Demikian penegasan Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang Senin (2/6) saat melepas Kontingen Sulut yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke XIV yang akan di gelar di Malang Jawa Timur.
Penas ini penting di ikuti para petani yang ada di Sulut dalam rangka pencapaian swasembada beras dan swasembada daging. Tema PEnas tahun 2014 ini yakni memantapkan kepemimpinan dan kemandirian kontak tani nelayan dalam rangka pengembangan kemitraan dan jejaring usaha Tani guna mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Dalam sambutannya Gubenur mengharapkan melalui moment ini dapat digunakan para petani sebagai media komunikasi yang efektif untuk dapat saling bertukar informasi, adopsi teknologi dan pengalaman di lapangan dalam mengelola pertanian.
“Sulawesi Utara merupakan daerah agraris penghasil bahan pertanian terbaik, saya berharap melalui kegiatan ini bisa menambah wawasanbagi sesama petani dalam mengelola pertanian guna mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujar Sarundajang.
Dilanjutkanya, setelah kembali dari Penas para petani kiranya bisa mendapatkan ilmu baru untuk mengembangkan pertanian, karena petani Sulut harus kaya dan kreatif dalam mengelola pertanian. Gubernur mengharapkan para petani menghasilkan inovasi baru dalam bidang pertanian dan perikanan.
“Petani harus kaya, ada banyak cara untuk mencetak uang dari pertanian, untuk itu semua harus berjuang ulet bekerjasama dengan semua pihak untuk mendapatkan hasil terbaik,” ujar Sarundajang.
Gubernur mengingatkan kepada instasnti terkait yakni Sekretariat Badan Koordinasi penyuluh Sulut untuk terus memberikan pelatihan terbaik bagi para petani guna menunjang penghasilan yang biak juga demi kemajuan produk pertanian Sulut.(Kabag humas DR Jemmy Kumendong, Msi selaku Jubir Pemprov Sulut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar