Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menyatakan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bakal menjadi pusat pengembangan pariwisata Sulut kedepan. Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Ulang Tahun ke-328 Jemaat GMIM Imanuel Maumbi, Minut.
" Kami menginginkan Kabupaten Minahasa Utara boleh menjadi pusat pengembangan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai, sembari menyebutkan, lokasi yang di siapkan di Kecamatan Likupang", katanya.
Untuk itu Gubernur berharap warga GMIM di seluruh aras wilayah pelayanan terutama yang ada di wilayah pelayanan di Minut dapat mendukung rencana ini,
dengan cara mampu menciptakan suasana aman dan nyaman. Karena dengan di jadikannya Minut sebagai pusat pariwisata Sulut, hal ini juga akan berdampag postif karena bisa menciptakan lapangan kerja yang baru, ujar putra terbaik Kabupaten Minut asal Desa Kolongan Kecamatan Kalawat ini.
Olly juga mengatakan lewat kerja keras selama beberapa bulan ini, Pemprov Sulut sampai saat ini berhasil mendatangkan sedikitnya 22.300 wisatawan manca negara di daerah ini, mudah-mudahan sampai Bulan Desember nanti wisatawan yang berkunjung di sulut bisa mencapai 30 ribu orang.
Olly juga menyebutkan apa yang dilakukan Pemprov Sulut tujuan sesungguhnya dalam rangka mensejahterakan rakyak kita juga. karena membangun pariwisata lebih lebih cepat meningkatkan ekonomi rakyat dari pada membangun pabrik.
Karena itu melalui HUT jemaat kali ini warga Imanuel Maumbi dapat mengambil bagian untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di Kabupaten Minut ini.
Sementara itu Penatua Dantje Lantang MSi, yang merupakan salah satu Pelayan Khusus di Jemaat Imanuel Maumbi mengungkapkan, dalam rangkaian memperingati HUT Jemaat kali ini Panitia pelaksana telah menggelar berbagai lomba yang melibatkan seluruh jemaat, mulai dari lomba Paduan Suara antar Kolom, Idol Pelsus, baca Mazmur, lomba menghafal Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, Jalan sehat dan Ibadah puncak yang dipimpin Sekretaris Dua BPMS GMIM Pdt Richart Mengko MTh, jelas Kabag Tata Usaha Pimpinan (TUP) Biro Umum Setda Provinsi Sulut ini. Hadir dalam Ibadah Syukur Bupati dan Wakil Bupati Minut Vonny Panambunan dan Ir Yoppie Lengkong MSi. (Humas pemprov sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Rabu, 28 September 2016
Minut Bakal Jadi Pusat Pariwisata Sulut
Gubernur Beber Kiat Bangun Sulut Melalui Pariwisata
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang tampil sebagai Keynot Speak (Narasumber Utama) dalam Fokus Discussion Menuju Pariwisata Berkelanjutan Sulawesi Utara, yang digelar Bank Indonesia Cabang Sulut bersama salah satu Media Nasional di Sintesa Peninsula Manado, Rabu (28/09) siang kemarin. Membeberkan kiat-kiat khusus membangun Sulawesi Utara melalui sektor pariwisata.
Sejak dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Utara, saya melihat APBD kita sangat kecil, dalam menggerakan roda ekonomi daerah ini, ditambah lagi Sulut tidak masuk dalam 10 besar destinasi pariwisata nasional.
Dalam proses perjalan sesuah dilantik saya sering berdiskusi dengan teman-teman di Jakarta, baik dari dikalangan Menteri, pakar marketing Herman Kertajaya, Owner Lion Air Rusdi Kirana hingga Presiden Jokowi. Ridak hanya sampai di situ aaya juga bertemua presiden dan Perdana Menteri China, hasilnya mendapat kesimpulan untuk
mendorong majunya daerah Sulut harus melalui pariwisata. Alasannya, kalau kita dorong sektor pariwisata langsung terlihat perputaran ekonomi masyarakat, beda dengan membangun pabrik, bisa menunggu sampai tiga tahun lamanya baru terlihat hasilnya.
Karena itu Pemprov Sulut sungguh-sungguh mendoring aektor pariwisata ini, agar kedepan Sulut bisa memberi sumbangai nyata bagi perekonomian Indonesia, ujar Dondokambey.
Olly juga mengugkapkan alasan mengapa China menjadi pasar wisata Sulut, karena jarak tempuh dengan negara-negara seperti China, Jepang dan Korea lebih dekat, karena kita berasa di bibir pasifik, (sesuai data Angkara Pura dan Imigrasi).
