Selasa, 29 Januari 2019

Sukseskan HKG PKK ke 47, Ketua TP PKK Sulut Rapat Bersama Pengurus TP PKK Pusat

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan menghadiri rapat koordinasi bersama pengurus TP PKK pusat untuk membahas persiapan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47 tahun 2019. 


Rakor bersama tersebut dilaksanakan Selasa (29/1/2019) bertempat di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. 

Sejumlah kegiatan jelang pelaksanaan kegiatan HKG dibicarakan bersama dengan pengurus pusat TP PKK. Provinsi Sumatera Barat akan menjadi tuan rumah pelaksaan HKG PKK ke 47. Untuk mensukseskan kegiatan tersebut juga, TP PKK tingkat provinsi di seluruh Indonesia akan melaksanakan sejumlah kegiatan. 

Untuk itu, ibu Rita mengajak kepada seluruh stakeholders terkait untuk mendukung semua rangkaian kegiatan HKG PKK di daerah, nantinya pengurus TP PKK Sulut akan melakukan rapat koordinasi di daerah terkait pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.(humas provinsi sulut)

Awal Tahun 2019, Gubernur Olly Raih Penghargaan Adhi Purna Prima Award

Sejak dilantik pada 12 Februari 2016, kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dan Wagub Drs. Steven Kandouw terus menuai prestasi di berbagai bidang. Terbaru, kepemimpinan OD-SK (Olly Dondokambey - Steven Kandouw) berhasil meraih Adhi Purna Prima Award yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Gubernur Awards di Hotel Sangrilla Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/01/2019) malam.


Keberhasilan yang dilakukan Gubernur lewat program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK) berhasil menghantar daerah Nyiur Melambai pada ajang tersebut. Diketahui Bidang Pengentasan Kemiskinan sampai pada akhir tahun 2018 menempatkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai provinsi terendah se-pulau Sulawesi. Program tersebut merupakan salah satu dari 13 bidang kategori penilaian.


Sebagai informasi penghargaan Adhi Purna Prima Award merupakan penghargaan yang diberikan untuk Gubernur yang sukses memimpin hingga kepemimpinannya berlanjut.


Diketahui, penghargaan ini diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kaban BAPPEDA Provinsi Sulut DR Ricky Toemandoek MSi. (humas provinsi sulut)

Senin, 28 Januari 2019

HUT Kota Tomohon ke 16 Tahun, Gubernur Harap Tomohon Tingkatkan Potensi Daerah





Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengharapkan kota Tomohon agar lebih maju, serta meningkatkan potensi daerah guna menunjang pembangunan daerah. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur melalui Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sulut,  DR Jemmy Kumendong dalam rapat paripurna istimewa DPRD kota Tomohon dalam rangka HUT kota Tomohon ke 16, yang diselenggarakan Senin, (28/1/2019) bertempat di ruang sidang kantor DPRD kota Tomohon.

Pemerintah Kota Tomohon diharapkan untuk senantiasa mengarahkan proses pembangunan daerah lewat pemanfaatan berbagai potensi daerah yang dimiliki, khususnya di sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan, serta   sektor-sektor strategis lainnya. Kedepankan pula program-program kerja yang bersentuhan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pembangunan daerah perdesaan dan daerah pinggiran, pemberdayaan masyarakat, reformasi birokrasi, perbaikan pelayanan publik, infrastruktur, revolusi mental, dan internalisasi empat pilar kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI, serta yang terkait langsung dengan isu-isu aktual di daerah. 

Segenap unsur pembangunan bangsa di daerah ini juga diajak untuk terus meningkatkan jalinan sinergitas kerja satu dengan lainnya, serta tentunya dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Terkait dengan sinergitas kerja bersama Pemerintah Provinsi, maka melalui kesempatan ini pula Gubernur mengajak untuk senantiasa bahu membahu dalam menunjang berbagai program yang sedang diaktualisasikan oleh Pemerintah Provinsi, antara lain: program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK), pembangunan pariwisata, peningkatan kontribusi sektor UMKM dan IKM, pengurangan angka pengangguran, pencapaian ketahanan pangan dan lain sebagainya. 

