Rabu, 17 Februari 2021

Gubernur Olly Ajak Semua Pihak Terus Bersinergi Bangun Sulut

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw mengikuti rapat paripurna yang dilaksanakan oleh DPRD Provinsi Sulut di Kantor DPRD Sulut, Rabu (17/2/2021).

Rapat paripurna ini diselenggarakan dalam rangka mendengarkan pidato Gubernur Sulut setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Senin pekan ini di Istana Negara Jakarta.

Dalam pidatonya, Gubernur Olly optimis mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab, menjawab amanah rakyat dengan optimal serta memberikan pembangunan yang signifikan di Bumi Nyiur Melambai dengan sinergitas dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat Sulut.

"Momentum ini adalah momentum sukacita tidak saja bagi saya dan Steven yang kembali dipercayakan masyarakat Sulut untuk melanjutkan kepemimpinan tiga tahun mendatang tapi juga oleh kita semua," kata Olly.

Untuk itu, Olly mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sulut untuk bersama-sama menjawab tantangan ini demi kesejahteraan bersama.

"Ini menjadi tantangan bagi kita semua dalam rangka menjalankan tugas-tugas pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan proyek-proyek nasional yang sedang dilaksanakan di Sulut maupun bantuan-bantuan dari pemerintah pusat bagi pembangunan Sulut, Olly mengingatkan semua pihak agar jangan sampai disalahgunakan.

"Kita harus waspada bukan sebagai euforia jangan sampai kita terlibat pada hal-hal yang mengakibatkan terjadi penyimpangan-penyimpangan yang melanggar sumpah janji jabatan kita," tandasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa selang tahun 2016 hingga tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19 berbagai capaian dan progres positif berhasil diwujudkan di Sulut yakni meningkatnya perekonomian masyarakat, kualitas pembangunan manusia serta aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Begitu juga halnya dengan meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk, meningkatnya infrastruktur dan pembangunan wilayah, potensi dan akses pariwisata yang berdaya saing dan semakin optimalnya kapasitas tata kelola pemerintahan.

Lebih jauh lagi, Olly menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan kepemimpinan hingga 2024 mendatang.

"Puji syukur lima tahun sudah kita menjalankan dengan baik sehingga masyarakat mempercayakan kami kembali," ungkapnya.

Selain itu, dalam pidatonya Olly juga memaparkan visi dan misi yang akan dijalankannya bersama dengan Steven Kandouw selama periode 2021-2024.

Visi "Menjadikan Sulut Maju dan Sejahtera Sebagai Pintu Gerbang Indonesia Ke Asia Pasifik".

Misi;
1. Peningkatan kualitas manusia Sulut
2. Penguatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan, pariwisata dan jasa.
3. Pembangunan infrastruktur dan perluasan konektivitas.
4. Pembangunan daerah yang berkelanjutan,
5. Pemerintahan yang baik dan bersih didukung oleh sinergitas daerah.

Dalam kesempatan tersebut juga Olly menyerahkan buku lima tahun kepemimpinan ODSK kepada Ketua DPRD Sulut Andi Silangen.

Nampak juga hadir dalam rapat paripurna tersebut jajaran Forkopimda Sulut, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos dan para pejabat di lingkungan Pemprov Sulut.

Selasa, 16 Februari 2021

Pimpin Lagi Sulut, Gubernur Olly Komit Terus Hadirkan Pemerintah di Tengah Masyarakat

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan jajaran Pemprov Sulut untuk selalu hadir di tengah masyarakat Sulut dalam periode kedua kepemimpinannya di Bumi Nyiur Melambai.

Diketahui, Gubernur Olly dan Wagub Kandouw telah dilantik Presiden Joko Widodo pada Senin kemarin di Istana Negara Jakarta sebagai pemimpin di provinsi Sulut untuk periode 2021-2024.

"Pak Presiden merestui dan sekaligus memberikan arahan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih tentu harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, apalagi terkait kondisi saat ini dalam menghadapi  pandemi Covid-19 ini untuk harus bekerja lebih banyak lagi dari biasanya agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah, dan ini akan di lakukan dalam semua lini baik nelayan, petani, ASN dan lainnya," kata Gubernur Olly di Ruang VIP Pemda Bandara Sam Ratulangi Manado, Selasa (16/2/2021).

Ia juga berjanji akan menuntaskan seluruh program pembangunan infrastruktur di Sulut

"Untuk program lanjutan intinya infrastruktur akan dituntaskan semua sehingga tahun ini semua dapat diresmikan," ujarnya.

Disamping itu, Olly juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Sulut untuk kembali memimpin Sulut.

"Terima kasih kepada Tuhan dan masyarakat Sulut yang sudah mempercayakan kami untuk memimpin daerah Sulut. Saya juga mengapresiasi masyarakat Sulut bisa melaksanakan dan menyelenggarakan Pilkada sehingga berjalan dengan sukses dan lancar," kuncinya.

