Rabu, 24 Oktober 2018

Wagub Kandouw Lepas Kontingen Pesparani Katolik

Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw Rabu (24/10) kemarin, melepas kontingen Pesparani Keuskupan Manado yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani di Ambon.

Dalam kesempatan itu, Wagub Kandouw ingatkan empat hal kepada peserta dalam mengikuti Pesparani antara lain, sukses pertumbuhan rohani, sukses prestasi, sukses keberangkatan dan sukses melawan hoax.

“Atas nama pemerintah,  mewakili Bapak Gubernur saya sampaikan selamat mengikuti lomba Pesparani di Ambon. Saya berpesan kiranya kontingen bisa sukses. Sukses iman, sukses prestasi, sukses keberangkatan dan sukses melawan hoax. Ini penting sekali selain itu dapat menampilkan yang terbaik  untuk meraih prestasi yang membanggakan. Kesuksesan keuskupan Manado adalah kesuksesan Provinsi Sulawesi Utara", kata Kandouw.

Dengan harapan kepada peserta untuk mampu memanfaatkan PESPARANI di Ambon ini sebagai kesempatan untuk semakin meningkatkan kebersamaan , kualitas diri, penghayatan nilai-nilai keagamaan  dengan lagu-lagu pemujaan kepada Tuhan yang penuh dengan pesan pesan moral yang berarti terhadap peningkatan kualitas kehidupan, ujar Kandouw

Setelah pelepasan kontingen, berkat dan pengutusan kontingen dilakukan oleh Uskup Manado, Rolly Untu. MSC
Sementara, Ketua umum Lembaga Pembinaan Pemberdayaan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD), Wenny Lumentut  mengharapkan agar kontingen Pesprani bisa berprestasi dalam lomba Pesparani di Ambon Nanti.

“Jadi ada 258 orang kontingen yang akan ikut Pesparani. Kita doakan agar sukses seperti yang disampaikan Pak Wagub. Mudah-mudahan mendapat hasil uang maksimal,”ujar ketua LP3KD Wenny Lumentut didampingi Wakil Ketua, Fabian Kaloh dan Bendahara Lucia Taroreh.

Sebelumnya, Ketua kontingen Edwin Kindangen melaporkan berbagai persiapan dari panitia dalam mengikuti lomba yang berlangsung dari tanggal 27 Oktober s/d  2 November  2018 dengan 12 kategori lomba dan diikuti oleh  34 Provinsi di Indonesia yang akan dihadiri sekitar 12 ribu orang.

Jurus Jitu Olly Dondokambey Ajarkan Pancasila Ke Milenial

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada 3.000 mahasiswa generasi milenial Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada Talkshow Pancasila Goes To Campus yang mengusung tema Membumikan Pancasila Di Era Milenial.

“Pancasila senantiasa harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti, dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan guna tetap kokoh sebagai living ideology,” kata Olly di Auditorium Unsrat, Manado, Rabu (24/10/2018) pagi.
 
Olly menggunakan bahasa lugas sehingga mudah dimengerti para mahasiswa. Olly juga aktif berinteraksi sehingga penyampaian materi menggugah minat seluruh mahasiswa yang memadati ruangan.

Gaya mengajar Olly yang kekinian membuat para mahasiswa milenial makin bersemangat mengikuti talkshow yang menjadi aksi nyata Gerakan Indonesia Bersatu pada iven Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) yang akan berlangsung pada tanggal 26 - 28 Oktober 2018.

Olly menuturkan, alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya oleh kalangan mahasiswa karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia sempat mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang mulai melupakan Pancasila.

"Amnesia bangsa terhadap pancasila harus dicegah. Sangat tepat keputusan Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila," ujar Olly lalu disambut tepuk tangan seluruh mahasiswa.

Karenanya, Olly meminta semua mahasiswa milenial Unsrat untuk memahami pentingnya sejarah lahirnya Pancasila.

"Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal usulnya dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi, agar kelestarian Pancasila dapat terus dijaga, dikawal dan diamalkan dalam praktis kehidupan kemasyarakatan," ucap Olly.

Selain Pancasila, Olly juga mengingatkan mahasiswa Unsrat untuk memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan lainnya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD RI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menariknya, Olly mengutip pandangan Presiden Soekarno bahwa empat pilar kebangsaan adalah karakteristik khas Bangsa Indonesia. Strategi itu semakin memudahkan para mahasiswa memahaminya.

"Dalam pandangan Presiden Soekarno, tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama. Tiap-tiap bangsa memiliki karakteristik sendiri dengan cara berjuang sendiri. Karakteristik Indonesia adalah kebesaran, keluasan, dan kemajemukan. Perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang karakteristik tersebut," beber Olly.

