Selasa, 02 September 2014

Bandiklat Sulut Gelar Rakor Pembinaan Kediklatan





Untuk meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah daerah dalam mendukung reformasi birokrasi terutama dalam bidang kediklatan, Badan Diklat Provinsi Sulut menggelar rapat koordinasi pembinaan program kediklatan Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan tersebut di gelar Selasa (2/9) bertempat di Hotel Gran Puri Manado mengambil tema sinergitas penyusunan program dan anggaran pengembangan SDM aparatur kemendagri dan pemda, dibuka oleh Kaban Diklat DR Dr.h F Rotinsulu.
Dalam sambutannya, Rotinsulu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna menyiapkan apratur yang kompeten dalam melaksanakan setiap fungsi kerja pada bidang masing-masing. Salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan SDM ialah dengan melaksanakan rakor pembinaan kediklatan.
“Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang baik perlu diadakan koordinasi antara pemerintah pusat maupun daerah, melalui kegiatan rakor ini diharapkan bisa tercipta koordinasi yang baik sehingga tercipta sinergitas yang baik antara sesama aparatur pemerintah di daerah.
Untuk peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari seluruh Kepala Balai Diklat , kepala BKDD, pejabat, widyaiswara dan staf Bandiklat Sulut. Dalam acara tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus Ikatan Widya Iswara Indonesia (IWI) periode 2014-2017. Dengan ketua Ir Jefferson PH Waha, Map, wakil Drs Arie Wawointama, Mas. Sekretaris Ir M Pandensolang.

Senin, 01 September 2014

Pengusaha Philipina Lirik Komoditi Sulut




Dengan terbukanya penerbangan langsung Manado-Davao Philipina, yang ditandai dengan penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado yang mengunakan penerbagan Sriwijaya Air   menuju  Bangoy Airport Davao City, yang dilakukan Gubernur Sulut Dr.Sinyo Harry Sarundajang, senin ( 1/9) kamarin.
Sore harinya langsung ditindak lanjuti para pengusaha Philipina. Dipimpin Konsul Jenderal (Konjen) Philipina Jose D.R Burgos melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di ruang kerjanya. Adapun pengusaha Philipin yang di bawah Burgos yaitu Vicente T Lao Presiden dan CEO Maharlika Perusahaan yang bergerak di bidang Agro, Marine Ventures Corp bersama Isteri selaku Chairman dan CEO Mt. Sinai Mining Exploration dan Development Corporation, Boni Pal Fernandez BF Industries,Inc perusahaan yang bergerak dibidang manufacturer of activated carbon & Charcoal Briguets serta Anelyn G Binancilan Senior Economic Development Specialist.
Menurut Burgos pengusaha Pilipina berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulut yang kembali membuka jalur penerbagan langsung Manado-Davao, termasuk pelayaran dengan kapal roro dari Bitung, Sangihe langsung menuju Davao. Kesempatan ini dimanfaatkan pengusaha Philipina untuk kembali membangun  kerjasama dengan pengsusaha Sulut melirik komoditi unggulan daerah ini untuk dibawah kenegaranya.
Dalam pertemuan itu terungkap komoditi yang dilirik oleh pengusaha Philipina antara lain rumah adat, Kelapa dan turunannya, Cengkih, palah, jagung kemudian ikan dan turunannya. Bahkan Vicente T Lao dan Fernandes menanyakan berapa ton jagung di sulut seiap kali panen serta  tata cara pengolahan tanah (lahan) di daerah ini.
Menjawab hal itu Wagub menyebutkan, produksi jagung sulut setiap panen baru mencapai 85 ribu ton/hektar, setahun tiga kali panen. Walaupun produksi jagung kita masih kecil untuk kebutuhan lokal. Tapi Sulut bisa menjadi pusat pengolahan komoditi tersebut untuk diekspor keluar negeri. Menurut Kansil lewat program revitalisasi pertanian, pemerintah daerah bekerjasama dengan perbankan terus mendorong warga untuk terus menanam sampai memanfaatkan setiap lahan tidur yang ada untuk di tanam komoditi jagung dan tanaman pertanian lainnya. Sementara terkait dengan pengelolaan tanah, Wagub katakan disini beda dengan daerah lain. Di Sulut yang punya tanah adalah keluarga atau personal, termasuk tidak ada pembatasan lahan. pengusaha Philipina bisa melakukan hal ini, namun harus ada kerjasama (memorandum Of understanding) terlebih dahulu. Begitu pula dengan rumah adat. Di Sulut rumah adat terbesar ada di Woloan Tomohon, selain itu di Minahasa, Minsel dan Mitra.      
Kansil juga mengatakan, pelabuhan bitung saat ini telah menjadi penampung komoditir ekspor keluar negeri. Semua komoditi ekspor tersebut dikirim keluar negeri melalui kapal kontiner melalui pelabuhan bitung, dan ini sudah dilakukan ke Malaysia begitu sebaliknya. Selain itu bitung juga telah disiapkan  menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) dan Global HUP.
Untuk itu pemerintah Provinsi Sulut akan membantu pengusaha Philipinan yang akan menanamkan modalnya di daerah ini, yang penting dapat melaksanakannya dengan baik, kuncinya.
Turut hadir kadis Pertanian dan Perikanan Ir. Yohanes Panelewen, Kadis Perindag  Ir. Olvie Ateng MSi, Karo Ekonomi Jeane Mendur dan Karo Umum Dra Femmy Suluh MSi. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).      



         

Wagub Harapkan Pencetakan Buku Kurikulum Dilaksanakan Daerah




                              Wagub Berjabat tangan dengan Dedy Gumelar (Miing) sambil berdialog





Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhari Kansil, MPd menyatakan keinginannya agar pencetakan buku pedoman guru dan bahan ajar bagi siswa kurikulum 2013 (K-13) dapat dicetak di daerah, agar pendistribusiannya semakincepat tibadi daerah tujuan. 
Hal tersebut disampaikan Wagub dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI dalam rangka evaluasi pelaksanaan kuriklum 2013 di Sulut, yang dilaksanakan Senin (1/9), di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut.
Kunjungan spesifik Tim Komisi X yang membidangi sektor Pendidikan, Parekraf, Kemenpora dan Perpustakaan itu berjumlah 15 orang dipimpin Ketua Komisis X DR. Agus Hermanto.
Menurut Hermanto kunjungan Komisi X kali ini lebih fokus ingin mendengar hambatan dan keluhan  yang dihadapi guru-guru terkait dengan penerapan kurikulum 2013  di daerah sulut.  
Dari beberapa kepala Sekolah menyatakan, program K-13 dinilai sudah baik, namun hanya pendisribusian yang mengalami keterlambatan, sehingga menggagu para guru dan siswa itu sendiri.  
“Kami harapkan pencetakan buku bahan ajar dan pedoman guru untuk kurikulum K-13 bisa dicetak didaerah ini, mengingat sudah banyak perusahaan percetakan yang tersebar di Manado, disamping itu pemprov sulut saat ini sudah melakukan lelang terbuka melalui LPSE, jadi pemerintah pusat tidak perlu ragu  apabila pencetakan buka pedoman guru dan bahan ajar siswa di cetak didaerah,” ujar Kansil.
Mantan Kadis Diknas Sulut ini menambahkan proses pencetakan buku tersebut di bebankan  pada daerah mengingat efektifitas distribusi buku ke daerah, karena bedasarkan pengalaman dilapanagan saat ini pencetakan buku tersebut dilaksanakan di pusat yang notabene jauh dari jangkauan daerah serta memakan   waktu yang cukup lama sehingga buku-buku tersebut bisa sampai di daerah tujuan.
Disamping itu juga untuk pelaksanaan Kurikulum 2013 ini agar dapat disosialisasikan kepada tenaga pendidikan dan masyarakat, agar kurikulum ini mendapat dukungan yang baik. Guru juga diharapkan melakukan pendalaman terhadap kurikulum, disamping itu  Pemerintah pusat juga diminta untuk segera mengeluarkan petunjuk teknis pengunaan DAK untuk pengadaan dan pengiriman buku.
Pendistribusian buku kurikulum 2013 juga agar dilaksanakan dengan cepat karena dari 76 kontainer buku untuk Sulut, saat ini baru diterima sebanyak 5 kontainer.
Untuk implementasi pelaksanaan kurikulum 2013 di Sulut Wagub menjelaskan, Guru yang ada di Sulut tidak merasa kesulitan dalam memahami dan merumuskan materi karena telah mengikuti diklat. Namun, pemprov tetap memantau pelaksanaan di lapangan agar metode yang diberikan relevan terkait materi yang akan di ajarkan.
Keinginan Wagub Sulut ini mendapat dukungan penuh dari personil Komisi X Mulai dari Ketua Komisi Agus Hermanto, Tamsil Linrung dan Dr. Dedy Gumelar (Miing). Mereka bertiga sepakat pencetakan didaerah sudah harga mati untuk dilaksanakan, karena apabila Kemendikbud masih tetap mempertahankan sistem yang ada sekarang, dipastikan K-13 tidak akan berhasil, karena permasalahan ini terjadi di semua daerah, bukan hanya di sulut, tegas Miing.
Kedis Diknas  AG Kawatu Se MSi juga mengusulkan menyangkut pendistribusian pencetakan buku pedoman guru dan bahan ajar siswa kiranya harus melalui Provinsi agar lebih cepat, kemudian masalah kewenangan guru-guru di kabupaten/kota karanya diserahkan ke provinsi, termasuk bantuan sarana dan prasaranan yang selama ini langsung di kabupaten/kota hendaknya pula harus melalui provinsi agar ada pemerataan, mendukung program Unsrat yaitu anti nyontek dan berdusta guna membangun budi pekerti para siswa didaerah ini. Turut hadir Kadis Diknas Manado, para Kepsek SMA, SMP, SD serta pejabat Diknas Sulut.  (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).    

Jumat, 29 Agustus 2014

SHS: Warga Masyarakat Harus Waspada Terhadap gerakan ISIS



Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang menjemput dan menerima kunjungan kerja Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di VIP Pemda Bandara Sam Ratulangi Manado Jumat 20 Agustus 2014. Dalam kunjungan kerja tersebut Agung Laksono yang didampingi sejumlah Deputi dan Pejabat Teras di Kementerian Koordinasi Bidang Kesra akan bertemu dan bersilahturahmi dengan para Imam Masjid se Sulawesi Utara dan akan membahas tentang perkembangan organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut salah seorang Imam Masjid yang turut menjemput kedatangan Agung Laksono, dalam kesempatan silahturahmi tersebut Imam Masjid se Sulawesi Utara akan menyatakan penolakannya terhadap keberadaan ISIS di Sulawesi Utara. 
Sementara itu Sarundajang menyatakan bahwa sebagai organisasi yang telah dilarang pemerintah, seluruh elemen masyarakat harus mewaspadai apabila terdapat aktivitas-aktivitas yang dicurigai berhubungan dengan ISIS dan memintakan masyarakat untuk melaporkan kepada aparat yang berwajib apabila melihat hal tersebut, dalam kesempatan tersebut Sarundajang mengapresiasi kedatangan Menko Kesra Agung Laksono agar masyarakat lebih waspada lagi terhadap gerakan ini, juga mengapresiasi para imam masjid di Sulawesi Utara yang berani bersikap menolak eksistensi ISIS sebagai bagian dari upaya menjaga harmonisasi dan kedamaian di Bumi Nyiur melambai tercinta ini. ( DR Jemmy Kumendong, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov). 

Sarundajang : Pramuka Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Generasi Bangsa











