Kamis, 11 Januari 2018

Buka Diskusi Awal Tahun "Outlook Politik Sulut 2018" , Kandouw Ingatkan Bahaya Politik Transaksional  





 Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) dan Manado Post kembali menggelar diskusi di awal tahun. Diskusi yang dihadiri dan dibuka oleh  Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E Kandouw yang juga Ketua AIPI Kota Manado, serta hadir juga Direktur Manado Post Marlon Sumarauw dan Ketua Bawaslu Herwyn Malonda dan Komisioner KPU Ardiles Mewoh dan Vivi George, serta beberapa pengurus partai, tenaga pendidik dan pengamat politik.

Dalam acara diskusi yang dilaksanakan di Graha Pena Manado Post terpantau berjalan pans dengan argument-argumen politik. Para peserta saling perang gagasan, mengeluarkan kritik membangun. Acara yang dibuka Steven Kandouw tersebut juga terpantau berlangsung interaktif karena banyak akademisi yang tergabung didalamnya.

Kandouw mengatakan, ditahun ini selain menjadi tahun politik bagi kita dan menurut orang  orang china tahun ini menjadi tahun anjing, yang mujur katanya adalah shio naga shio kambing dan shio ayam. Dan yang tidak mujur adalah shio babi. Kebetulan saya shio ayam, berarti mujur di tahun ini.
“Tahun ini juga tahun politik untuk enam daerah. Namun bagi akademisi setiap hari ada politik. Jadi berbahagialah keluarga AIPI karena politik adalah panglima. Politik culture harus dikembangkan serta ada sosialisasi dari semua pihak,  untuk itu saya optimis kalau ada diskusi seperti ini tetap dilaksanakan, saya rasa banyak masyarakat akan mendapatkan pengetahuan bagaimana menghindari efek negatif politik,” ucap Kandouw.

Lanjutnya, yang paling berbahaya yaitu politik transaksional. Ini akan berdampak secara luas, bila ini terus terjadi pasti akan sangat menakutkan. Jadi hindari politik uang.
“Sedangkan menjadi bupati saling melakukan transaksi uang apalagi mau jadi ini atau itu, nantinya sampai pemilihan pelsus dibayar. Apalagi hal itu masuk sampai pendidikan pasti akan menyeramkan. Itu paling saya pertentangkan biarkan saya tidak populer namun hal tersebut tidak bisa terjadi. Sebagian orang juga sudah menjadikannya culture.
Tambahnya, kalau sudah jadi culture sampai mati sudah tidak bisa dirubah. Dibeberapa tempat anak bangsa, sudah menjadikan ini culture. Budaya politik harus partisipan yaitu dapat menilai calon mana yang sangat bagus dan bisa membangun daerah. Tentunya masyarakat harus seperti itu.
“Di enam daerah yang akan melaksanakan pilkada saya mengingini masyarakat harus bisa memilih calon mana yang terbaik dan tentu sesuai hati nurani dan jauhi politik transaksional,” sebutnya. 

