Rabu, 27 Juni 2018

Gubernur Olly : Pilkada 6 Kabupaten /Kota Sulut Berjalan Aman dan Lancar

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 6 daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara pada Rabu (27/6/2018) berlangsung aman dan lancar. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melaksanakan pemantauan langsung jalannya pemungutan suara di Kabupaten Minahasa.

"Pilkada berjalan lancar dengan situasi keamanan relatif aman terkendali, dan lancar," kata Gubernur Olly disela meninjau pelaksanaan Pilkada.

Gubernur Olly menegaskan kunci utama suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 yang akan berlangsung di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kota Kotamobagu, Kabupaten Kepulauan Talaud serta Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro itu adalah sinergitas semua pemangku terkait. Gubernur memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya.

Kepada para calon Bupati, Wakil Bupati dan Walikota, Wakil Walikota yang mengikuti pilkada juga Gubernur menyampaikan apresiasi karena telah melaksanakan proses demokrasi di Sulut secara baik sejak kampanye hingga hari pemilihan. Siapapun yang menang dalam Pilkada ini merupakan pimpinan yang diinginkan rakyat, semua harus mendukung demi terselenggaranya roda pemerintahan dan pembangunan yang baik bagi Sulut.

Diketahui, Pilkada diikuti 16 Pasangan Calon (Paslon) serta sekitar 591.040 pemilih yang tersebar pada 79 Kecamatan dan 800 Desa/Kelurahan. Adapun dukungan Pemprov Sulut terhadap hajatan politik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu sesuai Pasal 126 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011.

Turut hadir dalam pemantauan pilkada Bersama Gubernur, Unsur Forkopimda Minahasa, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Sekda Kab. Minahasa Jefry Korengkeng serta Bawaslu Minahasa. (humas provinsi sulut)

Selasa, 26 Juni 2018

Pemprov Siapkan Likupang dan Pulau Lembe Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Pemprov Sulawesi Utara terus dorong pariwisata sebagai sektor unggulan baru pemacu pertumbuhan ekonomi wilayah. Hal ini diungkapkan Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya  yang dibacakan Kepala Bappeda Ricky Tumandoek pada seremoni pembukaan acara Focus Grup Discussion Lembeh Island Low Carbon and Smart Infrastructure Development di Ruang F.J Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (26/06/18).

"Untuk menunjang perkembangan kepariwisataan di Sulut, pemerintah berupaya keras menyiapkan sarana dan sarana penunjang pendukung sektor pariwisata diantaranya mempersiapkan proyek strategis mencanangkan Wilayah Likupang hingga Pulau Lembeh menjadi destinasi wisata kelas dunia," papar Gubernur.

Diketahui dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara. Tahun 2015, jumlah wisatawan mancanegara berjumlah 27.059 orang, meningkat menjadi 48.288 pada 2016. Sedangkan pada tahun 2017, jumlah wisatawan mancanegara mencapai angka 86.976. Hal ini berkat adanya sejumlah penerbangan langsung ke kota-kota besar di Tiongkok dari Manado, sehingga wisatawan asal Tiongkok mendominasi kunjungan wisata ke Sulut. Sementara untuk wisatawan domestik, tahun 2016 menunjukkan jumlah 1.484.402 orang, meningkat menjadi 1.698.523 orang di tahun 2017.

Berkenaan dengan hal itu, Pemprov Sulut membuka jalinan kerjasama dengan berbagai pihak dan investor dalam upaya membangun infrastuktur penunjang konektivitas, yakni jembatan Bitung - Lembeh serta Bandara Internasional di Pulau Lembeh, disamping pembangunan KEK Bitung dan pengembangan International Hub Port (IHP) Bitung.

"Saya mengajak Bapak/Ibu untuk terus bahu-membahu bekerja bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan rakyat di Bumi Nyiur Melambai ini," Tutup Gubernur dalam sambutannya.

Turut hadir dalam forum tersebut Walikota Bitung Max J. Lomban, Perwakilan Duta Besar Cina untuk Indonesia Mr.Xie Cheng Suo, President of APSEC Prof. Zhu Li, delegasi dari Negara China di bawah oganisasi APEC Sustainable Development Center (APECSEC), APEC Marine Sustainable Development Center (AMSDC), China Renewable Energy Engineering Institute (CREII), China Electronic Energy Group (CETC), CGCOC Group Asia, Rainbow Fish Shanghai.(humas provinsi sulut)

Senin, 25 Juni 2018

Hadiri Reuni Alumni SMU N 2 Manado, Gubernur Ajak Alumnus Dukung Pembangunan Daerah

Suatu kebanggaan untuk bisa berada bersama dengan rekan-rekan alumni SMU Negeri 2 Manado yang dikenal luas memiliki Kualitas dan kompetensi dengan berbagai prestasi yang seenantiasa dipersembahkan bagi pembangunan daerah dan bangsa tercinta.

Hal tersebut disampaikan langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE pada acara Reuni Alumni SMU Negeri 2 Manado di Aula Cempaka Kolongan Kabupaten Minahasa Utara. Kemarin (25/06/2018).

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan agar Alumni Negeri 2 manado harus lebih tanggap dan cerdas menghadapi permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

"Peningkatan kualitas intelektual, moral dan kerja dalam suatu totalitas kualitas diri, mampu menjawab berbagai tantangan pambangunan," Katanya.

Lebih jauh lagi Gubernur menyampaikan kepada alumni SMA Negeri 2 Manado  untuk menunjukan sensitifitas sosialnya dengan memberikan dukungan dan topangan kepada pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan dan berbagai perogram yang telah direncanakan.

"Kepada para Alumni SMU 2 Manado untuk terus tampil sebagai sumberdaya manusia yang handal bumi nyiur melambai, menjadi pribadi yang siap mengabdikan diri dan pengetahuan bagi kemajuan masyarakat daerah dan bangsa sesuai dengan kapasitas dimanapun ranah pengabdian saat ini," ujar Gubernur.(humas provinsi sulut)

Pemprov Sulut Gelar Halal Bihalal 1439 H

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Idul Fitri 1439 H Senin, (25/6/2018) bertempat di ruang Mapalus kantor Gubernur Sulut.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekretaris Daerah Prov. Sulut Edwin Silangen, Ketua Tim PKK Rita Dondokambey Tamuntuan, dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut yang juga merupakan Kepala Biro Kesra dr. Kartika Defi Kandouw Tanos. Halal Bihalal ini mengangkat tema "Melalui Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 kita tingkatkan kualitas iman dan mempererat silahturahmi, serta menjaga solidaritas kerukunan antar umat beragama di Sulawesi autara menuju Sulut hebat, torang samua ciptaan Tuhan".

Dalam sambutannya Gubernur mengajak kepada hadirin yang hadir untuk melihat sejarah didirikanya bangsa Indonesia. Dimana Halal Bihalal yang didirikan oleh para pendiri bangsa tak lain adalah silaturahim.

Sejalan dengan itu Gubernur mengingatkan bahwa potensi yang ada di Bumi Nyiur Melambai ini adalah kerukunan antar umat beragama. Hal ini dapat dilihat dengan dijadikannya Sulawesi Utara sebagai Provinsi dengan tingkat toleransi yang paling tinggi.

"Dengan kerukunan beragama yang ada sejak juga kita mulai ada BKSUA pertama tama juga di Sulawesi Utara. Badan kerjasama antar umat beragama bekerja dengan baik sehingga hasilnya apa yang kita rasakan hari ini Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara dianggap Provinsi dan Kota yang toleransinya tinggi," ujar Gubernur.

Lebih jauh lagi Gubernur mengajak agar perbedaan yang ada tidak hanya menjadikan kita satu tapi juga menjadi satu bagian dalam kehidupan kita yang ada di Sulawesi Utara.

"Perbedaan perbedaan itu menjadi satu bagian dalam kehidupan kita yang ada di Sulawesi Utara. Jadi berbeda itu bukan artinya berbeda memang berbeda, tetapi satu dalam perbedaan," katanya.

Gubernur menghimbau serta mengajak kepada BPJS ketenagakerjaan agar mendata pekerja pekerja yang berada di Sulawesi Utara yang belum terdata.

Sebelumnya di tempat yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulut Kiay H. Abdul Wahab Abdul Gafur mengingatkan bahwa Halal Bihalal ini adalah silaturahmi yang hanya ada di Indonesia.

"Halal Bihalal merupakan suatu tradisi umat islam Indonesia. Karena Halal Bihalal ini hanya ada di indonesia. Inti dar Halal Bihalal ini adalah silaturahim. Bangsa ini di bangun dar silaturahim," ujarnya.

Pada Kesempatan itu juga Gubernur memberikan sejumlah bantuan kepada panti asuhan dan lansia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ivone Silangen Lombok, Kepala Perwakilan BI Sulut Bpk Soekowardojo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut Tri Chandra Kartika, Ketua DPRD Sulut Andre Angouw, Kapolda Sulut Brigjen Pol Johni Asadoma, KASDAM XII Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan, dan Kabinda Sulut Laksamana TNI Heri Jamhari. (humas provinsi sulut)

Gubernur Perkuat Pelayanan Pelsus Dengan Pemahaman Pancasila

Sebagai Pelayan Khusus dalam Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM) maka setiap pelayan memiliki potensi yang sangat prospektif untuk tampil menjadi pelopor di tengah jemaat dan masyarakat, terlebih bagi kaum muda gereja, agar generasi kedepan menjadi kuat, untuk itu diperlukan pemahaman tentang ideologi bangsa dan pancasila.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan materi dalam acara Konven Pelsus GMIM pembinaan pelayan khusus tentang gereja dan politik yang diselenggarakan Senin, (25/6/2018) bertempat di Hotel Sutan Raja Minut.

Para Pelsus diberikan pemahaman tentang penguatan nilai pancasila sebagai idiologi NKRI, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan negara menjadi  pedoman penuntun bangsa. Ideologi menjadi dasar pemijak, penuntun arah berbangsa dan bernegara.

Para pelayan khusus diberikan pemahaman tentang nilai Pancasila, prinsip setiap sila dijelaskan Gubernur agar para pelsus paham akan pentingnya Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawatan/ Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dengan memahami ideologi bangsa dan Pancasila, para Pelsus diharapkan dapat senantiasa bersatu dalam tekad dan komitmen, untuk menggelorakan dan meneguhkan semangat Pancasila, sehingga norma dan sikap idealisme bangsa tidak terkikis, terjaga dalam kehidupan berbangsa.(humas provinsi sulut)

Pemprov Gelar Rapat Pemantapan HARGANAS Ke - 25, Panitia Siapkan Ragam Acara Untuk Keluarga Indonesia.

Jelang pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-25 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara gelar rapat pemantapan teknis acara di Ruang C.J Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Senin (25/06/18).

Sekretaris Daerah Provinsi Edwin Silangen SE, MS memimpin jalannya rapat tersebut. Dalam rapat itu, dibahas tentang ragam kegiatan acara serta teknis pelaksanaan dan kesiapan masing-masing penanggung jawab setiap kegiatan.

Silangen memastikan pelaksanaan even akbar itu akan diselenggarakan di Kawasan Megamas Manado dengan acara puncak pada 6 hingga 7 Juli mendatang. Dia mengungkapkan, pada puncak Harganas kali ini rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo yang akan memberikan penghargaan Satya Lencana Pembangunan juga bantuan beasiswa.

Selain itu dalam rangkaian acara juga akan digelar 'Taman Keluarga' yang akan diisi dengan sepeda santai, sarapan bersama, penyuluhan, ruang konsultasi keluarga dan kesehatan, ruang bermain anak, nikah masal, dialog interaktif dengan Presiden RI Joko Widodo, pameran, bazar, serta beragam hiburan kesenian yang akan ditampilkan dalam rangka menyemarakkan even Harganas 25 tersebut.

"Dua hal penting menjadi pembahasan kita kali ini pertama kepastian delegasi pusat maupun daerah yang datang siapa koordinator penyambutan juga akomodasi serta transportasinya, dan kedua perihal fasilitas, sarana dan prasarana. Kita harus jadi tuan rumah yang baik agar memberi kesan baik kepada tamu yang datang. Karena hal ini tentu akan berdampak baik pula pada pariwisata kita," kata Silangen dalam arahannya.

Diketahui peringatan Harganas ke 25 kali ini akan berbeda dari sebelumnya dimana porsi acara seremonial formal akan diperkecil dan sebaliknya porsi acara kasual nonformal akan diperbesar. Harganas XXV di Bumi Nyiur Melambai ini akan mengutamakan keceriaan dan kebersamaan keluarga Indonesia.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kerja keras kita semua, dan memberi rahmat agar hajatan akbar Harganas ke 25 ini dapat berlangsung lancar dan sukses," tutup Sekprov.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs.Edison Humiang, M.Si, para pejabat eselon II dan III, perwakilan BKKBN pusat, Ketua Harian Harganas XXV dr.Bahagia Mokoagow, M.Kes, M.Si, perwakilan BKKBN seluruh Kota/kabupaten Sulut, perwakilan Polda Sulut, PLN.(humas provinsi sulut)

Minggu, 24 Juni 2018

Kunjungi Minahasa, Gubernur Olly Terus Ingatkan Masyarakat Jaga Toleransi Bersama

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tak hentinya mengingatkan kepada semua masyarakat Sulut untuk terus memelihara dan menjaga sikap toleransi antar sesama agar tercipta kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

Hal tersebut disampaikan Gubernur yang turut didampingi Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan, saat melakukan kunjungan ke sejumlah Gereja di Minahasa, Minggu (24/6/2018). Gereja yang dikunjungi Gubernur adalah Gereja GMIM Elim Papakelan, GMIM Pniel Kaweng Kakas, GMIM Alfa Omega Rumengkor.

Gubernur mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, baik antar sesama pemerintah maupun masyarakat untuk tetap bersinergi dan tetap menjaga toleransi bersama dalam membangun Sulut lebih baik lagi.

Gubernur menyampaikan dalam membangun daerah dan jemaat, harus ada kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota agar pembangunan akan berjalan selaras dan baik.

“Saya berkomitmen untuk terus membangun Sulawesi Utara, mari dukung bersama dengan terus menjaga toleransi bersama agar kita terhindar dari hal negatif yang merusak persatuan, terus ciptakan suasana damai, daerah akan maju ketika masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam melaksanakan pembangunan," ujar Gubernur.

Khusus untuk umat Kristiani Gubernur mengatakan Gereja sebagai umat Allah memang dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintah di daerah. Oleh karena itu, Gereja tetap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kehidupan yang harmonis, rukun, dan tetap berintegritas dalam kehidupan sosial, termasuk dengan umat beriman dari agama lain.

Disamping itu Gubernur juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam menanggapi segala bentuk berita di media sosial. Masyarakat Sulut harus menolak berita hoax agar kehidupan damai antar sesama masyarakat dapat terus terjaga di Sulut. Masyarakat harus mampu mempertahankan predikat Sulut sebagai daerah dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

Disamping itu, Gubernur juga menyampaikan kepada putra-putri Sulut yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, Pemerintah Sulut siap membantu biaya selama melaksanakan pendidikan dengan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi.(humas provinsi sulut)