Senin, 16 Mei 2016

Sulut Dipastikan Tuan Rumah Penanggulangan Bencana ASEAN







Setelah berhasil menggelar Iven International ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercises (ARF-DiREx) pada Tanggal 15-19 Maret 2011 oleh Indonesia dan Jepang, dengan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah, kini Provinsi Sulut yang dijuluki Daerah Nyiur Melambai kembali dipercayakan, untuk yang kedua kalinya menjadi tuan rumah Iven Internasional penanggulangan bencana.  Kali ini Iven internasional itu bertajuk ASEAN Community on Disaster Management  (ACDM) dan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang akan digelar pada pertengahan bulan Oktober 2016 mendatang.
Hal itu di benarkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE dalam sambutannya ketika membuka rapat tersebut di ruang rapat CJ Rantung, Senin (16/05) kemarin.
"Saya menyambut baik dan menyatakan siap sebagai tuan rumah pada ajang internasional bertajuk penanggulangan bencana tingkat Asean ini", ujar orang nomor satu di Sulut ini.
Dimana pada kesempatan itu Gubernur langsung menunjuk Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw sebagai Ketua Panitia Daerah Sulut dalam kegiatan dimaksud.
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Willem Rampangiley mengatakan, Provinsi Sulut dipilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan internasioanal tersebut, karena Sulut diakui telah memiliki pengalaman dalam penanggulangan bencana
“Disamping itu juga nama Sulut lebih dikenal dan menunjang dimata Internasional,” ungkap mantan Dan Lantamal VIII Manado itu.
Menurutnya juga, dalam kegiatan ini nantinya selain melakukan persiapan karena juga sesuai agenda pula akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Diketahui dalam puncak kegiatan tersebut juga akan turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti latihan penanggulangan bencana bersama, rally sepeda bersama dan sejumlah kegiatan pendukung lainnya. Turut hadir sejumlah Deputy dan Asdep BNPB, Wagub Drs Steven Kandouw dan sejumlah Bupati/Walikota se- Sulut. (Humas Pemprov Sulut).

Gubernur: Sulut Target Medali Emas dari Cabor Terjun Payung



  Atlet terjun payung andalan Sulut Pingkan Mandagi Mendarat tepat di landasan
                                     
Atlet terjun payung andalan Sulut Pingkan Mandagi jabat tangan dengan Gubernur
Atlet terjun payung andalan Sulut  Pingkan Mandagi foto bersama Gubernur, Wagub Sulut, Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda TNI Dody Trisunu, Kasie Teritorial Korem 131 Santiago Kol. Inf Theo Kawatu serta Dan Lanudsri Kol. Pnb Djoko Tjahjono. 

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menargetkan medali Emas dari cabang olahraga  (cabor) terjun payung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar pertengahan September 2016 mendatang.
Hal itu disampaikan   Gubernur usai membuka kejuaraan terjun payung “Manado Internasional Open Parachuting Championship di pantai Marina Manado, Senin (14/05) kemarin.
“Saya menargetkan medali emas dari nomor ketepatan mendarat senior perseorangan putri yakni dari penerjun andalan Sulut Pingkan Mandagi”, katanya.
 Menurut Olly terjun payung merupakan cabor penyumbang tetap medali emas bagi kontingen Sulut setiap pelaksanaan PON berlangsung, karena itu kegiatan yang dilaksanakan di Manado saat ini sekaligus merupakan pemanasan bagi atlit terjun payung yang akang mengambil bagian dalam PON 2016 di Jabar nanti.
Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal TNI Agus Supriatna yang juga selaku Ketua Umum PB Fasi dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Panglima Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda TNI Dody Trisunu berharap, melalui kejuaraan ini, ada hal penting yang perlu disadari yaitu disamping para atlet bersaing secara sportif dalam mencapai prestasi, juga dapat membangun rasa kebersamaan sebagai sesama atlet terjun payung. Pengalaman maupun ketrampilan sesama altet, guna diperoleh kemajuan dalam mengembangkan prestasinya.
Terkait hal tersebut saya berharap pula, kiranya para atlet yang mengikut kejuaraan ini dapat menjunjung tinggi sikap ksatria sebagai olahragawan sejati, yang memegang teguh jiwa semangat juang, motivasi dan sportivitas dalam olahraga, tandas Supriatna.
Dan Lanudsri Manado Kol. Pnb Djoko Tjahjono selaku Ketua Umum Panitia menambahkan, kejuaraan terjun payung ini akan berlangsung hingga 17 Mei 2016 mendatang, pesertanya berjumlah 87 atlet yang berasal dari Australia, India, Iraq, Korsel, Malaysia dan tuan rumah Indonesia. Serta para atlet PON dari Jabar, DKI, Lampung, Jateng, Sumsel, DIY, Sulut, PTP Aves Bandung serta PTP TNI AD (Kopasus). Nomor yang dipertandingkan yaitu ketepatan mendarat beregu putra/putri, ketepatan mendarat senior putra/putri dan ketepatan mendarat junior putra/putri. Turut hadir Wagub Drs Steven Kandouw, Unsur Forkopimda serta para Pejabat Eselon Dua Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut).        



Minggu, 15 Mei 2016

3 Juli Lion Air Buka Penerbangan Langsung Manado ke 8 Kota Besar Tiongkok

LOBI khusus yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE ke pemilik Lion Air, Rusdi Kirana membuat maskapai penerbangan ini akan membuka penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Cina atau Tiongkok. Tak tanggung-tanggung maskapai dengan logo kepala Singa itu akan membuka ‎flight ke 8 kota besar di Tiongkok, yakni Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Makau, Wuhan, Chengdu dan Chongqing. "Mulai 3 Juli penerbangan langsung Manado ke 8 kota di Tiongkok akan dibuka," tandas Gubernur.
Adapun ‎usai bertemu dengan Rusdi Kirana di Jakarta baru-baru ini, Gubernur pada Sabtu (14/05) kemarin, langsung mempromosikan wisata Sulut pada 20 wartawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Sulut sejak Jumat lalu. Bahkan Gubernur melakukan wawancara eksklusif dengan dua TV asal Tiongkok, yaitu Shanghai TV dan Canton TV di salah satu hotel ternama di Manado. Pada wawancara tersebut Gubernur secara gamblang mempromosikan wisata-wisata terkemuka di Sulut, seperti taman laut Bunaken, Danau Linow, Pulau Lih‎aga, Pantai Pall, Pantai Pulisan, keberadaan Tarsius di Tangkoko Bitung serta banyak tempat-tempat wisata di Sulut yang disebutkan. Demikian juga kedakatan budaya hingga makanan khas Sulut ikut dijelaskan Gubernur. Pada kesempatan ini Gubernur mengatakan pihaknya akan mensupport penuh penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Tiongkok tersebut. "Infrastruktur seperti jalan, dermaga dan fasilitas-fasilitas di tempat-tempat wisata akan dibenahi lebih baik, begitu juga kesiapan SDM, seperti tour guide hingga tenaga-tenaga pendukung, termasuk chef untuk masakan hingga pelayanan terhadap turis Tiongkok akan disiapkan," terang Gubernur yang pada kesempatan itu ikut didampingi Wagub Drs Steven OE Kandouw bersama Ketua Deprop Andre Angouw.
Wagub Steven OE Kandouw menambahkan keberhasilan dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota besar di Tiongkok ini, adalah komitmen yang kuat dari Gubernur untuk memajukan pariwisata di Sulut, yang akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian daerah. "Ini mutalk lobi langsung pak Gubernur," tegas Wagub yang meminta semua SKPD Pemprop Sulut serta pemerintah kabupaten/kota se Sulut untuk sama-sama mendukung serta menopang pembukaan rute Manado-Tiongkok ini. "Bersama seluruh masyarakat mari kita sambut dengan baik kunjungan ribuan turis Tiongkok ke daerah kita," imbau Wagub. "Begitu pun bagi masyrakat Sulut yang akan berwisata ke luar negeri, kini dapat langsung terbang dari Manado ke Tiongkok, karena perbangannya segera dibuka," tambahnya.
‎Sementara itu Direktur Lion Air Tiongkok William Wu bersama Respresentasi Lion Air Tiongkok Chandra Bong yang diwawancarai terpisah wartawan koran ini, mengatakan penerbangan Manado ke 8 kota di Tiongkok ini akan dimulai pada 3 Juli nanti. "10 sampai 12 flight dalam sepekan," aku Bong. "Dengan target selama sebulan 80 flight, dan ini adalah skedul flight Lion Air," tambah Bong lagi.
Menurut Bong pihak Lion Air punya target kunjungan turis Tiongkok ke Sulut, sebanyak-banyaknya pada setiap tahun. "Setiap tahun sekira 150 juta turis Tiongkok melakukan perjalanan wisata, dengan dibukanya penerbangan ini kami menargetkan 150 ribu hingga 180 ribu turis Tiongkok yang datang ke Sulut," jelas Bong yang ikut diamini William Wu.
Rute dari 8 kota Tiongkok ke Manado ini, tambah Bong, hanya khusus dilakukan ke Manado karena pariwisata di Manado, khususnya wisata bahari menjadi daya tarik utama bagi turis-turis Tiongkok. Apalagi dari menu makanan ada kemiripan antara makanan khas Sulut dengan Tiongkok. "Dan paling utama Lion Air mendapat jaminan penuh dari pemerintah Sulut, yang akan mensupport penuh dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota Tiongkok," terangnya. 
Pihak Lion Air pun telah mempersiapkan banyak pesawat terbaru untuk malayani rute Manado-Tiongkok. "Kami sangat siap untuk melayani rute ini," yakin Bong.
Disinggung kendala yang dihadapi, kata pria yang fasih berbahasa Mandarin ini, diakui masih ada infrastruktur di beberapa tempat wisata yang perlu dibenahi, seperti jalan atau dermaga-dermaga, termasuk tour guide Tiongkok yang kurang, pun keberadaan hotel yang masih kurang. "Tapi hal ini telah diyakini oleh pak Gubernur, untuk membenahi dan akan mempersiapkan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan ribuan turis Tiongkok," tutup Bong.
Untuk memantapkan rute spesial ini, pihak Lion Air pada akhir pekan baru-baru ini, memboyong 20 wartawan baik media elektronik dan cetak, ke Sulut. Wartawan-wartawan dari Negeri Tirai Bambu itu akan meng eksplorasi tempat- wisata eksotis di Sulut, khususnya wisata bahari, pada masyarakat Tiongkok. "Mereka telah mengunjungi Bunaken, pantai-pantai di Minahasa Utara dan ke Danau Linow di Tomohon. Dan mereka sangat enjaoy serta kagum atas keindahan wisata-wisata bahari di Sulut," tutup Bong.

Gubernur Bertemu Rusdy Kirana/// sub‎

3 Juli Lion Air Buka Penerbangan Langsung Manado ke 8 Kota Besar Tiongkok///jdl

Caption ‎
Gubernur saat diwawancarai wartawan TV asal Tiongkok Sabtu (14/05) malam.

Caption
Gubernur,Wagub, Ketua DPR berbincang bersama petinggi Lion Air Tiongkok, Sabtu (14/05).

LOBI khusus yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE ke pemilik Lion Air, Rusdi Kirana membuat maskapai penerbangan ini akan membuka penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Cina atau Tiongkok. Tak tanggung-tanggung maskapai dengan logo kepala Singa itu akan membuka ‎flight ke 8 kota besar di Tiongkok, yakni Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Makau, Wuhan, Chengdu dan Chongqing. "Mulai 3 Juli penerbangan langsung Manado ke 8 kota di Tiongkok akan dibuka," tandas Gubernur.
Adapun ‎usai bertemu dengan Rusdi Kirana di Jakarta baru-baru ini, Gubernur pada Sabtu (14/05) kemarin, langsung mempromosikan wisata Sulut pada 20 wartawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Sulut sejak Jumat lalu. Bahkan Gubernur melakukan wawancara eksklusif dengan dua TV asal Tiongkok, yaitu Shanghai TV dan Canton TV di salah satu hotel ternama di Manado. Pada wawancara tersebut Gubernur secara gamblang mempromosikan wisata-wisata terkemuka di Sulut, seperti taman laut Bunaken, Danau Linow, Pulau Lih‎aga, Pantai Pall, Pantai Pulisan, keberadaan Tarsius di Tangkoko Bitung serta banyak tempat-tempat wisata di Sulut yang disebutkan. Demikian juga kedakatan budaya hingga makanan khas Sulut ikut dijelaskan Gubernur. Pada kesempatan ini Gubernur mengatakan pihaknya akan mensupport penuh penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Tiongkok tersebut. "Infrastruktur seperti jalan, dermaga dan fasilitas-fasilitas di tempat-tempat wisata akan dibenahi lebih baik, begitu juga kesiapan SDM, seperti tour guide hingga tenaga-tenaga pendukung, termasuk chef untuk masakan hingga pelayanan terhadap turis Tiongkok akan disiapkan," terang Gubernur yang pada kesempatan itu ikut didampingi Wagub Drs Steven OE Kandouw bersama Ketua Deprop Andre Angouw.
Wagub Steven OE Kandouw menambahkan keberhasilan dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota besar di Tiongkok ini, adalah komitmen yang kuat dari Gubernur untuk memajukan pariwisata di Sulut, yang akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian daerah. "Ini mutalk lobi langsung pak Gubernur," tegas Wagub yang meminta semua SKPD Pemprop Sulut serta pemerintah kabupaten/kota se Sulut untuk sama-sama mendukung serta menopang pembukaan rute Manado-Tiongkok ini. "Bersama seluruh masyarakat mari kita sambut dengan baik kunjungan ribuan turis Tiongkok ke daerah kita," imbau Wagub. "Begitu pun bagi masyrakat Sulut yang akan berwisata ke luar negeri, kini dapat langsung terbang dari Manado ke Tiongkok, karena perbangannya segera dibuka," tambahnya.
‎Sementara itu Direktur Lion Air Tiongkok William Wu bersama Respresentasi Lion Air Tiongkok Chandra Bong yang diwawancarai terpisah wartawan koran ini, mengatakan penerbangan Manado ke 8 kota di Tiongkok ini akan dimulai pada 3 Juli nanti. "10 sampai 12 flight dalam sepekan," aku Bong. "Dengan target selama sebulan 80 flight, dan ini adalah skedul flight Lion Air," tambah Bong lagi.
Menurut Bong pihak Lion Air punya target kunjungan turis Tiongkok ke Sulut, sebanyak-banyaknya pada setiap tahun. "Setiap tahun sekira 150 juta turis Tiongkok melakukan perjalanan wisata, dengan dibukanya penerbangan ini kami menargetkan 150 ribu hingga 180 ribu turis Tiongkok yang datang ke Sulut," jelas Bong yang ikut diamini William Wu.
Rute dari 8 kota Tiongkok ke Manado ini, tambah Bong, hanya khusus dilakukan ke Manado karena pariwisata di Manado, khususnya wisata bahari menjadi daya tarik utama bagi turis-turis Tiongkok. Apalagi dari menu makanan ada kemiripan antara makanan khas Sulut dengan Tiongkok. "Dan paling utama Lion Air mendapat jaminan penuh dari pemerintah Sulut, yang akan mensupport penuh dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota Tiongkok," terangnya. 
Pihak Lion Air pun telah mempersiapkan banyak pesawat terbaru untuk malayani rute Manado-Tiongkok. "Kami sangat siap untuk melayani rute ini," yakin Bong.
Disinggung kendala yang dihadapi, kata pria yang fasih berbahasa Mandarin ini, diakui masih ada infrastruktur di beberapa tempat wisata yang perlu dibenahi, seperti jalan atau dermaga-dermaga, termasuk tour guide Tiongkok yang kurang, pun keberadaan hotel yang masih kurang. "Tapi hal ini telah diyakini oleh pak Gubernur, untuk membenahi dan akan mempersiapkan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan ribuan turis Tiongkok," tutup Bong.
Untuk memantapkan rute spesial ini, pihak Lion Air pada akhir pekan baru-baru ini, memboyong 20 wartawan baik media elektronik dan cetak, ke Sulut. Wartawan-wartawan dari Negeri Tirai Bambu itu akan meng eksplorasi tempat- wisata eksotis di Sulut, khususnya wisata bahari, pada masyarakat Tiongkok. "Mereka telah mengunjungi Bunaken, pantai-pantai di Minahasa Utara dan ke Danau Linow di Tomohon. Dan mereka sangat enjaoy serta kagum atas keindahan wisata-wisata bahari di Sulut," tutup Bong.

Gubernur Bertemu Rusdy Kirana/// sub‎

3 Juli Lion Air Buka Penerbangan Langsung Manado ke 8 Kota Besar Tiongkok///jdl

Caption ‎
Gubernur saat diwawancarai wartawan TV asal Tiongkok Sabtu (14/05) malam.

Caption
Gubernur,Wagub, Ketua DPR berbincang bersama petinggi Lion Air Tiongkok, Sabtu (14/05).

