Rabu, 24 September 2014

Sulut Raih Penghargaan AKIP 2014


Komitmen Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang dan  Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, MP dan Sekretaris Daerah Ir SR Mokodongan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik kembali mendapat apresiasi baik dari pemerintah pusat.
Kali ini Sulut mendapat penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (AKIP) Baik dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono di dampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar langsung di istana Wakil Presiden Rabu(24/9). Penghargaan tersebut diterima Wagub DR Djouhari Kansil di dampingi Asisten Administrasi Umum N Watung dan Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan, AP, Msi. Penghargaan ini bisa dikatakan bergengsi karena hanya Provinsi Sulut yang meraih predikat baik dari seluruh provinsi yang ada di pulau Sulawesi dan di Indonesia kawasan timur.
Dalam sambutan Wapres menekankan penghargaan ini diberikan bagi daerah yang memberikan pelayanan baik di daerah. Pelayanan pada masyarakat harus lebih diperbaiki.
Upaya pemerintah saat ini dalam memberikan pelayanan yang baik sudah cukup banyak, kunci dari pembangunan salah satu dari sektor publik, ketika sektor publik di bangun dengan baik maka roda pemerintahan akan berjalan dengan baik juga.
Harus ada keseimbangan antara penghargaan dan kinerja, berikan penghargaan yang baik bagi para pegawai yang ada di lapangan, mereka yang bekerja sehingga pelayanan publik bisa berjalan dengan baik.
Penilaian kinerja kali ini lebih memperdalam sasaran penilaian dengan mengukur tingkat pencapaian hasil yang akan menciptakan dampak pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Wapres mengingatkan juga kepada daerah atau lembaga yang belum mendapat penghargaan untuk lebih memantapkan kinerja.
Wagub Kansil setelah menerima penghargaan menyatakan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah Provinsi Sulut yang telah bekerja memberikan pelayanan terbaik sehingga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kedepan Wagub mengharapkan sistem akuntabilitas yang ada di Pemprov Sulut akan terus ditingkatkan, perencanaan dan penerapan E Goverment akan terus dikembangkan.
Penghargaan ini juga merupakan kado bagi Sulut yang baru saja merayakan HUT emas 50 Tahun. Wagub mensyukuri kerja keras Pemprov mebuahkan hasil positif.
Karo Organisasi Jimmy Ringkuangan di dampingi Kabag Tata Laksana Judhistira AK Siwu, SE, MSi juga menyatakan penghargaan ini dilaksanakan atas penilaian Indikator kinerja utama, dokumen perencanaan, renstra, Renja sampai hingga RPMJ dan pengawasan terhadap kinerja instansi yg dilakukan inspektorat. Pelaksanaan semua kegiatan tersebut di pemprov Sulut sudah dilaksanakan dengan baik, akan tetapi pemprov terus akan mempertahankan dan meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat.

Tahun Depan Bansos Lansia di Alihkan ke Kabupaten/Kota


Bagi para kaum Lanjut Usia (Lansia) penerima dana bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Provinsi Sulut,  mulai tahun depan penerimaannya sudah di alihkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota se- Sulut. Hal tersebut, di sampaikan Kepala BPK-BMD Praseno Hadi SE AK, Rabu (24/9) kemarin, di Kantor Gubernur Sulut.
"Jika selama ini lansia mengambil dana bansos di Pemprov Sulut, maka mulai tahun depan sudah kami alihkan pelayanan  pengambilan dana bansos tersebut di kabupaten/Kota se- Sulut sesuai proposal yang  masuk di Pemprov," kata Hadi sembari menyebutkan semua proposal yang ada nantinya akan kami distribusikan dalam waktu dekat ke Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai domisili dari lansia itu sendiri.
Sedangkan terkait dengan anggaran bansos tersebut Hadi menegaskan, semuanya berasal dari dana APBD Provinsi, Kabupaten/Kota hanya menyalurkan saja, sembari menambahkan, untuk pengambilan dana bansos tahun ini anggarannya sudah habis, nanti tahun depan realisasinya. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).

