Selasa, 16 Februari 2021

Desainer Senior Boece Kaunang Telah Berpulang ke Sang Pencipta

 

Desainer senior Boece Dominico Kaunang meninggal dunia. Perancang busana level dunia asal Sulawesi Utara yang selama kiprahnya konsisten menggunakan nama asli orang Minahasa ini menghembuskan nafas terakhir pada usia 72 tahun akibat sakit gagal jantung di Rumah Sakit TNI AD Teling Manado, Senin (15/2/2021) malam.

Diketahui, karya Boece Kaunang telah mengharumkan nama Indonesia dan Sulawesi Utara di benua eropa khususnya di Kota London Inggris. Semasa hidupnya, almarhum membuka butik di Kota Brighton dengan nama Domenico Kaunang UK.

Almarhum pernah tinggal di Inggris selama 40 tahun lebih dan di masa tuanya memutuskan untuk kembali pulang kampung halaman tercinta di Manado hingga berpulang kepada Sang Pencipta.

Senin, 15 Februari 2021

Sah! Presiden Jokowi Lantik Olly-Steven Sebagai Gubernur dan Wagub Sulut 2021-2024

Presiden Joko Widodo resmi melantik Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan pimpinan provinsi hasil pilkada pada 2020 di Istana Negara Jakarta, Senin (15/2/2021).

Pasangan petahana ini memenangkan pilkada Sulut pada 2020 lalu dengan perolehan suara 821.503.

Sulut tercatat tidak memiliki tanggungan gugatan pilgub dalam pilkada 2020 lalu. Karenanya, pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulut dilantik paling pertama oleh Presiden Jokowi bersama gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara.

Total ada sembilan provinsi yang menggelar pilgub pada 2020 lalu. Selain Sulut dan Kaltara, provinsi lain yang menggelar pemilihan gubernur dan wagub adalah Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah.

Sebelum dilantik, Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw terlebih dahulu mengikuti kirab yang dipimpin langsung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Kirab itu juga diikuti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Kirab ini dilakukan dengan berjalan kaki dari Istana Merdeka menuju Istana Negara tempat berlangsungnya prosesi pelantikan. Gubernur dan Wagub Sulut itu berjalan kaki dengan membawa surat petikan dari Kepala Negara.

Pelantikan itu berdasarkan Keppres dengan Nomor Nomor 19/P Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut masa jabatan 2021-2024. Seusai pembacaan Keppres, Jokowi langsung mengambil sumpah jabatan kepada Olly dan Steven

"Demi Tuhan saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-sebaiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Jokowi yang diikuti Olly dan Steven.

Pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti tes swab PCR sebelum hari H, memakai masker, menjaga jarak. Undangan yang hadir pun sangat terbatas.

Ketum TP PKK Ny Tri Tito Karnavian Lantik Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan Sebagai Ketua TP PKK Sulut, Ini Pesannya

 

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny Tri Tito Karnavian melantik Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan sebagai Ketua TP PKK Sulawesi Utara masa bakti 2021-2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Selain Ketua TP PKK Sulut, Ny Tri Tito Karnavian juga melantik Ny Rahmawati sebagai Ketua TP PKK Kalimantan Utara.

Dalam pelantikan nampak hadir Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw dan Wakil Ketua TP PKK Sulut Ny Kartika Devi Kandouw-Tanos.

Pada kesempatan itu, Ny Tri Tito Karnavian menyampaikan selamat kepada Ketua TP PKK Sulut dan Kaltara yang baru dilantik.

Kepada keduanya, ia mengingatkan bahwa saat ini TP PKK menghadapi tantangan berat dalam melaksanakan program di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, ia mengingatkan jajarannya agar tak kehilangan semangat karena banyak tugas yang harus tetap dilaksanakan.

“Tak hanya pandemi, masih banyak lagi masalah yang harus kita tuntaskan seperti penurunan angka stunting, kesehatan anak dan ibu hamil dan lainnya,” katanya.

Dengan ruang gerak yang terbatas di tengah pandemi, jajaran TP PKK diminta mencari pola agar 10 Program Pokok bisa tetap dilaksanakan.

Masih dalam sambutannya, Ny Tito Karnavian juga mendorong TP PKK melaksanakan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat serta menghindari kegiatan seremonial yang hanya di permukaan saja.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelantikan Gubernur Sulut dan Kaltara.

