanjut Olly, kemajuan Sulut di berbagai bidang juga didukung oleh kebiasaan masyarakatnya yang selalu bersyukur sehingga mendatangkan berkat Tuhan bagi pembangunan daerah termasuk melalui kunjungan turis China yang berwisata di Sulut.
"Tuhan memberkati Sulut sehingga ekonomi Sulut bertumbuh terus hingga 6,4 persen. Tingkat kemiskinan di Sulut turun satu persen, pengangguran berkurang. Bahkan ekonomi Sulut bertumbuh terus selama hampir 4 tahun ini. Itulah berkat Tuhan yg diberikan kepada kita," sambung Olly.
Untuk mempertahankan bahkan melampaui pencapaian itu, Olly mengajak seluruh jemaat GMIM Kalvari Pineleng dapat terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.
"Kita semua dan gereja harus ikut berperan dalam pembangunan daerah," imbuh Olly.
Usai sambutan, Gubernur Olly menyerahkan bantuan bibit tanaman duku, mangga, tomat dan cabe serta alat pertanian hand sprayer kepada 12 kelompok tani di GMIM Kalvari Pineleng.
Ibadah syukur HUT ke-113 Jemaat GMIM Kalvari Pineleng turut dihadiri Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, BPMW Pineleng dan juga Ketua BPMJ GMIM Kalvari Pineleng, Pdt. Ganny R. Sondakh dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Gubernur Olly : Mengucap Syukur Kunci Meraih Berkat
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri ibadah syukur HUT ke-30 Jemaat GMIM Eben Haezer Watutumou serta pentahbisan dan peresmian pastori 1,2,3,4 di Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (16/6/2019) pagi.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengucapkan selamat merayakan ulang tahun yang ke-30 serta pentahbisan dan persemian Pastori Jemaat GMIM Eben Haezer Watutumou. Olly berharap momentum syukur ini semakin memacu semangat berkarya Jemaat GMIM Eben Haezer Watutumou dalam pelaksanaan tugas-tugas panggilan gereja kedepannya.
"Pemprov Sulut akan mensuport apa yg menjadi program Jemaat GMIM Eben Haezer dalam mempersiapkan pelayanan," kata Olly.
Menurut Olly, rangkaian perayaan syukur ini mampu menumbuhkan sinergitas, kekompakan serta kebersamaan, sebagai cerminan satu kesatuan tubuh Kristus dalam ikatan persaudaraan yang rukun.
"Kegiatan syukur ini terus kita lakukan karena dimana kita bersyukur pasti berkat datang dari Tuhan," ungkap Olly.
"Karena ada janji Tuhan bagi kita sehingga Tuhan berikan berkat yang lain sehingga ekonomi Sulut bertumbuh terus. Tingkat kemisikinan di Sulut turun satu persen, pengangguran berkurang, ekonomi tumbuh 6,4 persen. Bahkan ekonomi Sulut bertumbuh terus selama hampir 4 tahun ini. Itulah berkat Tuhan yg diberikan kepada kita," sambung Olly.
Lebih jauh, Olly mengajak seluruh warga gereja dapat terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam melaksanakan berbagai program dan kebijakan.
"Apa yang kita jalani dan terus kita imani apa yang Tuhan berikan bagi kita maka banyak berkat yang akan datang atas Sulut. Kita semua dan gereja harus ikut berperan dalam pembangunan," imbuh Olly.
Ibadah syukur HUT ke-30 Jemaat GMIM Eben Haezer Watutumou turut dihadiri Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Watutumou, Pdt. Nico C. Rarumangkay dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)
Sabtu, 15 Juni 2019
Halal Bihalal, Gubernur Olly : Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Tokoh Pluralisme layak disematkan kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey atas upayanya yang tanpa henti membangun silaturahmi dan kedekatan yang erat dengan umat Muslim di Sulut.
Bertempat di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Sabtu (15/6/2019) sore, orang nomor satu di Sulut ini menggelar halal bihalal dengan para ASN, THL dan masyarakat Muslim.
Pada pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, Olly menuturkan bahwa Bulan Ramadhan 1440 Hijriah yang telah dilewati umat Muslim menjadi momen spesial untuk senantiasa memperbanyak ibadah. Selain hablum minallah, yaitu mempertebal sikap takwa kepada Allah SWT, dan juga hablum minannas yaitu harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
"Halal bihalal ini memperkuat
hablum minallah dan hablum minannas," ucap Olly.
Lanjut Olly, upaya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera.
"Karena torang samua ciptaan Tuhan," beber Olly.
Lanjut Olly, pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Sulut lantaran didukung oleh keramahan dan kerukunan masyarakatnya yang menarik minat wisatawan berkunjung ke Sulut.
Terbukti, baru-baru ini Kementerian Pariwisata RI bahkan menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600% dalam empat tahun terakhir.
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.
Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.
Usai sambutan, Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Sekdaprov Edwin Silangen menyapa dan menyalami para ASN, THL dan umat Muslim yang mengikuti halal bihalal. (Humas Pemprov Sulut)
Wagub Kandouw Ikuti Jaya Sakti Fun Bike HUT Kodam XIII Merdeka ke-61
Jumat, 14 Juni 2019
Sekdaprov Silangen Apresiasi Dukungan BPKP atas Penerapan E-Planning
Perencanaan pembangunan yang baik akan menentukan keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melaksanakan sebaik mungkin di setiap aspeknya.
Untuk itu, Pemprov Sulut dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey mengggunakan aplikasi SIMDA Perencanaan BPKP atau biasa disebut e-planning. Aplikasi yang dibangun oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini memuat Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang digunakan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi penerapan aplikasi E-Planning di lingkup Pemprov Sulut yang dipimpin Sekdaprov Edwin Silangen di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (14/6/2019) pagi.
Dalam rapat yang dihadiri langsung perwakilan BPKP, Asisten III Bidang Administrasi Umum Praseno Hadi dan seluruh pimpinan Perangkat Daerah (PD) ini Sekdaprov Silangen mengapresiasi pihak BPKP yang mampu membuat perencanaan dan penganggaran Pemprov Sulut menjadi berkualitas dan akuntabel melalui SIMDA Perencanaan BPKP.
"Pemprov Sulut bekerja sama dengan BPKP dalam menerapkan aplikasi e-planning kepada seluruh perangkat daerah," kata Silangen.
Menurutnya, aplikasi tersebut nantinya menghasilkan produk perencanaan yang terintegrasi dengan Simda Keuangan, sehingga apa yang akan dihasilkan di Simda Keuangan tidak akan keluar dari proses perencanaan.
Sementara itu, di tempat yang sama, perwakilan BPKP mengatakan bahwa SIMDA Perencanaan BPKP tersebut merupakan komitmen penuh BPKP untuk mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Diketahui, SIMDA Perencanaan BPKP dibuat berdasarkan Permendagri nomor 86 tahun 2017 dan amanat KORSUPGAH KPK (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi) serta percepatan implementasi SIMREN (Sistem Perencanaan) dan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) sebagaimana arahan dari KEMENPAN RB (Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) melalui BPKP. (Humas Pemprov Sulut)
Kamis, 13 Juni 2019
Wagub Kandouw Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengingatkan pentingnya upaya untuk mempertahankan budaya lokal dalam mencegah bahaya radikalisme dan xenophobia yang bukan bagian dari budaya masyarakat Sulut.
Demikian disampaikan Wagub Kandouw saat membuka Rapat Pemantapan Peran Koordinasi Dalam Rangka Penguatan Kebudayaan yang dilaksanakan di Manado. Kamis (13/6/2019) pagi.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah sepatutnya untuk menyampaikan pentingnya kearifan lokal sesuai teori tentang dominan culture yang menjelaskan bahwa dengan adanya dominan culture maka tidak akan terjadi kerusuhan.
"Makanya di masing-masing daerah rancang tentang itu supaya semua membangun budaya lokal," kata Kandouw.
Lanjut Kandouw, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 maka semua pihak yang melupakan budaya ibarat manusia yang tidak tahu jalan pulang. Untuk itu budaya tidak boleh dilupakan.
"Menurut hemat saya, pelestarian budaya harus diikhtiarkan, digencarkan tidak henti-hentinya," beber orang nomor dua di Sulut itu.
Lebih jauh, Kandouw menyinggung tentang budaya kompetisi yang ada di Bumi Nyiur Melambai selalu baik dan stabil.
"Itu sama halnya dengan meritokrasi, siapa yang berprestasi, yang meningkat itu yang diangkat," imbuh Kandouw.
Rapat pemantapan peran koordinasi dalam rangka penguatan kebudayaan turut dihadiri Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Dr Ir Pamudji Lestari MSc, Kadis Kebudayaan Sulut Ferry Sangian dan Kerala Biro Kesra Setdaprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS. (Humas Pemprov Sulut)
Sekdaprov Silangen Buka Sosialisasi Permendagri tentang Penegasan Batas Daerah
Sosialisasi Permendagri 141 tahun 2017 tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang, Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong, perwakilan Diten Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) Kemendagri dan peserta dari pemerintah kabupaten dan kota se-Sulut.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Silangen menegaskan pentingnya koordinasi secara terpadu dan terarah serta adanya sinergitas baik antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi dalam rangka melaksanakan amanat Permendagri 141 Tahun 2017 demi terwujudnya percepatan penetapan dan penegasan batas daerah di wilayah masing-masing.
"Sehingga diharapkan semakin memacu percepatan roda pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan," kata Silangen.
Diketahui, lahirnya daerah-daerah pemekaran baru tak terlepas juga dari berbagai persoalan termasuk didalamnya permasalahan batas antar daerah. Dan kita ketahui bersama, bahwa permasalahan batas daerah bukanlah merupakan sesuatu yang sederhana.
Untuk itu, segmen batas yang sudah diterbitkan Permendagri 141 tahun 2017 dilanjutkan dengan pemasangan pilar batas yang terdiri dari pemasangan Pilar Batas Utama (PBU) dan dibedakan dalam beberapa tipe yaitu tipe A untuk pilar batas daerah Provinsi, tipe B untuk pilar batas daerah Kabupaten, dan tipe C untuk pilar batas daerah Kecamatan.
Lebih jauh, Silangen meminta seluruh peserta sosialisasi dapat memberikan fokus terhadap setiap substansi materi yang disampaikan oleh para narasumber.
Tambah dia, pelaksanaan sosialisasi ini menjadi wahana untuk semakin menguatkan komitmen untuk terus bekerja secara bersama-sama guna mendorong percepatan tercapainya visi pembangunan daerah, demi menyongsong Sulut yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya. (Humas Pemprov Sulut)
