Jumat, 30 April 2021

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi pada Satuan Pendidikan Tingkat Menengah dan Pendidikan Khusus serta Masyarakat yang bertempat di Manado, Jumat (30/4/2021).

"Saya mengharapkan kiranya kegiatan ini, akan semakin memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya meningkatkan minat baca dan memantapkan literasi pada Satuan Pendidikan serta masyarakat, dalam rangka mendorong kualitas SDM Sulawesi Utara menjadi SDM-SDM unggul dan berdaya saing," katanya.


Ibu Rita berharap kedepan selain perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah, dapat disiapkan sudut baca di seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulut.

"Saya akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar supaya setiap perangkat daerah menyediakan sudut-sudut baca dan tentu beserta dengan kelengkapannya," ujarnya.

"Karena dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak yang kurang keluar rumah, jadi kalau di perangkat daerah ASN dan THL bisa menggunakan waktu untuk membaca sekaligus meningkatkan literasi mereka masing-masing," sambungnya.


Sebagai langkah awal, Ibu Rita mengajak maka semua pihak kita menjadi contoh, dengan menjadikan membaca sebagai the way of life, sambil terus berupaya menggeser sebuah tradisi membaca yang hanya untuk suatu kepentingan.

"Diperlukan sebagai langkah strategis, seperti kegiatan sosialisasi ini untuk nantinya dapat meningkatkan budaya membaca, baik oleh peserta didik maupun oleh masyarakat umum," tandasnya.

Sebelumnya, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut Jani Lukas menyampaikan bahwa ada tiga hal yang menjadi ukuran indikator penilaian indeks literasi.

"Layanan perpustakaan kepada masyarakat, dukungan sumber daya manusia baik pustakawan dan tenaga pengelola perpustakaan dan ketersediaan koleksi bahan bacaan yang berkualitas," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini Sekretaris TP PKK Sulut Ibu dr Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Ibu Ivonne Silangen-Lombok.

Kamis, 29 April 2021


Ketua TP PKK Sulawesi Utara Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan didampingi Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos membuka kegiatan Pasar Murah dan Operasi Pasar dalam rangka Idul Fitri 1442 H di Halaman Belakang Kantor Gubernur Sulut, Kamis (29/4/2021).


Kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan ini merupakan hasil kerjasama TP PKK Sulut dengan Disperindag dan Dinas Pangan Daerah Sulut.


Adapun, harga pangan yang ditawarkan pada kegiatan ini lebih murah dari harga pasar umumnya.


Pasar murah ini menyediakan kebutuhan pokok, seperti beras, telur, minyak goreng, bahan kue hingga bumbu dapur.


Nampak masyarakat setempat dan ASN serta THL membeli sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia di pasar murah.


Dalam kesempatan tersebut, Ibu Rita mengatakan pasar murah menjadi solusi agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin, dimana tujuan paling penting membantu pemerintah menjaga kestabilan harga bahan pokok masyarakat menjelang Lebaran.


"Kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Idul Fitri,” kata Ibu Rita.


Turut hadir dalam pasar murah Ketua DWP Sulut Ibu Ivone Silangen-Lombok dan para pengurus TP PKK Sulut.






Rabu, 28 April 2021




Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw meresmikan Hotel Luwansa di Jalan Pomorow Manado, Rabu (28/4/2021).


"Atas nama Pak Gubernur, Pemerintah Provinsi Sulut dan masyarakat sulut mengucapkan banyak selamat dan salut buat Santini Grup atas diresmikannya Hotel Luwansa ini," kata Kandouw dalam sambutannya.


Lanjut Kandouw, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia tidak terkecuali di Sulut, semua sektor terdampak. Begitu juga kinerja sektor pariwisata pun mengalami penurunan.


Kandouw menerangkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus melakukan langkah-langkah dan upaya strategis untuk pemulihan sektor pariwisata di bumi nyiur melambai.


Terbukti, peresmian Hotel Luwansa di tengah pandemi menjadi tanda kebangkitan pariwisata Sulut yang berujung meningkatnya perekonomian daerah.


"Ini seperti melawan arus kalau bisa di bilang. Di tempat lain hotel banyak di tutup, tapi di Sulut membangun hotel," bebermya.


"Ada yang bilang pencapaian realisasi investasi di Sulut era Pak Gubernur itu hoaks, dan hoaks itu kita lawan dengan realitas hari ini," sambungnya.


Kandouw pun berharap apa yang dilakukan Santini Grup ini dapat bermanfaat dan turut andil dalam pemulihan sektor pariwisata.


Dia juga menegaskan bahwa Pemprov Sulut akan terus menciptakan investasi yang positif dan kondusif bagi yang ingin berusaha di daerah ini.


"Kedepan kita akan menciptakan investasi yang positif dan kondusif untuk semua yang ingin berusaha di Sulut," tutupnya.


Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Direktur Santini Grup Jakarta selaku owner Hotel Luwansa Wandi Wanandi, unsur Forkopimda Sulut dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.









Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengikuti kegiatan pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 secara virtual di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Rabu (28/4/2021).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan kenapa pertemuan pada hari ini diadakan, karena ada dua hal penting yang ingin disampaikan.


“Yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi. Kenapa Covid-19, karena kita tahu perkembangan Covid-19 di India. Di India di bulan November menuju ke Oktober November dan Januari berhasil melandaikan curvanya dan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus perhari,” jelas Presiden.


Namun kita tahu, lanjut Presiden terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif perhari.


“Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kabupaten/Kota yang bapak, ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurva-kurvanya, ikuti harian dan begitu naik sedikit segerakan untuk ditekankan kembali agar terus menurun,” kata Presiden.


Presiden juga mengingatkan hati-hati dengan menjelang libur panjang.


“Sebentar lagi kita akan libur panjang Idul Fitri, ingat tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat yang dimana libur Idul Fitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu hati-hati,” ujar Presiden.


Selanjutnya Presiden menyampaikan berkaitan dengan ekonomi dan melihat kondisi yang sekarang yang kita kerjakan dapat menekan lajunya penyebaran harian kasus Covid-19.


”Bulan Maret dan April ini sudah kelihatan ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai dengan 5,5 persen itu bisa kita capai dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021. Artinya apa, April, Mei dan Juni ini sangat-sangat menentukan, kalau kita bisa menekan Covid-19 nya tanpa membuat goncangan di ekonomi maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai, kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan,” harapnya.


Presiden juga mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota mempercepat belanja Pemda.


“Belanja APBD segerakan, karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per maret baru 5,3 persen, padahal yang namanya perputaran uang disebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar mensegerakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” tuturnya.


Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran Forkopimda Sulut dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen.



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Karo Ekonomi Hanny Wajong menghadiri peringatan Nuzul Quran 17 Ramadhan 1442 H di Masjid Raya A. Yani Manado, Rabu (28/4/2021).


Nampak hadir perwakilan Forkopimda Sulut, PHBI Sulut, Ketua MUI Sulut, para tokoh agama dan tokoh masyarakat dan pembawa Hikmah Nuzul Qur'an Rifai Bolotio.


Pada kesempatan itu, Karo Ekonomi membacakan sambutan Gubernur Sulut yang mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan memperingati Nuzul Qur'an 1442 H.


Gubernur Olly mengatakan bahwa Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan termasuk Tarawih Berjamaah, memiliki berjuta makna dan berjuta berkah bagi siapa yang dengan sungguh-sungguh dan ikhlas menjalankannya. Ibadah Puasa adalah salah satu perjuangan iman dalam melawan segala perkara duniawi, yang mampu menyesatkan pribadi umat.


"Dengan tujuan utama adalah untuk menciptakan manusia yang bertaqwa sehingga bisa mendekatkan diri dengan Allah tanpa adanya sekat pemisah," katanya.


Dalam konteks itu, menurut Gubernur Olly maka Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan termasuk Tarawih hendaknya tidak dimaknai hanya sekedar rutinitas tahunan untuk menahan lapar dan dahaga atau hawa nafsu duniawi, akan tetapi lebih dari itu adalah media bagi Umat Islam untuk berlomba-lomba mengalahkan sifat duniawi dan menaburkan benih-benih kebaikan bagi sesama.

Selasa, 27 April 2021




Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen membuka secara resmi Rapat Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Penelitian tentang Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Sulut Tahun 2021 secara virtual di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (27/4/2021).


Dalam sambutannya, Silangen menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut yang telah memprakarsai agenda strategis dan bernilai penting terhadap pengembanganKPJU Unggulan UMKM di daerah serta terhadap pembangunan ekonomi lokal ini.


"Pengembangan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah, memang harus lebih difokuskan pada Komoditas atau Produk atau Jenis Usaha unggulan daerah yang prioritas, agar dapat dikembangkan dan dapat secara efektif mendukung pembangunan ekonomi lokal yang berkesinambungan. Sebagaimana kita pahami, KPJU yang berupa barang dan jasa, sangat potensial untuk dijadikan unggulan daerah yang dapat dikembangkan," kata Silangen.


Sebagai informasi, ada tahun 2016, BI telah melakukan penelitian terkait KPJU unggulan UMKM. Data menunjukkan bahwa terdapat 2.342 Jenis KPJU di seluruh Kabupaten/Kota di Sulu, dengan produk prioritas:


Pertanian/Perkebunan, yaitu: Kelapa, Padi, Cengkeh, Pala dan Jagung; Perikanan, yaitu: Cakalang, Nila, Tuna, Mas dan Tude; Industri Pengolahan, yaitu: Kopra, Perabot Rumah Tangga, Olahan Ikan, Industri Batu Bata dan Aneka Kue; Perdagangan, yaitu: Toko Bangunan, Toko Sembako, Toko Kelontong, Penjualan Getah Karet dan Penjualan Hasil Perikanan; Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, yaitu: Warung Campur, Warung Soto, Wisma, Hotel Melati dan Rumah Makan Sari Laut; Kesenian, Hiburan dan Rekreasi, yaitu: Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Kuliner, Pemandian dan Wisata Budaya.