Ia menilai, TP PKK merupakan organisasi dengan struktur paling lengkap, dari pusat hingga lingkungan terkecil yaitu keluarga. Jika keberadaannya dimanfaatkan secara optimal, ia yakin wadah ini bisa bergerak efektif, masif dan ekstensif, sehingga menghasilkan ‘outcome’ yang luar biasa.

Selain fokus pada program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga mengacu pada 10 program pokoknya, jajaran TP PKK juga diharapkan berperan aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui sosialisasi gerakan penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kata-kata seorang ibu biasanya lebih didengar, ayo panaskan mesin dan tekan gas maksimal dalam penanganan pandemi,” ujarnya.

Sabtu, 13 Februari 2021

Hormati Kepergian SHS, Sulut Pasang Bendera Setengah Tiang Selama Sepekan

 

Demi menghormati kepergian Duta Besar RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau, Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang juga mantan Gubernur Sulawesi Utara 2005 - 2015, pemerintah dan masyarakat di Sulut diminta memasang bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung selama tujuh hari mulai Sabtu (13/2/2021) hingga selesainya pemakaman pada Jumat (19/2/2021).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor : 001.2/21.738/Sekr yang ditandatangani Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulut Edwin Silangen tertanggal 13 Februari 2021 dan ditujukan kepada bupati dan walikota se Sulut.

“Ini sebagai bentuk penghormatan serta tanda berkabung atas meninggalnya Duta Besar Indonesia untuk Filipina sekaligus Gubernur Sulawesi Utara periode 2005-2010 dan 2010-2015, Almarhum Bapak Sinyo Harry Sarundajang,” ujar Plh Gubernur Sulut dalam SE tersebut.

“Maka dimintakan kepada seluruh pemerintah di kabupaten kota untuk dapat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di depan instansi atau kantor maupun rumah tinggal di wilayah masing-masing,” lanjut Silangen.

Adapun SE ini tembusannya turut disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Diketahui, SHS dikabarkan meninggal dunia
dalam usia 76 Tahun 25 Hari di Rumah Sakit Siloam Jakarta pada Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 01.30 Wita.

Menurut informasi, jenazah SHS akan diterbangkan dari Jakarta ke Manado pada hari Senin (15/2/2021) untuk disemayamkan di rumah keluarga Sarundajang Laoh Tambuwun di Kelurahan Winangun, Kota Manado.

Berikut riwayat karir almarhum Sinyo Harry Sarundajang:
Pj Sekretaris Wilayah Daerah Minahasa Tahun 1978
Kepala Biro Penyelenggaraan Pemilu Sulut Tahun 1981
Sekretaris Daerah Minahasa Tahun 1983
Walikota Bitung Tahun 1986
Pjs Walikota Bitung pada 1990
Staf ahli Mendagri bidang strategis Tahun 2000
Irjen Depdagri 2001
Pjs Gubernur Maluku 2002
Pjs Gubernur Maluku Utara 2002
Gubernur Sulut 2005 - 2015 (2 periode)
Dubes RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau 2018 - 2021

Jumat, 12 Februari 2021

Edwin Silangen Jadi Suksesor Sementara Gubernur Sulut

 

Nama suksesor sementara Gubernur Sulawesi Utara resmi dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen.

Pasalnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menunjuk Edwin Silangen sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulut melalui radiogram nomor:121/672/SJ tertanggal 10 Februari 2021 ditujukan kepada tujuh Sekdaprov yang melaksanakan Pemilihan Gubernur di Indonesia dengan klasifikasi amat segera.

Tujuh provinsi dimaksud adalah Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Kaltara, Kepulauan Riau, Sulut dan Sumatera Barat.

Dalam radiogram tersebut, Mendagri menjelaskan, bahwa sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2016-2021 tanggal 12 Februari, maka Sekda melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah hingga pelantikan gubernur-wakil gubernur terpilih.

Semua ini berdasarkan ketentuan pasal 131 ayat 4 PP nomor 49 tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas PP nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ini untuk menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Sementara itu, bila tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo, pada Senin (15/2/2021) mendatang dijadwalkan akan melantik empat pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih dalam Pilkada Serentak, yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

Sumber Investor Daily menyebutkan bahwa upacara pelantikan yang menerapkan protokol kesehatan ketat akan digelar di Istana Negara, Jakarta, dihadiri empat pasang gubernur-wakil gubernur.