Namun demikian Olly mengakui, datangnya ribuan turis Tiongkok ini sedikit mengalami kendala dalam pengurusan ijin Visa dan Imigrasi termasuk pelayanan restoran dan hotel.
Olly menyebutkan, guna mengatasi persoalan ijin Visa Bandara Internasional Sam Ratulangi kini telah menjadi Nandara nenas Visa, sementara untuk Imigrasi karena petugasnya masih sedikit, sehingga siang malam mereka berupaya melayaninya. Demikian pula dengan pelayanan restoran masih ada yang kotor, serta pelayan belum memberikan pelayanan yang baik. Sementara hotel semena-mena manaikan harga sehingga membuat turis mengeluh.
Gubernur juga menyebutkan, infrastruktur penunjang pariwisata kita masih sangat kurang. "Ibarat sarang laba-laba saya sudah jualan kemana-mana nanum infrastruktur wisata kita memang masih kurang, karena yang punya destinasi adalah Kota/Kabupaten, karena itu Pemprov terus bersinergi untuk membangun fasilitas peninjang pariwisata ini, termasuk meminta bantuan pemerintah pusat guna membantu pariwisata kita disini",katanya.
Sementara terkait dengan masalah Bunaken, terus kita bangun, agar para wisatawan yang datang bisa merasa puas dan mau kembali lagi, pungkasnya. (Humas pemprov sulut).
Tunjang Kabersihan Daerah, Wagub Ajak Pemko dan Pemkab Kelola Sampah Bersama.
Perkembangan penduduk perkotaan yang pesat saat ini telah mengakibatkan hasil timbunan sampah yang meningkat. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada penyediaam lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang terbatas. Melihat kondisi tersebut, mendorong pemerintah untuk membuat tempat pengelolaan akhir sampah agar sampah yang dihasilakn oleh penduduk dapat dikelola dengan baik sehingga lingkungan tetap bersih.
Selasa, 27 September 2016
Kejuaraan Catur Terbuka Dalam Rangka HUT ke 52 Provinsi Sulut
Gubernur : Ciptakan Atlet Berprestasi
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE berharap melalui turnamen catur ini dapat melahirkan pecatur-pecatur berbakat dan berprestasi sehingga ke depan pecatur Sulawesi Utara mampu berbicara di ajang nasional.
Demikian diungkapkan Gubernur yang diwakili Karo Humas Kantor Gubernur Jemmy Kumendong saat membuka kejuaraan catur terbuka 2016 dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulut ke-52 dengan memperebutkan piala bergilir Gubernur Sulut dan hadiah uang pembinaan di Hall B KONI Sario, Manado, Selasa (27/09) kemarin.
Turnamen yang akan berlangsung selama dua hari yakni 27 dan 28 September ini dilaksanakan oleh Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Sulut bekerjasama dengan Percasi Sulawesi Utara diikuti 64 atlet yang berasal dari Sulawesi Utara, Palu dan Tangerang, Banten.
Menurut Gubernur, dengan adanya turnamen seperti ini akan berdampak positif terhadap kemajuan olahraga di Sulut terutama cabang catur. Apalagi, para atlet catur Sulut yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat belum mampu meraih prestasi yang bagus.
Sementara itu Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Sulut Wolter Rumapar mengatakan, meminta agar para pecatur dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. ‘’Ini adalah turnamen pertama yang digelar SIWO PWI Sulut di masa kepengurusan periode 2016 hingga 2020. Kami berharap even ini akan terus digelar setiap tahun.,’’ ujarnya.
BERTUMBANGAN
Hari pertandingan turnamen catur Piala Gubernur sejumlah master nasional (MN) bertumbangan di babak pertama. Master Nasional (MN) Bram Bolegraf menyerah dari pecatur non master Dolfie Badaru. Kemudian MN Jefry Tjali tumbang di tangan pecatur Gats Makhanap dan Master Nasional (MN) Ronny Kasenda yang memberikan kemenangan kepada Rima Narande. Kekalahan juga dilami Master Percasi (MP) Iwan Dunggio yang takluk dari pecatur Dennis Manapode.
Namun pecatur unggulan utama asal Tangerang Banten, Master Internasional (MI) Reza berhasil mengalahkan Daud Hary Lang, Begitu juga MN Guntur Mokoginta menyingkirkan Ferro Lahu. (Humas oemprov Sulut).
