Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil MPd melakukan pemantauan lokasi pelaksanaan pameran pembangunan dan promosi daerah Selasa (17/9) siang.
Dalam melaksanakan pemantauan Wagub didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE,MS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs S Parengkuaan.
Saat melakukan pemantauan, Wagub memeriksa sejumlah stand pameran dari kabupaten kota maupun SKPD Pemprov Sulut. terlihat sejumlah pekerja sedang memasang berbagai atribut untuk stand pameran masing-masing.
Diketahui, pembukaan pameran pembangunan dan promosi daerah ini sebelumnya direncanakan akan dibuka tanggal 17 September, namun mengalami penundaan hingga tanggal 21 Septemnber nanti.(Kabag humas Judhistira Siwu, SE,Msi selaku Jubir Pemprov)
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Selasa, 17 September 2013
Aparat Kominda Tidak Boleh Lengah
Tugas kominda kedepan semakin berat, terlebih dalam menyikapi
dinamika menyambut tahun politik, tahun penuh tantangan, sekaligus harapan dan
peluang. Hal itu ditegaskan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang saat
membuka seminar nasional dengan tema solidaritas kenbangsaan masyarakat
pluralistik dengan kearifan lokal dalam memperkokoh NKRI, di Hotel Sintesa
Peninsula Manado, Selasa (17/9) kemarin.
Kegiatan yang turut
dihadiri Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) RI Jenderal (Purn)
Hendropriyono, dan Kepala BIN Sulut Brigjen TNI (Mar) Widad Prasojo, kapolda Brigjen (Pol) Robby kaligis, Danrem 131 Satiago Brigjen TNI Musa Bangun, Dan Lanudsri Kol. (Pnb) Ferdinand Roring, menurut
Sarundajang memberi perlindungan terhadap masyarakat, menjaga persatuan dan
kesatuan, menjaga kerukunan antar umat dan menjaga keutuhan NKRI, sudah
merupakan kewajiban bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk
mengantisipasi ancaman terhadap integritas nasional dan tegaknya kedaulatan
NKRI dengan melakukan deteksi dini terhadap ancaman terjadinya konflik,
termasuk tugas menyukseskan Tahun Politik 2014 mendatang.
Karena itu aparat Kominda jangan sampai lengah dalam
menyikapi semua itu. Tugas Kominda bagaimana mampu merencanakan, mencari,
mengumpulkan mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan informasi dan bahan
keterangan dari berbagai sumber mengenai potensi, gejala atau peristiwa yang
menjadi ancaman stabilitas nasional di daerah, disamping itu bertugas
memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi kepala daerah mengenai
kebijakan yang terkait dengan deteksi dini peringatan dini dan pencegahan
dini terhadap ancaman stabilitas di
daerah bahkan negara, ujarnya. (Kabag humas Judhistira Siwu sebagai jubir pemprov). Kansil Buka Lomba PBB HUT Provinsi
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, di halaman
belakang kantor Gubernur , Selasa (17/9) kemarin, membuka lomba peraturan baris berbaris (PBB) dalam
rangka ikut memerihakan Peringatan HUT
ke-49 Provinsi Sulut Tahun 2013.
Kegiatan yang diikuti para pegawai dilingkungan Pemprov Sulut
dan Kabupaten/Kota se-Sulut itu, menurut Kansil, memiliki nilai-nilai positif yang patut diaplikasikan dalam tugas
pelayanan birokrasi, diantaranya adalah nilai disiplin, loyalitas, kepedulian
serta nilai kerjasama atau Team Work dalam satu perintah atau komando. Saya
juga percaya lewat kegiatan ini para birokrat Pemprov akan mampu menjabarkannya dalam tugas pelayanan
kepada masyarakat secara bertanggung jawab, ujarnya.
Kepala BKD Sulut Ir. Sandra Moniaga MSi, menyebutkan, kegiatan
yang akan memperebutkan Trophi bergilir dari Gubernur Sulut itu, bertujuan
untuk meningkatkan persatuan, kesatuan serta kebersamaan antar sesama aparatur
pemerintah, meningkatkan disipli n dan mental dalam upaya pengembangan kualitas
SDM aparatur serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan PNS terhadap
peraturan baris berbaris. Ikut Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin
Silangen SE MS selaku Ketua Panitia Pelaksana HUT ke- 49 Provinsi Sulut, serta
p[ara pejabat teras lainnya. (kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir
pemprov).
Senin, 16 September 2013
Pemprov Tuntaskan Penyelesaian 7 Batas Kabupaten/Kota
Pemerintah Provinsi Sulut terus
berupaya menuntaskan penyelesaian batas daerah antar Kabupaten/Kota. Hal itu di sampaikan Karo
Pemerintahan dan Humas Dr. Noudy RP Tendean SIP MSi melalui Kabag Pemerintahan
Drs. Lucky Taju MSi di Kantor Gubernur, Senin (16/9) kemarin.
Ketujuh batas Kabupaten kota
tersebut, meliputi Kabupaten Bolmong dengan Kabupaten Minsel, Kabupaten Bolsel
dengan Kabupaten Bolmut, Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa, Kota Manado
dengan Kabupaten Minut, Kabupaten Minahasa dengan Kabupaten Minut serta
Kabupaten Bolmong dengan Kabupaten Boltim. Ketujuh batas antar daerah tersebut
sudah tidak menjadi masalah, karena sementara dalam proses Permendagri, dipastikan
tahun ini juga Permdagri itu sudah turun, jelas Lucky Tajuh yang didampingi Kasub
Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
Boslar Sanger SE.
Taju menambahkan, dalam Raker Penegasan Batas yang digelar oleh Dirjen PUM Kemendagri RI baru lalu di Jakarta, salah
satunya membahas penyelesaian batas daerah
antar Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Minsel serta Kabupaten Bolsel dengan
Kabupaten Bolmut, dan itu telah diterima Kemendagri. Bahkan Dirjen PUM sendiri memberikan atensi khusus kepada Pemprov Sulut atas keseriusannya dalam menuntaskan masalah batas antar daerah ini. Sementara untuk batas Manado dengan Minahasa, Manado dengan Minut
serta Minut dan Minahasa, sudah lebih dulu masuk di Kemendagri, jadi enam
segmen dari ketujuh Kabupaten/kota
tersebut sudah tidak ada masalah lagi karena telah disetujui. Sedangkan Kabupaten
Kota lainnya sementara dalam proses ferifikasi lapangan dari Tim Penegasan
Batas Pusat, Provinsi dan Kab/Ko yang bersangkutan, tambah Boslar Sanger. (Kabag
humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
Pemprov dan KPPU Terus Bangun Kerjasama
Pemprov Sulut, akan terus
membangun kerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hal itu disampaikan
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, saat menerima Wakil Ketua KPPU Pusat
Ibu Saida Sakwan yang didampingi dua anggota Komisioner Dr. Muhammad Sarkawi
Nur, dan Kamser Lumbanraja, di ruang kerja Wagub, Senin (16/9) kemarin.
Pertemuan yang lebih bersifat
silahturahmi itu, menurut Kansil, kehadiran KPPU di Provinsi Sulut sangat
membantu pemerintah daerah dalam mengawasi praktek monopoli dan persaingan
usaha tidak sehat yang dilakukan para pelaku usaha di daerah ini. “Karena itu
pemprov sulut akan terus membangun kerjasama yang baik dengan KPPU guna
mewujudkan penciptaan iklim usaha yang
lebih kondusif yang menjamin adanya kepastian berusaha”, katanya, sembari
menyebutkan, berbagai terobosan yang telah dilakukan pemprov sulut untuk menjadikan
Kota Bitung sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), sulut telah menjadi daerah tujuan
MICE, gerakan sentuh tanah, air dan sentuh budaya. Khusus untuk KEK tinggal
menungguh keputusan pemerintah pusat karena sementara dalam pembahasan.
Kansil juga menambahkan, Sulut
bukan tidak ada kasus terkait dengan masalah monopoli, tapi karena adanya
koordinasi yang baik antara KPPU Sulut dengan kalangan pelaku usaha didaerah
ini sehingga kasus-kasus yang terjadi bisa diselesaikan secara damai, tanpa
harus ada tuntutan hukum.