Lebih jauh, Olly juga menerangkan konstruksi empat pilar kebangsaan. Ia menegaskan penyebutan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidaklah dimaksudkan bahwa keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda.

"Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain. Pilar NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sudah terkandung dalam UUD 1945, tetapi dipandang perlu untuk dieksplisitkan sebagai pilar-pilar tersendiri sebagai upaya preventif mengingat besarnya potensi ancaman dan gangguan terhadap NKRI dan wawasan kebangsaan," papar Olly.

"Adapun UUD1945 adalah konstitusi negara sebagai landasan konstitusional bangsa Indonesia yang menjadi hukum dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan di bawahnya. Sedangkan NKRI merupakan bentuk negara yang dipilih sebagai komitmen bersama. NKRI adalah pilihan yang tepat untuk mewadahi kemajemukan bangsa," kunci Olly.

Usai talkshow Membumikan Pancasila Di Era Milenial, Olly bersalaman dengan para mahasiswa milenial yang menghampirinya. Olly pun mengajak wefie para mahasiswa. Talkshow turut dihadiri Rektor Unsrat Ellen Kumaat, Kaban Kesbangpol Sulut Meiki Onibala dan civitas akademika Unsrat. (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 23 Oktober 2018

Jelang PKN-Revmen, Persiapan Terus Dimatangkan

Semakin dekatnya pelaksanaan kegiatan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) yang akan berlangsung pada tanggal 26 - 28 Oktober 2018 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara membuat panitia terus melakukan persiapan agar hajatan nasional yang melibatkan sekitar 15.000 peserta di dalamnya gubernur, walikota dan bupati seluruh Indonesia ini berjalan lancar.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida pada rapat final persiapan PKN-Revmen di Manado, Selasa (23/10/2018) sore.

"Melalui rapat final ini, kami sampaikan bahwa persiapan pelaksanaan sudah matang dan Sulawesi Utara siap menyelenggarakan PKN Revolusi Mental pada tanggal 26-28 Oktober 2018," kata Nyoman.

Nyoman menuturkan, semua tahapan persiapan yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan PKN-Revmen menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk menjadi pelaku Gerakan Revolusi Mental.

"Kami berharap dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan ini dapat memberikan dampak positif dan juga menjadi inspirasi bagi masyarakat di Indonesia untuk sama-sama menerapkan Gerakan Revolusi Mental," tutur Nyoman.

Sebelumnya, dalam rapat yang diikuti pemerintah pusat dan Ketua Umum Panitia Daerah PKN-Revmen yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut Edison Humiang ini terungkap sejumlah sarana yang disiapkan untuk menunjang suksesnya hajatan yang rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Diantaranya, penataan lokasi acara di Lapangan Robert Wolter Monginsidi, lahan parkir kendaraan, akomodasi, koneksi internet, tempat pameran, ketersediaan daya listrik, keamanan, pengaturan lalu lintas, sarana kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya. Semua sarana tersebut dipastikan siap digunakan pada PKN-Revmen 2018.

Untuk diketahui, PKN-Revmen tahun 2018 ini mengangkat tema "Revolusi Mental untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani".  Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan dalam menyemarakkan acara ini yaitu "Gerakan Indonesia Melayani", "Gerakan Indonesia Bersih", "Gerakan Indonesia Tertib", "Gerakan Indonesia Mandiri" dan Gerakan Indonesia Bersatu".

PKN-Revmen tahun ini akan lebih menekankan hasil capaian nyata dari upaya dan komitmen pemerintah pusat dan daerah bersama dengan berbagai elemen masyarakat untuk melaksanakan perubahan.

Adapun Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain rembuk lima program gerakan perubahan (Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri dan Bersatu), gerakan aksi nyata serempak di 34 provinsi dalam bulan Pemantapan GNRM, nonton bersama dan diskusi film bertemakan Revolusi Mental, pameran inovasi pelayanan publik dan karya kreatif anak bangsa, hingga karnaval budaya Indonesia.

Dengan berbagai acara yang menarik ini,
PKN-Revmen diharapkan dapat membangkitkan semangat kebanggaan dan mengajak peran serta seluruh komponen bangsa untuk menjadi bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras dan memiliki karakter bergotong royong untuk mencapai target pembangunan bangsa.

