Selasa, 30 Oktober 2018

Gubernur Olly Berikan Piagam Penghargaan Pada Tim Tagana

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE mengapresiasi kepulangan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) usai melakukan tugasnya di daerah bencana Palu, Donggala Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Gubernur, Selasa (30/10/2018) siang, Olly juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada perwakilan Tim Tagana atas pengabdiannya di daerah bencana tersebut.

Penyerahan piagam yang juga disaksikan Sekda Prov. Sulut Edwin Silangen bersama Kadis Sosial Rinny Tamuntuan itu sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga Olly atas perjuangan tim relawan yang membantu proses pemulihan pascagempa dan tsunami.

Untuk diketahui, sejak awal Oktober Tim Tagana dan staf Dinas Sosial berada di Palu dan Donggala untuk melaksanakan beberapa tugas kemanusiaan.

Di antaranya melayani pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, melakukan pendampingan dan layanan dukungan psikososial, perlindungan sosial pada kelompok-kelompok rentan yaitu lansia, anak-anak, ibu hamil dan penyandang disabilitas serta melakukan evakuasi korban apabila dibutuhkan oleh instansi terkait.

Selain bantuan logistik, Tim Tagana dan Dinas Sosial juga membawa peralatan seperti mobil rescue taktis, tenda mobil dapur umum lapangan lengkap dengan peralatan di dalamnya, truk serbaguna, serta genset dan lainnya. (Humas Pemprov Sulut)

Senin, 29 Oktober 2018

Serahkan 515 Sertipikat Tanah di Kabupaten Mitra, Gubernur Olly Optimis Sektor Pertanian Sulut Terus Berkembang

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu program prioritas sebagaimana tertuang dalam poin pertama sapta cita pembangunan daerah Sulawesi Utara yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian.

Saat ini kita diarahkan untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, pada Pelaksanaan Redistribusi dan Penyerahan Sertipikat Tanah Dalam Kerangka Revormasi Agraria di Desa Mangkit Kabupaten Minahasa Tenggara. Senin (29/10/2018).

Gubernur bangga sekaligus optimis akan pembangunan sektor pertanian di Sulut. "Capaian urusan pembangunan pertanian di Provinsi Sulawesi Utara telah memberikan hasil yang sangat signifikan," ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur menambahkan bahwa penyerahan sertipikat redistribusi TOL bekas HGU tahun anggaran 2018 untuk desa Mangkit dan desa Basaan saat ini adalah bentuk dukungan serta upaya untuk mengembangkan sektor pertanian di daerah ini, dalam memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri serta memperluas lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan pendapatan nasional.

"Nantinya tanah eks HGU ini benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai tanah pertanian yang produktif bagi masyarakat, sehingga dapat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan perekonomian dan pembangunan daerah," ujar Gubernur.

Ditempat yang sama pula, Dirjen Penataan Agraria DR. Muhamad Ikhsan,SH,MH mengapresiasi kinerja Pemerintah Sulawesi Utara yang telah ikut ambil bagian dalam revorma agraria ini.

"kami bangga bahwa provinsi yang pertama menyerahkan revorma agraria sesuai dengan program pemerintah adalah Provinsi Sulawesi Utara," terangnya.

Lanjutnya pula, respon cepat dari Pemerintah Sulawesi Utara dalam menyikapi program agraria ini akan menjadi point plus dan nantinya akan disampaikam kepada Menko Perekonomian. Sejalan dengan itu, Dirjen menyampaikan point-point penting dari Menko Perekonomian tentang target pemerintah terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang harus dikawal oleh pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya.

Turut hadir Menteri Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional RI yang Diwakili Dirjen Penataan Agraria DR. Muhamad Ikhsan,SH,MH, Forkopimda Provinsi Sulut, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap bersama Wakil Bupati, dan Para Pejabat di Lingkup  Provinsi Sulut.(humas provinsi sulut)

Irup peringatan hari sumpah pemuda ke-90, Gubernur Olly Ajak Pemuda Sulut Jaga Persatun Bangsa.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, menjadi inspektur upacara (irup) peringatan hari sumpah pemuda ke-90 tahun 2018, yang berlangsung dihalaman kantor Gubernur, Senin (29/10/2018) pagi.

Dalam sambutan Menteri pemuda dan olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi, yang dibacakan oleh Gubernur Olly menyampaikan bahwa kita semua berhutang budi kepada  para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia.

Hari sumpah pemuda ke-90 kali ini mengambil tema "Bangun pemuda satukan Indonesia", tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pengembangan sumber daya serta daya saing, namun disisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax,hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah.

Gerakan Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing.

"Oleh karena itu Revolusi Mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju dapat menghasilkan bangsa yang hebat," ujar Gubernur.

Tahun 2019 bangsa indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota. Amat sangat dibutuhkan partisipasi aktif pemuda dalam pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O E Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen SE MS, Forkopimda Sulut, para pejabat dilingkup pemprov sulut, serta ASN dan THL. (humas pemprov sulut)

Raih Berbagai Prestasi, Gubernur Olly Apresiasi Kinerja TP PKK Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengapresiasi peranan Tim Penggerak PKK Sulut sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan di tengah kehidupan masyarakat. Olly menilai organisasi kemasyarakatan yang dipimpin Ibu Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan ini dapat menjaga semangat pembangunan.

"Semangat ibu-ibu tak pernah luntur. Saya ucapkan terimakasih kepada TP PKK dengan semua prestasi yang telah diraih selama ini," ucap Olly pada Rakorev Pelaksanaan Program dan Anggaran Kegiatan Kerjasama Perangkat Daerah dengan TP PKK Sulut Tahun 2018 serta Perencanaan Program Kegiatan Tahun 2019 di Ruang F.J. Tumbelaka, Senin (29/10/2018) pagi.

Sejumlah prestasi yang diraih TP PKK pada tahun 2018 diantaranya Penghargaan Adhi Bhakti Pratama dan Adhi Bhakti Madya bagi 6 Kader PKK Provinsi Sulawesi Utara, Juara II “Kategori Pakaian Adat” Lomba Defile Parade Nusantara Tingkat Nasional, Pendirian PAUD Binaan PKK “PAUD WALANDA MARAMIS” dan Penghargaan “Kreasi Menu Aplikatif & Favorit Tim Juri” Lomba B2SA Tingkat Nasional.

Lanjut Olly, berbagai program dan kegiatan yang dicanangkan TP PKK selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulut. Hal ini dapat dibuktikan melalui fleksibilitas program TP PKK yang mampu menyentuh dan melibatkan kaum perempuan secara merata mulai dari pelosok-pelosok pedesaan sampai pada daerah perkotaan.

Karenanya, Olly mengajak seluruh Perangkat Daerah Pemprov Sulut untuk mendukung berbagai program dan kegiatan TP-PKK selang tahun 2018 dan program kerja tahun 2019.

"Langkah ini adalah bagian sinergitas dan dukungan terhadap kebijakan dan program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bidang pemberdayaan perempuan," beber Olly.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita dalam presentasinya menerangkan arahan dari TP PKK Pusat melalui Pokja II kepada setiap provinsi di Indonesia untuk membentuk koperasi PKK sebagai upaya pemberdayaan keluarga dengan meningkatkan pendapatan keluarga.

"Sesuai arahan TP PKK Pusat, rencananya PKK Sulut akan mengaktifkan kembali koperasi PKK," kata Ibu Rita.

Terkait dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di daerah, Ibu Rita mengapresiasinya. Menurutnya, pemerintah pusat telah mengatur hal tersebut melalui Perpres RI No. 99 Tahun 2017 dalam Bab IV Pasal 18 bahwa sumber pendanaan yang diperlukan dalam pelaksanaan Gerakan PKK dibebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2019 pada butir 60 juga menyatakan pemerintah daerah mensinergikan penganggaran program dan kegiatan dalam penyusunan APBD T.A. 2019 dengan kebijakan nasional, diantaranya pelaksanaan tugas dan fungsi TP PKK dengan mempedomani Perpres RI tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2013 tentang pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan PKK.

Rapat turut dihadiri Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Wakil Ketua TP PKK dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 28 Oktober 2018

Olly Tutup PKN-Revmen Sulut 2018, Selamat Datang di Kalsel 2019

Sebuah closing ceremony yang epik dan keren tercipta pada penutupan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen). Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE melepas peserta Karnaval Budaya Indonesia yang menampilkan kreasi baju adat nusantara.

Karnaval ini digelar Minggu (28/10/2018) sore hingga berakhir menjelang malam hari. Start dilakukan dari Lapangan Robert Wolter Monginsidi dan finish di Kawasan Megamas Manado.

Deretan kostum megah dan meriah diperagakan oleh para utusan dari Provinsi, Kabupaten/Kota se Indonesia. PKN-Revmen 2018, dengan kreativitas luar biasa yang ditunjukkan oleh bakat-bakat muda. Sebuah karya anak bangsa yang patut diapresiasi.

Bukan karnaval namanya kalau tidak heboh dan menarik perhatian. Semangat dari peserta karnaval yang tak surut menjadikan para penonton enggan untuk bergegas pulang dan tetap antusias untuk mengiringi dan berfoto bersama para model karnaval di sepanjang rute karnaval.

Sebelumnya, Gubernur Olly mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah PKN-Revmen 2018.

Olly menuturkan, momentum kegiatan PKN-Revmen menjadi motivasi untuk mengubah mental masyarakat lebih tertib, melayani dan mandiri.

"Indonesia makin kuat karena pemerintah dan rakyatnya berkarakter dalam setiap aktivitas pembangunan menuju kemakmuran. Semoga dari Sulawesi Utara, revolusi mental akan semakin bergaung bergema di seantero bumi nusantara," ucap Olly.

Olly berharap, nuansa kebersamaan, serta hubungan yang telah tercipta baik dan harmonis, mampu dijaga dan dipertahankan meskipun iven PKN-Revmen 2018 telah usai.

"Bahkan kita pererat untuk semakin menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang maju, berkarakter tidak pernah berhenti membangun, dan berdaya saing," tandas Olly.

Menurut Olly, kehidupan yang tertib melayani dan mandiri harus selalu dipraktikkan demi mewujudkan peradaban bangsa yang makin bermartabat.

"Mari kita terus budayakan tiga nilai revolusi mental, yakni integritas, kerja keras, dan gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam melanjutkan pembangunan bangsa, mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong menuju kesejahteraan yang setinggi-tingginya," ungkap Olly.

Lebih lanjut, Olly mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

"Mari kita kedepankan kesadaran bahwa Torang Samua Ciptaan Tuhan, agar ketentraman terus tercipta di Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuh Olly.

Usai menyampaikan sambutan, Olly menyerahkan pataka kepada pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Pasalnya, pada tahun 2019 nanti, PKN-Revmen bakal digelar di Kalsel.

Untuk diketahui, PKN-Revmen yang berlangsung pada tanggal 26-28 Oktober 2018 ini mengangkat tema "Revolusi Mental untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani". 

Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam menyemarakkan acara ini yaitu "Gerakan Indonesia Melayani", "Gerakan Indonesia Bersih", "Gerakan Indonesia Tertib", "Gerakan Indonesia Mandiri" dan Gerakan Indonesia Bersatu".

PKN-Revmen di Sulut ini lebih menekankan hasil capaian nyata dari upaya dan komitmen pemerintah pusat dan daerah bersama dengan berbagai elemen masyarakat untuk melaksanakan perubahan.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain rembuk lima program gerakan perubahan (Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri dan Bersatu), gerakan aksi nyata serempak di 34 provinsi dalam bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), nonton bersama dan diskusi film bertemakan Revolusi Mental, pameran inovasi pelayanan publik dan karya kreatif anak bangsa, hingga karnaval budaya Indonesia.

Dengan berbagai acara yang menarik ini, 
PKN-Revmen diharapkan dapat membangkitkan semangat kebanggaan dan mengajak peran serta seluruh komponen bangsa untuk menjadi bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras dan memiliki karakter bergotong royong untuk mencapai target pembangunan bangsa.

Penutupan PKN-Revmen turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Dirjen Politik dan Pemeritahan Umum Kemendagri Soedarmo, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Kaban Kesbangpol Meiki Onibala dan Gugus Tugas Revolusi Mental seluruh Indonesia. (Humas Pemprov Sulut)

Hadiri Hut Ke 65 GMIM Petra Sario Tumpaan, Gubernur Ajak Jemaat Dengar Firman Tuhan Bukan Hoax

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengikuti ibadat mingguan yang juga dirangkaikan dengan Hut ke 65 Jemaat GMIM Petra Sario Tumpaan, Minggu (28/10).

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa perjalanan Jemaat GMIM Petra Sario hingga menampaki usia saat ini karena pernyertaan Tuhan.

"Menjadi pemahaman kita bersama bahwa semuanya itu boleh terjadi hanya berkat tuntunan kasih karunia Tuhan," sahut Gubernur.

Lanjutnya juga, kiranya Jemaat tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang tidak benar. Sejalan dengan itu juga, Gubernur mengajak agar tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan.

"Saat ini biasanya orang lebih suka dengar berita hoax dari kebenaran dalam Alkitab, begitu kebenaran dilupakan yang didengar berita berita hoax yang sejak zaman dulu juga sudah ada," kata Gubernur.

Lebih dalam lagi, Gubernur mengingatkan bahwa Tuhan selalu memberkati masyarakat di Kota Manado, sehingga hal-hal yang digunakan untuk membuat sesuatu yang tidak baik ini selalu dilindungi oleh Tuhan kita Yesus Kristus

Diakhir sambutanya, Gubernur menyapaikan selamat ulang tahun buat jemaat Petra Sario Tumpaan, Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita sekalian.

Turut hadir dalam peribadatan tersebut Ketua TP-PKK Ir. Rita Dondokambey-Tamuntuan serta para pejabat Pemprov Sulut. (humas pemprov sulut)

Dikenal Pemimpin Pluralis, Gubernur Olly Tatap Muka Dengan Tokoh Muslim

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dikenal sebagai salah satu pemimpin yang pluralis. Buktinya, Sabtu (27/10/2018), orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini mengadakan tatap muka dan silaturahmi bersama para tokoh dan aktivis Islam, bertempat di kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara.

Pertemuan itu berlangsung penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Olly mengaku sangat senang dengan pertemuan seperti ini, karena berdampak pada kehidupan masyarakat Sulut yang selalu rukun dan damai, meskipun masyarakatnya sangat majemuk, baik dari sisi etnis, religi, budaya, dan adat istiadat.

"Mari kita jaga kebersamaan ini. Masyarakat Sulawesi Utara selalu menjaga kerukunan antar umat beragama," kata Olly.

Lanjut Olly, terjaganya semangat toleransi antar umat beragama di Sulut karena didukung optimalnya peranan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan BKSAUA (Badan Kerjasama Antar Umat Beragama).

Terbukti, Setara Institute dan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), menetapkan Manado sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia.

"Pemerintah selalu melakukan konsolidasi dengan FKUB dan BKSAUA," ucap Olly.

Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh umat muslim di Sulut karena selama menjabat Gubernur, umat muslim selalu mendoakan dan mensupport kepemimpinannya.

Selain itu, kepada para tokoh muslim, Olly juga memaparkan kemajuan pembangunan Sulut di sejumlah sektor.

Misalnya, sektor pariwisata yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Jumlah kunjungan mancanegara ke Sulut melonjak hampir 400%. Jumlah kunjungan wisatawan domestik juga meningkat jauh, mencapai angka 2,6 juta wisatawan pada tahun 2017.

"Dampak dari peningkatan kunjungan ini sangatlah luas dirasakan dalam menopang pembangunan bangsa di Sulawesi Utara," ungkap Olly.

Olly juga mengatakan upaya pemerintah mewujudkan pembangunan jalan sepanjang 31,5 kilometer dari Bandara Sam Ratulangi ke Likupang.

Pembangunan infrastruktur jalan itu untuk menunjang rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang atau Likupang Tourism District.

Lebih jauh, Olly menerangkan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota guna mempercepat pembangunan di Sulut.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, SE, MS, KH. Rizali M. Noor, Abid Takalamingan, Syachrial Damopolii, Mahmud Turuis dan para tokoh serta aktivis muslim Sulut lainnya. (Humas Pemprov Sulut)