Ketua Bawaslu Herwyn malonda menjelaskan, di pemilu verifikasi faktual sudah hampir selesai, terkait parpol yang telah lolos administrasi. Verifikasi juga akan dilakukan kembali untuk partai lama pasca putusan dari bawaslu pusat mengeluarkan keputusan tersebut.
“Bawaslu sudah memetakan kerawanan pilkada. Sulut berada dalam kategori rendah dan sedang. Di kotamobagu tingkat kerawanan rendah cuma di sana, harus diawasi karena pertarungan head to head antara walikota dan wakilnya. Dengan jalur pintu yang berubah. di Bolmut masih kategori rendah, yang rawan sekarang disana adalah pertarungan antara bupati yang menjabat, mantan bupati dan ketua DPRD itu bisa menggoyahkan netralitas ASN. Di Minahasa masih head to head, masalah seperti di Sangihe bisa dibawa kesana apalagi mereka dekat dengan provinsi. Ini juga akan dibawa dalam kondisi GMIM dan sudah mulai nampak,” sebutnya.
Lanjutnya, di Mitra akan di perpanjangan bakal calon kalau partai politik yang mendaftar. Sitaro, ada kesalahan dimana satu partai yang mengusung dua calon. Pertarungan di Talaud antara bupati dan mantan bupati.
Menurut Ferry Liando, politik bukan hanya persoalan suksesi, ini adalah tahun kepanikan. Karena juga ada suksesi rektor dan suksesi pelsus. Pilkada itu juga sebenarnya adalah pertanggung jawaban parpol kepada masyarakat. Apakah masyarakat akan menerima produk yang dijual.
“Masih banyak masyarakat juga masih terlibat dalam politik transaksional. Sebenarnya, pemimpin itu harus melahirkan inovasi dan kreativitas. Pilkada 

Wagub Kandouw Tanda Tangan Kerjasama Pelestarian Bunaken 






Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menandatangani  kerjasama penguatan fungsi dan pelestarian Taman Nasional Bunaken, di Balai Pengembangan dan  Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (11/1/2018) kemarin Penandatanganan kerjasama disaksikan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya.


Menurut Kandouw Taman Laut Bunaken harus terus dilestarikan sebab mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah.

"Taman Nasional Bunaken harus terus dilestarikan dan diberdayakan, sebab menarik minat wisatawan untuk berkunjung," katanya.

Pengelolaan Bunaken kini masih dilakukan oleh pemerintah pusat. Dan pada tahun 2017 lalu salah satu resort di Bunaken yakni Siladen meraih penghargaan The  Best  Resort In The World. "Dunia juga mengakui Bunaken, makanya harus terus kita jaga kelestariannya," ungkapnya.


Pada tahun 2017 wisatawan ke Sulut melonjak hingga 111 ribu dari luar Negeri dari sebelumnya hanya 11 ribu saja, jelasnya


Sementara itu Menteri Siti Nurbaya  mengatakan pengembangan Bunaken akan terus dilakukan pemerintah pusat, sehingga mampu memikat wisatawann untuk berkunjung

Menteri juga mengapresiasi atas penemuan spesies burung baru di indonesia oleh peneliti dari LIPI


Sungguh luar biasa bisa temukan spesie burung barung. Kebhinekaan ekosistem bisa baik kalau semua kerja bersama-sama  dan wisata alam harus didukung oleh semua pihak

Pada kesempatan yang sama Menteri LHK juga melakukan peluncuran (launching) nama ilmiah jenis burung baru di Pulau Rote, dengan nama Ibu Negara,  myzomela irianawidodoae.

Dan Setelah Maesa, kini nama Anara diberikan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada bayi kedua satwa Anoa (bubalus depressicornis) yang lahir alami di Anoa Breeding Centre (ABC), Balai Penelitian dan Pengembangan LHK (BP2LHK) Manado

Kelahiran bayi kedua anoa ini memberikan harapan dalam pelestarian anoa, tutur Siti Nurbaya saat memantau kondisi Anara di Manado,  Menurut Menteri Siti, diperlukan upaya yang lebih kuat dari berbagai pihak dalam mengembalikan kelestarian Anoa di alam.
Pada kesempatan tersebut Menteri KLH dan Kehutanan Siti Nurbaya , Watimpres Jan Darmadi dan Wakil Gubernur Steven Kandouw melakukan penanaman Pohon Rerer.

 Turut mendampingi kunjungan Menteri Siti anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jan Darmadi, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Ibu Prof DR Enny Sudarmowati, Kepala Badan Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  Dr Agus Justianto, Direktur Jenderal  Konversi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian LH dan Kehutanan RI Ir Wiratno , MSc, dan Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan2 Sumberdaya Manusia KLH dan Kehutanan RI Dr Ir Helmy Basalama, MSc.
Turut hadir  Forkopimda Sulut, Bupati Minahasa Selatan Tety Paruntu, Walikota Bitung Max Lomban Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut dan Kabupaten Kota.




Rabu, 10 Januari 2018

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Dorong Penyelesaian Proses Ganti Rugi Tanah TBBM Bitung





Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyambut baik dan mendorong agar segera dilakukan penyelesaian ganti rugi tanah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM)  Bitung kepada para ahli waris dan kuasa ahli waris.

Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Kepala Dinas Prasarana Pemukiman ( Praskim )  dan Pertanahan Provinsi Sulut Ir Eddy Kenap saat pertemuan para ahli waris dan kuasa ahli waris di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Rabu (10/1/2018) kemarin.

Momentum yang baik ini tentu harus dimanfaatkan sebaiknya mungkin oleh kita semua, baik itu para ahli waris dan kuasa ahli waris serta PT. Pertamina (Persero) untuk menyelesaikan dan menuntaskan berbagai hal yang masih menghalangi dan menghambat proses pelaksanaan ganti rugi tanah Terminal Bahan Bakar Minyak Bitung," katanya.

Proses penyelesaian dan penuntasan ganti rugi tanah warisan  ini sangat penting dan vital demi mendukung dan menunjang upaya percepatan pembangunan di daerah, utamanya dalam rangka menjamin kelancaran penyaluran BBM ke obyek- obyek minyak dan gas di Sulawesi Utara dan sekitarnya, lanjutnya

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung dan akan memfasilitasi upaya penyelesaian sampai tercapainya kesepakatan antara ahli waris, kuasa ahli waris dengan PT. Pertamina (Persero) dalam konteks ketentuan yang berlaku, sehingga dalam proses penyelesaian dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan asas kewajaran, keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan, ujarnya

Dalam proses penyelesaian ganti rugi, saya berharap semua pihak dapat memahami dan mengerti semua ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan tetap berpedoman dan mengacu pada aturan yang ada, harapnya.

Selain itu, diharapkan kepada para ahli waris dan kuasa ahli waris agar bersama pemerintah mendukung dan memperlancar setiap program pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan yang lebih besar dan strategis, Sehingga kedepan akan semakin maju, memiliki daya saing dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya utamanya dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang hebat di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, tutupnya.


Sementara itu, Kejati Sulut  Mangihut Sinaga SH MH mengatakan bahwa dirinya adalah sebagai kuasa hukum negara bagi BUMN serta selaku Kejati Sulut akan memberi penerangan hukum, katanya.

Sangat sederhana permasalahan ini kalau ahli waris tidak terpengaruh dengan pihak-pihak yang memprovokasi negosisi pembayaran ganti rugi dengan pihak pertamina dan
juga pihak pertamina sangat ingin cepat untuk penyelesaian ganti rugi tanah di bitung , ujarnya

Untuk cepat lambatnya penyelesaian ganti rugi tanah tersebut tergantung dari pihak ahli waris oleh karena itu sinaga berharap agar pihak-pihak ahli waris sepakat dengan pertamina dan paling lambat satu minggu sudah bisa selesai pembayaran ganti rugi tanah di maesa kota bitung, harapnya.

Seperti diketahui penyelesaian ganti rugi tanah yang dipergunakan untuk TBBM Pertamina di Bitung masih terkendala karena masih belum tercapainya kesepakatan di antara para ahli waris dan kuasa ahli waris dari SHM nomor 1/Bitung dan SHM 342/Bitung milik almarhum dotu Simon Tudus,

Turut hadir pada pertemuan, Walikota.Bitung.Max Lomban,  Ketua PN Bitung, Anggota DPR RI asal Sulut Bara Hasibuan, pihak Pertamina (Persero), kuasa ahli waris dan para ahli waris.

Selasa, 09 Januari 2018

Gubernur Olly Harap Bank SulutGo Dukung Pencapaian Target Indikator Ekonomi Makro

Perayaan Natal merupakan momentum untuk mengintrospeksi, mengevaluasi maupun meretrospeksi sikap dan tindakan serta upaya atau langkah-langkah yang telah dilakukan selama ini, guna mampu lebih baik kedepannya.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS pada Perayaan natal PT. Bank SulutGo yang dilaksanakan di Manado Convention Center (MCC), Senin (8/1/2018) malam.

"Marilah kita memantapkan tekad dan komitmen kita untuk senantiasa mengembangkan daya inovasi, kreativitas dan motivasi, mempertahankan disiplin, loyalitas, profesionalisme, produktivitas, dan etos kerja, meningkatkan kemampuan, serta mempererat atau memperkokoh persatuan, dan kebersamaan satu sama lain, dalam kerangka mendukung setiap agenda dan kebijakan Pemerintah Daerah," katanya.

Terkait agenda dan kebijakan pemerintah daerah itu, menurut Gubernur Olly, di Tahun 2018 ini, Pemprov Sulut telah menetapkan beberapa target “Indikator Ekonomi Makro” pembangunan.

"Indikator tersebut adalah Pertumbuhan Ekonomi Daerah di angka 6,2%, Laju Inflasi Provinsi, 5%, Pendapatan Per Kapita, 37 Juta/Kapita, IPM berada pada 70,8, Indeks Gini 0,39 dan Tingkat Kemiskinan, 8,2% serta Tingkat Pengangguran 6,75%," bebernya.

Lanjut Olly, berbagai target tersebut tentunya tidak akan dapat dicapai secara optimal tanpa dukungan segenap jajaran PT. Bank SulutGo.

"Oleh karena itu, saya mengajak kita sekalian untuk terus memperkuat komitmen, saling bersinergi, bekerja bersama demi kemajuan daerah, utamanya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, sehingga dengan demikian akan memperkuat optimalnya pencapaian visi pembangunan daerah, yakni : terwujudnya Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya," ungkapnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan Gubernur Olly menyampaikan beberapa pesan kepada PT. Bank SulutGo, yaitu 1. Menjaga momentum kondusifitas pelayanan dan kualitas kerja. 2. Terus menjaga kekompakan dan soliditas, serta senantiasa menjalin sinergitas yang positif antar segenap jajaran maupun dengan berbagai pihak. 3. Membuat lompatan-lompatan atau berbagai terobosan baru dalam program pelayanannya, khususnya dalam pemanfaatan kemajuan teknologi, dan dukungan kepada Pemerintah terkait Gerakan Non Tunai, serta pengembangan UMKM. 4. Disamping itu, terus berupaya meningkatkan performance kinerja Bank, baik dari sisi manajemen, Sumber Daya Manusia (SDM), maupun sarana dan prasarana.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Soekowardojo, Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry Dendeng, Kepala Biro Umum yang juga Kepala Biro PKKP Clay June Dondokambey, S.STP, MAP, para karyawan Bank SulutGo dan perwakilan dari instansi terkait.

Jumat, 05 Januari 2018

Gubernur Olly : Jalan Sehat Kerukunan Mampu Gelorakan Kembali Nilai-Nilai Kebangsaan

Kegiatan jalan sehat selain bermanfaat untuk meningkatkan kesegaran jasmani, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas, produktivitas dan prestasi sumber daya manusia, juga mampu mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kebersamaan dan menggelorakan kembali nilai-nilai kebangsaan khususnya Bhinneka Tunggal Ika.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, SE, M.TP pada pelaksanaan kegiatan "Jalan Sehat Kerukunan" dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-72 yang dilaksanakan di Lapangan Basket Kawasan Megamas Manado, Jumat (5/1/2018) pagi.