Rapat turut dihadiri Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Prabawa Eka Soesanta, Kaban Kesbangpol Sulut Meiki Onibala, perwakilan dari Kemenko Polhukam dan instansi lainnya. (Humas Pemprov Sulut)


Aksi Nyata Revolusi Toilet Jadi Agenda PKN-Revmen 2018

Gerakan lndonesia Bersih dengan Aksi Nyata Revolusi Toilet menjadi salah satu agenda penting dalam Pekan Kerja Nyata Nasional Revolusi Mental (PKN-Revmen) yang akan berlangsung di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 26 - 28 Oktober 2018.

Aksi Nyata Revolusi Toilet ini diwujudkan dalam ajang penilaian fasilitas kebersihan Toilet pada hari Jumat, 26 Oktober 2018 di lingkungan sekolah, kampus, lnstansi pemerintah, restoran, lokasi pariwisata se Sulut.

"Aksi Nyata Revolusi Toilet merupakan gerakan untuk mendorong pemerintah dan masyarakat agar menjaga kebersihan di seluruh Toilet," ungkap Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw dalam surat edaran pemberitahuan kegiatan PKN-Revmen yang disampaikan kepada seluruh stakeholder.

Adapun tim penilai aksi nyata revolusi toilet sebagai berikut :

1. Lokasi : Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota

Koordinator : Badan Kepegawaian Daerah Sulut

Tim Penilai Tingkat Provinsi : Badan Kepegawaian Daerah Sulut, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulut, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sulut.

Tim Penilai Tingkat Kabupaten/Kota : Badan Kepegawaian Kabupaten/Kota, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota.

2. Lokasi : SMA/SMK Provinsi Sulawesi Utara dan SMP, SD Kabupaten/Kota

Koordinator : Dinas Pendidikan Daerah Sulut

Tim Penilai Tingkat Provinsi : Dinas Pendidikan Daerah Sulut dan Badan Kepegawaian Daerah Sulut

Tim Penilai Kabupaten dan Kota : Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Badan Kepegawaian Kabupaten/Kota

3. Lokasi : Restoran dan Rumah Makan

Koordinator : Dinas Pariwisata Daerah Sulut

Tim Penilai Tingkat Provinsi : Dinas Pariwisata Daerah Sulut serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut.

Tim Penilai Tingkat Kabupaten/Kota : Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota. (Humas Pemprov Sulut)

Pertemuan Pejabat Tinggi 46 Negara Kepulauan Bakal digelar di Sulut

Indonesia kembali mengadakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting) negara kepulauan dan negara pulau (Archipelagic and Island States) pada 1-2 November 2018 di Manado, Sulawesi Utara.

Rangkaian Pertemuan tingkat pejabat senior AIS kedua ini akan diikuti 46 perwakilan negara, digelar 30 Oktober sampai dengan 2 November 2018, untuk membahas tentang sampah plastik laut, pengembangan ekonomi biru, adaptasi terhadap perubahan iklim, tata kelola pemerintahan yang baik, manajemen bencana, perikanan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey  mengunstruksikan kepada jajaran Pemprov Sulut untuk mensukseskan perhelatan tersebut. Seluruh kesiapan pelaksanaan acara AIS  dimatangkan dengan rapat koordinasi bersama,  dipimpin  langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen, Selasa (23/10/2018) di Ruang Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut.

Sekprov Silangen mengatakan iven AIS yang akan dilaksanakan di Sulut bakal dihadiri 46 negara-negara termasuk senior official dan duta besar dari negara tersebut.

"Mereka di sini akan melakukan diskusi dan deklarasi berkaitan dengan negara kepulauan," ungkap Sekpov. Lebih jauh dikatakannya, akan ada deklarasi bersama yang dilakukan terkait konservasi di negara-negara kepulauan.

"Deklarasi nanti akan ditandai dengan replantasi coral dan penanaman mangrove. Ini sangat penting untuk membawa pesan moral bahwa konservasi harus dapat bagian prioritas dalam pelaksanaan pembangunan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan negara-negara yang akan hadir AIS ini," jelasnya.

Selain itu, Sekprov mengatakan kegiatan AIS ini dapat juga dimanfaatkan untuk mempromosikan sektor pariwisata Sulut.

"Nantinya selain melaksanakan pertemuan, panitia akan mengantarkan para menteri ke sejumlah destinasi pariwisata yang berkaitan dengan kepulauan dan pegunungan sehingga pemerintah dan masyarakat Sulut sudah siap untuk melaksanakan iven ini," tuturnya.

Sekprov juga mengajak seluruh stakeholders untuk mendukung iven tersebut demi nama baik Sulut.

"Kita harus tetap mempertahankan kondusifitas daerah yang sudah bagus aman dan terkendali, agar para peserta yang datang mengunjungi Sulut bisa menikmati perjalanan mereka," pungkas Sekprov.

Hadir dalam rapat tersebut, antara lain Kepala Bappeda Sulut Ricky Toemandoek, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Henry Kaitjily, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ronald Sorongan, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong, Kepala Biro Perekonomian Frangky Manumpil dan sejumlah pejabat dari Pemkot Manado dan Tomohon serta unsur Polda dan TNI.(humas provinsi sulut)

Senin, 22 Oktober 2018

Makan Malam Bersama Gubernur Olly, Ketua MA Puji dan Pariwisata Sulut





Ketua Mahkama Agung RI, Prof. DR Muhammad Hatta Ali memuji pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Mahkama Agung RI, saat menghadiri jamuan makan malam antara Pemprov Sulut dan rombongan MA, yang dilaksanakan Senin (22/10/2018) di wisma negara Bumi Beringin Manado.

Hatta menyampaikan Sulut berkembang cepat, Gubernur Olly membawa Sulut terus maju. Dirinya mengatakan banyak perubahan yang terjadi di Sulut, Sulut semakin maju. Dilihat dari perkembangan kota Manado dan daerah lainnya.   

Sesuai informasi, Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Agustus 2018 sebanyak 15.448 orang atau meningkat sebesar 30,09 persen dibanding bulan Juli 2018 yang mencapai 11.875 orang. Jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya Agustus 2017 sebanyak 8.886 orang, meningkat sebesar 73,85 persen.

"Hal ini menjadi kebanggaan bersama, saya juga bangga dengan kemajuan Sulut, karena pernah mengabdi untuk warga Sulut dengan menjadu kepala PN Bitung dan PN Manado," ujar Hatta.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada ketua Mahkama Agung RI dan rombongan yang melakukan kunjungan kerja ke Sulut, dengan datangnya rombongan MA juga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Sulut.

"Selain melaksanakan kegiatan di Sulut rombongan Mahkama Agung RI juga dapat menikmati pesona keindahan Sulut dengan mengunjungi objek pariwisata di berberapa Kota di Sulut," ujar Gubernur Olly.

Diketahui rombongan Mahkama Agung RI mengunjungi Sulut dalam rangka peresmian 85 pengadilan se Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan, Wagub Steven Kandouw, unsur Forkopimda Sulut dan tamu undangan lainnya.(humas provinsi sulut)

Ikut Prihatin, Gubernur OD Sambangi Jessica

Kisah pilu Jessica Mananohas, bocah perempuan berusia 10 tahun asal Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diduga dibakar oleh OS alias Olga yang juga ibu kandungnya pada 12 September 2018 lalu sungguh menyesakkan dada.

Siswi kelas IV SD itu harus menahan kesakitan luar biasa akibat luka bakar 85% di sekujur tubuhnya karena disiram minyak tanah lalu dibakar oleh Olga.

Tak sedikit yang prihatin atas kejadian ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun tak tinggal diam. Gubernur Olly Dondokambey, SE datang menyambangi Jessica yang tergolek lemah di Ruang PICU RSUP Kandou Manado, Senin (22/10/2018) sore.

Sekitar 15 menit Olly berada di dalam ruangan. Orang nomor satu di Sulut itu nampak sedih melihat kondisi Jessica.

Usai keluar dari ruang perawatan, Olly meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan intensif kepada Jessica. ”Saya minta pihak rumah sakit untuk merawat korban dengan baik,” ucap Olly.

Olly juga berjanji membantu biaya pengobatan Jessica hingga pulih dan dapat beraktivitas kembali layaknya anak seusianya. "Saya turut berduka atas apa yang menimpa Jessica, dan nantinya biaya pengobatannya akan ditanggung oleh pemerintah," kata Olly.

Tak hanya itu, Olly juga memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga agar tabah menghadapi peristiwa itu. “Ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan kepada sesama. Apalagi korban masih anak-anak,” ujar Olly.

Olly berharap, peristiwa yang dialami Jessica tidak terulang kembali di Sulut.
“Peran aktif keluarga, lingkungan, sekolah dan pemerintah harus lebih dioptimalkan, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tak terulang,” ungkap Olly.

Sementara itu, aktivis perlindungan anak Sulut, Jull Takaliuangan mengucapkan terima kasih atas perhatian tulus yang diberikan Olly kepada Jessica.

"Memang yang dibutuhkan Jessica saat ini adalah dukungan moral dan kami sangat berterima kasih atas kunjungan tersebut," tandas Jull. (Humas Pemprov Sulut)