Sabtu, 14 April 2018

Gubernur: Jaga Tumbuh Kebang Anak Agar Tercipta Generasi Sehat


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada seluruh orang tua untuk tetap memberi perhatian khusus kepada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, agar generasi muda di Sulut menjadi generasi yang tumbuh sehat dan kuat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam ibadah perayaan Paskah yang dihadiri ribuan Anak Sekolah Minggu (ASM) Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM) dilaksanakan di lapangan Tikala Manado, Sabtu (14/4).

Gubernur mengajak Orang tua harus lebih intens menjaga tumbuh kembang anak, agar anak terhindar dari berbagai penyakit, disamping itu anak juga perlu dididik untuk tetap takut akan Tuhan agar dalam menjalani kehidupan sehari hari, anak bisa terhindar dari pergaulan negatif yang merusak kehidupan karena jaman sekarang begitu banyak gangguan yang dapat merusak mental anak.

Gubernur juga memberikan tanda awas kepada orang tua terkait penyakit stunting yang menurut laporan badan statistik Sulut berada di urutan 3 penderita stunting yakni kekurangan asupan Gizi dalam masa pertumbuhan.

Diketahui Perayaan Paskah Raya dan Hari Anak GMIM tahun ini bertema “Tuhan Yesus Cinta Anak Sedunia” dengan sub tema:  “Dengan merayakan Paskah semua anak GMIM diutus meneruskan kasih Kristus kepada semua anak tanpa memandang latar belakang suku dan agama.”

Ibadah paskah KPA Sinode GMIM di Pimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt. Dr. Hein Arina. Setelah ibadah dan selebrasi di Lapangan Sparta Tikala, dilanjutkan perarakan pawai ASM se-GMIM menuju ke Kawasan Megamas Manado.

Turut hadir dalam acara tersebut  Bunda PAUD Sulawesi Utara Ir. Rita Dondokambey Tamuntuan, Pnt. Michael Mait, Wakil Walikota bersama ibu yg juga sebagai ketua panitia paskah KPA Sinode GMIM.(humas provinsi sulut)

Jumat, 13 April 2018

Gubernur Harap Miangas Bisa Jadi Destinasi Pariwisata


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menantang pemerintah Kabupaten Talaud untuk menggali potensi apa yang menjanjikan di pulau Miangas agar pulau paling ujung Sulut itu bisa menjadi destinasi pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan ke pulau Miangas bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Jumat (13/4).

Gubernur menyatakan setiap daerah pasti memiliki potensi pariwisata, bukan tidak Miangas memiliki ketertarikan tertentu karena Miangas merupakan pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina, fasilitas pendukung utama yakni Bandara sudah ada di pulau Miangas, tinggal bagaimana pemerintah daerah mengelola potensi apa yang bisa diandalkan menjadi destinasi wisata di pulau Miangas.

Jika Miangas menjadi tujuan pariwisata itu berarti memberikan Pendapatan bagi daerah Kepulauan Talaud, hal ini juga harus mendapat dukungan dari masyarakat daerah karena hal tersebut berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Disisi lain juga Gubernur mengatakan Miangas tetap menjadi prioritas pembangunan sesuai dengan visi nawa cita Presiden RI Joko Widodo yang ke 3 yakni  Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Kebutuhan bahan bakar minyak juga akan terus diperbaiki mengingat Talaud dan pulau Miangas sudah banyak kemajuan. Kebutuhan tenaga pengajar di Sekolah akan ditambah bagi pulau Miangas agar pendidikan dapat lebih maju lagi.

Untuk itu Gubernur menekankan agar Bupati harus bersinergi dengan Gubernur sehingga program pembangunan yang dijalankan bisa selaras dengan baik tanpa ada hambatan, daerah lebih maju dan masyarakat sejahtera.

Terkait kunjungan bersama Panglima TNI, Gubernur dan Panglima TNI berjanji tetap akan memberikan rasa aman kepada masyarakat Talaud khususnya di pulau Miangas, dalam menghadapi pilkada Panglima TNI akan meninstruksikan 2 kapal TNI angkatan laut untuk bersiaga di Talaud mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pilkada.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur bersama Panglima TNI berkesempatan melihat pos penjagaan TNI dan bertemu serta berdialog bersama warga pulau Miangas. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Plt Bupati Talaud Petrus Tuange.(humas provinsi sulut)

Gubernur Olly Imbau Masyarakat Bijak Manfaatkan Medsos

Hadirnya media sosial (medsos) di tengah era digital saat ini mendorong teknologi komunikasi dan informasi, serta aspek kehidupan lainnya mengalami perkembangan sangat hebat dengan beragam tantangan kompleks terhadap masyarakat secara luas.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Plt. Kadis Kominfo Jeti Pulu pada acara Social Media Peacemaker yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Sam Ratulangi Manado, Jumat (13/4/2018) pagi.

"Media sosial yang lahir dalam era digital-pun, hampir menjadi kebutuhan primer masyarakat, karena manfaatnya yang begitu besar, diantaranya sebagai tempat promosi, ajang memperbanyak teman, sebagai media komunikasi, maupun tempat berbagi foto, dokumen, maupun pesan suara, dengan fitur yang ada pada media sosial," katanya.

Lanjut Gubernur Olly, seiring banyak penggunaannya, tidak dapat dipungkiri, bahwa medsos telah banyak disalahgunakan, atau telah banyak orang yang menggunakan medsos sebagai alat untuk melakukan kejahatan seperti penipuan, menebar kebencian, isu SARA, radikalisme dan terorisme.

Oleh karena itu, untuk menyikapi tantangan tersebut, Olly mengimbau masyarakat mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, atau medsos secara cerdas, bijak dan bertanggungjawab.

"Agar kita semua terhindar dari ekses-ekses negatif yang sangat  berpotensi merusak moral, kepribadian, dan masa depan, serta tatanan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai," tandasnya.

Terkait pelaksanaan agenda Sosial Media Peacemaker, Gubernur Olly sangat mengapresiasinya. Dirinya optimis agenda tersebut dapat meningkatkan pemahaman seluruh peserta tentang dampak penyalahgunaan medsos.

"Kegiatan ini dapat menambah pemahaman serta wawasan kita dalam menyikapi tantangan di era digital atau penyalahgunaan media sosial," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memasukan data pribadi dalam aplikas-aplikasi media sosial. Sebab data yang sangat pribadi bisa jadi disalahgunakan oknum tertentu ketika terjadi kebocoran atas data tersebut.

"Masing-masing kita harus berhati-hati dalam memberikan data pribadi saat install aplikasi-aplikasi, baik media sosial maupun messenger," katanya.

Rudiantara pun meminta masyarakat agar bisa mengurangi penggunaan medsos jika aplikasi yang digunakan tidak memberikan nilai tambah. Namun, jika media sosial tersebut memang dibutuhkan dalam menjalani aktivitas maka masyarakat dipersilahkan mengakses medsos apapun. Asalkan setiap pengguna paham akan potensi bahaya yang bisa saja menyerang para pengguna medsos.

Terkait kebocoran data Facebook, Rudiantara menuturkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan perwakilan FB yang berdomisili di Indonesia. Mereka pun telah berjanji akan memitigasi berbagai persoalan yang menyangkut data pengguna Facebook di Indonesia.

"Saat ini mereka masih melakukan audit seluruh aplikasi pihak ketiga yang ada di FB. Menkominfo sudah ultimatum untuk dilaporkan secepatnya. Semoga tidak ada penyelewengan penggunaan data-data pribadi pengguna FB di Indonesia," imbuhnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina, Rektor Unsrat Prof. Ellen Kumaat, Inisiator My Home Ps. Indri Gautama dan Fasilitator Umum Manado My Home, Lenny Matoke. (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 12 April 2018

Dijemput Gubernur Olly, Panglima TNI Puji Sinergitas TNI-Polri di Sulut

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberi pengarahan kepada prajurit TNI-Polri di wilayah Sulawesi Utara, di Grand Kawanua International Convention Centre Manado, Kamis (12/4/2018) malam.

Ribuan personel TNI dari tiga angkatan yakni Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut, serta Polda Sulut hadir mendengar langsung arahan Panglima TNI.

Dalam arahannya, Panglima TNI menyampaikan beberapa hal, antara lain sinergitas TNI-Polri yang harus selalu dijaga.

"Kami melihat sinergitas antar TNI dan Polri di Sulawesi Utara sudah berjalan dengan baik. Ini harus dipertahankan," kata Panglima TNI.

Ia juga menegaskan pentingnya netralitas TNI-Polri pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 yang bakal digelar di 6 kabupaten dan kota di Sulut pada 27 Juni 2018.

Selain itu, Panglima TNI mengatakan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman.  

"Beberapa di antaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber, biologi dan kesenjangan," ungkapnya.

Diketahui, kunjungan kerja Panglima TNI ke Sulawesi Utara diterima langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE di Bandara Sam Ratulangi. Gubernur Olly sangat mengapresiasi perhatian Panglima TNI terhadap Sulawesi Utara.

Bahkan rencananya, Panglima TNI bersama Gubernur Olly akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan yakni Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud pada Jumat (13/4/2018). Kunjungan itu dilakukan untuk untuk melihat kesiapan personel TNI melakukan tugas pengamanan di wilayah perbatasan. 

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) XIII Merdeka Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito. (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Ajak Petani Kembalikan Kejayaan Vanili Sulut

Vanili Sulawesi Utara di era tahun 90an menjadi salah satu primadona hasil pertanian, karena memiliki harga jual tinggi. Namun memasuki tahun 2000 harga vanili Sulut mulai anjlok sehingga membuat petani malas menanam vanili.

Tahun 2017 lalu harga vanili mulai menunjukan kemajuan dimana bisa menembus Rp 3 juta perkilogram, peningkatan harga ini karena permintaan pasar semakin meningkat.

Untuk itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada para petani di Sulut untuk kembali menanam vanili demi mengembalikan kejayaan vanili Sulut. Agar hasil produksi vanili menjadi terbaik pengelolaan tanaman vanili akan dilakukan dengan cara modern.

Diakui pemerintah  tidak bisa mengintervensi lebih jauh harga vanili  dipasaran karena vanili merupakan barang bebas, namun jika petani bisa memproduksi vanili dengan kualitas terbaik tentunya permintaan pasar akan meningkat bahkan vanili Sulut bisa dieksport ke mancanegara.

Nantinya melalui instansi terkait yakni dinas pertanian provinsi Sulut para petani akan diajarkan bagaimana budidaya vanili dengan cara modern dan menghasilakan vanili dengan kualitas terbaik untuk berbagai bahan baku yang menggunakan vanili.(humas provinsi sulut)

SEKDA: Jaga Terus Lingkungan Hidup Kita Demi Generasi Selanjutnya

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Edwin Silangen, SE.,MS membuka Acara Jejaring Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2018 di Best Western Lagoon Hotel Manado, Kamis (12/4).

Mengawali sambutanya, Sekda mengajak kepada peserta untuk semangat dalam membangun diri dan semangat dalam melestarikan lingkungan. Sejalan dengan itu, sekda mengingatkan bahwa dinas ini adalah dinas yang paling sulit dalam pembahasan materinya.

"materi yang mengenai lingkungan hidup adalah materi yang paling susah jika dibandingkan dengan perangkat dinas yang lainnya. Alasanya, kita harus bertanggungjawab kepada user dan juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena Tuhan yang memberikan kepada kita lingkungan hidup yang harus dijaga, demi generasi selanjutnya,"tandasnya.

Lanjut sekda dalam sambutan "kita masih menemukan pencemaran lingkungan, pengendalian barang-barang yang berbahaya di tengah masyarakat", ujar Sekda. Hal ini disebabkan karena masih ada oknum-oknum yang mencoba merusak lingkungan dan ini diperlukan tindakan tegas.

"Kita harus menerapkan tindakan yang reperesif bagi oknum-oknum yang melalukan tindakan perusakan lingkungan hidup dan ini harus dilakukan dalam rana hukum,"tegas Silangen.

Sekda mengingatkan bahwa ada dua deklarasi yang telah disahkan untuk menjaga lingkungan.

"Dalam deklarasi Celebrate The Sea telah disahkan pengurangan pemakaian pelastik sekali pakai dan penangkapan hiu yang di lindungi ditiadakan di Sulut," ujarnya.

Mengakhiri sambutannya sekda mengarisbawahi agar kiranya segenap SKPD terlebih khusus dinas lingkungan hidup agar tidak terjerat hukum.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Hidup Dan Sektor Kementrian LHK RI Tria Yulianti, ST., M.Sc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Marly Gumalang, M.Si serta para kepala dinas lingkungan hidup kab/kota se-Provinsi Sulut.(humas provinsi sulut)

Pra Musrenbang RKPD 2019, OD-SK Fokus Tuntaskan Prioritas Pembangunan

Tahun 2019 adalah tahun ketiga dalam periode kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw (OD-SK). Karena itu, proses perencanaan pembangunan menjadi tantangan untuk mendudukkan prioritas dan sasaran yang terjabarkan dalam program yang tepat dalam mewujudkan “Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam  politik, dan berkepribadian dalam budaya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada acara Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (Pra-Musrenbangprov) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019 yang dilaksanakan di Manado, Kamis (12/4/2018) pagi.

"Untuk mendukung pencapaiannya, kita perlu meletakkan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaan yang baik dalam RKPD  tahun 2019, yang benar-benar menjabarkan tujuan dan sasaran RPJMD 2016-2021 dengan tetap mengacu pada RPJMN 2015-2019 serta memperhatikan dinamika pembangunan yang cukup kompleks," katanya.

Diketahui, RKPD Tahun 2019 telah menetapkan tema : “mempercepat kemandirian ekonomi, kedaulatan politik, dan  berkepribadian dalam budaya melalui pemerataan pembangunan ekonomi, sosial dan infrastruktur menuju Sulawesi Utara yang berdaya saing."

Oleh karena itu Kandouw meminta seluruh pemangku kepentingan mampu bersinergi untuk memastikan penjabaran program kegiatan perangkat daerah berdasarkan 10 (Sepuluh) prioritas pembangunan daerah pada tahun 2019 dalam rangka pencapaian indikator kinerja daerah dalam RPJMD OD-SK 2016-2021.

"Semua program harus didukung dengan data dan informasi strategis setiap urusan pemerintahan daerah," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, 10 (sepuluh) prioritas pembangunan yang dikerjakan pada tahun depan, yakni : Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran; Pembangunan Pendidikan; Pembangunan Kesehatan; Revolusi Mental dan Reformasi Birokrasi; Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah; Kedaulatan Pangan [Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kemaritiman]; Trantibmas dan Kesuksesan Pemilu Presiden & Legislatif; Peningkatan Daya Saing Investasi; Pembangunan Pariwisata; Pengelolaan Bencana dan Mitigasi Iklim.

Lanjut Kandouw, seluruh program pembangunan tersebut disusun lebih berorientasi pada manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan baik nasional maupun daerah. Bahkan mulai tahun 2017 paradigma perencanaan pembangunan dirubah dari mainset money follow function diubah menjadi money follow program yang lebih berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

"Perencanaan program pembangunan harus lebih fokus, berkualitas, tidak terlalu banyak, memiliki nilai strategis, serta memberikan manfaat kepada masyarakat, dan sejalan dengan prioritas pembangunan OD-SK," bebernya.

Lebih jauh, Kandouw berharap proses penyusunan RKPD Provinsi Sulawesi Utara tahun 2019 dapat lebih efektif dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dengan aplikasi e-planning.

"Harapan saya benar-benar e-planning ini sudah diwujudkan dalam penyusunan RKPD 2019 ini karena didukung oleh sistem dan skema proses yang handal melalui pemanfaatan teknologi dan informasi, sebagai salah satu inovasi dalam perencanaan dan penganggaran yang berkualitas dan akuntabel," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut Ricky Toemandoek menerangkan tujuan dilaksanakannya agenda pra musrenbang adalah untuk membahas usulan program dan kegiatan pemerintah kabupaten/kota se Sulut, menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan provinsi, menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan nasional, pembahasan alokasi program dan kegiatan perangkat Provinsi Sulut serta tersusunnya rencana kerja pemerintah daetah (RKPD) provinsi sulut tahun 2019.

Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) RI Abdul Kamarzuki dan perwakilan dari kabupaten dan kota se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)