Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Senin (10/6) kemarin, menerima kunjungan Rektor Griffith University Brisbane Australia Dr. Peter Davey yang turut didampingi Lucinda Chappell Direktur Regional Asia Tenggara. Tujuan kedatangannya mereka bedua di daerah ini, dalam rangka membangun kerjasama bidang pendidikan dengan Pemerintah Provinsi Sulut.
Wagub yang turut didampingi Kadis Diknas Sulut Drs. Star Wowor MSi serta para alumni dari Griffith University menyambut baik atas kunjungan Rektor Peter Davey dan Lucinda Chappell di daerah ini. "Prinsinya Pemprov Sulut sangat welcom atas kedatangan Mr. Davey dan Mrs. Lucinda ke Bumi Nyiur Melambai yang ingin melakukan kerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulut.
Nanti akan kami laporkan kepada Gubernur Sulut menyangkut penanda tanganan kerjasama pendidikan dengan Pemprov Sulut. Pasti Pak Gubernur akan merespons kerjasama ini, karena Pak Gubernur orangnya sangat konserna dengan hal seperti ini", ujar mantan Kadis Diknas Sulut.
Kansil menyebutkan, mereka telah menawarkan kursus-kursus berjangka pendek, menengah bahkan kursus jangka panjang, program Magister dan program Doktor, kepada para pegawai yang ingin melanjutkan studynya di negara mereka. Program yang ditawarkan ini sangat baik bagi daerah kita, karena selain pendidikan juga menyangkut lingkungan hidup, sosial, kesehatan masyarakat dan pengembangan berkelanjutan. Selain itu Wagub juga menawarkan agar Griffith University dapat membangun kerjasama dengan Unima dan Universitas Dela Sale manado, tambah jebolan DR Universitas Meredeka Malang. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemrpov).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Senin, 10 Juni 2013
Rapat EPPA: Rokum dan Ropemhum Masih Yang Terbaik
Rapat Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan
Anggaran (EPPA) untuk realisasi keuangan per 31 Mei 2013 yang dipimpin Wakil Gubernur
Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di rupat Wagub, senin (10/6) kemarin, setidaknya
ada 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menerima raport biru, sedangkan
10 SKPD dengan rapor hijau, 5 SKPD rapor
kuning serta 20 SKPD mendapat rapor merah.
Sementara Biro Hukum dan HAM
serta Biro Pemerintahan dan Humas dinilai masih tetap yang terbaik, karena
mampu mempertahankan posisinya di 10 besar sejak rapat EPPA triwulan pertama bergulir
hingga saat ini. Itu artinya Biro yang dipimpin Ch. Talumepa SH MH dan Dr.
Noudy RP Tendean sangat konsisten dengan apa yang menjadi harapan dari Wagub Djouhari Kansil.
Sedangkan predikat rapor merah
yang diraih oleh 20 SKPD dalam rapat EPPA kali ini antara lain Sekretariat DPRD
Sulut, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan dan
Perikanan, Badan Diklat, Kesbang Pol, Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas
Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Nasional serta Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Sulut.
Selain itu, masih ada 20 SKPD
yang mempunyai deviasi keuangan 10 s/d 35 persen yang dianggap melebihi standar yang ada,
artinya belum mencapai target yang
diharapkan pimpinan, antara lain Biro SDA, Sekwan, Bappeda, Kesbang, Diklat
Perpustakaan, Dinsos, Diknas, Dishub, Dispora, KPID dan RSUD Noongan.
Wagub mengatakan, SKPD yang mendapat
rapor merah dinilai malas melakukan pencairan dana padahal pelaksanaan tender
sudah selesai dilaksanakan. Uang muka proyek harus segera dibayar ke pihak
ketiga, jangan di tahan-tahan karena ini, sangat mempegaruhi realisasi keuangan
kita, ujarnya.