 

Kadiv Humas Bakal Irup Siarah Tahun Emas di Kalibata



Untuk mengenang  jasa dari para mantan Gubernur Sulawesi Utara, Pahlawan Nasional serta pejuang asal Sulut yang dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta, maka Pemerintah Provinsi Sulut dalam rangkaian agenda kegiatan memperingati HUT ke-50 (Tahun Emas) Provinsi Sulut, akan menggelar upacara siarah.
Hal itu ditegaskan, Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta Ir Jemmy Kuhu MSi yang didampingi Isteri tercinta Dra Suzan Toding di sela-sela Upacara Peringatan Tahun Emas di halaman Kantor Gubernur, Selasa (23/9) lalu.  Upacara siarah di TMP Kalibata Jakarta rencananya akan berlangsung antara 27 atau 28 September 2014 mendatang, bertindak sebagai Inspektur Upacara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Ronny Sompie, sedangkan ketua rombongan dipimpin Kalakhar Bakorkamla Laksdya Maritim Dr DA Mamahit MSc. Ada 94 orang yang dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta yang terdiri para mantan Gubernur Sulut yaitu FJ Tumbelaka, Welly Lasut, GH Mantik dan AA Baramuli sedangkan Pahlawan Nasional antara lain Pier Tendean, Jhoni Lie, Babe Palar, Mononutu, Lapian dan AA Maramis serta para pejuang asal Sulut lainnya.

Menurut Kuhu, upacara siarah sengaja melibatkan para "Tonaas Wangko"  yang sementara memegang jabatan penting dan strategis di pusat di akuinya memiliki momen spesial yang berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Momen spesial kali ini bagi warga kawanua di Jakarta di jadikan bahan refleksi untuk terus menopang perjalanan Pemerintahan Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan SHS-DjK. Karena daerah yang kita cintai ini boleh merayakan Ulang Tahun Emas, sembari menambahkan, setiap tahun Badan Penghubung Pemprov Sulut di jakarta melakukan tabur bunga di pusara para mantan Gubernur, Pahlawan Nasional dan pejuang asal Sulut, tambah mantan Sespri Gubernur SHS.(Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).      

Selasa, 23 September 2014

Tahun Emas Sulut di Warnai dengan Peresmian Berbagai Proyek





Upacara peringatan  Ulang tahun Emas, HUT ke-50 Provinsi Sulut yang berlansung dihalaman kantor Gubernur Jalan 17 Agustus Manado, Selasa (23/9) kemarin, diwarnai dengan peresmian berbagai proyek pembangunan oleh Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang selaku Inspektur Upacara.
Proyek-proyek yang diresmikan Gubernur tersebut meliputi, gedung Graha Gubernuran Mayjen TNI HV Worang di Gubernuran Bumi Beringin, Prasasti Peringatan 50 Tahun (Tahun Emas) Provinsi Sulut, Gedung Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan Gedung (PIP2B), Gedung Kantor UPTD Metrologi Disperindag Sulut, Pembangunan gedung Kantor Tim Pembina Samsat Sulut, Pembangunan Jalan Desa Popodu, Toluaya, Pintadia (HERS) Kec, Bolaang Uki Bolmong, Gedung Kantor Capilduk kota Tomohon, Peresmian Pekerjaan Rekonstruksi Tanggul Penahan pantai Likupang dua dana bansos berpola hibah kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Tahun 2013, serta gedung PT RD Pasific Intenational Bitung.
Disamping itu Gubernur juga telah melaunching pranko SHS-DJK dan sampul Tahun Emas dari Kantor Pos Manado serta menyerahkan, piagam penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10-30 Tahun kepada pejabat pemprov, serta pengharggaan lainnya.
Sarundajang mengatakan, ditengah-tengah keberhasilan capaian pembangunan yang boleh di capai provinsi sulawesi utara, namun diakui potret kemiskinan didaerah inisangat dimanis, dimana angka kemiskinan mengalami penurunan, walaupun sempat ada masa angka ini meningkat. Ditahun 2007 angka kemiskinan berada pada 11,42 persen atau 250.100 jiwa, yang disebabkan krisis kenaikan harga minyak dunia. Sedangkan Tahun 2009 jumlah penduduk miskin mencapai 9,79 persen (sekitar 218.206 penduduk). Akan tetapi kita harus terus bekerja secara maksimal untuk berupaya mencapai angka nol di daerah yang kita cintai ini. Bertindak selaku Komandan Upacara Kepala BKD DR Noudy RP Tendean SIP MSi. (Kabag humas Dr Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).        


