Sabtu, 01 Maret 2014

Ribuan Masyarakat Langowan Sambut Tim Kemendagri

Ribuan masyarakat calon Kota Langowan sangat antusias dalam mnyambut tim observasi lapangan dari kemendagri yang dipimpin langsung oleh direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Drs. Teguh Setyabudi, MPd yang di dampingi asisten Pemerintahan dan Kesra, Edwin Silangen, MS dan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR. Noudy R. P. Tendean, SIP untuk melihat dari dekat kesiapan masyarakat maupun  fisik calon Daerah Otonom Baru Kota Langowan. Kedatangan tim observasi kemendagri ini disambut dengan penuh sukacita mulai dari anak-anak Sekolah Dasar, SMP, SMA sampai masyarakat Langowan yang berusia lanjut. Rombongan  dari kemendagri disambut oleh wakil Bupati Miahasa Ivan Sarundajang, Para Camat Langowan Raya, Pejabat dari pemkab Minahasa di Kel. Toraget (1/3). Yang kemudian di arak dengan menaiki bendi dari desa Toraget ke tempat pertemuan di sekola SMA Yadika Sitorus di desa Wale Ure Langowan.
Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, MS mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung terbentuknya daerah otonom baru yang ada di Sulawesi Utara seperti Kota Langowan, Kota Tahuna, Kabupaten Talaud Selatan dan terbentuknya Provinsi Bolmong Raya serta pemekaran kab/kota lain yang telah diusulkan dan kalau tidak ada halangan pada tgl. 6 maret nanti Calon Provinsi Bolmong Raya akan di tinjua oleh tim dari kemendagri.
Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Drs. Teguh Setyabudi, MPd mengatakan bahwa setelah terbitnya Amanat Presiden pada tanggal 27 Desember 2013 yang lalu tentang 65 calon DOB yang ada di Indonesia dan didalamnya terdapat 4 Calon DOB di Sulut yaitu Calon Kota Langowan, Calon Kota Tahuna, Calon Kab. Kep. Talaud Selatan dan Calon Provinsi Bolmong Raya maka dari kementrian dalam negeri melalui Dirjen OTDA  melakukan kajian dan turun melakukan observasi lapangan untuk melihat dari dekat tentang kesiapan masyarakat, Fisik wilayah dan teknis lainnya apalagi batas-batas wilayah yang sering menjadi masalah yang krusial.
Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang mengatakan bahwa yang ada di Minahasa lebih khusus yang ada di Calon DOB Kota Langowan yang terdiri dari 4 Kecamatan dan 42 Kelurahan/ Desa serta seluruh komponen masyarakat sudah sangat siap menyambut Kota Langowan yang difinitif. Dan acara diakhiri dengan peninjauan kantor walikota, terminal, kantor SKPD dan pusat kota langowan.

Hadir pada pertemuan tersebut Anggota DPR RI Paula Sinjal, SH, MSi, Anggota DPRD Minahasa dapil Langowan, Panitia Persiapan pembentukan kota langowan, camat langowan raya, kapolsek, koramil, lurah, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Kabag Humas Judhistira Siwu selaku Jubir Pemprov Sulut)






Jumat, 28 Februari 2014

Kesiapan DOB akan di tinjau Tim Kemendagri

Asisten Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Sulawesi utara Edwin Silangen, SE, MM bersama Kepala Biro Pemerintahan dan Humas  DR. N. R. P. Tendean, SIP menyambut jamuan makan malam kedatangan Tim observasi Lapangan pembentukan Daerah Otonom Baru dari kemendagri di RM. Wahaha (28/2) Manado.
Tim observasi lapangan dari departemen dalam negeri terdiri 5 orang yang di ketuai oleh Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Drs. Teguh Setyabudi, MPd akan melakukan peninjauan di daerah sulawesi utara yang akan melakukan pembentukan Daerah Otonom Baru. Adapun daerah yang akan menjadi tempat tujuan pada kunjungan kali ini hanya pada calon Daerah Otonom Baru kota dan Kabupaten seperti Calon Kota Langowan, Calon Kota Tahuna dan calon Kabupaten Kepulauan Talaud Selatan sedangkan untuk calon DOB Provinsi Bolmong Raya akan dilakukan oleh tim yang lain untuk tingkat provinsi.

Kedatangan tim observasi lapangan dari kemendagri pada besok hari (sabtu 1/3)  akan dibagi tiga kelompok dan akan turun langsung melihat dari dekat kesiapan di calon Kota Langowan, calon kota Tahuna dan calon kabupaten Kepulauan talaud Selatan dan tim dari kemendagri sangat mngharapkan pemaparan dari para bupati  tentang potensi dari masing-masing calon daerah otonom baru tersebut. Hadir pada kesempatan itu anggota komisi II DPRI Dra. Paula Singal, Asistn I Pmkab Minahasa Drs. Denny Manggala, MSi. (Kabag Humas Judhistira Siwu selaku Jubir Pemprov Sulut)

Kamis, 27 Februari 2014

Sekprov Janji TKD Bulan Januari Terima Penuh

Penyebab keterlambatan pembayaran tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bulan Januari 2014  bagi PNS yang mengabdi dilingkungan Pemprov Sulut,  karena bendahara SKPD yang lambat memprosesnya, hal itu ditegaskan Sekprov Sulut Ir. Siswa R Mokodongan, Kamis (27/2) kemarin, menjawab pertanyaan wartawan Pos Pemprov di ruang kerjanya. “keterlambatan pembayaran TKD ini, bukan dari pemprov tapi karena ulah bedahara SKPD yang bersangkutan karena malas mengurusnya”, katanya. Ini kan bukan saya yang mengurus tapi bendahara SKPD yang mengurusnya. Namun pun untuk TKD bulan januari ini, Mokodongan menyebutkan, pimpinan masih memberi kelonggaran untuk bisa diterima secara penuh oleh pegawai, alasannya karena di bulan Januari 2014 seluruh PNS dilingkungan Pemprov Sulut, selama hampir tiga minggu ikut dilibatkan ambil bagian  membersihkan lumpur dan sampah di Kota Manado, pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pertengahan Januari 2014 lalu, sekaligus menjawab kegalauan perasaan hati dari para Public Servant TKD untuk Bulan Januari dijamin pegawai akan menerima penuh, janjinya. Bagian lain Mokodongan juga menyebutkan, semua penyaluran bantuan bencana yang disalurkan oleh Pemprov Sulut semuanya ada berita acara, karena setiap saat Inspektorat Provinsi melakukan pemeriksaan. Karena itu Pemprov sangat berhati-hati dengan masalah penyaluran bantuan kepada warga korban bencana banjir,  karena harus memiliki nama dan alamat yang jelas, katanya. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).       


Mokodongan : Masalah Bunaken Secepatnya Diselesaikan

Ojek wisata Bunaken yang telah menjadi icon pariwisata sulut, kini berada diambang kehancuran, karena ada sejumlah warga yang menkomplain bahwa tanah dilakosasi objek wisata kawasan Taman Nasional Bunaken (TNB) seluas 17.800 H merupakan milik leluhur mereka, sehinga berdampag negatif terhadap  aktivitas kunjungan wisatawan  baik domestik maupun  manca negara. Hal itu disampaikan Wakil Ketua HPWLB Pdt Billy Johanes saat menyampaikan tuntutan masyarakat peduli bunaken, bahwa dalam rangka kepedulian objek wisata pulau bunaken, maka kami selaku masyarakat dan organisasi pelestarian bunaken menyampaikan empat tuntutan untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Sulut. yaitu agar pemprov segera menyelesaikan tanah bunaken sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga tidak meresahkan masyarakat dan berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan dan pendapatan ekonomi lokal; Agar pemprov dan DPRD Slut memberi perhatian khusus terhadap pembangunan di pulau bunaken; Agar pemerintah/instansi terkait segera mengadakan bersih-bersih pulsu bunaken; Agar pemprov dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur dalam waktu 1 minggu segera meninjau lokasi untuk melihat langsungkeadaan/masalah yang ada. Para pengunjuk rasa yang tergabung dari berbagai organisasi pengelola wisata bunaken ini, usai membacakan tuntutan mereka langsung diserahkan kepada Karo Perlengkapan Drs. Edwin Kindangen MSi yang turut didampingi Kadis Budpar Suprianda Ruru SH LLM. Pertemuan selanjutnya berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulut Ir. Siswa Mokodongan, dari pengunjuk rasa mengutus 5 perwakilan yang mewakili asosiasi mereka masing-masing. Terkait dengan masalah ini Mokodongan mengungkapkan, dalam waktu dekat ini Pemprov Sulut akan  segara menuntaskannya  melalui tim yang terdiri Biro Perlengkapan, Disbudpar dengan meminta bantuan serta dukungan dari aparat Polresta Manado untuk melakukan cek dan cros cek dilapangan sehingga secepatnya masalah ini diselesaikan secara cepat, janjinya seraya menyebutkan,  karena itu saya minta Pak Billy dan kawan-kawan juga dapat membantunya, mana yang terbaik oleh rakyat itulah yang diutamakan, jelas Mokodongan. Turut hadir Sekretaris Disbudpar Darwin Darwis dan Kepala Seksii Pengembangan Kreasi Seni Charles Taju SSTP MSi. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).   





