Rabu, 19 Februari 2014

Sampaikan ‘Keynote Speech’ pada Seminar Nasional XXV AIPI, Sarundajang: Pemilu 2014 Adalah Momentum Perubahan!

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan arti penting bagi keberlangsungan demokrasi di negara berdaulat dimanapun, termasuk di Republik Indonesia. Pemilu juga adalah sebuah proses politik dalam membentuk suatu tatanan pemerintahan yang dilandasi demokrasi, untuk itu, tahun 2014 ini bagi Bangsa Indonesia disebut juga sebagai ‘Tahun Politik’. Begitu pentingnya Pemilu 2014 bagi kehidupan demokrasi di negara ini, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi terhadap suksesnya ajang tersebut. Asosiasi dimana bergabungnya para pemikir-pemikir dan pelaku-pelaku politik di Indonesia ini pun memiliki tradisi ilmiah dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif terhadap berbagai permasalahan menyangkut perpolitikan bahkan di bidang pengelolaan administrasi pemerintahan. Mendasari hal-hal tersebut, AIPI pun menggelar sebuah kegiatan yang dikemas dalam bentuk Seminar Nasional dengan tema: “Indonesia dan Tantangan Pasca Pemilu 2014” yang dilaksanakan pada Kamis (19/2) bertempat di auditorium gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto Jakarta.
Tampil sebagai pembicara utama (keynote speeker), Ketua Umum AIPI DR. Sinyo Harry Sarundajang yang juga adalah Gubernur Sulawesi Utara. Dalam sambutan yang disampaikan Sarundajang, ada beberapa hal penting yang perlu digaris bawahi yang perlu kemudian menurutnya perlu mendapat pemahaman yang benar tentang pelaksanaan pemilu itu sendiri. Menurutnya, Pemilu 2014 pada prinsipnya harus terlaksana secara Aman, Tertib, Lancar dan Adil. Asas-asas tersebut harus menjadi pegangan dari seluruh komponen yang terlibat dalam pesta demokrasi tersebut sehingga hasil dari pemilu tersebut juga dapat berkualitas. Pokok pikiran lain yang ditekankan SHS adalah bahwa Pemilu adalah bukan sebagai arena ‘Cirkulasi Kekuasaan’, melainkan sebuah proses penting yang harus dilakukan dalam rangka menciptakan suatu sistem yang baik dalam tatanan kehidupan demokrasi di Indonesia. “Pemilu 2014 adalah momentum untuk perubahan! Perubahan yang dimaksudkan yaitu perubahan kearah yang lebih baik yang berlandaskan asas-asas demokrasi sehingga pada akhirnya mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera”, kata Sarundajang. Hal tersebut memang menurutnya bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, dan oleh karena itu maka AIPI sebagai organisasi yang berkompeten untuk memberikan sumbangsih berupa pemikiran-pemikiran dapat membantu mewujudkan hal tersebut. Dikatakannya pula bahwa masyarakat saat ini sudah semakin kritis terhadap hal demokrasi, namun juga diungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pemilu tersbut justru menjadi hal yang paling krusial. “Kita juga memiliki sebuah kewajiban moral untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang benar bagi masyarakat tentang pemilu ini sehingga peranserta masyarakat dalam proses demokrasi dapat maksimal. Sebisa mungkin masyarakat agar jangan ‘golput’” tandas Sarundajang.
Peserta yang hadir dalam seminar tersebut adalah dari kalangan akademisi, peneliti, pejabat-pejabat pemerintahan baik pusat maupun daerah yang tergabung dalam AIPI masing-masing daerah serta mahasiswa dan kalangan pers. Tampil sebagai pembicara dalam acara tersebut selain Sarundajang yakni DR. J. Kristiadi (akademisi/pengamat politik) yang mengangkat topik: Tantangan Domestik, DR. Adriana Elisabeth (peneliti LIPI) yang mengangkat topic: Tantangan Lingkungan Strategis ASEAN dan Asia Pasifik, Prof. DR. Syamsudin Harris (akademisi/Sekjen AIPI) yang mengangkat topic: Sistem Politik dan Pemerintahan, dan DR. Hendra Saparini (Intelektual/pengamat politik) yang mengangkat topic: Kedaulatan ekonomi di Tengah Arus Globalisasi. Dalam sesi kedua membahas tentang kepemimpinan Politik yang baru dan menampilkan pembicara-pembicara: DR. Nico Harjanto, Nurul Ariffin, MSi, Dr. Bima Arya. Hadir pula tokoh pelopor otonomi daerah yang juga adalah mantan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara dan Menteri Negara Otonomi Daerah Prof. DR. Ryaas Rasyid. Rasyid yang juga adalah juga mantan ketua Umum AIPI memberikan beberapa pemikiran penting terhadap pemilu 2014. “Permasalahan-permasalahan yang timbul setelah pelaksanaan pemilu itu judtru yang harus kita antisipasi bersama supaya tidak terjadi. Hal itu sesungguhnya yang menjadi kekhawatiran banyak pihak, oleh karena itu pelaksanaan seminar ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran penting dalam upaya menekan agar hal tersebut tidak terjadi”, tandas Rasyid.
(Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE,MSi)