Paripurna Tahun Emas di Hadiri Dubes, Konjen dan Gubernur




Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut dalam rangka memperingati Tahun Emas, HUT ke-50 Provinsi Sulut, dipimpin Ketua DPRD sementara Drs Steven Kandou di dampingi Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang dan Wagub Dr Djouhari Kansil MPd  GKIC, Selasa (23/9) kemarin, ikut dihadiri tiga Duta Besar Negara Sahabat, tiga Konsul Jenderal dan lima Gubernur.
Tiga Dubes tersebut masing-masing Dubes Cina Xie Feng, Dubes Malaysia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan Dubes Palestina Faridz Mehdawi. Sedangkan Konjen yaitu Konjen Filipina Jose DR Burgos, Konjen Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate serta Konjen RI di Davao City Eko Hartono. Sementara Gubernur Provinsi yang hadir yaitu Gubernur Sulsel DR H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, Gubernur Kaltim Awang Farouq, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Gorontali Rusli Habibie serta Gubernur Sulbar Drs H Anwar Adnan Saleh selaku Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) .
Kesempatan itu Gubernur Sarundajang telah memberikan penghargaan kepada empat tokoh masyarakat sulut yang menjadi inspirasi bagi rakyat sulut dalam kontribusinya terhadap bidang masing-masing yaitu kepada praktisi hukum, Akademisi dan Politisi Prof DR Oce Kaligis SH MH, Ibu Sofie Mulyapatera Eman pendiri restoran beutika , Ibu Ony Markadi Tambuwun yang berhasil melestarikan kain bentenan (pendiri yayasan karema) serta  Ronal Korompis sebagai tokoh pendidikan Sulut (pendiri SMU lokon) . Serta penghargaan Ambasador For Peace (duta perdamaian) kepada Gubernur Sulut yang diserahkan langsung Ketua The Universal Peace Federation (UPF) Mr Edgard Tanate. UPF merupakan organisasi perdamaian dunia yang bermarkas di New York.
Kesempatan itu Gubernur telah meitipkan pesan kepada para Bupati/Walikota se- Sulut untuk terus membangun hubungan yang harmonis antara jajaran pemerintahan, termasuk dengan pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

 Selain itu Gubernur, tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia beserta jajaran TNI AU yang telah ikut berpartisipasi dengan memberikan dukungan kegiatan atraksi dirgantara berupa aerobatic show pesawat sukhoi, terjun payung dan para motor yang telah ikut memeriahkan peringatan Tahun Emas Sulut.Disamping itu Sarundajang juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua jajaran pemerintah dalam berbagai tingkatan dan instansi serta seluruh elemen masyarakat sulut atas dukungan dan partisipasi saudara dalam mewujudkan agenda-agenda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dalam sepuluh tahun terakhir ini. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).