Keempat gubernur-wakil gubernur yang akan dilantik adalah pasangan Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw, pemenang Pilkada Sulawesi Utara, Zainal Arifin Paliwang - Yansen Tipa Padan (Kalimantan Utara), Ansar Ahmad - Marlin Agustina (Kepulauan Riau) dan Rusdy Mastura - Ma’mun Amir (Sulawesi Selatan).

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam Pasal 163 diatur bahwa gubernur dilantik oleh presiden di ibu kota negara. Jika presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh wakil presiden. Apabila, wakil presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh menteri.

Kamis, 11 Februari 2021

Dipimpin Kapolda Sulut, Sekdaprov Silangen Ikuti Apel Kesiapan Tenaga Tracer dan Vaksinator Covid-19

 

Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen menghadiri Apel Kesiapan Tenaga Tracer dan Vaksinator Covid-19 yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak di lapangan Mapolda Sulut, Kamis (11/2/2021).

Pada kesempatan itu, Kapolda Sulut mengatakan bahwa apel kesiapan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggelar tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan Bhabinkamtibmas sebagai tracer ini, merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 dan mendukung program vaksinasi nasional.

“Kita sudah siap menurunkan tenaga-tenaga vaksinator di kabupaten/kota untuk program vaksinasi. Kita turunkan seluruh kekuatan kita, para Bhabinkamtibmas di seluruh polres ada kurang lebih 500 Bhabinkamtibmas kita dorong untuk membantu itu. Belum lagi tenaga medis yang kurang lebih 55 orang,” ujarnya.

Berdasarkan data, sampai dengan tanggal 10 Februari 2021, secara global sebanyak 220 negara telah terpapar pandemi covid-19, sebanyak 107.460.128 orang terkonfirmasi positif dan 2.352.837 orang meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia sebanyak 1.183.555 orang terkonfirmasi positif dan 32.167 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Pemberian vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ini tentunya membutuhkan tenaga kesehatan dengan kemampuan sebagai vaksinator. Saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.

Selain hal tersebut, Polri juga sudah menyiapkan 40.336 personel Bhabinkamtibmas yang tergelar di seluruh wilayah Indonesia yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19," terang Kapolda Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Polri katanya berkomitmen siap melaksanakan dan mengawal program vaksinasi nasional serta seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Jokowi Lantik ODSK2P, Sulut Siapkan Ibadah Syukur Virtual

 

Bila tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo, pada Senin (15/2/2021) mendatang dijadwalkan akan melantik empat pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih dalam Pilkada Serentak, yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

Sumber Investor Daily menyebutkan bahwa upacara pelantikan yang menerapkan protokol kesehatan ketat akan digelar di Istana Negara, Jakarta, dihadiri empat pasang gubernur-wakil gubernur.

Keempat gubernur-wakil gubernur yang akan dilantik adalah pasangan Zainal Arifin Paliwang dan Yansen Tipa Padan, pemenang Pilkada Kalimantan Utara, Ansar Ahmad – Marlin Agustina (Kepulauan Riau), Olly Dondokambey – Steven O.E. Kandouw (Sulawesi Utara), dan Rusdy Mastura – Ma’mun Amir (Sulawesi Selatan).

Sesuai tradisi yang dibangun Presiden Jokowi, prosesi upacara pelantikan dimulai dari Ruang Kredensial, Istana Merdeka. Di ruangan itu, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan petikan Surat Keputusan Presiden (Keppres) kepada calon gubernur-wakil gubernur yang dilantik.

Usai penyerahan Keppres, Presiden Jokowi beserta Wakil Presiden dan Mendagri bersama pasangan gubernur-wakil gubernur akan berjalan kaki dari Istana Merdeka menuju ruang pelantikan di Istana Negara.

Pilkada serentak 9 Desember 2021, digelar di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Pelantikan kepala daerah diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam Pasal 163 diatur bahwa gubernur dilantik oleh presiden di ibu kota negara. Jika presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh wakil presiden. Apabila, wakil presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh menteri.

Sementara itu, Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen memimpin rapat persiapan pelaksanaan ibadah syukur dalam rangka memasuki Periode ke-2 kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw (ODSK2P) yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (11/2/2021).

Ibadah syukur ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Kamis pekan depan mulai Pukul 17.00 - 20.00 Wita.

Ibadah Syukur ini akan dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina secara virtual dan nantinya akan dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat melalui siaran TVRI dan live streaming Youtube, Facebook, Instagram dan aplikasi Zoom.

Ibadah syukur digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan tidak melibatkan banyak undangan.

Turut hadir dalam rapat ini Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Sulut.