"Kegiatan ini mampu mengembalikan semangat keakraban, kekeluargaan, hubungan harmonis antara umat beragama, yang dewasa ini kita sadari mulai memudar, karena pengaruh dari berbagai ekses negatif perkembangan zaman, seperti halnya fundamentalisme dan radikalisme," ungkapnya.

Disamping itu, menurut Gubernur Olly, kegiatan Jalan Sehat Kerukunan juga sebagai bentuk upaya meningkatan kesadaran masyarakat bahwa “Torang Samua Ciptaan Tuhan” yang harus senantiasa hidup dalam kedamaian.

"Marilah kita saling menjaga, saling menyelamatkan, serta saling mengasihi dan menghormati satu dengan lainnya," tandasnya.

Oleh karena itu, masih dalam sambutan, orang nomor satu di Sulut itu, dalam sambutannya turut mengimbau seluruh peserta Jalan Sehat Kerukunan untuk menjadikan agenda tersebut sebagai ajang untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, mempererat jalinan silaturahmi dan harmonisasi sosial.

"Sehingga dengan demikian, kedepannya kita dapat mengoptimalkan pencapaian Visi Pembangunan Daerah, menuju terwujudnya Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya serta mendukung Visi Pembangunan Nasional, menuju terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut DR. H. Abdul Rasyid, M.Ag menjelaskan tentang sejarah Kemenag sejak 3 Januari 1946 yang memberikan bukti bahwa masyarakat mempunyai peran penting dalam membangun NKRI khususnya di bidang agama. Ini bisa kita buktikan melalui peran kemenag hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam NKRI.

"Saya mengajak kita memaknai kegiatan ini sebagai simbol kekuatan merajut kebersamaan berjalan bersama karena torang samua basudara sehingga Sulut bisa mendapatkan peringkat satu pada se Indonesia," katanya.

Usai sambutan, Mokoginta didampingi Rasyid mengangkat bendera start saat melepas ratusan peserta Jalan Sehat Kerukunan di Lapangan Basket Kawasan Megamas Manado. Para peserta berjalan hingga finish di Kanwil Kemenag Sulut.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Steven Liow, jajaran Kanwil Kemenag Sulut. dan para peserta Jalan Sehat Kerukunan. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 04 Januari 2018

Gubernur Olly : Tokoh Agama Berperan Penting Dalam Pembangunan Sulut

Peran tokoh agama dalam memajukan pembangunan di Sulawesi Utara sangatlah dibutuhkan. Bukan saja pembangunan bidang pembinaan keagamaan tetapi meliputi bidang pembangunan secara keseluruhan.

Sebagaimana yang diharapkan Gubernur Olly Dondokambey, SE usai Perayaan Natal dan Tahun Baru Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama (KKPGA) Sinode GMIM yang dilaksanakan di Auditorium Mapalus, Kamis (4/1/2017) siang.

"Peran seluruh tokoh agama sangat penting untuk pembangunan Sulawesi Utara. Karena itu baik di gereja, masjid, pura, wihara, kelenteng, pemerintah selalu menitipkan pesan program pembangunan," ungkapnya.

Adapun program prioritas pembangunan Sulut pada tahun 2018 ini, utamanya untuk menanggulangi kemiskinan, pengangguran, pengurangan resiko bencana dan mitigasi iklim, serta pembangunan di sektor pariwisata.

Sebelumnya, pada kegiatan yang diikuti ribuan pendeta dan guru agama sinode GMIM itu, dalam sambutannya, Gubernur Olly juga menegaskan pentingnya dukungan dari pendeta dan guru agama untuk selalu mendukung program pembangunan di bumi nyiur melambai.

"Saya berharap seluruh pendeta dan guru agama untuk terus mendukung pemerintah dalam melaksanakan seluruh program pembangunan demi terwujudnya Sulawesi Utara yang sejahtera," tandasnya.