SHS Dukung APPSI Beri Penghargaan Kepada SBY dan Boediono




Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang mendukung rencana Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk memberikan pengharggaan kepada Presiden RI dua periode  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono. Dukungan Gubernur Sulut itu di sampaikan pada Meeting APPSI yang di gelar di GKIC, Selasa (23/9) kemarin yang dipimpin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sekalu Ketua APPSI dan turut dihadiri Pengurus APSI lainnya yaitu Gubernur Jabar Achmad Heriawan, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Kaltim Awang Farouq, Gubernur Kepulauan Riau Sani, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, serta yang mewakili Gubernur Sulteng dan Malut. Sarundajang mengatakan, ini merupakan suatu ide brilian APSSI dan bagi saya selaku penasehat APPSI merupakan satu kewajaran apabila pengurus APPSI memberikan penghargaan itu kepada SBY dan Boediono, karena selama sepuluh tahun kepemimpinan beliau terus mendapat dukungan dari seluruh Gubernur se- Indonesia. Apalagi kepemimpinan SBY dan Boediono sudah akan berakhir, ujarnya. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).


Senin, 22 September 2014

SULUT EMAS 2014


Semangat persaudaraan yang rukun dan damai di daerah ini telah menunjukkan ketangguhan untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang secara silih berganti, sehingga Sulawesi Utara tetap tegak berdiri kokoh sebagai daerah otonom, semakin dewasa dalam berpemerintahan, bahkan terus mengukir karya dan prestasi. Saat ini masyarakat Sulawesi Utara bersyukur dapat merayakan sebuah peristiwa yang amat penting dan strategis bagi perjalanannya yang mampu menapaki usia ke-50 tahun, sebagai Tahun Emas Bumi Nyiur Melambai dengan segala perkembangan dan dinamikanya, perkembangan daerah ini harus diakui telah menginspirasi generasi bangsa di daerah ini dalam perjalanan pembangunannya.
Setelah 50 tahun dalam pemerintahan sebagai daerah yang otonom, pendiri daerah akan bergembira melihat transformasi daerah ini dalam kemajuan di abad-21 dalam berbagai dinamikanya. Dengan kerja keras, pembangunan demokrasi di negara dan Provinsi Sulawesi Utara tercinta berjalan relatif baik.  Kondisi ini, dibuktikan dengan sukses digelarnya Pemilu Legislatif langsung pada tanggal 9 April 2014, termasuk sukses melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tanggal 9 Juli 2014 lalu yang telah melahirkan Presiden dan Wakil Presiden Baru.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus gigih mendorong kebijakan pembangunan yang pro-rakyat. suatu kebijakan pembangunan yang secara bersamaan dapat mendorong pertumbuhan, mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Hasil capai Provinsi Sulawesi Utara antara lain adalah perkembangan ekonomi yang cukup menggembirakan, dimana pada periode tahun 2009-2013, secara rata-rata pertumbuhan mencapai 7,53 s/d 8 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,82 persen pada kurun waktu yang sama,  pada triwulan II tahun 2014, pertumbuhan ekonomi sekitar 9,58 persen. sedangkan PDRB perkapita Sulut, di tahun 2006 sebesar Rp. 9,95 juta, dan pada tahun 2013 menjadi Rp.22,62 juta (setara USD 3.100).
Adapun pergerakan APBD Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2005, sebesar Rp. 605 milyar, menjadi Rp. 2,3 trilyun di tahun 2014, dan bergerak sebesar Rp. 2,5 trilyun di tahun 2015. Kondisi ini menjadi perhatian kita semua, bahwa kemampuan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan perkapita dan jumlah APBD sangat penting dan harus terus dimaksimalkan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, maka Capaian Buta Aksara Di Sulawesi Utara di tahun 2010 sebesar 0,65% (peringkat pertama terbaik nasional), dan di tahun 2013 sebesar 0,47%, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 77 persen (Ranking Kedua Nasional di Bawah DKI Jakarta).
Di bidang pendidikan dan kualitas sumber daya manusia sangat berpengaruh dalam menyambut kesempatan emas bonus demografi Indonesia yang diprediksi terjadi pada tahun 2020-2035, dimana usia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70 persen atau sekitar 180 juta jiwa, jauh lebih banyak dari usia non produktif dan hanya terjadi sekali dalam beratus-ratus tahun. Jika mampu memanfaatkan bonus demografi ini, maka akan mengurangi pengangguran, pertumbuhan ekonomi jauh lebih baik, meningkatnya daya saing bangsa dan Indonesia menjadi negara maju, akan tetapi kitapun harus siap dan harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah, jika tidak maka hal ini akan menjadi petaka..
Di Bidang kesehatan, Umur Harapan Hidup di Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2009, 72,12 tahun dan sampai pada tahun 2013 mencapai 73 tahun, dengan meningkatnya umur harapan hidup menjadi suatu upaya penting secara nasional, mengingat tujuan utama pembangunan berkelanjutan adalah agar masyarakat dapat hidup lebih produktif dan lebih baik. sedangkan angka kematian bayi (AKB) di provinsi sulawesi utara, mencapai angka 9/1000 kelahiran hidup (angka ini dibawah target MDG’s). Di bidang Ketenagakerjaan, angka pengangguran di Provinsi Sulawesi Utara sekitar 9,19 persen di Tahun 2011 dan menjadi 6,68 persen tahun 2013.
