Gubernur Sulut Dr. SH. Sarundajang, sabtu pagi (5/7) mendapat kehormatan diundang khusus oleh Letjen (Purn) Dr. Tiupan Bernhard Silalahi (TB Silalahi) untuk mengunj ungi TB Silalahi Center di Desa Silalahi Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumut. Dalam acara tersebut, SHS yang hadir bersama Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi disambut meriah dengan upacara adat dan mendapat penghormatan secara tradisi batak melalui
pengalungan kain Ulos. Kehadiran Dr S.H. Sarundajang (SHS)
mendapat respons meriah, sebagai bukti bahwa SHS ternyata tak hanya dikenal di Indonesia Timur saja, tapi di wilayah
Sumatera Utara nama SHS juga cukup dikenal masyarakat dan sejumlah tokoh daerah. Sejumlah tokoh adat batak lainnya juga menyalami
dan memberi sambutan hangat kepada SHS.
"Selamat datang di tanah Batak Pak Sarundajang. Bapak adalah tokoh perdamaian
dan saudara kami," ujar tetua adat yang menyambut SHS. SHS berada di Balige, sebagai tamu kehormatan penasehat Presiden RI,
T.B. Silalahi untuk mengunjungi TB Silalahi Center dan mengikuti
kegiatan terkait aktivitas Yayasan Soposurung. Tokoh nasional TB Silalahi menyambut SHS dengan hangat
bersama sejumlah pejabat teras daerah antara lain wakil bupati Toba Samosir,
Drs Liberty Pasaribu."Selamat datang dan terimalah sambutan adat batak
kami," kata TB Silalahi. Menariknya, SHS memperoleh kehormatan dari T.B
Silalahi yang juga pendiri Yayasan Soposurung untuk menjadi Inspektur Upacara
pada pelantikan Siswa Baru SMAN 2 Balige. Usai bertindak sebagai Irup, SHS
berkesempatan menyampaikan pidato dan menyampaikan ungkapan terima kasih atas
penghargaan oleh TB Silalahi selaku tokoh nasional dari Batak mengundang SHS
dalam pertemuan itu. "Saya bangga bisa menjalin hubungan erat dengan
saudara-saudaraku dari Batak. Berada di tempat ini atas undangan pak TB Silalahi adalah
suatu penghargaan dan kehormatan," ujar SHS. SHS menyatakan akan membangun hubungan yang
lebih erat antara Sulawesi Utara dan Sumatera Utara yang juga dikenal memiliki
berbagai persamaan karakter. "Mari kita jalin hubungan yang erat dalam berbagai
aspek," tukas SHS yang disambut tepuk tangan hangat. Selain menghadiri
acara tersebut, SHS juga mengunjungi TB Silalahi Center. Terinspirasi oleh kunjungan ke TB Silalahi Center, semakin mendorong keinginan SHS untuk rencana membangun Museum Minahasa sebagai wahana untuk mengembangankan semangat dan motivasi para generasi muda dalam memelihara nilai-nilai luhur keminahasaan warisan nenek moyang, sebagaimana ditunjukkan pejuang dan tokoh minahasa di mana pun mereka berada. Kedatangan SHS ke
Balige turut didampingi beberapa pejabat Pemprov di Sulut, antara lain Asisten
Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Sulut, Drs Mecky M. Onibala, MSi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Ir. Royke Roring, Kadis Kesehatan dr
Maxi Rondonuwu, Kadis PU, JE Kenap dan Kadis Naker Harold Monareh (Kabag Humas JF Ruaw).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Sabtu, 06 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
Pendeta GMIM Harus Berani Mengatasi Konflik Jemaat
Para Pendeta di aras pelayanan
Sinode GMIM, harus pintar-pintar mengelolah konflik yang terjadi ditengah-tengah
persekutuan jemaat, Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil
MPd saat memberikan pembekalan kepada 73 peserta Suspim GMIM Tingkat III
Angkatan III Tahun 2013 di Pusat Pelatihan Warga Gereja (PPWG) Kaaten Tomohon,
Jumat (5/7) kemarin.
Kegiatan yang diikuti para
pendeta GMIM yang saat ini, dipercayakan menjadi Ketua-ketua Jemaat itu, Kansil
mengatakan, para pendeta GMIM jangan menyerah dengan adanya konflik-konflik
yang sering timbul di tengah-tengah jemaat.
Karena ada konflik yang sengaja diciptakan, ada pula konflik yang terjadi dikarenakan situasional
di tengah-tengah jemaat. Karena itu Pendeta yang ditugaskan menjadi ketua
jemaat harus mampu mengatasinya untuk menyelesaikannya, ujar Kansil yang sehari-harinya
dikenal sebagai pelayan khusus di jemaat Pniel Tuna.
Kansil menyebutkan, penyebab
terjadinya konflik antara lain disebabkan adanya pemahaman sempit terhadap
pluralisme/keberagaman, pergeseran jabatan dalam organisasi, mis komunikasi,
beda persepsi serta konflik yang disengajakan. Karena itu untuk mengatasi
konflik tersebut solusinya, kita harus melibatkan diri pada semua pihak sebagai
pimpinan yang netral, bersikap bijaksana, jadilah pendengar yang baik, jelaskan
solusi kepada pihak yang berkonflik dalam hal ini, diupayakan terjadinya win-win
solution, sembari memberi contoh dari tokoh-tokoh alkitab yaitu Musa yang
mengedepankan sikap rendah hati, ketulusan dan sabar, bijaksana dan memiliki
hati yang lemah lembut. Sementara Daniel yang kehidupannya mengandalkan doa,
penuh ketenagan, percaya, memiliki integritas kekritenan yang kuat. Serta rasul
Paulus yang mengandalkan kedahsyatan menjadi besar, nyali besar, motivasi dan
semangat kuat, kunci penasehat PKB Sinode GMIM. (Kabag humas Jackson Ruaw
selaku jubir pemrpov).
Masalah Lingkungan Hidup Tanggungjawab Semua Pihak
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari
Kansil MPd, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Negara (Meneg) Lingkungan Hidup RI Bhaltazar Kambuaya
menyatakan permasalahan rusaknya lingkungan hidup merupakan andil besar dari
semua pihak, olehnya dalam mengatasinya pula harus melibatkan semua pihak.
Hal itu dikatakan Wagub saat menghadiri
peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tingkat Provinsi Sulut yang
dipusatkan di lapangan Upacara Kantor Bupati Minut, Jumat (5/7) kemarin.
Kegiatan yang di hadiri Bupati Minut Sompie Singal, Wakil Bupati Minut, Wakil
Ketua TP.PKK Sulut Ny. Mieke Kansil Tatengkeng serta para Kepala BPLH Kab/Ko
itu. Kambuaya, memberi contoh perilaku manusia
yang lebih suka mengkonsumsi makanan 60 persen berasal dari luar daerah hingga
kemasan yang tidak ramah lingkungan.
Karena sampah sisa makanan serta
bekas kemasan air mineral yang sering hanya dibuang di sembarang tempat telah menjadi
salah satu penyebab pembentukan emisi gas rumah tangga yang bisa menimbulkan
berbagai penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, belum lagi dengan
penggunaan pestisida (pupuk) yang tidak ramah lingkungan. Olah karena itu Kambaya
berharap, kiranya melalui momentum HLHS saat ini, mari kita lestarikan
lingkungan kita dengan sebaik-baiknya.
Kansil mengajak masyarakat sulut untuk
mengelolah sampah-sampah basah yang ada untuk dibuat kompos, sedangka bekas
kemasan air mineral kiranya bisa di daur ulang sehingga bisa mendatangkan
keuntungan bagi masyarakat, karena hal ini sejalan dengan Tema peringatan ini
yaitu “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan” serta Sub Tema
Mari kita Kembangkan Pola Konsumsi yang sehat dan ramah lingkungan. Sedangkan
stake holders yang selama ini mendukung peestarian lingkungan di daerah ini,
Kansil tak lupa pula memberikan apresiasi positif.