LOBI khusus yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE ke pemilik Lion Air, Rusdi Kirana membuat maskapai penerbangan ini akan membuka penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Cina atau Tiongkok. Tak tanggung-tanggung maskapai dengan logo kepala Singa itu akan membuka ‎flight ke 8 kota besar di Tiongkok, yakni Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Makau, Wuhan, Chengdu dan Chongqing. "Mulai 3 Juli penerbangan langsung Manado ke 8 kota di Tiongkok akan dibuka," tandas Gubernur.
Adapun ‎usai bertemu dengan Rusdi Kirana di Jakarta baru-baru ini, Gubernur pada Sabtu (14/05) kemarin, langsung mempromosikan wisata Sulut pada 20 wartawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Sulut sejak Jumat lalu. Bahkan Gubernur melakukan wawancara eksklusif dengan dua TV asal Tiongkok, yaitu Shanghai TV dan Canton TV di salah satu hotel ternama di Manado. Pada wawancara tersebut Gubernur secara gamblang mempromosikan wisata-wisata terkemuka di Sulut, seperti taman laut Bunaken, Danau Linow, Pulau Lih‎aga, Pantai Pall, Pantai Pulisan, keberadaan Tarsius di Tangkoko Bitung serta banyak tempat-tempat wisata di Sulut yang disebutkan. Demikian juga kedakatan budaya hingga makanan khas Sulut ikut dijelaskan Gubernur. Pada kesempatan ini Gubernur mengatakan pihaknya akan mensupport penuh penerbangan langsung Manado ke kota-kota besar di Tiongkok tersebut. "Infrastruktur seperti jalan, dermaga dan fasilitas-fasilitas di tempat-tempat wisata akan dibenahi lebih baik, begitu juga kesiapan SDM, seperti tour guide hingga tenaga-tenaga pendukung, termasuk chef untuk masakan hingga pelayanan terhadap turis Tiongkok akan disiapkan," terang Gubernur yang pada kesempatan itu ikut didampingi Wagub Drs Steven OE Kandouw bersama Ketua Deprop Andre Angouw.
Wagub Steven OE Kandouw menambahkan keberhasilan dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota besar di Tiongkok ini, adalah komitmen yang kuat dari Gubernur untuk memajukan pariwisata di Sulut, yang akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian daerah. "Ini mutalk lobi langsung pak Gubernur," tegas Wagub yang meminta semua SKPD Pemprop Sulut serta pemerintah kabupaten/kota se Sulut untuk sama-sama mendukung serta menopang pembukaan rute Manado-Tiongkok ini. "Bersama seluruh masyarakat mari kita sambut dengan baik kunjungan ribuan turis Tiongkok ke daerah kita," imbau Wagub. "Begitu pun bagi masyrakat Sulut yang akan berwisata ke luar negeri, kini dapat langsung terbang dari Manado ke Tiongkok, karena perbangannya segera dibuka," tambahnya.
‎Sementara itu Direktur Lion Air Tiongkok William Wu bersama Respresentasi Lion Air Tiongkok Chandra Bong yang diwawancarai terpisah wartawan koran ini, mengatakan penerbangan Manado ke 8 kota di Tiongkok ini akan dimulai pada 3 Juli nanti. "10 sampai 12 flight dalam sepekan," aku Bong. "Dengan target selama sebulan 80 flight, dan ini adalah skedul flight Lion Air," tambah Bong lagi.
Menurut Bong pihak Lion Air punya target kunjungan turis Tiongkok ke Sulut, sebanyak-banyaknya pada setiap tahun. "Setiap tahun sekira 150 juta turis Tiongkok melakukan perjalanan wisata, dengan dibukanya penerbangan ini kami menargetkan 150 ribu hingga 180 ribu turis Tiongkok yang datang ke Sulut," jelas Bong yang ikut diamini William Wu.
Rute dari 8 kota Tiongkok ke Manado ini, tambah Bong, hanya khusus dilakukan ke Manado karena pariwisata di Manado, khususnya wisata bahari menjadi daya tarik utama bagi turis-turis Tiongkok. Apalagi dari menu makanan ada kemiripan antara makanan khas Sulut dengan Tiongkok. "Dan paling utama Lion Air mendapat jaminan penuh dari pemerintah Sulut, yang akan mensupport penuh dibukanya penerbangan Manado ke 8 kota Tiongkok," terangnya. 
Pihak Lion Air pun telah mempersiapkan banyak pesawat terbaru untuk malayani rute Manado-Tiongkok. "Kami sangat siap untuk melayani rute ini," yakin Bong.
Disinggung kendala yang dihadapi, kata pria yang fasih berbahasa Mandarin ini, diakui masih ada infrastruktur di beberapa tempat wisata yang perlu dibenahi, seperti jalan atau dermaga-dermaga, termasuk tour guide Tiongkok yang kurang, pun keberadaan hotel yang masih kurang. "Tapi hal ini telah diyakini oleh pak Gubernur, untuk membenahi dan akan mempersiapkan sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan ribuan turis Tiongkok," tutup Bong.
Untuk memantapkan rute spesial ini, pihak Lion Air pada akhir pekan baru-baru ini, memboyong 20 wartawan baik media elektronik dan cetak, ke Sulut. Wartawan-wartawan dari Negeri Tirai Bambu itu akan meng eksplorasi tempat- wisata eksotis di Sulut, khususnya wisata bahari, pada masyarakat Tiongkok. "Mereka telah mengunjungi Bunaken, pantai-pantai di Minahasa Utara dan ke Danau Linow di Tomohon. Dan mereka sangat enjaoy serta kagum atas keindahan wisata-wisata bahari di Sulut," tutup Bong.