Sejak Provinsi Sulawesi Utara ditetapkan sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata unggulan di Indonesia dan provinsi penyelenggara MICE, maka pertumbuhan ekonomi terus bergerak. Berbagai ivent internasional yang telah di laksanakan diantaranya: world Ocean Conference (WOC) 2009, Coral Triangle Initiative Summit (CTI SUMIT) 2009, Sail Bunaken 2009, Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DIREX) 2011, Asean Economic Ministers (AEM) 2011, Pacific Partnership 2012, Asean Tourism Forum (ATF) 2012,  3rd Asia Pacific Choir Games 2013, World Coral Reef Conference (WCRC) 2014, dan berbagai iven nasional dan internasional lainnya telah membawa warna tertentu bagi perkembangan pembangunan di Sulawesi Utara, bahkan secara nasional mampu membawa dampak yang menggembirakan dalam memacu interkoneksitas antara negara, serta membaiknya hubungan kerjasama internasional melalui meningkatnya nilai investasi dan kunjungan turis mancanegara.
Kondisi ini di buktikan dengan target sampai tahun 2015, 150.000 wisatawan mancanegara dan sampai tahun 2013 sudah tercatat 142.109 wisatawan mancanegara, sedangkan untuk domestik dari target sampai tahun 2015, 500.000 wisatawan lokal dan sampai saat ini sudah tercatat 1.616.009 wisatawan lokal, melebihi target sampai 323%. dengan peningkatan disektor pariwisata, maka infrastruktur publik terbangun di berbagai daerah, fasilitas pendukung lainnya mengalami fase perkembangan yang positif.
Yang juga penting adalah segala upaya untuk menjaga persatuan dan kemakmuran Indonesia akan sangat terbantu apabila situasi keamanan dan ketertiban daerah tetap terjaga sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.
Pemerintah dan rakyat Sulawesi Utara juga harus cerdas mengantisipasi dan menyikapi berbagai perkembangan regional, nasional, maupun internasional dewasa ini, dengan tetap berpegang teguh pada kepentingan lokal. Provinsi Sulawesi Utara harus mampu berkomitmen untuk memastikan kesiapan diri kita sendiri menuju pembentukan komunitas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 di ketiga pilar, baik dalam pilar politik dan keamanan, ekonomi, maupun sosial-budaya. Mengingat semakin dekatnya pembentukan komunitas Masyarakat Ekonomi Asean 2015, sosialisasi kepada seluruh rakyat Sulawesi Utara agar siap dan memahami segala peluang dan tantangan yang ada, serta dapat meraih sebanyak mungkin manfaat dari Komunitas Asean yang berjumlah 629.2 juta jiwa ini.
 Karena itu, upaya membangun interkoneksitas antar daerah di Pulau Sulawesi secara massif harus terus dilakukan, untuk menjadikan Pulau Sulawesi sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik. langkah strategisnya dengan menyusun road-map pembangunan yang berbasis geostrategi; mengembangkan sistem wilayah pembangunan ekonomi yang bersinergi dan terintegrasi; membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan pintu-pintu baru (sebagai feeder) bagi kegiatan ekonomi dan perdagangan yang saling interkoneksi di Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat Indonesia.
Provinsi Sulawesi Utara sebagai bagian dari Koridor Ekonomi Sulawesi terus berbenah, dengan berupaya mengembangkan ketersediaan insfrastruktur transportasi, Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung, Pelebaran Jalan Manado-Tomohon, Ring Road Satu, Dua Dan Tiga, Boulevard Satu dan Dua, Jembatan Soekarno, Bandara Udara Sam Ratulangi yang Representatif, Bitung Internasional Hub Port Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, termasuk pula pengembangan sarana prasarana olah raga, kesenian, dan kesehatan; meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi diatas 8% per tahun; menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai angka ideal di bawah 5%, dengan membuka lapangan kerja baru dan memfasilitasi pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah melalui kemudahan perijinan; memaksimalkan produksi pertanian, meminimalkan lahan-lahan tidur, mendorong ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian; mengoptimalkan produktivitas sejumlah komoditi utama, menjaga harga komoditi strategis dengan mendorong peran maksimal dari petani dan nelayan setempat; mendorong fasilitas kredit perbankan, dan pertumbuhan volume, serta nilai ekspor non-migas; merevitalisasi kawasan perbatasan sebagai garda terdepan NKRI, meningkatkan mutu SDM, insfrastruktur, fungsi perdagangan langsung dengan Philipina, serta peningkatan fungsi warga selaku penjaga perbatasan yang handal; mengembangkan dan memantapkan pembangunan berwawasan lingkungan; serta mendorong semakin berperannya lembaga-lembaga agama dalam rangka memelihara kerukunan beragama, antar umat beragama, serta semakin menumbuhkan kualitas hidup umat beragama dan hidup bermasyarakat.