Kami sangat mendukung
Bitung dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus, sebab akan memberi dampag positif
bagi perekonomian di Kawasan Timur
Indonesia terlebih khusus daerah sulut, ujar Ibu saida yang juga mantan Anggota
Komisi VI DPR-RI. “saya tau persis perjuangan pemprov sulut ini memang
sudah lama, sejak saya masih DPR-RI pernah
datang di bitung, waktu lalu kami usulkan pelabuhan bitung sebagai pusat pengiriman
ikan tuna”, katanya. Selain itu KPPU juga menyanrankan Pemprov Sulut terus
mengembangkan pangan lokal seperti minyak kepala dalam yang pernah menjadi
primadona di Indonesia sebelum datangnya minyak kelapa sawit, termasuk masakan
manado serta buah tomat, tambah Kamser Lumbanraja yang pernah menjadi pengurus
Kadin Pusat. Turut hadir asisten Ekonomi Pembangunan Drs. Sanny Parengkuan MAP (kabag
humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov). Pembukaan Pameran Pembangunan di Undur Waktu Pelaksanaan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan
Kesra Edwin Silangen SE MS selaku Ketua Panitia HUT Ke-49 Provinsi Sulut
menegaskan, pelaksanaan pembukaan pameran pembangunan dan promosi daerah tahun
2013 di lokasi pameran kaiwatu manado, diundur pelaksanaannya yang sebelumnya
direncanakan pembukaan pada tanggal tanggal 17 September 2013 diundur
pelaksanaannya pada tanggal 21 September 2013. “Jadi Pembukaan pameran dipastikan
akan berlangsung dari 21 s/d 28 September 2013, nanti akan kami susul dengan
surat pemberitahuan kepada seluruh peserta pameran”, kata Silangen, di
selah-selah pelaksanaan apel pagi pegawai di jajaran Keasistenan Satu, Senin
(16/9) kemarin.
Untuk pelaksanaan siarah ke makam
para mantan Gubernur dan Wagub Sulut dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2013
yaitu Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd akan menjadi Irub di makam mantan Wagub
Drs. Achmad Nadjamuddin di pekuburan
Islam Tuminting. Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang akan menjadi Irup di
makam mantan Gubernur CJ Rantung di TMP Kairagi dan makam mantan Gubernur HV
Worang di Tontalete Minut. Esok harinya Tanggal 21 September 2013, Wagub akan
memimpin siarah di makam Pahlwan Nasional DR. Sam Ratulangi di Tondano
sedangkan Pak Gubernur bersiah di makam mantan Gubernur Drs AJ Sondakh di
Kononang Minahasa.
Silangen menambahkan pertandingan
olah raga yang meliputi Futsal, lomba Kasti, Bola Volly Mix, Tenis Meja Tenis
lapangan pertandingannya sudah dimulai sejak kemarin hari. Sedangkan upacara
puncak pada ulut. Usai upacara dilaksanakan Paripuran Istimewa di DRPRD Sulut.
(Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
Minggu, 15 September 2013
Kansil Lepas Calon jemaah Haji Sulut
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Sabtu (14/9) malam
di Asrama Haji Tuminting melepas 563 orang calon Jemaah Haji asal Provinsi Sulut
yang akan menunaikan Ibadah Haji di tanah
suci Mekah.
Kansil mengatakan, Ibadah Haji merupakan rukun Islam kelima
bagi setiap umat untuk dijalankan. Sebab dengan menunaikan Ibadah haji, umat
islam melatih diri dengan mempergunakan seluruh kemampuan dan kekhusyukan untuk
mendekatkan diri kepada Allah, melalui pemurnian rohani, menunjukan ketaatan,
serta merendahkan diri kepada Allah Subhana Wata’Allah.
Disisi lain, dengan Ibadah haji ini dapat menumbuhkan rasa damai dan persaudaraan
di antara sesama umat muslim, karena pada saat seorang calon haji mengenakan
pakaian Ihram, sejak itulah Ia menanggalkan pakaian duniawi. Ketika itulah
semua manusia sama dan derajat, semua tunduk dan menghambakan diri kepada Allah
Subhana Wata’Allah, tandas kansil.
Kansil juga berpesan, selama menunaikan Ibadah haji
diharapkan dapat menciptakan rasa kebersamaan, saling tolong menolong, saling
menghormati dan saling mengharggai untukmembingkai watak dan iman umat muslim
sebagai insan yang beriman, insan yang rendah hati serta insan yang mengharggai
perbedaan sekaligus menjadi pelopor pemersatu bangsa. Karena dalam pelaksanaan
Ibadah Haji nanti akan bertemu umat muslim dari seluruh penjuru dunia dengan
adat istiadat, kebiasaan, gaya hidup dan
budaya berbeda. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekuatan untuk mempererat tali
silahturahmi sebagai sesama kaum muslim, tambah putra terbaik nusa utara. Ikut
hadir kakanwil kemenang Sulut Drs. H Sa’ban Mauludin MPDi, Anggota Deprov Idrus Mokodompit serta pejabat terkait
pemprov sulut. (kabag humas Judihstira Siwu selaku jubir pemprov).
Langganan:
Postingan (Atom)