Sementra Kepala BLH Sulut Olvie
Ateng, SE MSi mengatakan, dalam kegiatan iniada pencanangan industri berwawasan
lingkungan, penandatanganan MoU jual beli sampah antara BLh Sulut dengan dengan
Perusahaan UD Adipura plastik, penyerahan motor sampah kepada Hukum Tua Kali
Kec, Pineleng Minahasa. Selain itu mengikuti
pameran LH di gedung Conventiona Center Jakarta, pembinaan dan penilaian
adipura di delapan kab/ko, pemantauan kualitas air danau dan udara ambien,
pengelolaan sampah organik di bunaken, sosialisasi pengembangan sampah dengan
sistem 3R bekerjasama dengan TP.PKK Sulut, penilaian kinerja perusahaan
terhadap pengembangan lingkungan melalui program proper serta pembinaan teknis
pengembangan laboratorium lingkungan bagi aparatur kab/ko, pembinaan dan penilaian sekolah yang
berwawasan lingkungan melalui rogram adiwiyata,serta penanaman pohon, tambah
olvie Ateng. (Kababg humas Jackson ruaw selaku jubir pemprov)
Wagub Hadiri Temu Alumni SPG Don Bosco Tomohon
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari
Kansil MPd, yang pernah menjadi seorang tenaga pendidik di Sekolah Pendidikan
Guru (SPG) Don Bosco salah satu lembaga pendidikan yang dikelolah yayasan
Katolik di Tomohon. Jumat ( 5/7) kemarin, menghadiri temu alumni yang digelar
Pengurus Alumni di sekolah yang kini telah menjadi SMP Don Bosco Tomohon. Saat
tiba di Sekolah, Kansil disambut mantan
siswa, guru-guru dan Kepala Sekolah serta rekan-rekan mantan guru salah satunya
sahabat karib yang kini telah menjadi Rektor Unima Prof. DR. Philotius Tuerah,
menyampaikan yel-yel selamat datang
engku Jou berkali-kali, sebutan akrab dari Wagub Sulut ini.
Ketika didaulat untuk
menyampaikan sambutan Kansil berucap, kita semua boleh bersyukur, karena
seorang mantan guru SPG Don Bosco Tomohon, boleh dipercayakan Pak Gubernur Sulut
Dr. Sinyo Harry Sarundajang menjadi pendamping beliau sebagai Wakil Gubernur
Sulut. ini merupakan sesuatu yang hampir
tidak dipercaya bagi saya, isteri dan anak-anak. Ditambah lagi Engku Philotius
Tuerah hampir setiap saat menelpon saya memberitahukan agar Pak Kansil
siap-siap menjadi Wagub berpasangan dengan Pak Sarundajang. Saat itu saya jawab,
Philo sapaan akrab Rektor Unima, kamu dengar dari mana informasi ini, jangan kamu
cuma mo beking malo pakita, nanti orang laeng dengar ngana pe mulu itu apa le mojadi. Kansil juga menyampaikan
setelah hampir sembilan tahun mengajar disini, saya di pindahkan di Kanwil
Depdikbud prov. sulut dengan status hanya sebagai staf, saat itu saya tidak memiliki meja kerja hampir
setahun lamanya, kemudian di promosikan menjadi Kepala Seksi berturut-turut
diangkat menjadi Kepala Bidang, Wakil Kepala Dinas, Kepala Badan Diklat Provinsi
dan kembali diangkat menjadi Kadis
Diknas Sulut. Sedangkan pengalamannya bersama Engku Philo, sewaktu sama-sama masih
menjadi guru di sekolah ini, memiliki kenangan tersendiri bersama dia. karena waktu itu Engku Philo mempunyai motor
vespa tapi sudah tua dan sering mogok. Kalu kita berdua mau ke Rumah sakit Gunung
Maria, kita sering di suruh tolah dia pe vespad ini, kalu so hidup dia kaseh
tinggal pa kita, ujar Kansil dalam kesannya sewaktu menjadi guru di SPG Don
Bosco Tomohon.
Sementara Ketua Alumni SPG Don Bosco Tomohon 1971-1991 Kompol Nico
Pangemanan, mengatakan Pak Wagub Pernah menjadi guru selama hampir sembilan
tahun sampai ditutupnya SPG ini pada Tahun 1991 lalu. Selama mengajar disini
banyak siswanya sekarang ini telah menduduki jabatan-jabatan penting di
berbagai bidang. Sedangkan kegiatan lainnya yang dilakukan menurut, Pak Nico yang pernah dipercayakan
menjadi Ajudan Gubernur Sulut Drs. AJ Sondakh ini meliputi, pemberian
bantuan bea siswa bagi siswa SD, SMP kurang mampu selama setahun untuk lima sekolah, siarah ke
makam mantan guru, dan pemberian bingkisan bagi para mantan guru dari alumni, tambah Komandan yang akrab dengan wartawan. (Kabah
humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).