Karena itu Wagub memerintahkan,
Karo Pembangunan Farly Kotambunan, SE, harus turun kembali disetiap SKPD segera
berkoordinasi dengan Tim TEPPA SKPD, untuk memberikan penyuluhan terkait dengan
kotrak-kontrak yang sudah ditandatangani harus ada progres, apa sudah jalan
atau belum, supaya ada pengawasan dari Tim TEPPA Provinsi. Berikut
laporan-laporan sebelum tanggal 5 sudah masuk di Setda, agar bisa dirangkum
oleh Tim TEPPA Provinsi, sembari mengingatkan. Turut mendamping Wagub Asisten
Administrasi Umum Edwin Silangen, Kaban BPKBMD Preseno Hady, dan Karo
Pembangunan Farly Kotambunan. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).
Onibala: Semua PNS Wajib Ikut Apel Kerja!
Gubernur
Sulawesi Utara Dr. S. H. Sarundajang, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra
Drs. Mecky M. Onibala M.Si, kembali mengingatkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS)
khususnya yang ada di lingkungan Pemprov Sulut tentang disiplin PNS. Bahkan untuk menegaskan
disiplin PNS dimaksud, Sarundajang mengeluarkan surat edaran nomor
800/2036/sekr-Ro.Org tentang disiplin apel kerja di lingkungan Setda Sulut yang
ditandatangani Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa Rachmat Mokodongan. ‘’Disiplin
PNS merupakan kesanggupan PNS untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan
yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan
yang apabila tidak ditaati atau dilanggar akan dijatuhi hukuman disiplin,’’
tegas Onibala sembari menambahkan bahwa surat edaran tersebut berangkat dari
peraturan pemerintah RI nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan peraturan
Gubernur Sulut nomor 2 tahun 2011 tentang pemberian tambahan penghasilan bagi
PNS. ‘’Karena daftar hadir pada apel kerja pagi, siang, dan sore hari dijadikan
dasar pemberian tambahan penghasilan PNS,’’ tambahnya.
Yang
menarik, mantan Penjabat Bupati Minsel ini secara terang-terangan memberikan
kritik dan peringatan tegas kepada sejumlah Pejabat eselon yang jarang hadir
pada apel kerja. ‘’Semua PNS tanpa terkecuali wajib mengikuti apel kerja, apalagi
PNS tersebut memegang tanggungjawab sebagai pejabat eselon, mulai dari eselon
IV sampai II tanpa ada pengecualian, kecuali yang bersangkutan dalam kapasitas
tugas luar,’’ tandas Onibala .
Sekalipun
begitu, Onibala mengakui bahwa memang ukuran penilaian hasil kerja seorang PNS
tidak semata pada daftar hadir waktu mengikuti apel kerja. Juga tergantung dari
apa yang dikerjakan oleh PNS bersangkutan selama jam kerja berlangsung. Sama
saja tidak kerja jika PNS hanya datang kantor untuk ikut apel kerja sementara apa
yang menjadi tugas pokok dan fungsinya tidak mampu dikerjakan dengan maksimal. ‘’Saya
percaya semua aparatur sangat tahu persis apa yang menjadi tanggungjawabnya. Secara
garis besar, setiap PNS tanpa terkecuali wajib mengikuti kegiatan apel pagi,
siang, dan sore dengan menandatangani daftar hadir, serta melaksanakan apa yang
menjadi tupoksi dengan disertai inovasi dan kreatifitas tinggi,’’ ujarnya.
Khusus
surat edaran di lingkungan sekretariat daerah provinsi Sulut, secara teknis
telah diatur bahwa Kepala Biro bertanggung jawab terhadap daftar hadir pegawai di
lingkungan biro masing-masing dan setelah apel sore dilaksanakan 1 rangkap
daftar hadir diserahkan ke Biro Organisasi untuk direkap dan dilaporkan kepada
Sekretaris Provinsi Sulut. ‘’Dengan kata lain, pembayaran tunjangan kinerja
daerah (TKD) berdasarkan disiplin kehadiran dan kinerja PNS dinilai oleh Kepala
biro masing-masing dan hasil penilaian diusulkan melalui Biro Organisasi untuk
diproses lebih lanjut,’’ jelas Onibala sembari menambahkan bahwa khusus para
Asisten dan Staf Ahli Gubernur, mengikuti apel kerja di lingkungan
keasistenannya dan staf ahli di bidang masing-masing, sedangkan terkait
pembayaran TKD Asisten dan Staf Ahli Gubernur diusulkan oleh Biro Organisasi. ‘’Dengan
adanya aturan-aturan tentang disiplin kehadiran, kembali ditegaskan bahwa semua
PNS tanpa terkecuali, staf sampai pejabat eselon wajib mengikuti apel kerja,
wajib mengisi daftar hadir,’’ tegas mantan Kepala BKD Sulut ini dihadapan
sejumlah PNS pada apel kerja pagi khusus Keasistenan Pemerintahan dan Kesra,
Senin (10/6) Kemarin, dimana dalam apel tersebut dihadiri oleh sejumlah staf,
pejabat eselon IV, III, dan II di lingungan keasistenan I diantaranya Staf Ahli
bidang hukum dan politik John Palandung M.Si, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas
Dr. Noudy Tendean, dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Dr. T. Abeng. (Jubir
Pemprov Sulut, Drs. Jackson F. Ruaw, M.Si)Jumat, 07 Juni 2013
Wagub: FKUB Ikut Minimalisir Penyakit HIV/AIDS
Kehadiran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) diharapkan, akan
menjadi media yang efektif guna membantu
program pemerintah daerah dalam meminimalisir
meningkatnya penyakit HIV/AIDS di Provinsi Sulawesi Utara. Penegasan itu disampaikan
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd saat membuka Rapat Kerja Daerah
(Rakerda) FKUB Sulut 2013, di Hotel Aryaduta Manado, Jumat (7/6) kemarin.
“Pemerintah daerah mengharapkan, adanya kerjasama yang baik dari
para tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam forum ini untuk membantu mensosialisasikan
dampag negatif dari penyakit HIV/AIDS ini kepada manusia. Karena sampai saat ini belum ada obat yang
dapat menyembuhkan penyakit mematikan ini, Bahkan penyakit ini telah menyebar
ke seluruh kabupaten/kota se-sulut”, kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS
Provinsi Sulut.
Karena dari sisi
agama, kita berkewajiban bagaimana harus memberi buah-buah yang baik kepada
anak-anak kita, agar kelak nanti mereka itu akan menjadi generasi muda yang
memiliki masa depan yang cerah, ujar mantan Kadis Diknas Sulut ini.
Selain itu Wagub yang
juga selaku Ketua Dewan Penasehat FKUB Provinsi menyebutkan, peran FKUB sangatlah
besar dalam proses pembinaan kerukunan hidup antar umat beragama, karena dalam
wadah ini para tokoh agama saling berdialog, bertukar pikiran, ide dan saling
memberi masukan yang konstruktif dalam rangka membina hubungan yang harmonis
antar sesama umat beragama di sulawesi utara.
Kansil menambahkan, Implementasi persaudaraan ini, dibuktikan
dengan terbangunnya toleransi umat beragama, dengan cara menjaga keamanan dan
ketertiban selama umat beragama menjalankan ibadah pada acara-acara keagamaan,
serta dalam menopang berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah.
Rakor yang berlangsung selama dua hari itu, diikuti para
Kepala Kandepag Kab/ko, Pengurus FKUB Kab/ko serta Pengurus FKUB Provinsi.
Turut pula dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Sa’ban Mauludin MPDi
serta Ketua FKUB Pdt DR. Nico Gara.
(Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).
Wagub: Batas Wilayah Antar Daerah di Sulut Segera Dituntaskan
Tujuan Otonomi Daerah (Otda)
yang antara lain ditandai dengan lahirnya daerah-daerah baru hasil pemekaran dimaksudkan
untuk mendekatkan pelayanan pemerintah
kepada masyarakat, sehingga dari sisi pengawasan akan lebih terkontrol. Hal itu
dikatakan, Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouari Kansil MPd saat membuka Rakor
penegasan batas daerah secara pasti dilapangan antar Kabupaten/Kota, di Hotel
Arya Duta Manado, Selasa pekan lalu.
Kegiatan yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas itu menurut,
mantan Kadis Diknas sulut, substansi dari pelaksanaan otda, merupakan upaya
pemberdayaan masyarakat guna, menumbuhkembangkan prakarsa, kreativitas dan
peningkatan peran masyarakat disegala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
sehingga mampu lebih mempercepat terwujudnya pemerataan kesejahteraan rakyat,
ujarnya.
Namun demikian orang nomor dua di sulut ini menyebutkan, lahirnya
daerah-daerah pemekaran baru ternyata tidak lepas dari berbagai persoalan dan
permasalahan batas antar daerah, yang diakibatkan karena adanya kepentingan
sumber daya ekonomi didalamnya, sehigga memicu timbulnya konflik antar daerah.
Yang sebetulnya merupakan suatu keniscayaan negatif apabila terjadi, karena
sudah tentu akan menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan
daerah, jelasnya.
Sementara, menyangkut
penyelesaian batas wilayah antar daerah di sulut, jebolan S3 Universitas Merdeka
Malang ini menyatakan, akan segera dituntaskan, melalui suatu keputusan yang
berdasarkan asas musyawarah mufakat, dan ini telah disuport oleh Kemendagri,
pungkasnya.
Karo Pemerintahan dan Humas DR. Noudy RP Tendean melaporkan,
kegiatan yang diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi dan Kab/ko, BPN,
Biro Hukum, kabag Pemerintahan dan Camat, berlangsung dua hari itu tujuannya, untuk
lebih memantapkan enam segmen penyelesaian batas antar kab/ko di Provinsi Sulut
dan dalam rangka mempercepat penyelesaian penegasan batas daerah antar kab/ko.
Sedangkan pembicara selain Sekprov Sulut Ir. SR Mokodongan dan Direktur Wil.
Administrasi dan Perbatasan DR. Eko Subowo dan Asisten Pemerintahan dan Kesra
Drs. Mecky Onibala, juga Dirjejen PUM DR. Imade Suwandi sekalgius menutup kegiatan
tersebut pada esok harinya, tambah Tendean. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku
jubir pemprov).
Komisis XI DPR RI Kunjungi Pemprov Sulut
Dalam rangka melaksanakan funsi pengawasan,
Panja Indikator Kesejahteraan komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan
pembangunan dan perbankan melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi
Utara.
Kunker tersebut dilaksanakan Jumat (7/6)
bertempat di ruang Huyula Kantor Gubernur Sulut dan diterima langsung oleh
Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil, Mpd di damping sejumlah pejabat
lingkup Pemprov Sulut.
Dalam sambutannya Wagub menyatakan terima
kasih untuk perhatian dari institusi DPR RI terhadap dinamika perkembangan
ekonomi dan kesejahteraan di Sulut, sehingga melalui pertemuan bersama dapat
menghasilkan ide, masukan serta informasi dalam merealisasikan kebijakan dan program
pemerintah.
“Daerah Sulut memiliki potensi sumber daya
alam yang melimpah, di dukung dengan harmonisasi masyarakat menjadi garansi
positif sekaligus tantangan dalam memaksimalkan pembangunan daerah, untuk itu
Pemprov terus memacu sektor agro kompleks sesuai rencana strategis daerah,”
ujar Wagub.
Lanjut dijelaskannya, dalam menunjang
kesejahteraan di Sulut, Pemprov juga berusaha melakukan revitalisasi pertanian, perikanan serta pariwisata sebagai
prime mover pembangunan daerah, melalui upaya tersebut telah menghasilkan
pertumbuhan ekonomi sebesar 7,86 persen.
“Angka tersebut mengalami peningkatan
dibandingkan tahun 2011 yang tumbuh sebesar 7, 39 persen, penguatan ekonomi
Sulut masih berlanjut dimana dalam tahun ini juga pertumbuhan triwulan satu
tahun 2013 mencapai 7,57 persen,” ungkap Wagub.
Wagub juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi
Sulut dalam tiga tahun terakhir secara rata-rata bertumbuh 7,47 persen, jauh
melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 6,23
persen.