Disadari bahwa kedepan, tantangan semakin berat dan kompleks. karena itu, arah pembangunan kedepan harus lebih terfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat, pengurangan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja (job creation). dengan kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif dan inovatif, konsensus politik kita benar-benar dipertaruhkan bagi masa depan rakyat Sulawesi Utara. Karena itu, seluruh potensi daerah, baik natural capital, human capital dan social capital harus dikolaborasikan secara tepat dengan berbagai kearifan lokal untuk ditransformasikan sebagai kemandirian daerah yang memiliki kekuatan riil dalam mendorong pencapaian target pembangunan.
Sulut harus terus menjaga pluralisme daerah sebagai sebuah kearifan local, Sulawesi Utara harus terus membuktikan kepada dunia luar, bahwa di bumi nyiur melambai dengan berbagai macam perbedaannya, masyarakatnya dapat tumbuh bersama, konflik dapat diselesaikan secara damai dan demokratis, dan bisa memperlihatkan bahwa daerah bersifat majemuk,  namun Sulawesi Utara juga dapat menjadi anak bangsa yang rukun dan damai, karena kasih mampu menembus perbedaan dan torang samua basudara….!.
Kita laksanakan pengabdian kepada rakyat Sulawesi Utara dengan bekerja lebih tulus..., lebih giat..., lebih keras..., cerdas dan tuntas..., karena kita mampu..., kita bisa..., kita solid dalam upaya menjadikan daerah ini semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera...!.


Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melimpahkan rahmat, karunia, dan ridho-nya kepada kita semua, dalam membangun bangsa dan negara tercinta. (DR Jemmy Kumendong, MSi, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov)