Senin, 09 Juni 2014

Wagub: Gaung Tahun Emas Sulut Harus Sampai di Desa


Demikian penegasan Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhary Kansil ketika memimpin rapat persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun ke 50 Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2014 mendatang, hal ini karena Peringatan 50 Tahun Provinsi Sulawesi Utara adalah momen spesial bagi masyarakat Sulut, sehingga kegiatan yang dilaksanakan harus spektakuler dan mampu membuat 15 kab/kota akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut termasuk mengagendakan penghargaan kepada orang-orang yang berjasa terhadap terhadap Sulawesi Utara selama 50 tahun ini, meresmikan seluruh proyek-proyek yang dapat diselesaikan sampai tahun 2014, iven olah raga, seni dan budaya nasional sehingga gaung Sulut Emas menuju Sulut Gemilang benar-benar terasa.
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Dàerah Provinsi Sulawesi Utara Ir Siswa Rahmat Mokodongan menyampaikan bahwa perlu pembenahan stand-stand di lokadi Pameran, bahkan perlu diadakan lomba lawak di lokasi pameran, serta peningkatan kinerja organisasi baik yang berkaitan dengan  laporan akuntabilitas kinerja organisasi maupun kinerja penyerapan anggaran harus baik agar di tahun emas ini Provinsi Sulut mampu memperoleh berbagai penghargaan.
Kepanitiaan dalam kegiatan ini sekaligus dengan perayaan HUT ke 69 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang dimana Ketua Panitia adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Sekretarisnya adalah Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Sulut. 
Adapun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan adalah berbagai lomba olahraga, lomba gerak jalan 8 km, 17 km dan 45 km, lomba tertib/ peraturan baris berbaris antar SKPD dan Kab/Kota dan pegawai berprestasi, lomba Paduan Suara antar SKPD, lomba pustakawan yang melibatkan kab/kota,  lomba arsip antar SKPD Pemprov. lomba kesenian dan festival, anjangsana, bhakti sosial, pameran pembangunan dan lain-lain.
Hadir dalam rapat tersebut para Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Asisten 1 dan Asisten 3, Pihak PLN, Pihak Pertamina, Bank Sulut, pihak Telkom, Unsur Korem 131 Santiago, Unsur Lantamal Para Kepala Dinas Badan dan Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut dan panitia lainnya.   
(Kabag Humas DR Jemmy Kumendong Selaku Jubir Pemprov)

.






Gubernur Ajak Jemaat GPdi Sukseskan Pilpres

Ribuan warga jemaat GPdi se- Sulawesi Utara, Senin (9/6) kemarin, memadati Lapangan Koni Sario Manado, untuk mengikuti Ibadah Agung Hari Pantekosta sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-94 GPdi Sulut. Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang itu, turut dihadiri Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Unsur Forkopimda Sulut, Wawali Manado Harley Mangindaan, Wabup Boltim Meydi Lensun, Ketua I Majelis Pusat GPdi Pdt. J.A Awondatu, Ketua Majelis Daerah GPdi Sulut  Pdt. Yvonne Awuy Lantu serta Bamag, BKSAUA dan FKUB Sulut. Gubernur Sinyo Sarundajang saat menyampaikan sambutannya, mengajak seluruh  jemaat GPdi Sulut untuk ikut bersama-sama menyukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 yang tinggal beberapa minggu lagi.  pesta demokrasi ini diharapkan, bisa berlangsung dengan aman, jujur dan adil sehingga bisa terpilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden RI sesuai dengan hati nurani rakyat, ujarnya, sembari mengajak pula marilah kita berpolitik secara santun, menjunjung tinggi demokrasi yang berkualitas dan bermartabat, serta jangan jadikan ajang ini untuk berkelahi, tetapi marilah kita saling hormat-menghormati satu dengan yang lain, sehingga  ajang ini bisa menjadi sarana bersenang-senang bagi setiap warga negara, karena Pilpres  sudah merupkan tugas dan hak dari setiap warga negara untuk menyukseskannya, kata Sarundajang.
Bagian lain Gubernur juga mengakui, selang 94 Tahun GPdi menjalankan misi pelayanan Kristus ditengah-tengah dunia, telah  banyak karya ilahi yang senantiasa diwujudkan oleh segenap warga GPdi dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. GPdi mampu menunjukan dirinya sebagai salah satu komunitas ilahi terbesar di tanah air, dimana GPdi terbangun atas bebrbagai potensi dan kepelbagaian jemaat, yang semakin hari kian bertambah. Ini membuktikan dalam usia yang ke-94 Tahun, GPdi semakin dewasa dalam merangkai karya pelayanan menjadi komunitas yang mandiri, serta mampu mengaktualisasikan misi kristus ditangah-tengah dunia, tandas Gubernur terbaik di Indonesia.      

Kepala Inspektorat Provinsi Sulut Drs. Mecky M Onibala MSi selaku Ketua Umum Panpel menyebutkan, GPdi merupakan sebuah organisasi gereja yang eksistensinya dalam pembinaan terhadap pemeluk agama kristen, terutama aliran Pantekosta telah terbukti selama lebih dari 94 Tahun, dengan jumlah anggota di sulut yang telah melebihi 250 ribu anggota jemaat dan 120 wilayah yang terdiri dari 1.639 sidang jemaat serta perwakilan GPdi di luar negeri, saat ini telah menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam membangun dan bersinergi dengan pemerintah. Ia juga menambahkan, salah satu perayaan yang penting adalah hari raya pantekosta yang dirayakan 10 hari setelah hari kenaikan Yesus Kristus ke sorga yang dijadikan sebagai sarana fellowship bagi umat GPdi se- sulut, tandas mantan penjabat Bupati Minsel. Kesempatan itu Gubernur telah melepas pawai kendaraan hias yang diikuti seluruh komponen jemaat GPdi se- sulut. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).





            

Kamis, 05 Juni 2014

Sarundajang Terima Penghargaan Pembina PNPM Terbaik


Kembali eksistensi Provinsi Sulawesi Utara memperoleh apresiasi Pemerintah Pusat dimana dalam pengelolaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, Gubernur Sulawesi Utara mendapat penghargaan untuk Kategori Pembina Terbaik Tingkat Nasional untuk Pendamping Lokal untuk Lokasi Sulit. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Presiden RI Prof DR Budiono dalam acara  pembukaan Rapat Kerja Nasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri Pedesaan Tahun Anggaran 2014 yang mengambil thema Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Yang Maju Mandiri dan Sejahtera Kamis 5 Juni 2014 di Hotel Hotel Grand Sahid Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri PU Ir Joko Kirmanto, Menteri Parekraf DR Marry Elka Pangestu serta Para Gubernur, Bupati Walikota Penerima Penghargaan, Para Kepala Badan Pembangunan Masyarakat Desa Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Dalam kesempatan menerima penghargaan ini Gubernur Sulawesi Utara diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulawesi Utara Drs Sanny Parengkuan MAP yang didampingi oleh Kepala Badan PMD Prov Sulut DR Ir Ricky Toemanduk MSi, Sekretaris BPMD Prov Sulut Jouke Kairupan SE dan Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Peran Masyarakat BPMD Prov Sulut Anita Lomban S Sos, MSi.
Dalam sambutannya Wakil Presiden menyatakan bahwa Pada dasarnya Program PNPM Mandiri ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, dan patut disyukuri bahwa semamgat PNPM yang sangat khas yaitu partisipasi dan pemberdayaan telah berusaha dengan baik dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Selanjutnya agar program PNPM dapat terlaksana dengan baik maka perlu memperhatikan dengan baik kualitas SDM pengelola PNPM, karena sebaik apapun sistim yang dibangun, jika SDM-nya kurang baik akan berakibat pada penyimpangan pelaksanaan program.
Pemberian Penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Utara untuk kategori tersebut karena dianggap mampu meningkatkan partisipasi masyarakat pedesaan dalam pembangunan. Hal ini menjadi penting karena sebagian masyarakat Indonesia bertempat tinggal di desa, dan desa memberikan sumbangan besar dalam menciptakan stabiitas nasional. Pembangunan desa adalah bagian dari pembangunan nasional dan pembamhunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan secara berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan aspek masyarakat.(DR Jemmy Kumendong Kabag Humas selaku Jubir Pemprov Sulut)


Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Sanny Parengkuan, MAP bersama Kepala Badan PMD Prov Sulut DR Recky Toemanduk Ketika menerima penghargaan.




Wagub: Sitaro Miliki Banyak Potensi Wisata

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd menegaskan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biro (Sitaro) miliki banyak potensi wisata untuk dikembangkan. Penegasan orang nomor dua di sulut itu, disampaikan saat akan bertolak kembali ke-manado, setelah sekitar tiga hari melakukan kunjungan kerja di tanah kelahirannya, belum lama ini.
Seperti objek wisata patung Tuhan Yesus di Desa balirangeng, tempat mandi air panas di Desa lehi, pasir putih di pantai toade, pantai pasir putih dan sarang burung walet di pulau mahoro, serta lokasi dermaga desa pehe  kiranya perlu terus di tingkatkan pengembangannya  melalui promosi wisata oleh pemda sitaro lewat berbagai media yang ada. “Saya sudah melihat objek-objek wisata tersebut, tinggal perlu  terus ditingkatkan sarana dan prasarana pendukungan lainnya seperti tempat penjualan souvenir dan kafetaria untuk mempermudah  para pengunjung yang  akan berbelanja maupun jajan”,  katanya sembari mengajak, masayrakat untuk mampu menjaga setiap fasilitas objek wisata yang ada, dengan tidak melakukan coret mencoret di setiap  lokasi objek wisata yang ada, karena hanya akan merusakan keindahan objek wisata tersebut. Untuk itu salah satu putra terbaik Sitaro ini berharap pemda sitaro, melalui dinas pariwisata  dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait, dengan manfaat hadirnya objek-objek wisata itu bagi peningkatkan ekonomi kerakyatan, sekaligus menggali terus potensi-potensi wisata yang ada. (Kabg humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).

      

Selasa, 03 Juni 2014

Samsat Sitaro Mengecewakan Wagub

Kantor Samsat Sitaro salah satu UPTD Dispenda Prov. Sulut di Ulu Siau, mengecewakan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd. Mengapa tidak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekitar pukul 09:00 Wita di kantor tersebut, Wagub mendapati seluruh ruangan kerja pegawai kosong melompong, yang ada hanya seorang security  bernama Rekson Meloke yang mendampinginya melihat langsung setiap ruang kerja staf pelaksana yang masih kosong  termasuk ruang Kepala UPTD Niklas Silangen yang lagi tugas luar mengikuti rapat tahun Dipenda Sulut di kotamobagu.  Padahal saat itu sudah ada seorang wajib pajak yaitu Ibu Veryal Mangantara, yang sudah menunggu hampir setengah jam  untuk  mengurus perpanjangan STNK kendaraan bermotor roda dua.
Namun 20 menit kemudian muncul Kasi Penetapan Nico Liwang, ketika ditanya orang nomor dua di sulut kenapa baru tiba, dengan gugup Liwang menjawab baru dari pasar pak Wagub, begitu pula di tanya kemana pegawai-pegawai yang lain dijawab masih ditempat kos, dengan tegas wagub katakan, ngoni disini enak sekali mo datang kantor musti singgah pasar lebih dulu, saat ini sudah jam berapa padahal wajib pajak sedang menanti pelayanan prima dari kalian, sembari mengungkapkan kecewanya “nongi Cuma beking malo pakita, kita ini orang disini (sitaro) red, tapi kamu menunjukan pelayanan yang tidak bagus kepada masyarakat, sembari menelpon kepada Niklas Silangen untuk membenahi pelayanan di kantor ini. Kemudian Wagub memintakan papan pengumuman buka tutup segera di turunkan, ndak perlu mengunakan sistem seperti itu, kalau pelayanan prima masih seperti begini, kunci salah satu putra terbaik Sitaro. Usai melakukan sidak di kantor samsat sitaro, Wagub melanjutkan peninjauan di kantor Bank Sulut Ulu Siau, untuk melaihat langsung pelayanan di torang pe bank.(Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).     



    

Watung Buka Bintek Sandi dan Telekomunikasi



Sandi dan  telekomunikasi merupakan salah satu tugas penting bagi penyelenggaraan pemerintahan  dengan peran sebagai  lembaga keamanan dan lembaga imu pengetahuan  karena itu persandian berperan penting untuk mengamankan informaasi yang tidak ingin diketahui oleh pihak lain terutama pada system komunikasi tertutup atau rahasia, berita dan informasi sebagai obyek transmisi yang hartus dilindungi.  Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Prov. Sulut yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Prov. Sulut Andrianus N. Watung, SH saat membuka Bintek Sandi dan telekomunikasi bagi petugas sandi dan telekomunikasi skala Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sulut  yang didilaksanakan oleh biro umum Setda Prov. Sulut di Ruang Mapaluse (3/6) kantor gubernur manado.
Fungsi persandian di pemerintahan daerah memiliki dua aspek penting yaitu pembinaan dan operasional persandian. Kedua aspek tersebut wajib dijalankan oleh organisasi agar informasi tetap terjaga kerahasiaannya di setiap satuan perangkat daerah, termasuk Kab/kota yang ada di Provinsi Sulut. Kata Watung.
Selanjutnya Watung mengharapkan kepada para pegawai yang menguikuti kegiatan Bintek sandi dan telekomunikasi ini agar tetap tekun mengikuti sampai selesai agar benar-benar dapat menguasai ilmu tentang persandian dan telekomunikasi ini agar mempunyai komitmen dan tekad untuk mewujudkan  tata pemerintahan yang baik maka diperlukan sumber daya aparatur yang berkualitas dan memiliki kopetensi dalam tugas dan tanggung jawab sebagai seorang aparatur yang handal dan professional.
Hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda (diwakili), Kepala Biro Umum Setda Prov Sulut Dra. Femmy Suluh, MSi, Kepala Sandi Negara yang diwakili oleh kepala Seksi pengembangan SDM Sandi direktorat pembinaan persandian Lukman Nul Hakim, SE, MM dan para peserta dari SKPD Prov. Sulut dan Kab/Kota .(Kabag Humas DR. Jemmy S. Kumendong, MSi selaku Jubir Pemprov).



Silangen : Anak Adalah Aset Keluarga dan Bangsa

 Anak adalah gerasi penerus  yang merupakan aset yang sangat berharga bagi keluarga serta memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup bangsa dan Negara karena ditangan anak-anak inilah teretak masa depan bangsa ini maka potensi dan posisi penting dari generasi muda ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab bersama dengan masyarakat. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Prov. Sulut yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Sulut Edwin H. Silangen, SE, MS saat membuka rapat Sinkronisasi Kebijakan Perlindungan dan Kesejahteraan Anak di ruang rapat WOC
 kantor Gubernur (3/6).
Silangen yang didampingi Kadis Sosial  Drs. Star Wowor dan Kepala Biro Kesra dr. Bahagia  Mokoagow mengatakan bahwa anaka-anak jangan dipandang sebagai beban tetapi marilah secara bersama memberikan pembinaan, pengembangan dan perlindungan serta menjamin kesejahteraan anak agar dapat berjalan dengan optimal demi menjamin lahirnya generasi penerus bangsa yang mampu dan siap menerima tongkat estafet pembangunan bangsa dan Negara ini.
Pada kesempatan itu Silangen mengharapkan kepada para nara sumber dan para peserta agar dapat memanfatkan kegiatan ini sebagai wahana untuk saling bertukar ide dan gagasan serta membagi pengalaman  sekaligus mendapat masukan yang berharga  melalui sharing informasi sehingga kedepan dapat melaksanakan berbagai kebijakan perlindungan dan kesejahterraan anak. Dan kepada kedepan kabupaten dan kota dapat menganggarkan dana untuk perlindungan kekerasan terhadap anak.(Kabag Humas DR. Jemmy S. Kumendong, MSi selaku Jubir Pemprov).