       

Rabu, 26 Februari 2014

Gubernur Sarundajang: Pemilu 2014 Harus Sukses!


Pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Umum Legislatif yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang dan pelaksanaan Pemilihan presiden 2014 harus sukses, karena bila terjadi sesuatu maka  akan berakibatkan terjadinya inflasi bagi negara kita dan kepada seluruh komponen masyarakat yang memiliki hak pilih agar dapat mempergunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya jangan menjadi golput. Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang saat memimpin rapat koordinasi Pemerintahan antara pemerintah provinsi Sulawesi utara dengan pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe, (26/2) di GOR  Manente Tahuna.
Sarundajang mengatakan bahwa momen pemilu merupakan pesta demokrasi yang dilaksanakan 5 tahun sekali  jadi kepada warga masyarakat kiranya dapat mensukseskan dengan cara menghadiri dan menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 april 2014 yang merupakan pemilu legislative dan pada tanggal 9 juli 2014 akan melaksanakan pemilihan presiden dan kepada seluruh masyarakat serta  para calon legislative DPRD Kabupaten dan DPRD provinsi  agar dapat melakukan politik yang baik dan santun serta menghindari pelanggaran-pelanggaran sampai selesai pelaksanaan pesta demokrasi negara kita.
Sarundajang mengharapkan kepada seluruh pns harus netral dan kepada segenap masyarakat dan aparat pemerintahan yang ada di kabupaten kepulauan sangihe untuk dapat bersama-sama menggawal pelaksanaan pesta demokrasi yang akan kita laksanakan pada tahun ini dan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat keamanan agar bersama-sama saling membantu dalam pendistribuan logistic pemilu agar supaya  tiba dengan baik di setiap tps yang ada sampai di pelosok desa yang ada di pulau-pulau.
Hadir pada pertemuan tersebut Bupati Kepulauan Sangihe H.R. Makagangsa, Kapolda Sulut Brigen Jemmi  P. Sinaga, Danlanmal VIII  Manado Laksamana Pertama Raja Morni Harahap, Kajati Sulut Sianturi, Kasrem 131 Santiago, pejabat eselon II Provinsi sulut.

(Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE, MSi)





Pisah Sambut Kapolda dan Dan Lantamal VIII














Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd dan Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan di Rudis Gubernuran Bumi Beringin Manado, Minggu (23/2) pekan lalu, menggelar acara Pisah Sambut Kapolda Sulut dari Brigjen Pol Drs. Robby Kaligis kepada Brigjen Pol Jimmy P Sinaga serta  Dan Lantamal VIII Manado dari Laksma TNI Gugug Handayani kepada Laksma TNI Raja Morni Harahap. SHS sapaan akrab Gubernur Sulut, sangat berterima kasih kepada ke-dua Jenderal  Pak Kaligis dan Pak Handayani atas pengabdian selama bertugas di Sulut. Terutama kepada Pak Kaligis yang kini dipromosi menjadi Jenderal Bitang Dua dengan pos baru sebagai Kakor Brimob Polri, sementara Pak Handayani yang kini telah menempati pos yang baru sebagai Dir Umum Kodiklat TNI di Jakarta.
Gubernur juga berharap Kapolda Sulut yang baru Brigjen JP Sinaga dapat melaksanakan tugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kapolda merupakan ujung tombak dari tugas-tugas keamanan, pembinaan maupun tugas-tugas lain, apalagi menjelang agenda politik tahun 2014 ini  Dimana Pemilihan Anggota Legislatif maupun Pilpres sudah didepan mata, karena itu diharapkan selama berlangsunggnya agenda politik ini di sulut Polda yang di beck up oleh unsur TNI, kiranya mampu menjaga keamanan dan kenyamanan daerah Bumi Nyiur Melambai, Harap Sarundajang. Sementara mantan Dan lantamal VIII Gugug Handayani memberikan apresiasi yang tinggi disertai ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sarundajang, karena selama 19 bulan bertugas di sulut, kami terus mendapat nasehat dan bimbingan dari Pak Gubernur. Senada dengan Gugug, Kaligis juga taklupa menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur bersama seluruh jajaran pemerintah Provinsi, juga Bupati/Walikota bersama jajarannya, karena selama hampir 7 bulan bertugas di daerah kelahirannya, kami terus mendapat suport. Karena itu saya sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas selama menjadi Kapolda Sulut. Kapolda Sulut Brigjen JP Sinaga  berharap sebagai warga sulutr yang baru mohondapat diterima serta dapat memberikan bimbingan dan dukungan kepada kami agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,sebagai Kapolda Sulut, kuncinya.
Ikut hadir, Ketua TP. PKK Sulut Ny. Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Wakil Ketua Ny. Mieke Kansil Tatengkeng,  Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Sepkprov Ir, Siswa R Mokodongan, Ketua Deprov Meiva Salindeho Lintang, para Bupati/Walikota, Pimpinan Perbankan dan Pejabat ters PemprovSulut. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).      
    

