Rabu, 10 Juli 2013

Panda Sulut Matangkan Persiapan Pornas KORPRI



Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan pematangan persiapan pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas-Korpri) yang sesuai rencana akan dilaksanakan pada September nanti. Berbagai hal terus dipacu termasuk persiapan lokasi pertandingan, dengan harapan agar pada saat pelaksanaan nanti, Sulut benar-benar sudah siap dalam menggelar iven bertaraf nasional ini. ‘’Persiapan harus maksimal karena sesuai rencana, Pornas Korpri ini akan dibuka langsung oleh bapak Presiden RI,’’ terang Ketua Panitia Daerah Pornas Korpri Ir. Siswa Rachmat Mokodongan, sebelum bertolak ke Jakarta untuk mem-follow-up persiapan Pornas Korpri pada Selasa (10/7) Kemarin.
Lanjut Mokodongan menjelaskan, ajang olahraga yang melibatkan para anggota Korpri seluruh Indonesia ini direncanakan akan mempertandingkan tujuh cabang olahraga yang meliputi catur, futsal, tenis meja beregu putra/putri dan perorangan, tenis lapangan beregu putra/putri dan perorangan, bulutangkis beregu dan perorangan, bola voli putra/putri dan bridge. ‘’Lokasi pertandingan untuk catur dan bridge akan dilaksanakan di Grand Hotel Kawanua, futsal di lapangan Megamas, tenis meja di Universitas Negeri Manado, tenis lapangan di Pingkan Matindas, bulutangkis di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ari Lasut, serta bola voli hall A dan B KONI Sario Manado. Sementara untuk upacara pembukaan akan dilaksanakan di GOR Maesa Tondano Minahasa,’’ jelas Ketua Dewan Pengurus Korpri Sulut ini.
Terkait semua venue tempat pelaksanaan pertandingan, Mokodongan yang didampingi Kepala Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI Sulut Yanny Lukas, Kepala Bagian Kerjasama dan Hukum Vanda B Jocom, dan Sekretaris Panitia   Daerah Pornas Korpri Jemmy Ringkuangan menjelaskan bahwa saat ini sementara dalam perbaikan, dan diperkirakan memasuki bulan Agustus semuanya sudah dirampungkan. "Pemprov Sulut sangat siap menggelar pesta olahraga empat tahunan para abdi negara ini. Sebagaimana kesuksesan iven-iven nasional bahkan internasional sebelumnya, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik," katanya.
Menurut Mokodongan, saat ini beberapa provinsi lain sering datang ke Sulut untuk mengecek akomodasi, bahkan seberapa siap lokasi-lokasi pertandingan yang akan digunakan. Atas dasar tersebut Pemprov terus memacu pengerjaan venunya. ‘’Kami optimis, semua lokasi pertandingan akan tuntas disiapkan pada akhir Agustus, termasuk penyiapan semua atlit Sulut daerah ini yang akan berpartisipasi pada tujuh cabang olah raga nanti,’’ terang Mokodongan sembari berharap adanya dukungan semua masyarakat khususnya warga Korpri di daerah ini agar pornas bisa berjalan sukses, dan memperoleh hasil maksimal. (Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, M.Si)

Mokodongan Pimpin Serah Terima Jabatan Pejabat Eselon II

Pelaksanaan serah terima jabatan merupakan manifestasi dari sebuah penataan birokrasi dan tindaklanjut dari pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktural eselon II yang lalu, karena itu merupakan hal yang wajar dalam rangka kesinambungan roda pemerintahan terutama untuk meningkatkan kinerja organisasi secara internal dan kinerja pemerintah secara utuh. Demikian dikatakan Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan pada serah terima jabatan seluruh  pejabat eselon II yang dilantik pada tanggal 8 Juli 2013 yang lalu bertempat di ruang Huyula Kantor Gubernur (10/7) Manado.
“Hadirlah sebagai figur panutan, pencerah dan perekat kebersamaan yang dapat menggairahkan semangat dan motifasi kerja serta memberi daya ungkit dalam pekerjaan yang baru, memperkuat koordinasi secara vertikal maupun horisontal untuk membangun senergisitas dan jaringan kerja yang terpadu, berkesinambungan dan menjalin hubungan yang harmonis dengan stakeholders secara dinamis.” Kata Mokodongan.

Pada kesempatan itu Mokodongan mengharapkan kepada para pejabat yang ditempatkan di SKPD baru untuk menjalin hubungan atasan dan bawahan yang baik dan mampu melanjutkan berbagai kebijakan dan program positif dan visioner yang telah dilaksanakan oleh pejabat yang lama serta ciptakan sistem dan pola kerja yang sistematis yang mampu memberikan lompatan yang inovatif untuk menjawab kebutuhan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.