UMKM Bakal Dapat keringanan Pengembalian Kredit

Sebanyak 2064 UMKM yang tersebar di 9 Kecamatan di Kota Manado serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terkena musiba banjir bandang dan tanah longsor Januari 2014 lalu, bakal mendapat keringan pengembalian kredit dari perbankan. Hal itu terungkap saat pertemuan Komisi XI DPR-RI yang beranggotakan 5 personil dipimpin Ketua Tim Olly Dondokambey dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan Perbankan di daerah ini. Pertemuan yang belangsung di Salah satu hotel berbintang di manado, Selasa (18/2), dihadiri pula Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Ketua DPRD Ibu Meiva Salindeho Lintang STh serta Anggota Deprov Teddy Kumaat.
Wagub mengatakan, Pemprov Sulut sebelumnya telah memohon ke BI dan pihak Perbankan untuk meringankan  pengembalian kredit bagi UMKM dan KUR yang terkena musiba banjir dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, sekaligus memberikan kredit untuk membantu mengambalikan usaha masyarakat yang ditimpa bencana tersebut, sembari menyebutkan sebab dengan adanya keringanan ini akan memberi harapan kembali bagi  masyarakat yang memiliki usaha sehingga bisa bangkit kembali dalam usahanya untuk meopang hidup mereka dan perekonomian daerah, ujar Kansil.
Kesempatan itu, Kansil juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak perbankan yang telah membantu korban bencana baik tenaga maupun dalam bentuk natura.
Olly Dondokambey, mendukung upaya Pemprov  untuk meringankan pengembalian kredit bagi debitur di lokasi  banjir yang telah mengalami kesulitan pembayaran pokok atau bunga dengan memperhatikan cash flow atau prospek usaha debitur, tegas dari salah satu politisi andal Partai PDIP asal Sulut. Karena itu Ketua PDIP Sulut ini, berharap OJK dan Perbankan  secepatnya mendata para debitur  yang usahanya hancur sama sekali  untuk dimasukan dalam daftar restrukturisasi, sembari meminta pihak Perbankan lewat dana CSR yang ada sebesar Rp.2,5 M kiranya dapat membantu rumah-rumah Ibadah yang rusak di Sulut. Olly  juga tak lupa mengingatkan agar mewaspadai para dep kolektor jangan sampai mereka bisa menyusahkan para korban banjir. 

Sementara Kadis Koperasi dan UMKM Drs. Maurits Berhandus SH MSi menyebutkan, diperkirakan total kerugian dari 2064 UMKM di manado berjumlah Rp. 42.297 M. Sementara koperasi yang ikut  terkena banjir di manado 19 koperasi dan 1 koperasi di minahasa dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 945 Juta, tambah Berhandus. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).





Senin, 17 Februari 2014

Wagub: SKPD Siapkan Dokumen Tepat Untuk BPK

Wakil Gubernur Sulut mengingatkan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta staf untuk menyiapkan dokumen pemeriksaan yang tepat untuk tim pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hal tersebut disampaikan Wagub saat memimpin Apel Korpri Senin (17/2) bertempet di lapangan kantor Gubernur Sulut.
“Beberapa minggu kedepan, BPK akan melaksanakan pemeriksaan, saya ingatkan kepada semua SKPD untuk memberikan dokumen administrasi yang tepat, akurat dan lengkap bagi tim pemeriksa,” tegas Wagub.
Dilanjutkannya, saat tim BPK melaksanakan pemeriksaan agar semua SKPD melayani secara sopan, jujur dan ramah sesuai citra sebagai warga Korpri. Karena, Pemprov Sulut bertekad untuk mempeprtahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Pemprov tetap bertekad mempertahankan WTP, saya berharap semua mendukung karena prestasi ini merupakan kebanggaan kita atas kinerja yang kita laksanakan” ujar Kansil.

Selain itu, Wagub juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Korpri yang telah turut bersama bahu membahu dalam membantu korban bencana alam dengan melaksanakan kerja bakti beberapa waktu lalu.
“Saya memberikan apresiasi kepada Warga Korpri yang aktif dalam masa recovery pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa daerah ini, ini merupakan perwujudan tekad, kepedulian dan kesetiakawanan serta semangat pengabdian bagi masyarakat dan negara,” ujar Kansil.

Turut hadir juga dalam apel tersebut Sekretaris Provinsi Ir S R Mokodongan beserta pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut.(Kabag humas Judhistira Siwu, selaku Jubir Pemprov)

Wagub Hadiri Tulude Bersama Warga Pandu

Kepedulian Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil dalam mempertahankan adat istiadat daerah patut diberi apresiasi. Ini dibuktikan dengan hadirnya Kansil di acara Tulude yang diseleunggarakan oleh jemaat GMIM Efrata Pandu Minggu (16/2).
Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan apresiasi kepada warga yang mempertahankan tradisi warga Nusa Utara ini. “Tulude merupakan momentum bagi kita untuk melestarikan kekayaan budaya lokal, karena Tulude mewrupakan warisan Budaya yang menunjukan integritas dan identitas daerah nyiur melambai,” ujar Kansil dalam sambutannya.
Kansil mengharapkan bagi warga Pandu Tulude merupakan media untuk mengucap syukur akan kebaikan Tuhan,walaupun Sulut beberapa waktu lalu ditimpa musibah, namun warga tetap berserah kepada Tuhan.
Kansil juga bangga karena warga masih mempertahankan budaya dengan melaksanakan lomba masamper, sebagai satu bentuk upaya warga dalam mengumpulkan dana bagi korban bencana alam. Lomba masamper yang diloaksanakan tidak berorientasi pada kemenangan, namun menjadikan hidup penuh berkat bagi sesama umat Tuhan.

Selain itu juga, tak lupa Kansil mengingatkan kepada warga untuk memberikan warna dan kontribusi positif dalam menghadapi tahun politik, dimana bangsa akan menghadapi pemilu leglislatif dan Presiden. “Saya berharap didaerah ini saat pemilu nanti, bisa tercipta rasa aman dan tertib serta kebersamaan tanpa memandang perbedaan antar sesama,” ujar Kansil.(kabag humas Judhistira Siwu, selaku Jubir Pemprov Sulut)


Sabtu, 15 Februari 2014

Kansil Pimpin Kerja Bhakti di Tuna

Ketua Pria Kaum Bapa (PKB) Jemaat Pniel Tuna Wilayah Mawakom Pnt. Dr. Djouhari Kansil MPd, Sabtu (15/2) memimpin kegiatan kerja bahkti PKB untuk membersihkan salah satu rumah anggota PKB Jemaat Pniel Tuna, yang terkena banjir bandang Januari lalu.
Dengan menggunakan selang air, Wagub Sulut langsung menyemprot lantai rumah yang terkena lumpur sementara anggota PKB lainnya dengan sapu lidi dan ijuk serta kain pel ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya itu, usai memberisihkan lantai dari lumpur, Wagub turut pula  membersihkan barang pecah belah lainnya seperti gelas, piring, wajan dan loyang yang penuh debu lumpur.