SHS Bantu Solusikan Kepunahan Keanekaragaman Hayati
Gubernur
Sulawesi Utara Dr. S. H. Sarundajang, Kamis (5/7) Kemarin secara resmi membuka
Konferensi Manajemen Terpadu Keanekaragaman Hayati dan Hama. Konferensi tingkat
dunia ini merupakan bentuk kerjasama antara Universitas Sam Ratulangi Manado
dengan Virginia Tech Clemson University dan Usaid Amerika Serikat, dimana
tujuan utama dilaksanakannya konferensi ini adalah untuk mendiskusikan hubungan
antara keanekaragaman hayati dengan program pengendalian hama terpadu sekaligus
memastikan bahwa upaya peningkatan produksi pangan dan ketersediaan pangan yang
berkelanjutan tidak menyampingkan kelangsungan hidup biodiversitas di alam.
Dalam
sambutannya, Sarundajang menaruh harapan besar sekiranya hasil dari konferensi
ini akan semakin menyatukan persepsi dari para ahli biodiversity dan pertanian
dalam membuat dan mengembangkan program yang akan terus berkesinambungan dan
berdampak baik. Sarundajang memahami bahwa dalam konferensi tersebut sudah
barang tentu akan dibahas hal-hal teknis biodiversity dan pertanian, terutama cara
penanggulangan hama penyakit terhadap tanaman dengan cara menerapkan program
pengendalian hama secara terpadu.
Pada
prinsipnya, jelas Sarundajang, keanekaragaman hayati merupakan tingkat variasi
bentuk kehidupan, ekosistem bioma spesies, atau seluruh planet. Keanekaragaman
hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem. Keanekaragaman hayati adalah
sebagian fungsi dari iklim. Perubahan lingkungan yang cepat biasanya
menyebabkan kepunahan massal keanekaragaman hayati. Salah satu perkiraan adalah
bahwa kurang dari 1% spesies yang ada di Bumi adalah yang masih ada. Data menunjukkan bahwa sejak kehidupan di bumi
dimulai, lima kepunahan massal besar dan peristiwa kecil telah menyebabkan
beberapa tetes besar dan mendadak dalam keanekaragaman hayati. Pertama periode Para
eon Fanerozoikum yang ditandai dengan pertumbuhan cepat dalam keanekaragaman
hayati melalui ledakan-Kambrium, kedua periode The 400 juta tahun ke depan termasuk diulang,
kerugian besar keanekaragaman hayati diklasifikasikan sebagai kepunahan massal,
ketiga peristiwa kepunahan Permian-Trias, 251 juta tahun lalu, adalah yang
terburuk dimana pemulihan vertebrata butuh waktu 30 juta tahun, keempat peristiwa
kepunahan Cretaceous-Paleogen, terjadi 65 juta tahun lalu, dan sering menarik
perhatian lebih dari yang lain karena mengakibatkan kepunahan dinosaurus, dan
periode yang kelima periode sejak munculnya manusia telah menunjukkan pengurangan
keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung dan kerugian atas keragaman
genetik. Dinamakan kepunahan Holocene, pengurangan ini disebabkan terutama oleh
dampak manusia, terutama kerusakan habitat.
‘’Saya
percaya konferensi ini akan menghasilkan hal-hal yang dapat mensolusikan
kerusakan lingkungan,’’ tandas Sarundajang yang dalam acar pembukaan tersebut
didampingi oleh Rektor Unsrat Manado Dr. Donald Rumokoy, Vice President for
Outreach and International Affairs Virginia Tech Dr Guru Ghosh, USAID
Washington Dr. John Bowman, dan USAID Indonesia Dr. Donald Tambunan. (Jubir
Pemprov Sulut, Drs. Jackson F. Ruaw, M.Si)
Kamis, 04 Juli 2013
9 Juli Paripurna Persetujuan Pembentukan P2KNU
Tahap demi tahap kesiapan
pembentukan Provinsi Perbatasan Kepulauan Nusa Utara (P2KNU) mulai membuahkan hasil,
ini berkat kerja keras dari seluruh komponen panitia yang dinahkodai Wakil
Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd selaku Ketua Umum P2KNU. Dalam pertemuannya
dengan Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran DPRD Provinsi yang berlangsung di Aula
Bank Sulut, Kamis (4/7) kemarin, terungkap Tanggal 9 Juli 2013 nanti, Pansus
telah mengagendakan Paripurna Istimewa DPRD Sulut untuk merekomendasikan
persetujuan pembentukan P2KNU.