Selasa, 09 Juli 2013

Mutasi Eselon II Sudah Sesuai Mekanisme



Pemberhentian dan pengangkatan Pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (8/7) Kemarin, sebagaimana surat keputusan (SK) Gubernur Sulut nomor 821.2/BKD/SK/112/2013,  telah sesuai dengan prosedur dan mekanisme. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gubernur Sulut Dr. S. H. Sarundajang melalui Juru bicaranya Judhistira Siwu M.Si, kepada sejumlah wartawan pada Selasa (9/7) Kemarin. Penegasan ini menurut Siwu, sekaligus menjawab pertanyaan beberapa pihak terkait penempatan Drs. John H. Palandung sebagai pelaksana tugas (PLT) Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut. ‘’Penempatan pelaksana tugas dalam jabatan sekretaris DPRD Sulut sama sekali tidak ada yang salah, semua sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,’’ tegas Siwu.
Menurut mantan Kabag Protokol Sulut ini,  prosedur pengangkatan PNS dalam jabatan struktural yang dilakukan Pemprov Sulut sudah mengacu pada PP Nomor 100 Tahun 2000 junto PP Nomor 13 Tahun 2002 serta Permendagri nomor 5 tahun 2005. Pada pasal 5 dan 6 PP Nomor 100 Tahun 2000 dijelaskan bahwa persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural adalah pendidikan yang meliputi pendidikan dasar, pendidikan umum dan perguruan tinggi, Pendidikan dan pelatihan dalam jabatan (diklatpim), masa kerja, pangkat dan golongan, jabatan yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang pegawai, dan DP3 meliputi kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama dan praktek kepemimpinan serta Daftar Urut Kepangkatan (DUK).
Dikatakannya, kalaupun saat ini ada beberapa pengeluhan perihal penempatan Sekwan Sulut dikarenakan alasan yang menduga sudah tidak mengakomodir suara dari Pimpinan Dewan, maka itu sangat keliru. ‘’Prinsipnya bapak Gubernur sangat menghormati kepentingan yang ada di DPRD. 3 nama yang diusulkan untuk ditempatkan secara definitif sebagai Sekwan saat ini sedang berproses. Dikarenakan kebutuhan organisasi yang sudah mendesak, Sekwan definitif sebelumnya saat ini sudah menempati jabatan eselon II yang lain. Sambil menunggu proses definitif dari 3 nama yang diusulkan, ditempatkanlah pak Palandung sebagai pelaksana tugas agar tidak terjadi kekosongan bahkan kevakuman pekerjaan,’’ jelas Siwu.  
Jadi, lanjutnya, kalaupun ada anggapan yang menilai bahwa Pemprov Sulut khususnya bapak Gubernur terkesan tidak mengakomodir suara DPRD terkait penempatan Sekwan, adalah sangat keliru. Karena sebagaimana yang selalu disampaikan oleh Sarundajang, pada dasarnya, pengangkatan PNS dalam jabatan struktural antara lain dimaksudkan untuk membina karier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. ‘’Pengangkatan selalu dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan,’’ tegasnya sembari menambahkan bahwa tidak ada muatan kepentingan apalagi muatan like or dislike. Semua dilakukan secara profesionalisme. (Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, M.Si)

Senin, 08 Juli 2013

Sarundajang : Sekretaris Daerah adalah Motor dan Filter

Gubernur Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang melakukan pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jefry Korengkeng, SH, MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahlis Gallang, SIP di ruang Mapalus Kantor Gubernur (8/7) Manado sesuai SK Gubernur Sulut No. 821.2/131.0/SK/112/2013 tanggal 5 Juli 2013.
Sarundajang mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan kepentingan organisasi selaku abdi negara dan abdi masyarakat agar pelayanan  pemerintahan dapat berjalan dengan baik, transpalan dan akuntabilitas serta  harus terus diiplementasikan agar pelayanan  kepada masyarakat lebih cepat dan tepat sasaran.
“Sekretaris daerah adalah motor penggerak organisasi dan Filter dalam pelaksanaan tugas pemerintahan  untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam kerangka peningkatan kinerja, pembangunan dan pelayanan publik. Dan sebagai sekretaris daerah  berkewajiban untuk membangun konstelasi struktur pemerintahan yang dinamis dan kondusif serta kembangkan budaya kerja yang maksimal bagi jajaran birokrat di masing-masing daerah agar reformasi birokrasi demi terciptanya tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.” Kata Sarundajang.
Pada kesempatan itu Sarundajang mengharapkan pada kedua sekretaris yang baru untuk mampu menggairahkan semangat kerja serta memberi leverage (daya ungkit) untuk menghasilkan perubahan dan pembaharuan agar dapat meraih opini WTP yang diberikan oleh BPK.  Dan kepercayaan yang diembankan dalam tanggungjawab jabatan ini dapat dijawab melalui kinerja dan etos kerja yang optimal sehingga roda pemerintahan di daerah akan terus maju secara berkesinambungan. Dan teruslah bangun hubungan yang harmoni dalam organisasi pemerintahan pada semua tingkatan dan semua pemangku kepentingan serta lakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal secara berjenjang untuk menghasilkan kekuatan birokrasi.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil, MPd, Bupati Minahasa, Wakil Bupati Minahasa, Wakil Bupati Bolmong Selatan, Sekretaris Provinsi Sulut, Pejabat eselon II Pemprov. Sulut, Pejabat Kab. Minahasa dan Kab. Bolmong Selatan, Pejabat eselon III dan IV pemprov. Sulut.