Ketua Tim yang dipimpin oleh Wakil ketua
Komisi XI DPR RI Ir. Hj. A.P.A Timo Pangerang memberikan apresiasi baik atas
kemajuan Provinsi Sulut yang bertahap mengalami perbaikan Sumber daya, ekonomi
dan pembangunan. “Kami juga sudah mendapatkan data dari pihak terkait mengenai
pertumbuhan Sulut, data ini akan menjadi masukan bagi kami untuk dibahas
bersama bagi kemajuan Sulut nanti,” ujarnya.
Timo memberikan apresiasi baik bagi Sulut
karena besar anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat setiap tahunnya
bertambah berkat bantuan dari dua putra kawanua yang duduk dalam Komisi XI DPR
RI yakni Edwin Kawilarang dan Olly
Dondokambey, yang selalu memprioritaskan kepentingan pembanunan daerah Sulut.
Turut hadir juga dalam kunjungan tersebut perwakilan BI Sulut, BPKP, BPS Sulut.
(Kabag Humas Drs Jackson F Ruaw, Msi)
Mokodongan : Semua Umat Wajib Menjaga Kerukunan
Gubernur
Sulawesi Utara Dr. S. H. Sarundajang melalui Sekretaris Provinsi Sulut Ir.
Siswa Rachmat Mokodongan kembali mengajak masyarakat Sulut untuk semakin
memantapkan komitmen dalam menjaga dan mempertahankan kehidupan yang rukun dan
damai antar umat beragama yang ada di tanah Nyiur Melambai ini. Ajakan tersebut
disampaikan Mokodongan di hadapan sejumlah umat Muslim pada peringatan Isra Mi’raj
Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriyah, di Masjid Raya Ahmad Yani Manado. ‘’Mari kita
semua saling mendukung lewat doa dan karya nyata terhadap upaya pemerintah
untuk mewujudkan masyarakat Sulut yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahterah,’’
tegas Mokodongan yang langsung diaminkan oleh seluruh Jemaah.
Menurut
Mokodongan, peringatan hari-hari besar keagamaan termasuk Isra Mi’raj
diharapkan dapat memberikan hikmah yang sebesarnya gune memperkuat kebersamaan
yang dilandasi semangat Ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah islamiyah maupun
ukhuwah wathoniyah (atas dasar kesamaan tanah air) dan ukhuwah basharaiyah
(atas dasar kebangsaan). ‘’Sekaligus guna meningkatkan kualitas iman dan taqwa
sebagai factor penting bagi peningkatan eksistensi dan peran kita dalam
kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,’’ terang
Mokodongan yang dalam kesepatan tersebut juga menyerahkan sejumlah bantuan di
Masjid Ahmad Yani.
Dalam
konteks hablum minallah (hubungan vertical kepada Allah SWT), lanjut mantan
penjabat Walikota Kotamobagu ini, Isra Mi’raj antara lain mengandung hikmah
sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Allah yang melebihi segala kekuasaan
makhluk lain, merupakan salah satu bentuk ujian keimanan yang diberikan kepada
umat manusia, dan melalui peristiwa Isra Mi’raj turunlah perintah atau
kewajiban menjalankan shalat lima waktu. ‘’Shalat merupakan identitas keimanan
dan ketaqwaan kepada Allah Subhana Wata’alah serta wujud pengabdian makhluk
kepada sang khaliq,’’ aku Mokodongan sembari menambahkan bahwa dalam konteks
hablum minannas (hubungan horizontal kepada sesame manusia), peringatan Isra Mi’raj
merupakan wahana silaturahmi untuk lebih meningkatkan kualitas ukhuwah dan
sinergi dalam kerangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran
khususnya antara ulama dan umaro (pemerintah), maupun stakeholders dan seluruh
elemen masyarakat dalam melakukan revitalisasi nilai-nilai keagamaan agar
menjadi sumber etika guna terwujudnya keberhasilan pembangunan seutuhnya,
secara material maupun spiritual. (Jubir Pemprov Sulut, Drs. Jackson F. Ruaw,
M.Si)
Langganan:
Postingan (Atom)