Kansil mengatakan, akibat dari banjir ini tidak sedikit rumah anggota PKB  yang terkena musiba, dan ini sangat menggangu aktivitas mereka sehari-hari karena rumah mereka penuh lumpur. Karena itu satu-demi satu akan kami bersihkan, sehingga rumah mereka kembali akan menjadi bersih, janjinya. (Kabag humas Judistira Siwu selaku jubir pemprov).         



                 

Diterima Gubernur Bupati Poso Serahkan Bantuan

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Sulut, pertengahan Januari 2014 lalu, menimbulkan keprihatinan dari banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Poso. Dimpin langsung Bupati Poso Drs. Piet Inkiriwang MM bersama sejumlah pejabat dan Pengurus KNPI Poso bertemu Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di kediaman Gubernuran Bumi Beringin Manado, Sabtu (15/2) untuk menyerahkan bantuan bahan naturan bagi korban bencana di daerah ini.
Inkiriwang mengatakan, hati kami tergelitik ketika melihat bencana yang terjadi di Provinsi Sulut, khususnya Kota Manado yang dianggap sangat dahsyat, yang diibaratkan seperti bencana sunami yang melanda ibu kota Provinsi Sulut. Dan sebagai sesama  warga kawanua, kami terpanggil untuk membantu saudara-saudara kami yang menjadi korban dari bencana ini. sembari menyebutkan kiranya jangan dilihat dari jumlah yang kami berikan, tapi ini merupakan bentuk peduli kasih warga Poso terhadap bencana sulut. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan korban bencana.
Gubernur Sarundajang, menyampaikan terima kasih atas kepedulian terhadap sesama, yang diberikan Bupati Inkiriwang. Bantuan ini menurut salah satu Capres Partai Demokrat sebagai bentuk solidaritas hubungan tali kasih khusus warga Poso dengan warga Sulut. Karena itu Sarundajang mengajak, kiranya Bupati bisa meninjau langsung korban bencana yang masih berada di posko-posko pengungsiang sekaligus dapat menyerahkan langsung bantuan kepada warga.

Adapun bantuan yang diberikan pemerintah Poso berupa, pakaian layak pakai 88 karung, beras 78 sak, mie instan 170 dos, ikan sardin 3 dos, bantal kepala 18 buah, kasur 100 buah, dandang nasi 100 buah, wajan 18 pcs, centong nasi 102 pcs, tempat nasi 50 pcs, seragam SD 150 pasang, matras 10 lembar dan barang campuran 2 dos. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MM, Asisten III Bidang Administrasi Umum Nixon Watung SH.Kadis PU Ir. Eddy Kenap MSi, Kadis Kesehatan dr. Grace L Punuh M.Kes, dan Kepala BPBD Sulut Ir. Noldy Liow. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).


Jumat, 14 Februari 2014

Wagub: Kapolda Baru Wujudkan Keamanan Bagi Warga

Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil Mengingatkan kepada Kapolda Sulut yang baru untuk tetap mewujudkan keamanan bagi masyarakat Sulut. 
Hal tersebut disampaikan Kansil saat menghadiri serah terima jabatan Kapolda Sulut dari Brigjen pol Robby Kaligis kepada Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga, Jumat (14/2) bertempat di SPN Karombasan. 
"Pemerintah Sulut dan masyarakat menyambut baik kedatangan Kapolda yang baru, tentunya dengan harapan Kapolda baru dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan guna lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sulut," ujar Kansil.
Palmer diharapkan mampu memberantas aksi premanisme, miras yang menyebabkan tawuran dan menggangu keamanan masyarakat. Polda Sulut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan jelang pemilu maupun pelaksanaan pemilu legislatif hingga pilpres mendatang. Palmer juga diharapkan mampu berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah.
Kepada Mantan Kapolda Kansil menyampaikan apresiasinya atas kinerja selama memimpin Polda Sulut. "Saya ucapkan selamat kepada pak Kaligis yang mendapat promosi menjadi kepala Brimob Polri, ini suatu kebanggaan bagi warga kawanua karena putra daerahnya dipercayakan menduduki tempat strategis di jajaran Kepolisian RI," ucap Kansil.(Kabag Humas Judhistira Siwu selaku Jubir Pemprov Sulut)