Foto-foto pelantikan pejabat struktural eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara





Wakil Gubernur Lantik 78 Pejabat eselon III dan IV

Sebanyak 47 pejabat eselon III dan 31 Pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah provinsi Sulawesi Utara di lantik dan diambil sumpah oleh Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil, MPd di ruang mapalus kantor gubernur (8/7) manado sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur No. 821.2/131.0/SK/113/2013 tanggal 5 Juli 2013.
 Wakil Gubernur yang didampingi Sekretaris Provinsi Sulut Ir. S. R. Mokodongan mengatakan bahwa  pelantikan ini dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan dan pembinaan karier PNS serta merupakan upaya penyegaran dan peningkatan kinerja pemerintah sebagai pemicu dan komitmen sekaligus semangat berkarya dan mengabdi bagi kepentingan masyarakat, daerah dan bangsa tercinta.
Kepada pegawai yang baru dilantik Kansil mengajak untuk agar karakter Pagawai Negeri Sipil senantiasa dituntut untuk mampu memberikan inovasi-inovasi yang dapat memberikan lompatan-lompatan pembangunan dan kreasi-kreasi yang solutif yang menjawab kebutuhan organisasi dan kebutuhan rakyak haruslah menjadi warna dan ciri khas dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab di lingkungan kerja masing-masing.
Kansil berharap agar pelayanan publik dalam struktur pemerintahan yang terbingkai oleh barometer transparansi dan akuntabilitas harus terus diiplementasikan dengan baik serta jangan menganggap remeh administrasi, jangan menganggap enteng koordinasi dan jangan menganggap remeh pola kerja inovatif serta hadirkan pelayanan yang cepat, tepat, adil dan tidak berbelit-belit.

Hadir pada kesempatan itu Kepala SKPD se Provinsi Sulut, pejabat III dan IV.




Minggu, 07 Juli 2013

Manusia Tidak Boleh Hidup Dalam Kekuatiran

Manusia sering mengorbankan kesehatannya karena hanya demi uang, begitu sebaliknya manusia mengorbankan uang demi untuk kesehatan. Mengapa demikian, karena manusia takut akan masa depan, karena hal kekuatiran selalu mencerminkan sikap hidup dari orang percaya. Hal itu terungkapkan dalam Khotbah  yang disampaikan Pnt. Dr Djouhari Kansil MPd, saat memimpin Ibadah pengucapan syukur Jemaat GMIBM Kanaan Pindol Lily Kec, Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (7/7) kemarin.
Khotbah yang terambil dari Kitab Efesus 1: 3-14 Ketua PKB Jemaat Pniel Tuna ini mengajak, sebagai orang percaya harus mengoreksi sikap hidup sehari-hari, teladanilah sikap hidup orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Sebab didalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapannya. Karena itu apa yang harus kita kuatirkan dalam hidup ini, karena Yesus telah memilih kita sebagai milik kepunyaanya. Didalam Yesus kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih-karunianya.
Karena itu di Ketua PKB Wilayah Mawakom mengajak jemaat, untuk menjadikan hari pengucapan syukur ini, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan didalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik yang disorga maupun yang dibumi. Artinya jangan menjadikan pengucapan syukur ini sebagai ajang pesta pora apalagi sampai mabuk-mabukan. Kita harus menyadari bahwa hidup ini hanya merupakan pemberian cuma-cuma dari Allah Bapa di sorga, sehingga kita harus menjaga kekudusan hidup ini dengan tidak dicemarkan oleh berbagai penyakit masyarakat, tambah, penasehat PKB Sinode GMIM.
Hal yang sama juga disampaikan Wagub Sulut ini, saat memberikan sambutan di Jemaat Bethesda Pindol Lily dan Jemaat GMIBM Kapernaum Inobontio I, saat meresmikan gedung serbaguna jemaat tersebut. Turut hadir Ibu Mieke Kansil Tatengkeng, Ketua Sinode GMIBM Pdt. Ch N Raintama-P STh, Asisten Administrasi Umum Edwin Silangen serta pejabat eselon II lainnya. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).