Pansus yang dipimpin Ketua H.
Sunardi Sumanta yang didampingi Sekrataris Benny Ramdhani serta tiga anggotanya
Jhoni Sumual, Elisabeth Lihiang dan Anto
Mamonto serta dari P2KNU dipimpin langsung Ketua Umum Panitia Wagub Dr.
Djouhari Kansil MPd, Wakil Ketua Drs. Agustinus (Bu) Tahendung, Ketua Harian Drs.
Edwin Silangen MS, Sekretaris Drs. Maurits Berhandus, MSi, Wasek Jakried
Maluenseng dan Anggota Panitia lainnya.
Pertemuan yang dihadiri Bupati Kab.
Kepulauan Talaud Drs Constantine Ganggali, Ketua DPDR Talaud Enggel Tatibi,
Ketua DPRD Kab. Kepulauan Sangihe Tanao Jangkobus, Ass I Sangihe Hendro Kawuka,
Asisten II Sangihe Ir. Jhoni Harikedua, dan Asisten II Kab. Kepulauan Sitaro
Herry Lano, SE MM, kabag Pemerintahan Sitaro Masri Kasehung, telah sepakat Tanggal 9 Juli 2013 dilaksanakan
Paripurna persetujuan Pembentukan P2KNU.
Dalam pertemuan itu Ketua Pansus
Sunardi Sumantha, hanya mengingatkan panitia
agar segera melengkapi kelengkapan dokumen pemerkaran yang dianggap masih
kurang. “Jadi pertemuan ini hanya lebih bersifat evaluasi apakah berkas-berkasnya
sudah lengkap atau belum”, kata Om Iding sapaan akrab Sumantha. Dan Pansus juga
tidak akan melakukan peninjauan lapangan, karena menganggap yang duduk dalam
panitia ini adalah orang-orang yang telah paham dengan persyaratan pemekaran
daerah, tambah Benny Ramdhani.
Wagub mengatakan, panitia sampai
saat ini masih terus melakukan verifikasi data terkait dengan kelengkapan berkas
dokumen pemekaran dengan Biro Pemerintahan dan humas, apakah masih ada yang
kurang atau sudah lengkap. Terkait dengan itu Wagub mengatakan agar tiga Pemerintah
kabupaten/kota maupun Panitia Pemekaran di Nusa Utara untuk segera berkoordinasi
melengkapi dan menyesuaikan segala kelengkapan persyaratan sebagaimana hasil
verifikasi dari Tim. Karena setelah selesai dengan DPRD Provinsi, kami telah
diagendakan pertemuan dengan Komisi II DPR-RI di senayan Jakarta pada Tanggal 10
Juli 2013, kata mantan Kadis Diknas
Kansil menyebutkan, pihaknya tidak hanya memverifikasi
berkas P2KNU, tetapi juga dokumen pembentukan Kota Tahuna, Kab. Sangihe Selatan,
Kota Melonguane serta pembentukan Kab. Talaud Selatan. Sedangkan menyangkut
sharing dana untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan calon kabupaten untuk
jangka waktu paling kurang dua tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian
sebagai daerah otonom, termasuk penyelenggaraan Pilkada untuk pertama kali
sudah di setujui oleh tiga kabupaten induk, tambah putra terbaik nusa utara
ini. Hadir pula Anggota Komisi III DPR-RI Paula Sinyal SH, Direktur Bank Sulut
James Salibana, Karo Pemerintahan dan Humas Dr. Noudy RP Tendean, Tokoh Nusa
Utara Mayjen Purn Benny Mandalika, Kateua dan Sekretaris Pembentukan Kota
Melonguane dan Talaud Selatan Ir. Adolof Binilang dan Alex Tampoli serta Ketua
dan Sekretaris Pembentukan Kota Langowan Jeffry Th Pay dan Daniel Pangemanan. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir
pemprov).
Foto-foto Kegiatan Gubernur Sulut pada acara International Conference
Foto-foto Kegiatan Gubernur Sulut pada acara International
Conference
BIODIVERSITY and INTEGRATED PEST MANAGEMENT :
Working together for a Sustainable Future
Di Sintesa Peninsula Hotel - Manado, Sulawesi Utara 4-7 Juli
2013
Langganan:
Postingan (Atom)
