Rabu, 18 Oktober 2017

Wagub Kandouw Terima Konsuler Jepang Di Makasar Katsutoshi Miyakawa



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw menerima KonsulerJepang di Makasar Katsutoshi Miyakawa di ruang kerja Kantor Gubernur rabu ( 18/10/2017 ) kemarin.

Maksud  dan tujuan kunjungan Konsuler Jepang Miyakawa adalah untuk mengenalkan diri kepada Pemerintah Sulut dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur karena baru bertugas sebagai kepala kantor  Konsulat Jepang di Makasar dan juga akan bertemu dengan warga negara Jepang yang ada di Sulut.

Disamping itu mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menghadiri perayaan 60 tahun hubungan  diplomat antara  Indonesia dan Jepang yang akan dirayakan  tahun depan

Serta meminta perlindungan keamanan rakyat jepang , baik yang sementara tinggal dan berkunjung di Sulut.

Wagub Kandouw mengatakan atas nama bapak Gubernur sangat berterima kasih atas kunjungan Konsuler Miyakawa di Sulut

Mengenai masalah keamanan warga Jepang yg ada di Sulut.
" Konsuler Miyakawa tak usah ragu karena daerah  Sulut paling aman dibanding daerah lain, dan masyarakat sulut  sangat membuka diri atas kedatangan turis dari manapun,  katanya.

Dalam percakapan yang penuh keakraban itu Wagub Kandouw memaparkan kondisi alam Sulut dan memperkenalkan tempat -tempat pariwisata diantaranya seperti pulau lembeh dan  bunaken.
Diakhir percakapan Wagub Kandouw  dan Konsuler Miyakawa saling tukar menukar cendramata.
( Humas Pemprov Sulut )

 

  

Gubernur Olly Dondokambey Buka Mukernas IAKM Ke-XIV dan FIT Ke-III



Dengan ditandai pemukulan tetengkoren oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE membuka Musyawarah Kerja Nasional ( Mukernas ) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat ke -XIV dan Forum Ilmiah Tahunan (FIT)  ke -III Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia resmi di buka. di Hotel Four Points Manado, Rabu (18/10/2017) Kemarin

Dalam sambutannya Gubernur Olly mengatakan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dan merupakan rangkaian upaya yang berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi warga negara,agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai modal dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

"Terselenggaranya musyawarah kerja nasional ini, dalam rangka memperkuat langkah kedepan bagi segenap komponen ikatan ahli kesehatan masyarakat indonesia" katanya

Lewat momentum ini pula, saya berharap kiranya semua stakeholders yang ada dapat mensolusikan berbagai tantangan pembangunan bangsa, khususnya pada sektor kesehatan dan gizi masyarakat. mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait isu penting yang aktual dan strategis di bidang kesehatan masyarakat.

"Saya percaya ini akan semakin memperkuat aliansi dan kerjasama antar ikatan profesi,universitas,pemerintah, legslatif,swasta, dan mitra internasional dalam memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, " tutup Gubernur Olly Dondokambey

Pada kesempatan yang sama selaku ketua panitia Prof. DR.dr.Grace Debbie Kandou, M. Kes mengatakan tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membahas isu strategis kesehatan masyarakat yakni gerakan masyarakat hidup sehat, jaminan kesehatan nasional, pendidikan kesehatan masyarakat berkelanjutan,  sustainable development goals dan desa sehat.


Adapun acara ini turut di hadiri oleh Ketua Umum IAKMI DR. Ridwan Mochtar Thaha, M.Sc Ketua Umum AIPTKMI dr. Agustin Kusumayati, M.Sc. Ph.D Ketua Panitia Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou,  M. Kes , Dirjen Kesmas Dr. Anung Sugihantono ,Kepala Bidang Litbang Kesehatan Dr. Siswanto, MHP, DTM Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, SE. MS Kadis kesehatan Sulut dr. Debbie Kalalo.
( Humas Pemprov Sulut )

Selasa, 17 Oktober 2017

Kanwil Bea Cukai Hadir Di Sulut, Mantiri Apresiasi Lobi Olly

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE berhasil meyakinkan pusat untuk meningkatkan status Kantor Bea dan Cukai Manado menjadi Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtra)

Terbukti, Selasa (17/10/2017) siang, Olly menerima kunjungan Kakanwil Bea Cukai Sulbagtra, Cerah Bangun bersama jajaran di ruang kerja gubernur.

Kedatangan itu menjadi pertanda kesiapan Kanwil Bea Cukai Sulut untuk mendukung pernyataan yang disampaikan Olly ketika mendapat masukan soal Bea Cukai dalam pertemuan bersama Walikota Bitung Max Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri diatas kapal KM Spil Niken Loa di dermaga Pelabuhan Peti Kemas Kota Bitung belum lama ini

Orang nomor satu di Sulut itu menyatakan keberadaan Kanwil Bea Cukai sangat diperlukan untuk mengantisipasi aktivitas tugas Kepabeanan dan urusan Bea dan Cukai baik di Bandar Udara maupun Pelabuhan Samudera Bitung. Selain itu mendukung langkah Provinsi Sulut menjadi Destinasi Wisata Internasional.

Keberhasilan Olly itu diapresiasi Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri. Dia menyatakan tugas dan wewenang Bea Cukai Sulut akan lebih maksimal dalam melaksanakan sebagian tugas pokok Pemerintah Pusat dibidang kepabeanan dan cukai.

Apalagi kata Mantiri, berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh menteri dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah Pabean dan pemungutan Bea Masuk dan Cukai serta pungutan negara lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri.

"Ini adalah langkah yang harus didukung dan apresiasi karena akan menguntungkan Kota Bitung dan Sulut," katanya.

Diketahui fungsi kanwil bea cukai di Sulut diantaranya, pertama melakukan pengendalian, evaluasi, pengkoordinasian dan pelaksanaan intelijen di bidang kepabeanan dan cukai. 

Kedua melaksanakan pengendalian, evaluasi dan pengkoordinasian pelaksanaan patroli dan operasi pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan, penindakan, dan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. 

Ketiga, Melakukan pengendalian dan pemantauan tindak lanjut hasil penindakan dan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai. Perencanaan dan pelaksanaan audit serta evaluasi hasil audit di bidang kepabeanan dan cukai. Dan keempat, menjalankan pengkoordinasian dan pelaksanaan pengolahan data, penyajian informasi dan laporan di bidang kepabeanan dan cukai. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw Hadiri Rapat Paripurna Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang RPJMD



Wakil Gubernur Sulawesi Utara menghadiri rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut dalam rangka pengambilan keputusan terhadap ranperda tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2016 tentang RPJMD tahun 2016-20121 di DPRD Sulut selasa ( 17/10/2017 ) kemarin.

Wagub Steven Kandouw menyampaikan,
Visi dan misi Gubernur dan Wagub diformalkan dalam bentuk perda RPJMD.

Visi misi ini di formulasikan dalam  perda no 3 tahun  2106. Seriiring perkembangan waktu ternyata terjadii dinamika seperti perubahan regulasi pemerintah pusat

"Banyak sekali kewenangan perubahan aturan penyeragaman dan lain lain sehingga mau tidak mau Pemprov mengusulkan perubahan atas perda no 3 tahun 2016 ini," kata Kandouw.

Rancangan perda diajukan agar ada penyesuaian dan penyelarasan.

"Kita Optimalkan sasaran mengacu target di akhir periode," ungkapnya.

Perubahan ini ada beberapa cukup signifikan antara lain, kewenangan urusan pemerintahan, terbentuknya organisasi perangkat daerah baru.

Kandouw mencontohkan satu di antaranya Administrasi kependudukan dan Catatan sipil

"Didapati ternyata database kependudukan masih lemah. Belum menunjukan sesungguhnya. Ada warga Tak terdaftar dan memiliki ktp ganda," kata dia.

Begitu pun dengan Dinas Komunikasi dan Informasi, Ternyata pemerintah pusat menggalakan e Government.

"Tapi di Sulut ternyata masih rendah. Data base belum memadai. It terintegrasi belum cukup. Pusat data belum terhubung. Begitupun komunikasi dan informasi di pedesaan dan kepulauan," ujarnya.

Untuk itu arah kebijakan dan prioritas pembangunan di sesuaikan dengan kewenangan daerah provinsi sulut dan memperhatikan program prioritas pada perangkat daerah baru.
" Seperti dinas komunikasi dan informatika persandian dan statistik daerah, dinas perumahan , Kawasan Pemukiman dan pertanahan daerah, dinas kebudayaan daerah, dinas pendudukan, pencatatan sipil, dan kb serta badan penelitian dan pengembangan daerah, jelasnya.

Disamping itu juga dilakukan penyesuaian untuk beberapa kinerja perangkat daerah yang berubah karena adanya aturan baru sebagai contoh permenkes nomor 43 tahun 2016 tentang SPM budang kesehatan serta  indikator kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur yang pada RPJMD awal ditetapkan sebanyak 225 indikator telah disesuaikan menjadi 185 indikator.

"Saya harap kiranya kedepan , kita dapat melaksanakan berbagai kebijakan program dan kegiatan , dengan mengacu RPJMD serta sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing untuk bersama,membawa masyarakat sulawesi utara semakin maju dan sejahtera" harapnya.
Kaitan dengan itu pula,maka saya mengajak kita semua, khususnya pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat untuk terus memgawal kebijakan dan program  kerja yang tertata dalam RPJMD tahun 2016-2021 hingga akhir pelaksanaannya, tutup Wakil Gubernur Steven Kandouw.
Turut Hadir Forkopimda Sulut, Sekretaris Provinsi Suluy Edwin Silangen, dan Pejabat dilingkup Pemprov Sulut.
( Humas Pemprov Sulut )
( Demon )



Senin, 16 Oktober 2017

Gubernur Olly Dondokambey Menutup Porprov IX Sulut 2017


Terselenggara dan selesainya seluruh rangkaian ajang uji kemampuan dan pencarian bibit-bibit atlit sebagai wadah potensi saat ini,  tentunya telah memantapkan upaya kita semua dalam memajukan peran dan kontribusi dunia olahraga bagi proses pembangunan daerah dan bangsa.
Hal ini dikatakan langsung Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE pada acara Penutupan dan Malam Keakraban Peserta Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Sulawesi Utara Tahun 2017 di Wale Ne Tou Tondano Minahasa  (16/10) malam kemarin

"Kepada semua atlit untuk bisa tanamkan mental seorang pemenang yang tahan akan cobaan, tahan banting yang nantinya bisa mencapai tujuan dan kesuksesan di masa akan datang" kata Gubernur.

Saya mengucapkan selamat bagi para pemenang karena ini adalah hasil jerih payah dan disiplin dalam masa pelatihan, teruslah berlatih, kesuksesan saat ini belum tentu akan terulang di masa-masa yang akan datang.
"Bagi yang belum berhasil dalam pelaksanaan ini, tetaplah semangat, jangan menyerah dan jangan putus asa, kegagalan  kali ini merupakan pengalaman yang berharga dan bisa menjadi pemicu kesuksesan di masa akan datang." ujar Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menanamkan pada diri sendiri  mental seorang pemenang.
" Pahamilah bahwa untuk menjadi yang terbaik, mengandalkan talenta dan potensi saja tidak cukup tanpa adanya kemauan , disiplin dan latihan yang tidak mengenal lelah"  jelas Gubernur.

Harapan saya, kegiatan -kegiatan seperti ini dapat terus kita optimalkan pelaksanaanya dari waktu ke waktu, , mengingat nilai  positif yang di dapat bagi proses percepatan pembangunan  bangsa, utamanya dalam pembentukan SDM yang semakin hebat , berdisiplin , sehat , tangguh, berdaya saing , sportif dan bermental juara.

"Penilaian kami sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  kegiatan Porprov ini sangat berhasil sesuai dengan pantauan yang ada dan sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa kegiatan ini akan diselenggarakan 2 Tahun sekali dan  untuk kedepan tuan rumah Porprov akan dilaksanakan di kota Bitung " ungkap Gubernur

Marilah kita dorong kegiatan ini agar supaya dapat menghasilkan atlit yang baik dan dapat menorehkan prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa dan semoga olah raga di Sulawesi Utara bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional, tutup Gubernur Olly Dondokambey.

Sebelumnya dalam laporan Bupati Minahasa  Jantje W Sajow yang juga Ketua Panitia Porprov IX  Sulawesi Utara 2017  yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa  mengatakan pelaksanaan  agenda ini telah berakhir dengan baik, dan yang menjadi juara umum adalah Kota  Manado dengan perolehan medali sebanyak 60 Emas 45 perak 37 perunggu,  juara 2 umum Kabupaten Minahasa  39 Emas, 20 Perak, 31 Perunggu , dan juara 3 Kota Bitung 18 Emas, 13 Perak, 23 Perunggu.

Turut Hadir Pangdam XIII Merdeka  Mayjen TNI Ganip Warsito, SE MM, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Suselo, Danlanudsri Kolonel Pnb Arifaini Nur Dwiyanto, Sekrataris Provinsi Sulut Edwin Silangen, Forkopimda Minahasa , Walikota Manado DR G.S.V Lumentut, Ketua DPRD Tomohon  Ir Miky J Wenur, Ketua Harian KONI Sulut Kolonel Theo  Kawatu dan Kontingen Porprov Kabupaten /Kota se Sulut.
( Humas Pemprov Sulut )
(Demon/ IT).

Wagub Kandouw Hadiri Penutupan CCA di Yangon Myanmar


Mandat dari Dewan Gereja Asia yang merupakan agenda kerja Dewan Gereja Dunia ini, pun diterima langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Wagub Drs Steven OE Kandouw pada pada penutupan CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017) waktu setempat

Duta gereja dari Indonesia, khususnya asal Sulawesi Utara (Sulut) membawa kabar gembira dari pelaksanaan Christian Conference of Asia (CCA) di Yangon Myanmar 2017. Ini karena salah satu hasil dari CCA adalah memutuskan Indonesia, dalam hal ini Sulut dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi Gereja Asia 2018.

Wagub Steven Kandouw bersama Ketua BPM Sinode GMIM HWB Sumakul menerima mandat Sulut menjadi tuan rumah CCA 2018.

Wagub Steven Kandouw bersama Ketua BPM/S Sinode GMIM Pdt DR HWB Sumakul, telah menerima langsung mandat dari Dewan Gereja Asia tersebut, dalam hal selaku pelaksana yakni Pemerintah Daerah bersama Sinode GMIM. Pada kesempatan tersebut pak Wagub diberikan kesempatan membawakan kata sambutan di hadapan ribuan peserta konferensi. Dan pada kesempatan itu pak Wagub mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih pada peserta konferensi, Dewan Gereja Asia dan Dewan Gereja Dunia yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan CCA tahun 2018 nanti.

Wagub Steven Kandouw saat membawakan kata sambutan di depan ribuan peserta CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/20117).

Harapan Wagub Kandouw,  pelaksanaan CCA di Sulut akan berlangsung dengan baik dan lancar, sehingga akan menunjukkan pada dunia bahwa keadilan sosial bagi seluruh umat beragama di Indonesia sangat dijunjung tinggi. “Kesuksesan acara di Sulut nanti, akan memberikan dampak positif bagi Sulut yang terus mendapat perhatian dari dunia internasional, begitu pun pada pemerintahan Republik Indonesia yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo yang semakin menegaskan pada dunia internasional,” jelasnya “Ini menunjukkan bahwa Republik Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi warganya sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara kita merupakan negara yang menjunjung tinggi kebersamaan serta  toleransi antar umat beragama, dengan sangat welcome dan menghormati siapa pun termasuk kaum minoritas,” jelasnya lagi.

Diketahui Wagub Steven Kandouw bersama Staf Khusus Lucky Rumopa bersama rombongan Sulut lainnya, saat mengikuti CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017).

       

Disinggung soal waktu dan tempat pelaksanaannya, baru akan dibahas usai rombongan Sulut kembali dari Yangon Myanmar. Nanti diputuskan usai kembali ke daerah nanti, karena selain CCA, juga akan dirangkaikan dengan pelaksanaan pertemuan Majelis Pemuda-pemuda Dunia dan Peringatan Paskah Asia. Jadi kemungkinannya pada pelaksanaan Paskah antara April-Mei.

Secara garis besar bahwa pada CCA di Yangon Myanmar yang berlangsung sepekan itu, membicarakan soal isu-isu kemanusiaan yang terjadi dunia saat ini .Soal kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dunia saat ini, menjadi pembicaraan pada pertemuan ini

Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari PGI, komisi-komisi Gereja di Indonesia, termasuk dari Sulut, serta ikut mendampingi Wagub, Asisten III Roy Roring, Asisten I John Palandung dan Kadis Pendidikan Sulut Gammy Kawatu.(ifa)