Menurut Silangen, menyadari kegunaan dan urgensi dari penelitian KPJU, maka tentunya pelaksanaan penelitian tentang KPJU Unggulan UMKM Sulut 2021 harus didukung bersama, yang dapat kita awali dengan memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan ini.


"Seluruh Instansi Terkait baik di Lingkup

Provinsi, Kota/Kabupaten, hingga Kecamatan harus menjadi mitra yang baik dalam berbagi informasi, harus menjadi narasumber ataupun responden penelitian yang baik, dan memberikan informasi dan data/dokumen yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi Sulut 2021," terangnya.


Disamping itu, dengan berpedoman pada Permendagri Nomor 9 Tahun 2014, Silangen mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mengembangkan produk unggulan daerah, melalui pengaturan yang tepat dalam perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan.


"Mari kita jadikan produk unggulan daerah

sebagai kekuatan ekonomi bagi daerah dan masyarakat, sebagai produk yang potensial, memiliki daya saing, daya jual, daya dorong dan mampu memasuki pasar global, yang muaranya dapat berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara," ungkapnya.


"Semoga penelitian ini bisa berjalan dengan lancar dan dapat merekomendasikan apa yang akan kita laksanakan sebagai bentuk formulasi kebijakan ditingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka mengembangkan produk-produk unggulan yang ada didaerah masing-masing," tambahnya.


Lebih jauh, Silangen optimis Sulut dapat bangkit walaupun ditengah pandemi Covid 19 ini dengan memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan daerah yang tidak lain untuk menambah penghasilan dan pendapatan bagi masyarakat yang ada didaerah.


"Tentu dengan memperhatikan perkembangan dan perilaku masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia sehingga apa yang diharapkan oleh kita semua ini mampu kita wujudnyatakan," tutupnya.


Turut hadir dalam rakor ini Kepala Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, para pejabat terkait di Lingkup Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulut dan narasumber dari Berka SEMI Strategika.








Provinsi Sulawesi Utara menjadi magnet investasi bagi seluruh investor yang akan berinvestasi di daerah ini. Kemudahan berinvestasi yang diberikan Gubernur Olly Dondokambey menjadi kuncinya.


Terbukti, di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi di Sulut dalam triwulan 1 (Januari-Maret) 2021 mampu mencapai Rp 1,716 Triliun.


Adapun target realisasi investasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI untuk Sulut Tahun 2021 sebesar Rp. 5.510.000.000.000 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp.3.750.000.000.000.


Artinya, secara kumulatif periode Triwulan I Tahun 2021 realisasi investasi Sulut yang telah direalisasikan oleh investor sebesar Rp. 1,716 triliun atau 31,15% dari target pemerintah BKPM RI tahun 2021 dan mencapai 45,76% dari target RPJMD Sulut tahun 2021


Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut yang dipimpin Franky Manumpil menerangkan bahwa realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 1,181 Triliun (401 Proyek) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terealisasi sebesar Rp 0,535 Triliun (64 Proyek).


Realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2021 menunjukkan peningkatan dari realisasi investasi pada periode yang sama di triwulan I tahun 2020 dimana realisasi saat ini sebesar Rp. 1,176 triliun atau tumbuh 478%, dibanding dengan tahun lalu sebesar Rp. 246 miliar.


Sedangkan realisasi investasi PMA pada triwulan I 2021 sebesar Rp. 535 miliar, tumbuh 287,63% dari realisasi PMA triwulan I 2020 sebesar Rp. 186 miliar.


Realisasi investasi PMDN juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu sebesar 1.971%, dimana realisasi investasi PMDN pada triwulan I tahun 2020 sebesar Rp. 59,9 miliar meningkat sebanyak Rp. 1,121 triliun menjadi Rp. 1,181 triliun pada triwulan I tahun 2021.


Sektor yang mendominasi adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp. 548 miliar, atau 32% dari total realisasi investasi.


Negara dengan investasi terbesar adalah Indonesia dengan realisasi investasi sebesar Rp. 1,1 triliun atau 69% dari total realisasi investasi, diikuti Singapura dengan realisasi investasi sebesar Rp. 422 miliar atau 25% dari total realisasi investasi.


Daerah Kabupaten / Kota dengan realisasi investasi terbesar yaitu kota Manado sebesar Rp. 1,07 triliun atau 63% dari total realisasi investasi.


Gubernur Olly menerangkan bahwa kemudahan perizinan bagi investor sebagai bentuk komitmen Pemprov Sulut untuk menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo soal upaya mempermudah proses perizinan di Indonesia.


“Bagaimana tugas tanggung jawab kita pemerintah daerah menyerap dan melakukan apa yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo dalam pelaksanaan tugas daerah untuk mempercepat seluruh perijinan yang ada,” kata Olly beberapa waktu lalu.