Disamping itu, orang nomor satu Sulut itu juga menyebutkan, jika masyarakat menilai adanya kinerja pemerintah belum maksimal sehingga tidak sesuai harapan yang diinginkan, maka diharapkan masyarakat dapat menyampaikan langsung di kantor gubernur.

"Kalau ada keluhan terhadap pemerintah, sebaiknya datanglah langsung ke kantor untuk menyampaikannya. Pasti akan ditanggapi dengan baik. Janganlah langsung lewat media sosial," katanya.

Lebih jauh, Gubernur Olly juga menerangkan, perayaan natal dan tahun baru pendeta dan guru agama sinode GMIM ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat tali silaturahmi dengan Pemprov Sulut.

"Perayaan ini juga dihadiri jajaran Pemprov Sulut. Bahkan banyak yang menjadi pelayan juga. Semoga komunikasi yang baik ini tetap berjalan dengan baik," bebernya.

Menariknya, perayaan natal dan tahun baru kerukunan keluarga pendeta dan guru agama itu dirangkaikan dengan door prize berbagai hadiah menarik, seperti setrika, sepeda, kulkas, sepeda motor dan hadiah lainnya yang diserahkan Gubernur Olly kepada keluarga pendeta dan guru agama yang terpilih.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Pdt Dr HWB Sumakul, para pejabat Pemprov Sulut dan ribuan pendeta dan guru agama se Sinode GMIM. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 03 Januari 2018

Pimpin Apel Perdana 2018, Gubernur Olly Minta ASN Disiplin & Pastikan Akan Rombak Kabinet

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memimpin apel perdana tahun 2018 yang diikuti ribuan ASN Pemprov Sulut di halaman kantor Gubernur, Senin (3/1/2018) pagi.

Dalam sambutannya, Olly menerangkan, rintisan kerja yang dicapai Pemprov Sulut pada tahun 2017 lalu tidak terlepas dari catatan-catatan yang senantiasa harus menjadi bahan evaluasi. Oleh karenanya pelaksanaan apel perdana adalah momentum penting untuk bagi Pemprov Sulut dalam mengawali tugas membangun Sulut di tahun 2018.

"Pelaksanaan tugas di tahun lalu dengan beragam torehan prestasi semakin mendekatkan kita pada pencapaian visi besar menjadikan Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya," ungkapnya.

Orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu menuturkan, untuk mewujudkan visi tersebut, dirinya mengajak semua pihak untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pembangunan Sulut pada tahun 2018 ini, utamanya untuk menanggulangi kemiskinan, pengangguran, pengurangan resiko bencana dan mitigasi iklim, serta pembangunan di sektor pariwisata.

"Marilah kita mensinergikan langkah dalam satu visi bersama dan senantiasa mengedepankan kepentingan pembangunan daerah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," paparnya.

Disamping itu, Gubernur Olly juga menyinggung tentang pentingnya disiplin kerja bagi seluruh ASN Pemprov Sulut. Sehingga seluruh jajaran diimbaunya untuk bekerja dengan disiplin yang tinggi, etos kerja dan etika kerja yang baik serta integritas dan profesionalisme.

"Kita patut bersyukur sudah berada di tahun yang baru ini. Marilah kita bekerja kembali dengan semangat yang baru. Kita bekerja juga untuk memenuhi harapan seluruh masyarakat Sulut,” tandasnya.

Lebih jauh, Gubernur Olly juga menjelaskan, berdasarkan dinamika dan perkembangan yang ada, dirinya menyebutkan rencana penataan pada perangkat daerah/unit kerja di Bulan Januari ini untuk lebih mengoptimalkan gerak roda pembangunan daerah.

"Pertengahan Januari ini pasti ada penyegaran. Rolling itu bukan untuk menyingkirkan orang. Tapi kalau kalian lihat ada yang tidak lagi menjabat berarti tidak ikut arahan," kuncinya.

Adapun pelaksanaan apel perdana turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, para pejabat Pemprov Sulut dan ribuan ASN serta THL. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)