Rabu, 12 Juni 2019

Sekdaprov Silangen Ajak PD All Out Sukseskan OSN SMA 2019

Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen meminta seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemprov Sulut ikut menyukseskan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2019 yang akan digelar di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon mulai tanggal 30 Juni hingga 6 Juli 2019.

"Kegiatan ini harus sukses, bukan saja dari segi pelaksanaan tetapi juga harus diikuti dengan kesuksesan prestasi siswa peserta Sulawesi Utara yang juga akan mengikuti kegiatan tersebut. Semua panitia dan Perangkat Daerah yang terlibat untuk "all out" menyukseskan kegiatan ini," kata Sekdaprov Silangen saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan OSN SMA 2019 di Kantor Dinas Pendidikan Sulut, Rabu (12/6/2019) siang.

Lanjut Silangen, ivent OSN juga merupakan ajang menampilkan pentas seni budaya yang ada di Sulut kepada seluruh tamu yang datang dari seluruh Indonesia. Adapun jumlah peserta yang datang ke Sulut sebanyak 1100 siswa ditambah 400 orang lainnya yang terdiri dari pendamping, juri dan panitia pusat.

"Kita akan sambut dengan sebaik mungkin seluruh tamu yang hadir di sini dengan budaya nusantara sehingga kualitas dari pelaksanaannya lebih baik dari sebelumnya," ungkap Silangen.

Diketahui, OSN SMA 2019 akan memperlombakan 9 mata pelajaran yaitu kimia, geografi, informatika, biologi, ekonomi, kebumian, fisika, matematika, astronomi. Kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy di Grand Kawanua Convention Center pada tanggal 1 Juli 2019.

Adapun sekolah yang menjadi lokasi OSN, yaitu SMA Eben Haezar Manado, SMA N 1 Manado, SMA N 9 Manado, SMA Rex Mundi Manado, SMA St. Nikolaus Tomohon, SMA MIS Kolongan, SMK N 1 Manado dan SMK N 2 Manado.

Rapat persiapan pelaksanaan OSN 2019 turut dihadiri Kadisdikda Sulut Grace Punuh dan para pejabat dari instansi terkait lainnya. (Humas Pemprov Sulut)


Selasa, 11 Juni 2019

Menteri Agama Bersama Wagub Ajak Masyarakat Terus Rawat Keberagaman Dan Hidup Harmonis

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman  Hakim Saifuddin mengajak kepada seluruh umat Kristiani dan masyarakat di Sulut untuk terus merawat keberagaman dan kehidupan harmonis antar sesama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


Hal tersebut disampaikan Menteri Agama saat membuka acara Perayaan hari Pentakosta Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), yang dilaksanakan di Pantecostal Center, Manado (11/6/2019).


"Syukur saya bisa hadir dalam kegiatan ini, secara langsung ingin manyampaikan terima kasih sebesarnya kepada PGPI yang telah meningkatkan kualitas agama dan iman umat Kristen di Indonesia," ucap Menag Saifuddin saat mengawali sambutan.


Dilanjutkannya, PGPI terus  membantu pemerintah dalam mengaktulisasikan nilai agama, meningkatkan harkat dan martabat manusia. Menag mengajak umat Kristiani untuk terus bersyukur  dalam momentum merayakan hari Pentakosta nasional dimana gerakan Pentakosta merupakan misi baik berkembang menaungi 83 sinode gereja demi menjaga keutuhan NKRI.


"Nilai  Keagaman, kemanusiaan dan kebangsaan yang dibangun oleh anggota PGPI sesuai untuk merespon suasana global. Penting merawat keberagaman, mari terus jaga bersama, PGPI berada di garda terdepan untuk menjaga NKRI, saling membimbing menuju jalan kedamaian," ujar Menteri.  


Menteri berterima kasih Pimpinan PGPI memberi diri dengan sungguh untuk meneduhkan setiap situasi kehidupan dalam masyarakat yang begitu beragam.


"Semua Umat harus saling mencintai bukan membenci, teruslah tebarkan kasih yang menjunjung tinggi harkat dan martabat. Gunakan media sosial dengan bijak, menggunakan akhlak," ujar Menteri


Dilanjutkannya, Kementerian Agama terus mensosialisikan moderasi beragama, karena dipahami agama hakekatnya moderat atau tidak ekstrim. Karena Tuhan menurunkan agama untuk manusia, harus pahami agama dengan benar jangan terjerumus pada pemahaman yang berlebihan. 


"Waspadai esktrimitas, Pahami dan amalkan nilai agama, jaga dengan baik dalam jalur moderat, tidak ke kiri dan ke kanan, 

Sehebat apapun ilmu kita dibidang apapun , tapi tidak dibekali pemahaman agama yang moderat serta terlalu ekstrim akan menjadi kontraduktif dalam kehidupan masyarakat."ujarnya 

Semua organisasi agama harus mempunyai pemahaman sama, hindari pemahaman ekstrim. 

Menteri mengajak terus bumikan nilai agama dengan pendekatan hati penuh rasa.

Penuhi kehidupan dan media sosial dengan hal positif, gunakan akal sehat. Miliki empati, toleransi, mau dan mampu saling menghormati perbedaan. Jadilah teladan untuk saling menopang bagi sesama. 

Menutup sambutan Menteri Agama menyampaikan selamat merayakan hari Pentakosta, mari terus berjuang dan berdoa agar kedamaian selalu ada di Indonesia, senantiasa dijaga dari perpecahan dan tetap merawat persatuan dan kesatuan. 


Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mewakili Gubernur Olly Dondokambey,  menyampaikan kepada Menteri Agama bahwa  Sulut  selalu Kondusif, Harmoni, Roh Kudus Selalu Hadir menjaga Sulawesi Utara.


Gubernur Selalu berusaha menciptakan kehidupan harmonis antar umat, Gubernur memberikan perhatian khusus dengan memberi asuransi bagi tokoh-tokoh religi di Sulut dengan memberikan asuransi kecelakaan dan kematian. Wagub juga menyampaikan terima kasih atas sumbangan pikiran dari PGPI yang sangat bermanfaat bagi Sulut untuk menciptakan kehidupan yang damai.


Hadir dalam acara terasebut ketua umum PGPI, Pendeta Jacob Nahuway, Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI, ketua sinode GPDI Pendeta Ivonne Awuy, para anggota PGPI se Indonesia.(humas provinsi sulut)

Senin, 10 Juni 2019

Wagub Kandouw : ASN Bolos Usai Libur Lebaran Disanksi Potong TKD

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw memimpin apel kerja ASN dan THL di lingkup Pemprov Sulut pasca libur bersama Idul Fitri 1440 Hijriah di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Senin (10/6/2019) pagi.


Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa pemotongan tunjangan kinerja bagi ASN yang tidak mengikuti apel kerja sesuai arahan dari Gubernur Olly Dondokambey.


"ASN dan THL yang mangkir pada apel kerja pagi ini, siap-siap dikenakan pemotongan TKD dan gaji sesuai aturan yang ada. Ini juga pesan dari Pak Gubernur," kata Kandouw.


Disamping itu, Kandouw mengimbau seluruh Perangkat Daerah segera menyelesaikan temuan dari BPK.


"Dari catatan dan hasil temuan dari BPK ada sekitar 16 Perangkat Daerah belum maksimal pengelolaan keuangan dan administrasinya. Untuk itu pesan dari Pak Gubernur agar segera menyelesaikan hasil temuan dari BPK tersebut selama 60 hari kerja," tandas Kandouw.


Lebih jauh, Kandouw mengajak seluruh ASN untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan Sulut. Menurutnya, bukan hanya guru yang bertanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan di Sulut.