Selasa, 25 Februari 2014

Gubernur: Minahasa Bisa Bangkit Melalui Hasil Pertanian!



“Kesinambungan Ketahanan Pangan di daerah merupakan salah satu indikator utama terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal itu juga mempengaruhi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah dimana menandakan bahwa sektor pertanian mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.” Hal itu disampaikan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang ketika membawakan sambutan pada kegiatan Pencanangan “Minahasa Sebagai Kabupaetn Cabe 2014” yang bertempat di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Sasaran Tondano, Selasa (25/2). Kegiatan yang merupakan sinergi dan kolaborasi antar Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung Ketahanan Pangan, UMKM dan Keuangan inklusif
Selanjutnya digelar pula penandatanganan MoU antara Bupati Minahasa Jantje W Sajow dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Luctor E Tapiheru, yang dilanjutkan dengan  penyerahan bantuan Alsintan dari Gubernur Sulut Dr SHS kepada Bupati JWS, penyerahan bibit Cabe kepada Ketua TP PKK Minahasa Dr Olga Sajow-Singkoh MHum serta demontrasi anjungan Kartu Pegawai Elektronik dan penyerahan CSR sebesar Rp 596.514.144,- dari Bank Sulut kepada Pemkab Minahasa.
Gubernur SHS juga mengatakan bahwa sudah saatnya Minahasa ini “bangkit” dengan mengangkat potensi-potensi pertanian yang ada di daerah yang subur ini. “Minahasa bisa bangkit dengan produksi pertanian. Dengan cabe misalnya, saya mendapat laporan bahwa permintaan cabe di luar sulut sangat tinggi, permintaan pasar ini adalah peluang yang harus kita ambil. Saya meminta Bupati dan jajarannya untuk dapat proaktif dalam membantu para petani melalui kebijakan-kebijakan yang pro-petani”, kata Gubernur pilihan rakyat pertama Sulut tersebut.

Ditambahkan Gubernur agar sebagai warga Minahasa tentunya sangat bangga dengan tanah yang ada, karena tanaman cabe ini hanya di taruh pada polibek-polibek bisa hidup apalagi di tanam langsung di halaman rumah serta pada lahan-lahan yang kosong, sudah pasti akan tumbuh.

Gubernur SHS juga memberikan apresiasi kepada Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut yang telah membantu pemerintah dengan menginventasi dan langsung berhubungan dengan masyarakat petani, melalui pinjaman kepada kelompok tani untuk perkembangan komoditi Cabe ini.
Acara yang juga dihadiri oleh Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga, Kajati Sulut, Danlantamal Sulut, Kasrem 131 Santiago, Kepala BIN Sulut, para pimpinan Perbankan Sulut antara lain Dirut Bank Sulut James Salibana, SE, MM dan undangan lainnya. Dari jajaran pemerintah provinsi nampak hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. Sanny Parengkuan, MBA, Kadis Pertanian Ir. Yohanes Pelenewen, Kaban Ketahanan Pangan Ir. Rene Hosang, Kepala Bakorluh Ir. J. Senduk dan Karo Ekonomi Dra. Linda Watania, MSi.


(Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE, MSi)