Era globalisasi dewasa ini penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan tetapi manusia merupakan faktor penentu yang paling utama dan untuk membangun manusia yang memiliki karakter dalam membangun bangsa harus memiliki watak yang kuat dan  cerdas serta mempunyai budi pekerti yang luhur, menjunjung kesatuan dan persatuan indonesia karena pemuda demikianlah yang akan sanggup menghadapi berbagai tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini   serta sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik oleh karena itu gerakan pramuka masih dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Demikian sambutan ketua kwartir nasional gerakan pramuka yang dibacakan oleh gubernur Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang yang juga sebagai ketua Mabida gerakan pramuka provinsi sulut pada upacara memperingati hari pramuka ke 53 tahun 2014 (29/8) di lapangan KONI Manado.
Gubernur Sarundajang mengatakan bahwa kaum muda saat ini dihadapkan pada dua masalah besar yaitu yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan. Masalah sosial meliputi penggunaan napza dan obat terlarang, hubungan seksual pra nikah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas, perkelahian, tawuran dan kekerasan serta kriminalitas remaja. Sedangkan masalah kebangsaan meliput antara lain solidaritas sosial rendah, semangat kebangsaan rendah, semangat bela negara rendah dan semangat persatuan dan kesatuan rendah sehingga  membentuk rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang yang lebih tua dan para guru maka lewat eksistensi gerakan pramuka generasi muda akan dibentuk untuk lebih mandiri dan saling menghargai dalam bingkai NKRI.
Sarundajang mengharapkan agar revitalitasasi gerakan pramuka terus diarahkan pada pemantapan pembinaan karakter dan memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsesus dasar bangsa kita yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika pemantapan empat pilar kehidupan bernegara dapat memperkokoh idealisme, cita-cita dan militansi kaum muda untuk menjadi komponen bangsa yang cerdas, unggul, tangguh, penuh daya inofatif dan tetap bersatu sehingga menjadikan kaum muda yang memiliki akhlak kepribadian yang luhur dan mulia, memiliki sikap toleran dan siap bersaing di era global.
Sebelumnya didahului laporan ketua kwartir daerah gerakan pramuka sulawesi utara Vanda Sarundajang yang mengatakan bahwa setiap anggota pramuka harus pantang menyerah serta dapat membentuk karakter yang mandiri dan pramuka harus mampu secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugus depan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa.
Pada upacara pramuka ini diserahkan penghargaan gerakan pramuka kepada beberpa orang yang telah  memberikan jasa dan pengabdian untuk meningkatkan aktivitas gerakan pramuka di daerah sulawesi utara.(DR. Jemmy S. Kumendong, MSi Kabag Humas selaku Jubir Pemprov)

Prangko Gubernur dan Wagub di Luncurkan di Tahun Emas




Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara dalam suasana menyambut Tahun Emas Provinsi Sulut, akan diwarnai dengan peluncuran prangko bergambar Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang dan Wakil Gubernur Dr. Djouhari Kansil MPd. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pos Manado Purgiantoro dalam pertemuan dengan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Sulut Jeane Mendur yang juga selaku Sekretaris Panitia HUT ke-50 Provinsi Sulut Tahun 2014 di ruang kerjanya, Jumat (29/8) kemarin.
Purgiantoro mengatakan, pembuatan prangko bergambar Gubernur dan Wagub Sulut ini, merupakan partisipasi dari Kantor Pos Manado untuk ikut memeriahkan peringatan Ulang Tahun Emas Provinsi Sulut Tahun ini. “Kami menilai peluncuran perangko ini akan menjadi  moment yang sangat spesial bahkan memiliki nilai sejarah tersendiri bagi ke dua pemimpin kita, karena dimasa kepemimpinan mereka berdua Provinsi Sulut genap berusia ke-50 Tahun.   
Sedangkan terkait dengan peluncurannya, kami serahkan kepada Panitia, sembari menyebutkan pihaknya akan menerbitkan 50 buah prangko yang nantinya secara simbolis akan di tandatangani oleh Gubernur Sarundajang, tandas Prugiantoro.        

Mendur atas nama pemprov Sulut  menyampaikan apresiasi positif kepada Kantor Pos Manado yang telah ikut memeriahkan Ulang Tahun Emas Provinsi Sulut Tahun ini, sembari berjanji nantinya akan disampaikan kepada Ketua Panitia untuk dibahas pada rapat panitia minggu depan. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).  

Rabu, 27 Agustus 2014

Dipenda Kalbar Puas Dengan pelayanan Publik di UPTD Manado

Tim Dinas Pendapatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang dipimpin Kepala Bidang Pengawasan dan Pembinaan (Wasbin) Pieter Bonis, saat  melakukan study komparasi tentang pengawasan pelayanan publik di UPTD Manado Dipenda Provinsi Sulut, secara kebetulan bertemu langsung dengan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd yang sementara melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) di instansi yang di pimpin Drs. Benny Kalonta. Dalam kesempatan tersebut Wagub telah menjelaskan panjang lebar tentang pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kantor pelayanan Samsat Manado, dimana para wajib pajak mengurus langsung tanpa menggunakan perantara (calo) dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka di setiap loket yang tersedia secara cepat dan transparan. Menanggapi penjelasan dari orang nomor dua di Sulut, Pieter Bonis merasa salut dengn pelayanan publik di UPTD Manado,. Selain itu mereka juga memberi apresiasi    
   Samsat Manado