Hadir dalam rapat paripurna istimewa tersebut, Walikota dan wakil walikota Tomohon, Unsur Forkopimda, anggota DPRD kota Tomohon dan tokoh masyarakat kota Tomohon.(humas provinsi sulut)

Hadiri Rakor Perbatasan , Wagub Sampaikan Permasalahan Batas Negara Yang Terjadi di Sulut



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyampaikan berbagai permasalahan pengelolaan batas negara yang ada di Provinsi Sulawesi Utara langsung Kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto dan Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo. 

Hal tersebut disampaikan Wagub dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara tahun 2019, bertempat di hotel Arya Duta Jakarta, Senin (28/1/2019). 

Beberapa permasalahan lintas batas negara yang disampaikan Wagub diantaranya penutupan perdagangan lintas batas oleh Imigrasi Philipina karena pihak Indonesia merubah  secara sepihak pas lintas Batas sesuai dgn UU Tentang Keimigrasian yang baru tanpa pembicaraan dengan Pemerintah Philipina,  Masalah Undocumented citizen keturunan Sangihe-Philipina dan Philipina-Sangihe yang kurang lebih sesuai data UNHCR sekitar 8500 jiwa berada di Philipina Selatan. Kapal Roro yg dicanangkan Presiden  melayani perdangan Indonesia-Philipina hanya 2 kali saja berjalan  karena muatan dari Sulut tidak memadai dan juga ekspor seperti komoditi Sarang burung walet terhalang karena Ketentuan dari Kementrian Perdagangan yang kurang menunjang. 

Untuk itu, Wagub meminta kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan secara khusus masalah perbatasan yang ada di Sulut, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan bisa lebih maju. 

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo  menyatakan rakor ini dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja para pengelola perbatasan. 

“Rapat koordinasi ini momentum sangat penting dalam upaya meningkatkan kinerja pengelolaan perbatasan negara, yang ditandai dengan peningkatan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas (KISS), antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta stakeholder lainnya,” ujar Kepala BNPP sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.(humas provinsi sulut)

Gubernur Olly Dondokambey Hadiri Sidang MPL-PGI di Bogor

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang juga Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK-PKB PGI) menghadiri sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2019 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di Kota Bogor,Jawa Barat, Senin (28/1/2019) pagi.

Pergumulan gereja-gereja terkait potret demokrasi di Indonesia menjadi perhatian dalam sidang MPL-PGI kali ini.

Perhatian MPL-PGI pada kehidupan demokrasi di Indonesia mendapat sambutan positif dari Menag Lukman. Menurutnya, demokrasi seharusnya mampu mengelola keragaman yang ada di Indonesia. 

Lukman juga menegaskan, keragaman interpretasi dalam kehidupan umat beragama saat ini dalam konteks demokrasi sebagai upaya untuk membangun semangat kebersamaan.

“Inti ajaran agama adalah kasih sayang bukan kebencian. Semangat inilah yang akan kita rawat sebaik-baiknya. Kita harus mencegah upaya pihak-pihak lain yang membuat kehidupan kita bersama menjadi terpecah dan menimbulkan konflik,” kata Lukman.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Henriette Tabita Lebang, dalam sambutannya mengingatkan bahwa keugaharian menjadi bingkai bersama gereja-gereja dalam merespons pesoalan kebangsaan, yakni kemiskinan, ketidakadilan, lingkungan hidup, dan radikalisme.

Untuk diketahui, selain persoalan demokrasi, persidangan MPL-PGI juga membahas persiapan Sidang Raya PGI ke-17 yang akan dilangsungkan di Sumba, Nusa Tenggara Timur serta berbagai program PGI 2019 yang berpusat pada pergumulan gereja-gereja terkait semangat keugaharian dalam merespons persoalan-persoalan bangsa.

Sidang MPL-PGI turut dihadiri Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina dan para pengurus PGI. (Humas Pemprov Sulut)


Sabtu, 26 Januari 2019

Gubernur Olly Rayakan Natal Bersama Ribuan Keluarga Kawanua se Jabodetabek

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menghadiri acara Kebaktian dan Perayaan Natal Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) di Integrity Convention Center Kemayoran, Sabtu (26/1) malam.

Perayaan peribadatan tersebut berlangsung dengan hikmat dan penuh kekeluargaan. Sebagian besar jemaat yang datang di gedung Integrity Convention Center tersebut adalah tokoh-tokoh Kawanua dan masyarakat kawanua Se-JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Dalam sambutan, Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang ada tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua, karena sampai saat ini masih menjaga persaudaraan dan persatuan bersama walaupun berada di daerah rantau. 