Sehari Dua Aksi Demo Goyang Kantor Gubernur
Selasa (27/09) pukul 12.00 siang kemarin, di halaman dan lobi kantor Gubernur Sulut, dilakukan aksi demo oleh dua massa berbeda yakni para sopir Bus AKDP dan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Manado (GMNI). Dari pantauan dilangan, puluhan sopir bus AKDP mengeluhkan terkait pengoperasi taksi gelap dan terminal bayangan. Aspirasi mereka diterima Kadis Perhubungan Joy Oroh dan Kasat Pol PP Maksi Lukas. Sedangkan GMNI masih melakukan aksinya di lapangan kantor Gubernur, sambil menunggu pergantian demonstrasi, usai para sopir bus menyalurkan aspirasi. (Humas pemprov sulut).
Gubernur Umumkan 10 Komisaris dan Direksi Bank Sulutgo
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) akhirnya di umumkan oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey,SE selaku pemegang saham pengendali mengumumkan formasi 10 nama pengurus PT Bank Pembangunan Daerah Sulutgo periode 2016 s/d 2020, yang berlangsung Aula Hotel Sutanraja Minahasa Utara (Minut), Selasa (27/09) kemarin. Ke-10 nama tersebut adalah
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama, Sanny Parengkuan
Anggota Komisaris Max Kembuan Anggota Komisaris Peggi Mekel Anggota Komisaris Rustam Akili Anggota Komisaris Frederik Worang
Dewan Direksi :
Direktur Utama, Jeffry Dendeng Direktur, Welan Palilingan Direktur, Meiki Taliwuna Direktur, Maudy R Pepah Direktur, Machmud Turuis.
Diketahui Sanny Parengkuan sampai saat ini masih menjabat Sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov. Sulut, sementar Max Kembuan pernah menjabat Direktur Bank Mega Manado, Peggy Mekel merupakan mantan Ketua Jurusan Manajemen FEB Unsrat, Rustam Akili masih sebagai Ketua DPRD Prov. Gorontalo dan yang terakhir Frederik Worang merupakan Akademisi Unsrat (dosen tata kelola dan bisnis).
Untuk jajaran Direksi Jeffry Dendeng Sendiri merupakan seorang mantan CEO BNI Regional Palembang, Meiky Taliwuna bisnis maneger Panin Bank, sedangkan Revino Pepah masih menjabat di Divisi Perencanaan BSG dan terakhir Machmud Turuis dikenal sebagai pimpinan Divisi Umum BSG. Baik Pepah maupun Turuis merupakan Kader Internal BSG.
(Humas pemprov sulut).
Stand PKK Sulut Gelar Lomba Cuci Tangan Pakai Sabun
Stand Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, Selasa (27/09) kemarin, menggelar lomba cuci tangan pakai sabun antar kader-kader PKK Kabupaten/Kota dan siswa sekolah dasar (SD). Hal itu dikatakan Ketua. TP PKK Provinsi Sulut Ibu Ir Rita Maya Dondokambey, di sela-sela pelaksanaan lomba.
Kegiatan yang berlansung meriah yang diselingi dengan tari sumba cuci tangan dari Ibu-ibu kader PKK Kota Bitung. Menurut Isteri dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE ini,
Lomba cuci tangan pakai sabun yang dipersembahkan oleh Pokja 4 PKK Sulawesi Utara dengan 2 kategori yaitu kategori anak 6 s/d 12 tahun dan kategori kader PKK dimaksud untuk memberikan pengetahuan tentang cara cuci tangan yang benar untuk menghindari penyakit yang dapat ditularkan lewat tangan. Tiap hari Stand PKK Sulut menampilkan lomba-lomba dari Pokja 1s/d pokja 4. Pokja 1 Lomba Pidato bahaya narkoba, Pokja 2 Lomba mewarnai (PAUD) dan Lomba gerak dan lagu. Pokja 3 Lomba merangkai Holtikurtura sedangkan Pokja 4 sendiri mempersembahkan Lomba cuci tangan pakai sabun, juga ada lomba Idol Lansia, Idol Pengurus PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota, ujar Ibu Rita sembari menambahkan materi pameran yang di tampilkan dalam pameran kali ini merupakan makanan khas dan kue-kue kering serta Pangan lokal Sulut, produk kerajinan tangan, kain khas sulut hasil produksi dari kader-kader PKK dari Kabupaten/Kota, tandasnya. (Humas pemprov sulut).