Caption ‎
Gubernur saat diwawancarai wartawan TV asal Tiongkok Sabtu (14/05) malam.

Caption
Gubernur,Wagub, Ketua DPR berbincang bersama petinggi Lion Air Tiongkok, Sabtu (14/05).

Jumat, 13 Mei 2016

Wagub: Mulai Senin Tidak Ada Perjalanan Luar Daerah






Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, mewarning seluruh ASN dilingkup Pemprov Sulut, bahwa mulai hari senin depan tidak ada perjalanan dinas luar daerah. Larangan tersebut ditujukan kepada seluruh pejabat Eselon II hingga staf yang telah merencanakan perjalanan tugas luar daerah guna menghadiri kegiatan kedinasan yang digelar baik Kementerian, Badan maupun lembaga yang ada di pusat.
Penegasan itu disampaikan orang nomor dua di Sulut, saat memimpin apel olah raga bersama seluruh ASN lingkup Pemprov Sulut di halaman kantor Gubernur, Jumat pagi (13/04) kemarin.
“Mulai hari Senin saya tidak akan menandatangani surat tugas TL daerah yang diajukan oleh SKPD”, ungkap Kandouw.
Tujuan larangan Wagub tersebut tidak lain untuk memperlancar pemeriksaan BPK RI yang sementara berlangsung di Pemprov Sulut.
“Tuntaskan dulu pemeriksaan BPK ini hingga selesai, baru bisa melakukan tugas luar daerah, apapun hasil pemeriksaan nanti mendapat opini WTP atau Disclamer tidak masalah”,  papara mantan Ketua DPRD Sulut ini.
Namun dibalik hasil pemeriksaan BPK nanti, pasti akan ketahuan mana SKPD yang menjalankan tugas dengan baik maupun tidak baik. Sebab hasil opini nanti akan menentukan penilaian pimpinan terhadap para Kepala SKPD yang ada.
Sebab rincian kesalahan pengelolaan keuangan di SKPD, terhadap penilaian pimpinan bukan hanya terhadap Eselon Dua akan tetapi sampai kepada staf, tegas suami tercinta dari dr Kartika Devi Kandouw Tanos ini.
Menurut Kandouw, keinginan Gubernur Olly Dondokambey SE agar kedepan pemerintahan kita bisa memiliki Team Work yang kuat menuju sulut hebat.  
Kandouw juga mengingatkan kepada seluruh ASN agar disaat di jam-jam kerja jangan hanya ngerumpi maupun main kartu. Sebab apa yang dilakukan beberapa ASN di SKPD tertentu, rekamannya sudah ada sama saya, pungkasnya.
Usai olah raga bersama, Wagub di dampingi, Wakil Ketua TP PKK Sulut Dr Kartika Devi Kandouw Tanos, Kaban BKD Sulut DR Femmy M Suluh MSi dan Direktur Kepatuhan Bank Sulutgo Jeffry Salilo, telah melakukan pemeriksaan gula-darah serta penyerahan undian berhadiah dari Bank Sulutgo kepada 30 ASN Pemprov, . (Humas Pemprov Sulut).      

Wagub: Diknas Sulut Fasilitasi Peserta OSN Menuju Palembang





Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs.  Steven Kandouw menegaskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulut untuk memfasilitasi dengan baik para peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) utusan sulut yang akan mengikuti lomba OSN di Palembang 15 sampai dengan 21 mei 2016 mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat melakukan pertemuan dengan 30 peserta jenjang SD,SMP dan SMA utusan Sulut, Jumat (13/5) bertempat di ruang rapat Wagub.
Wagub meminta Diknas Sulut untuk memperhatikan semua keperluan para peserta seperti makanan, tempat penginapan  dan keperluan lainnya  saat mengikuti kegiatan lomba hingga selesai. Wagub juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kesehatan, belajar, berdoa dan rileks agar saat lomba bisa dilakukan dengan baik.
Selain itu juga, Wagub mengatakan para peserta yang mewakili Sulut ini merupakan kebanggaan rakyat Sulut, semuanya telah menjadi pemenang, kalaupun nanti mendapat prestasi di tingkat nasional itu merupakan bonus tambahan bagi para peserta.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Diknas AG Kawatu, para pendamping peserta dan orang tua peserta. Diketahui sebelumnya telah dilaksanakan selekai pra OSN se Sulut dan menghasilkan 30 peserta yang akan mengikuti lomba bidang matematika, fisika, ekonomi, ilmu bumi, astronomi.(Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 12 Mei 2016

Wagub Dampingi Menpan Blusukan Penyelenggaraan Pelayanan Publik





Menpan RB Yuddy Chrisnan didamping Wagub Sulut Drs Steven kandouw melakukan blusukan di Instansi penyelenggara pelayanan publik, Kamis (12/05).
Blusukan yang dimulai dari Puskesmas Teling Manado Menteri disambut Sekot Manado Harvey Sendoh dan Kepala Puskesmas Teling dr Octavin Y Umboh. Yuddy mengakui walaupun gedung puskesmas ini kecil akan tetapi aktifitas pelayanan kesehatan berjalan lancar. Bahkan konsep pelayanan Universal Health Coverage yang di lakukan puskesmas ini akan diadopsi menjadi program nasional, ujar Chrisnandi
“Saya terkesan baik dengan pelayanan kesehatan di sini, karena Kepala puskesmas mampu memberdayakan seluruh ASN sebagai penyelenggara pelayanan publik walaupun diperhadapkan dengan sarana dan prasarana medis yang sangat terbatas serta masih menggunakan system manual, namun mampu melayani masyarakat setiap hari 30-50 orang”, ujarnya.
Dr Octavin menyebutkan, Puskesmas yang dipimpinnya memiliki 47 pegawai termasuk 5 tenaga dokter, serta memiliki 5 tenaga dokter Intreship, 4 poliklinik yaitu poliklinik umum, anak, ibu serta poliklinik gigi, sembari menambahkan walaupun tidak menyiapkan polikliknik khusus bagi para lansia, tapi kami mengutamakan pelayanan kepada para orang tua kita ini. Sedangkan ditanya penyakit apa yang paling menonjol dr Octavin menjawab yakni penyakit ispad dan hipertensi.

Selanjutkan Menteri bersama Wagub dan rombongan melakukan pertemuan di Polda Sulut, serta melakukan peninjauan di Kantor pelayanan BPJS Kesehatan di kompleks Marina Plaza Manado. 
Kemudian Menpan bersama Wagub menuju kota Bitung untuk melihat pelayanan publik yang ada di rumah sakit Manembo-nembo, polres Bitung dan kantor walikota Manado, Menpan berpesan agar semua yang terkait dengan prlayanan publik untuk lebih memaksimalkan pelayanan agar masyarakat bisa terlayani dengan baik. (Humas pemprov sulut).

Menpan: ASN Sulut Pacu Reformasi Birokrasi






Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi minta semua komponen Apartur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Sulut memacu reformasi birokrasi.
Permintaan Yuddy disampaikan  saat  membuka acara forum koordinasi, komunikasi dan konsultasi PANRB (FORK3PANRB) di ruang rapat CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis (12/05) kemarin.
“Saya memberi apresiasi atas kerja keras Gubernur Olly Dondokambey SE bersama Wagub Drs Seven Kandouw, Bupati/Walikota se- Sulut serta jajaran ASN yang telah bekerja keras dalam menerapkan berbagai program PANRB. Namun demikian terdapat beberapa agenda reformasi birokrasi yang perlu mendapat perhatian, bahkan lebih dipaau pelaksanaannya dilapangan,”jelas Chrisnandi.
Chrisnani  mengungkapkan sejak tahun 2014 Kementrian PANRB  menyelenggarakan kompetisi ivovasi pelayanan publik. Namun dalam kurun waktu 3 Tahun hanya ada 1 inovasi dari wilayah Sulut yang masuk TOP 99, yaitu jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) dari Kota Manado, sembari berharap, agar unit-unit pelayanan di daerah Sulut lebih aktif untuk berinovasi ataupun melakukan replikasi dari berbagai inovasi yang ada dalam TOP 99 selama 3 tahun terkhir, terangnya.  
Dari laporan hasil Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja tahun 2015, Yuddy menyebutkan, hanya Pemprov Sulut dan Kota Manado mendapat Kategori B, dua kabupaten/ kota memperoleh predikat CC, dan sisanya sebanyak 12 kabupaten/kota memperoleh predikat C. Predikat CC dan C tersebut menunjukkan masih banyak area perbaikan yang dapat dilakukan. Oleh sebab itu, dia meminta Pemprov maupun kabupaten/kota untuk terus meningkatkan upaya dalam penerapan manajemen berbasis kinerja dan jika diperlukan dapat meminta bantuan asistensi dari Kementerian PANRB.
Dalam paparannya dia juga menyebutkan, dari data APBD Tahun 2014 lalu, hanya 7 dari 16 pemda yang proporsi belanja kepegawainnya dibawah 50 persen dari total APBD, sebagai contoh Kota Manado dan Kabupaten Minahasa rasionya bahkan melampaui 60 persen. “Proporsi ini tentu tidak sehat jika dikaitkan dengan kebutuhan belanja pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat dan dunia usaha. Terhadap hal ini saya meminta agar Saudara sekalian segera melakukan Penataan Manajemen SDM Aparatur yang selaras dengan hasil audit organisasi yang diikuti oleh langkah redistribusi ASN” tegasnya
Disampaikan pula, saat ini belum ada unit kerja di wilayah Provinsi Sulawesi Utara yang berhasil mendapat predikat Wilayah Bersih Korupsi (WBK) meskipun ditetapkan sebagai Zona Integritas sejak tahun 2013. “Saya berharap agar unit-unit kerja tersebut dapat segera menjadi role model penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani”, ungkapnya.
Ditambahkan, kepatuhan pelaporan LHKASN melalui aplikasi SiHarka masih sangat rendah. Sampai saat ini baru Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Minahasa Utara yang melakukan input wajib LHKASN, untuk kabupaten/kota lainnya bahkan ada yang belum mengambil username dan password. Terhadap hal tersebut, Menteri Yuddy berharap agar seluruh komponen daerah dapat memenuhi kewajiban tersebut. Khususnya kepada Sekretaris Daerah dan Segenap Pimpinan SKPD diminta untuk bertindak sebagai penggerak utama (prime over) PANRB di Daerah.
Yuddy juga menegaskan agar setiap instansi mengambil langkah konkrit yang berorientasi hasil untuk mempercepat perwujudan pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif, efisien dan memiliki pelayanan publik yang berkualitas guna perwujudan Nawa Cita yang menjadi Agenda Pembangunan Nasional dalam RPJMN 2015-2019.
Senada dengan Yuddy, Wagub Steven Kandouw menyebutkan melalui kegiatan ini diharapkan, pelayanan publik di Sulut dalam menunjang program Nawa Cita Presiden Jokowi dan Visi Misi Gubernur dan Wagub Sulut dapat terlaksana sesuai  harapan dan target Pemerintah Pusat, Pemprov s/d Kabupaten/Kota. Bahkan orang nomor dua di Sulut ini minta ASN sebagai penyelengaran pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi harus adanya inovasi-inovasi atau terobosan secara optimal.
Sebab grand design pembangunan daerah Sulut terus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM yang berkepribadian, berdaulat dan berdikari melalui pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan ekonomi lokal secara inklusif yang dijabarkan dalam delapan program prioritas pembangunan yang diantaranya reformasi birokrasi tata kelola pemerintahan yang baik, pungkasnya. Kesempatan itu Wagub telah melaunching aplikasi sistem informasi pelaporan harta kekayaan (Si Harka) yang turut didampingi Menpan dan Isnpektur Provinsi Sulut Praseno Hadi. (Humas Pemprov Sulut).