Selain itu juga, Gubernur mengajak kepada warga kawanua untuk mendukung pemerintah Provinsi Sulut dalam membangun Sulawesi Utara ke arah lebih baik lagi. (humas provinsi sulut)

Jumat, 25 Januari 2019

Jadi Penasehat ISKINDO, Wagub Steven: Posisi Sulut Di Gerbang Pasific Tak Diragukan

Dalam mendukung program ODSK di Sulut dalam bidang perikanan, Pengurus Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia ( ISKINDO) Sulut dilantik Dr Hendra Yusran Siry selaku Direktur Eksekutif Coral Triangle Intiative.

Dimana Wagub Sulut Steven Kandouw menjadi penasehat ISKINDO dan Frangky Manumpil selaku ketua ISKINDO yang juga Kepala Biro Ekonomi dan SDA  Jumat (25/1/2019) kemarin.

Gubernur Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengharapkan Iskindo ikut berperan di bidang perikanan.

“Harapan saya Iskindo membantu pemerintah, masyarakat dan stakeholder terkait kelautan. Agar supaya betul-betul output dan outcome dirasakan berguna bagi masyarakat". Kata Kandouw 

Wagub meyakini Iskindo Sulut mampu memberikan kontribusi bagi daerah.

“Apalagi dipimpin oleh orang berkompeten. Pak karo kalau boleh harapan saya Sulut sebagai pusat perikanan Indonesia Timur terwujud,” pinta Wagub yang juga dipercayakan penasehat Iskindo Sulut.

Guna mewujudkan hal tersebut, banyak yang harus dibenahi.

“Contoh regulasi tidak up to date dengan kondisi di lapangan. Ada juga regulasi yang tak sinkron antar pusat dan daerah, antara instasi yang mengurus itu,” bebernya.

Tantangan lain yang harus dibenahi adalan terkait masalah infrastruktur, sarana dan prasarana.

“Sulut itu ada tiga kabupaten gudang ikan. Potensinya luar biasa tapi sarana jauh panggang dari api. Lalu, cool storage belum didukung tenaga listirk yang sustainable. Belum lagi, BBM ternyata masih terjadi disparitas harga,” ungkapnya.

Ini dikatakan Wagub Kandouw saat menjadi Keynote Speaker di sela-sela pelantikan DPW Iskindo Sulut memaparkan “Menjadikan Sulut Sebagai Provinsi Tuna’. Workshop ini digelar di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Jumat (25/1/2019).

Di kesempatan ini, Wagub mengatakan posisi Sulut di Gerbang Pasifik, tak diragukan lagi harus menjadi cluster industri perikanan di Indonesia.

Sulut bersaing dengan Bali di Selatan, dan Medan di Barat. Namun, untuk ekspor produk perikanan lebih dekat dari Sulut menuju ke utara dan timur.

“Dari Sulut lebih dekat ke Sulut dibanding Bali dan Medan,” ujar dia.

Tapi, industri perikanan punya tantangan ketersediaan bahan baku, industri perikanan di Sulut mengeluh.

“Ke depan bisa mengudapte ini. Kita positif thingking, batu saja bisa retak kena air, apalagi mindset Ibu Susi,” katanya.

Ia juga mengulas soal regulasi perizinan. Menurut Wagub perizinan kapal di daerah jangan hanya 30 GT tali bisa 60 GT,

“Karena kita laling tahu kebutuhan di daerah,” kata dia.

Wagub juga mengatakan, bantuan kapal ke depan jangan tersentraliasi di pusat tapi dimasukkan ke belanja daerah untuk subsidi nelayan, tiap daerah punya spesiifikasi kapal.

Sebelumnya dalam laporan FrangkynManumpil selaku ketua ISKINDO menyatakan   tujuan Workshop  untuk menemukan praktek terbaik penggeloalaan  kelautan dan perikanan pada skala regional  untuk diadopsi dan replikasi dalam skala yang lebih luas serta merumuskan intervensi kkegiatan program pembangunan kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara agar kedepan akan terus bersinergi dalam mendukung program ODSK serta akan memberikan pemikiran pemikiran terkait dengan masalah serta solusi perikanan dan kelautan di Sulut.

Dalam kesempatan itu hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut serta Kabupaten Kota dan Akademisi bahkan mahasiswa.