 

Desainer Senior Boece Kaunang Telah Berpulang ke Sang Pencipta

 

Desainer senior Boece Dominico Kaunang meninggal dunia. Perancang busana level dunia asal Sulawesi Utara yang selama kiprahnya konsisten menggunakan nama asli orang Minahasa ini menghembuskan nafas terakhir pada usia 72 tahun akibat sakit gagal jantung di Rumah Sakit TNI AD Teling Manado, Senin (15/2/2021) malam.

Diketahui, karya Boece Kaunang telah mengharumkan nama Indonesia dan Sulawesi Utara di benua eropa khususnya di Kota London Inggris. Semasa hidupnya, almarhum membuka butik di Kota Brighton dengan nama Domenico Kaunang UK.

Almarhum pernah tinggal di Inggris selama 40 tahun lebih dan di masa tuanya memutuskan untuk kembali pulang kampung halaman tercinta di Manado hingga berpulang kepada Sang Pencipta.

Senin, 15 Februari 2021

Sah! Presiden Jokowi Lantik Olly-Steven Sebagai Gubernur dan Wagub Sulut 2021-2024

Presiden Joko Widodo resmi melantik Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan pimpinan provinsi hasil pilkada pada 2020 di Istana Negara Jakarta, Senin (15/2/2021).

Pasangan petahana ini memenangkan pilkada Sulut pada 2020 lalu dengan perolehan suara 821.503.

Sulut tercatat tidak memiliki tanggungan gugatan pilgub dalam pilkada 2020 lalu. Karenanya, pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulut dilantik paling pertama oleh Presiden Jokowi bersama gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara.

Total ada sembilan provinsi yang menggelar pilgub pada 2020 lalu. Selain Sulut dan Kaltara, provinsi lain yang menggelar pemilihan gubernur dan wagub adalah Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah.

Sebelum dilantik, Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw terlebih dahulu mengikuti kirab yang dipimpin langsung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Kirab itu juga diikuti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Kirab ini dilakukan dengan berjalan kaki dari Istana Merdeka menuju Istana Negara tempat berlangsungnya prosesi pelantikan. Gubernur dan Wagub Sulut itu berjalan kaki dengan membawa surat petikan dari Kepala Negara.

Pelantikan itu berdasarkan Keppres dengan Nomor Nomor 19/P Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut masa jabatan 2021-2024. Seusai pembacaan Keppres, Jokowi langsung mengambil sumpah jabatan kepada Olly dan Steven

"Demi Tuhan saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-sebaiknya dan seadil-adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," ujar Jokowi yang diikuti Olly dan Steven.

Pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti tes swab PCR sebelum hari H, memakai masker, menjaga jarak. Undangan yang hadir pun sangat terbatas.

Ketum TP PKK Ny Tri Tito Karnavian Lantik Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan Sebagai Ketua TP PKK Sulut, Ini Pesannya

 

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny Tri Tito Karnavian melantik Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan sebagai Ketua TP PKK Sulawesi Utara masa bakti 2021-2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Selain Ketua TP PKK Sulut, Ny Tri Tito Karnavian juga melantik Ny Rahmawati sebagai Ketua TP PKK Kalimantan Utara.

Dalam pelantikan nampak hadir Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw dan Wakil Ketua TP PKK Sulut Ny Kartika Devi Kandouw-Tanos.

Pada kesempatan itu, Ny Tri Tito Karnavian menyampaikan selamat kepada Ketua TP PKK Sulut dan Kaltara yang baru dilantik.

Kepada keduanya, ia mengingatkan bahwa saat ini TP PKK menghadapi tantangan berat dalam melaksanakan program di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, ia mengingatkan jajarannya agar tak kehilangan semangat karena banyak tugas yang harus tetap dilaksanakan.

“Tak hanya pandemi, masih banyak lagi masalah yang harus kita tuntaskan seperti penurunan angka stunting, kesehatan anak dan ibu hamil dan lainnya,” katanya.

Dengan ruang gerak yang terbatas di tengah pandemi, jajaran TP PKK diminta mencari pola agar 10 Program Pokok bisa tetap dilaksanakan.

Masih dalam sambutannya, Ny Tito Karnavian juga mendorong TP PKK melaksanakan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat serta menghindari kegiatan seremonial yang hanya di permukaan saja.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelantikan Gubernur Sulut dan Kaltara.

Ia menilai, TP PKK merupakan organisasi dengan struktur paling lengkap, dari pusat hingga lingkungan terkecil yaitu keluarga. Jika keberadaannya dimanfaatkan secara optimal, ia yakin wadah ini bisa bergerak efektif, masif dan ekstensif, sehingga menghasilkan ‘outcome’ yang luar biasa.