"Saat ini, anak-anak kelas satu dan dua sudah akan menghadapi ulangan. Peran ASN sebagai orang tua siswa ataupun sebagai kakek dan nenek sangat penting dalam melakukan pembinaan. Karena bukan hanya peran guru dalam meningkatkan pendidikan, semua ASN juga memiliki tugas yang sama," ungkap Kandouw.


Apel kerja perdana turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, PD Pemprov Sulut Harus Lakukan Inovasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, mendorong setiap perangkat daerah untuk terus melakukan berbagai upaya inovasi dalam hal pelayanan publik.


Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Glady Kawatu,SH,Msi. 


Melalui program inovasi pelayanan publik tersebut akan dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat atas pelayanan Pemprov Sulut.


Menurut dia, inovasi pelayanan publik merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan percepatan kualitas pelayanan publik. Untuk itu setiap Perangkat Daerah di Pemprov Sulut harus melakukan inovasi agar pelayanan bagi masyarakat lebih maksimal.


"Percepatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan karena kebutuhan masyarakat semakin meningkat, dunia semakin berkembang, untuk itu dibutuhkan langkah yang cepat. Inovasi pelayanan publik juga merupakan napas mendapatkan kepercayaan publik," ujarnya.


Inovasi yang akan dilaksanakan tidak hanya tentang teknologi, namun bagaimana perangkat daerah bisa mengubah mekanisme, prosedur yang akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan.


Untuk mendorong hal tersebut Pemprov Sulut akan melakukan kompetisi inovasi pelayanan publik. 


Secara teknis, peserta kompetisi terdiri dari Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Inovasi dari peserta yang diikutsertakan dalam kompetisi diajukan dalam bentuk proposal dan dokumentasi inovasi. Inovasi yang diikutsertakan dalam kompetisi wajib memenuhi salah satu dari kriteria diantaranya memiliki kebaruan, memperkenalkan gagasan yang unik, pendekatan yang baru dalam penyelesaian masalah, atau kebijakan dan desain pelaksanaan yang unik atau modifikasi dari inovasi pelayanan publik yang telah ada untuk penyelenggaraan pelayanan publik. 


Sedangkan kategori kompetisi terdiri dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik responsif gender, perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan.


Mekanisme pengajuan proposal inovasi dimulai dari UPT membuat dan mengajukan proposal dan dokumentasi inovasi kepada admin lokal melalui sinovik. kemudian admin lokal mengajukan proposal dan dokumentasi inovasi yang diajukan oleh UPP tersebut kepada admin kementerian. Apabila Admin Lokal menilai proposal dan dokumentasi inovasi tersebut belum layak, maka Admin Lokal berhak untuk mengembalikan proposal tersebut kepada UPT untuk dilakukan perbaikan dengan memberikan arahan dan penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki, sebelum diajukan kepada Admin Kementerian. 


Adapun penghargaan bagi Top Inovasi yakni menerima penghargaan berupa sertifikat dan kesempatan ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang diberikan oleh pemerintah dan mendapat tambahan dana insentif berupa penambahan pagu anggaran. 


Jadwal kompetisi diselenggarakan setiap tahun mulai dari bulan Februari sampai dengan Juli. Rincian jadwal kompetisi akan ditetapkan lebih lanjut oleh penyelenggara kompetisi.(humas provinsi sulut)

Jalur Dagang Bitung-Davao-Vietnam Kembali Beroperasi, Catat Tanggalnya

Kabar gembira menghampiri perekonomian Sulawesi Utara. Pasalnya, jalur dagang Bitung-Davao-Vietnam akan kembali beroperasi pada tanggal 17 Juni 2019.

Sesuai rencana, kapal dagang yang mengangkut buah-buahan berangkat dari Davao, Filipina tanggal 15 Juni 2019 dan tiba di Pelabuhan Bitung tanggal 17 Juni. Setelah itu, kapal tersebut kembali ke Davao dengan membawa kopra dan jagung dari Sulut.

"Rencananya tanggal 17 Juni jalur dagang Bitung-Davao-Vietnam sudah bisa jalan lagi. Mari kita doakan agar bisa berjalan baik," tulis Olly lewat akun Facebooknya, Senin (10/6/2019) pagi.

Diharapkan jalur konektivitas antar negara tersebut bakal mendorong pengusaha Sulut lainnya untuk mengekspor komoditi lainnya ke Filipina. (Humas Pemprov Sulut)

Catat, ODSK Jamin Sulut United Tak Diongkosi APBD

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw menjamin tidak adanya pengucuran dana APBD untuk membiayai klub sepakbola Sulut United dalam mengarungi kompetisi Liga 2 yang bakal bergulir mulai 22 Juni 2019.

Hal itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 22 Tahun 2011 tentang larangan penggunaan dana APBD bagi klub profesional.

Kendati demikian, simbiosis mutualisme alias kedua kubu tetap diuntungkan. Pasalnya, lewat peran pemerintah daerah maka Sulut United bisa dengan mudah memakai Stadion Klabat Manado yang berdampak kepada pemasukan klub dengan kehadiran penonton yang membayar tiket. Sebaliknya pemda pun mendapatkan PAD lewat pembagian hasil pemasukan dengan klub.

Selain itu, bagi Pemprov Sulut sendiri juga menjadi suatu keuntungan karena mereka bisa melakukan promosi daerah lewat kehadiran Sulut United.

Apalagi kompetisi liga 2 sekarang selalu ditayangkan langsung oleh tv swasta di semua pertandingan. Ini membuat mereka secara tidak langsung melakukan promosi atas Sulut United sekaligus membuat Provinsi Sulawesi Utara semakin dikenal masyarakat Indonesia dan seluruh klub Liga 2 lainnya yang menjalani partai tandang di Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 07 Juni 2019

Calon Home Base Sulut United, Sekdaprov Silangen Tinjau Renovasi Stadion Klabat

Selangkah lagi, harapan masyarakat Bumi Nyiur Melambai yang terkenal "gila bola" untuk menyaksikan langsung penampilan klub sepakbola Liga 2 Sulut United bertanding di kandang sendiri bakal menjadi kenyataan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah komando Gubernur Olly Dondokambey mendukung penuh eksistensi Sulut United di Liga 2. Pemprov Sulut terus menggenjot pembenahan fasilitas Stadion Klabat Manado yang bakal menjadi home base klub sepakbola Liga 2 Sulut United.

Sekdaprov Edwin Silangen meninjau langsung renovasi Stadion Klabat, Jumat, (7/6/2019) sore.

Pembenahan stadion kebanggaan masyarakat Sulut ini dikerjakan serius agar memenuhi syarat yang ditetapkan PSSI. Pasalnya, PSSI saat ini sedang melakukan verifikasi kelayakan Stadion Klabat sebagai kandang tim sepakbola yang berembrio dari Bogor FC yang hijrah ke Sulut dan berganti nama menjadi Sulut United ini. Adapun batas akhir verifikasi home base hingga 17 Juni 2019.

Sejumlah fasilitas stadion yang diverifikasi diantaranya, pembenahan rumput, fasilitas ruang ganti pemain, bench pemain, tempat duduk penonton, dan poin lainnya.

Pada kompetisi Liga 2, Sulut United akan bersaing dengan 23 klub lainnya agar berhasil lolos ke Liga I.

Terakhir kali Sulut memiliki klub profesional adalah pada saat era Liga Primer Indonesia (LPI), yakni Manado United.

Diketahui, selain Stadion Klabat, PSSI juga sedang memverifikasi Stadion Maesa di Kabupaten Minahasa sebagai calon home base lainnya dari Sulut United hingga batas akhir waktu verifikasi 17 Juni 2019. (Humas Pemprov Sulut)