Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Minggu, 06 September 2015
Wagub Hadiri Sosialisasi Era Baru BPJS Keteneagakerjaan
Lemhanas RI : Humas Ujung Tombak dan Garda Terdepan Komunikasi Publik
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) bersama Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) mengadakan pertemuan. Pertemuan tematik Bakohumas ini bertema “Efektivitas Peran Humas dalam Implementasi Inpres Nomor 9/2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”. Pemprov Sulut mengutus Kasubbag Fasilitasi Media mass dan dokumentasi Ivan Besouw dan Clief Wangke untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Lemhanas RI memandang pertemuan ini sebagai momentum strategis. Sebab, humas merupakan organ inti organisasi yang berperan vital dan strategis bagi kemajuan suatu organisasi modern.
“Humas adalah ujung tombak dan garda terdepan dalam mengkomunikasikan program dan kebijakan pemerintah,” kata Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji, di Gedung Lemhanas, Jakarta, Rabu (2/9).
Oleh karena itu, praktisi humas senantiasa diingatkan kembali atas tugas dan tanggung jawab yang diemban. “Humas pemerintah harus mampu melakukan komunikasi publik secara profesional, proporsional, memberikan pencerahan, pemberdayaan dan edukasi sesuai nilai-nilai kebangsaan. Dalam perspektif ketahanan nasional, humas pemerintah perlu mengembangkan pola pikir, sikap dan tindak,” ujarnya.
Humas pemerintah harus mampu mengirimkan pesan pemerintah atau narasi tunggal secara efektif, karena masyarakat mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja pemerintah. Era keterbukaan informasi juga menuntut humas pemerintah untuk mampu melayani, mengelola dan mempermudah akses informasi publik.
Pelayanan pengelolaan informasi publik yang profesional akan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilann keputusan atas kebijakan publik pemerintah.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara saat melakukan memberikan mateti mengatakan praktisi Humas Pemerintah merupakan agen – agen perubahan yang mampu menjadi ujung tombak dalam meningkatkan nasionalisme masyarakat, serta mensosialisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berwawasan kebangsaan.
Dalam perspektif Ketahanan Nasional, Kehumasan pemerintah perlu mengembangkan pola fikir, pola sikap dan pola tindak Humas Pemerintah, serta memahami pentingnya penguatan wawasan kebangsaan masyarakat luas melalui perubahan paradigma dan mindset Humas Pemerintah yang sinergis, adaptif dan professional. Selain itu Kehumasan pemerintah harus mampu mengkomunikasikan dan menjembatani kebijakan pemerintah guna mewujudkan ketahanan Nasional yang tangguh.
Sekadar diketahui, Bakohumas merupakan forum koordinasi dan kerja sama antar humas pemerintah dari lembaga pemerintah, negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bakohumas juga wadah integrasi dan sinkronisasi kegiatan humas pemerintah untuk melayani dan mengelola informasi agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
Peserta pertemuan yang hadir terdiri atas 128 instansi humas pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Selama 3 hari peserta mendapatkan sejumlah materi terkait ketahanan nasional dan kehumasan, diskusi serta simulasi mengenai teknis humas dalam penyampaian narasi tunggal sesuai Impres nomor 9 tahun 2015.
Jumat, 04 September 2015
Menag: Sulut Jadi Simbol Kerukunan di Indonesia
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengakui, kerukunan antara umat beragama di Sulawesi Utara telah menjadi simbol kerukunan beragama di Indonesia. Pengakuan Menag tersebut disampaikan pada acara pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) di Hotel Peninsula Manado, Kamis (03/09).
"Indonesia mini ada di sini (maksudnya di Sulawesi Utara red). Sikap toleransi dan tenggang rasa yang dimiliki masyarakat Nyiur Melambai memberi kekaguman bagi bangsa Indonesia, terutama di sektor keagamaan," ujar Saifuddin.
Menurut Saifuddin terselenggaranya hajatan ini merupakan suatu yang luar biasa bagi daerah sulut, dimana penduduk terbesar beragama nasrani (kristen) namun mampu melaksanakan kegiatan ini. Hal itu menurut Saifuddin sejalan dengan semangat dari salah seorang Pahlawan Nasional asal Sulut DR Sam Ratulangi, lewat filosofinya "Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain".
"Sungguh luar biasa deaerah yang dihuni 75 persen beragama kristen namun bisa menjadi tuan rumah 15Th AICIS 2015, yang notabenenya adalah kegiatan dari umat Islam", ucapnya.
Sementara itu Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang, diwakili Wagub Dr Djouhari Kansil MPd mengatakan, Sulawesi Utara sudah terbiasa dengan even-even keagamaan. Dengan semboyan Torang Samua Basudara telah memberi motivasi dan inspirasi, sehingga even apapun yang di gelar di didaerah ini terus menuai sukses, karena masyarakat mendukung untuk memberi kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan daerah dan bangsa, sembari menyebutkan, harmonisasi kehidupan masyarakat Sulut begitu terasa ditengah-tengah pluralitas (kemajemukan), baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat. Realitas keberagaman ini disyukuri sebagai anugerah Tuhan sehingga masyarakat senantiasa hidup dalam persaudaraan yang rukun, damai, saling menghargai dan menghormati perbedaan.
Karena itu kegiatan AICIS merupakan momentum yang tepat dan strategis untuk mempresentasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terbaru untuk mencermati perkembangan pemikiran dan pengkajian Islam di Indoensia dalam setiap tahunnya, sekaligus mewadahi kontribusi pengkajian islam terhadap problem kemnausiaan yang dihadapi masyarakat dewasa ini. Hal ini sesuai dengan Tema yang diangkat dalam forum ini, yaitu Harmony In Diversity "Promotion And Preventing Conflicts In Sosio-Religous Life", tandas orang nomor dua di Sulut (Kabag humas Roy Saroinsong SH selaku jubir pemprov).
Kamis, 03 September 2015
Menag Lepas Calon Jamaah Haji Sulut
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, melepas keberangkatan 195 Calon Jamaah Haji kloter 11 asal Provinsi Sulut, di Asrama Haji Tuminting Manado, Kamis (03/09) yang akan menunaikan Ibadah Haji ke Makkatul Mukarrohma dan Madinatul Munawwarah pada Tahun 1436H/2015M melalui embarkasi Balikpapan.
Dalam sambutannya Menag berpesan dua hal yang harus menjadi perhatian dari seluruh calon jamaah haji sulut selama berada di Makkah dan Madina. Dua hal tersebut yaitu syukur dan sabar.
Syukur berhaji yang dimaksud Saifudin adalah sesuatu yang sangat istimewa, bukan karena semata menunaikan rukun islam ke lima, tapi kesempatannya sangat terbatas untuk mengantri untuk menunaikan ibadah haji. Kalau sekarang bisa berhaji itu sebuah karunia yang harus di syukuri. Karena itu Saifudin berharap, calon jamaah haji Indonesia selama melaksanakan ibadah haji bisa menjaga diri kita sendiri, terutama kesehatan, agar semua syarat sahnya ibadah haji bisa ditunaikan. Saifudin mengajak agar umroh hanya dilakukan sekali saja dan fokus di makkah karena banyaknya jamaah haji dari berbagai negara. Pesan lain yang di sampaikan Menag yaitu tentu harus banyak bersabar, karena kita berada di negeri orang yang tentunya bermacam ragam perbedaan tingkahlaku dan adat istiadat dengan orang Indonesia. Karena itu secara otomatis tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan sebagaimana saat berada di kampung halaman kita sendiri, jelas Meang.
Sementara Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, tak lupa meyampaikan rasa berterima kasihnya kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, yang akan melepas calon jamaah haji asal sulut. Dan ini untuk yang pertama kali jamaah haji Sulut dilepas oleh Menteri Agama, Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi warga sulut sendiri. Untuk Kansil berharap calon jamaah haji sulut sekembalinya dari tanah suci bisa menjadi haji yang mabrur. Disamping selama berada di tanah suci diharapkan jaah haji sulut mempu mentaati aturan-aturan yang berlaku di makkah, karena jamaah haji indonesia bisa menjadi duta bangsa bagi negara lain.
Kakanwil Kemenag Sulut Drs H Soleman MPd mengatakan, jamaah haji sulut tahun 2015 berjumlah 548 jamaah, terbagi dalam dua kloter, kloter 10 dan kloter 11, gelombang 11 embarkasi balikpapan.
Kloter 10 berjumlah 355jamaah sudah berada di embarkasih balikpapan. kloter 11 akan berangkat malam ini sejumlah 195 jamaah. Kesempatan itu Menag dan Wagub secara simbolis telah menyerahkan bantuan biaya transportasi Manado Balikpapan, kepada calon jemaah haji tertua dan calon jamaah haji termuda masing-masing jamaah menerimah Rp.2.750.000. Turut hadir anggota Watim Pres KH Hasim Musadi. (Kabag humas Roy Saroinsong SH selaku jubir pemprov).
Kansil-Mokodongan Siap Bantu Investor China
Rabu, 02 September 2015
Sekprov Buka Diseminasi NSPK Pembiayaan Perumahan Wilayah III
Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir. Siswa R. Mokodongan, di ruang mapaluse Kantor Gubernur, selasa (02/09) kemarin, membuka acara diseminasi norma, standar, pedoman dan kriteria (NSPK) pembiayaan perumahan wilayah III.