Selain fokus pada program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga mengacu pada 10 program pokoknya, jajaran TP PKK juga diharapkan berperan aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui sosialisasi gerakan penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kata-kata seorang ibu biasanya lebih didengar, ayo panaskan mesin dan tekan gas maksimal dalam penanganan pandemi,” ujarnya.

Sabtu, 13 Februari 2021

Hormati Kepergian SHS, Sulut Pasang Bendera Setengah Tiang Selama Sepekan

 

Demi menghormati kepergian Duta Besar RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau, Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang juga mantan Gubernur Sulawesi Utara 2005 - 2015, pemerintah dan masyarakat di Sulut diminta memasang bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung selama tujuh hari mulai Sabtu (13/2/2021) hingga selesainya pemakaman pada Jumat (19/2/2021).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor : 001.2/21.738/Sekr yang ditandatangani Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulut Edwin Silangen tertanggal 13 Februari 2021 dan ditujukan kepada bupati dan walikota se Sulut.

“Ini sebagai bentuk penghormatan serta tanda berkabung atas meninggalnya Duta Besar Indonesia untuk Filipina sekaligus Gubernur Sulawesi Utara periode 2005-2010 dan 2010-2015, Almarhum Bapak Sinyo Harry Sarundajang,” ujar Plh Gubernur Sulut dalam SE tersebut.

“Maka dimintakan kepada seluruh pemerintah di kabupaten kota untuk dapat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di depan instansi atau kantor maupun rumah tinggal di wilayah masing-masing,” lanjut Silangen.

Adapun SE ini tembusannya turut disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Diketahui, SHS dikabarkan meninggal dunia
dalam usia 76 Tahun 25 Hari di Rumah Sakit Siloam Jakarta pada Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 01.30 Wita.

Menurut informasi, jenazah SHS akan diterbangkan dari Jakarta ke Manado pada hari Senin (15/2/2021) untuk disemayamkan di rumah keluarga Sarundajang Laoh Tambuwun di Kelurahan Winangun, Kota Manado.

Berikut riwayat karir almarhum Sinyo Harry Sarundajang:
Pj Sekretaris Wilayah Daerah Minahasa Tahun 1978
Kepala Biro Penyelenggaraan Pemilu Sulut Tahun 1981
Sekretaris Daerah Minahasa Tahun 1983
Walikota Bitung Tahun 1986
Pjs Walikota Bitung pada 1990
Staf ahli Mendagri bidang strategis Tahun 2000
Irjen Depdagri 2001
Pjs Gubernur Maluku 2002
Pjs Gubernur Maluku Utara 2002
Gubernur Sulut 2005 - 2015 (2 periode)
Dubes RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau 2018 - 2021

Jumat, 12 Februari 2021

Edwin Silangen Jadi Suksesor Sementara Gubernur Sulut

 

Nama suksesor sementara Gubernur Sulawesi Utara resmi dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen.

Pasalnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menunjuk Edwin Silangen sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulut melalui radiogram nomor:121/672/SJ tertanggal 10 Februari 2021 ditujukan kepada tujuh Sekdaprov yang melaksanakan Pemilihan Gubernur di Indonesia dengan klasifikasi amat segera.

Tujuh provinsi dimaksud adalah Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Kaltara, Kepulauan Riau, Sulut dan Sumatera Barat.

Dalam radiogram tersebut, Mendagri menjelaskan, bahwa sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2016-2021 tanggal 12 Februari, maka Sekda melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah hingga pelantikan gubernur-wakil gubernur terpilih.

Semua ini berdasarkan ketentuan pasal 131 ayat 4 PP nomor 49 tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas PP nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ini untuk menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Sementara itu, bila tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo, pada Senin (15/2/2021) mendatang dijadwalkan akan melantik empat pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih dalam Pilkada Serentak, yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

Sumber Investor Daily menyebutkan bahwa upacara pelantikan yang menerapkan protokol kesehatan ketat akan digelar di Istana Negara, Jakarta, dihadiri empat pasang gubernur-wakil gubernur.

Keempat gubernur-wakil gubernur yang akan dilantik adalah pasangan Olly Dondokambey dan Steven O.E. Kandouw, pemenang Pilkada Sulawesi Utara, Zainal Arifin Paliwang - Yansen Tipa Padan (Kalimantan Utara), Ansar Ahmad - Marlin Agustina (Kepulauan Riau) dan Rusdy Mastura - Ma’mun Amir (Sulawesi Selatan).

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam Pasal 163 diatur bahwa gubernur dilantik oleh presiden di ibu kota negara. Jika presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh wakil presiden. Apabila, wakil presiden berhalangan, pelantikan dilakukan oleh menteri.