Selasa, 09 Juli 2013

Mutasi Eselon II Sudah Sesuai Mekanisme



Pemberhentian dan pengangkatan Pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (8/7) Kemarin, sebagaimana surat keputusan (SK) Gubernur Sulut nomor 821.2/BKD/SK/112/2013,  telah sesuai dengan prosedur dan mekanisme. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gubernur Sulut Dr. S. H. Sarundajang melalui Juru bicaranya Judhistira Siwu M.Si, kepada sejumlah wartawan pada Selasa (9/7) Kemarin. Penegasan ini menurut Siwu, sekaligus menjawab pertanyaan beberapa pihak terkait penempatan Drs. John H. Palandung sebagai pelaksana tugas (PLT) Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut. ‘’Penempatan pelaksana tugas dalam jabatan sekretaris DPRD Sulut sama sekali tidak ada yang salah, semua sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,’’ tegas Siwu.
Menurut mantan Kabag Protokol Sulut ini,  prosedur pengangkatan PNS dalam jabatan struktural yang dilakukan Pemprov Sulut sudah mengacu pada PP Nomor 100 Tahun 2000 junto PP Nomor 13 Tahun 2002 serta Permendagri nomor 5 tahun 2005. Pada pasal 5 dan 6 PP Nomor 100 Tahun 2000 dijelaskan bahwa persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural adalah pendidikan yang meliputi pendidikan dasar, pendidikan umum dan perguruan tinggi, Pendidikan dan pelatihan dalam jabatan (diklatpim), masa kerja, pangkat dan golongan, jabatan yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang pegawai, dan DP3 meliputi kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama dan praktek kepemimpinan serta Daftar Urut Kepangkatan (DUK).
Dikatakannya, kalaupun saat ini ada beberapa pengeluhan perihal penempatan Sekwan Sulut dikarenakan alasan yang menduga sudah tidak mengakomodir suara dari Pimpinan Dewan, maka itu sangat keliru. ‘’Prinsipnya bapak Gubernur sangat menghormati kepentingan yang ada di DPRD. 3 nama yang diusulkan untuk ditempatkan secara definitif sebagai Sekwan saat ini sedang berproses. Dikarenakan kebutuhan organisasi yang sudah mendesak, Sekwan definitif sebelumnya saat ini sudah menempati jabatan eselon II yang lain. Sambil menunggu proses definitif dari 3 nama yang diusulkan, ditempatkanlah pak Palandung sebagai pelaksana tugas agar tidak terjadi kekosongan bahkan kevakuman pekerjaan,’’ jelas Siwu.  
Jadi, lanjutnya, kalaupun ada anggapan yang menilai bahwa Pemprov Sulut khususnya bapak Gubernur terkesan tidak mengakomodir suara DPRD terkait penempatan Sekwan, adalah sangat keliru. Karena sebagaimana yang selalu disampaikan oleh Sarundajang, pada dasarnya, pengangkatan PNS dalam jabatan struktural antara lain dimaksudkan untuk membina karier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. ‘’Pengangkatan selalu dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan,’’ tegasnya sembari menambahkan bahwa tidak ada muatan kepentingan apalagi muatan like or dislike. Semua dilakukan secara profesionalisme. (Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, M.Si)

Senin, 08 Juli 2013

Sarundajang : Sekretaris Daerah adalah Motor dan Filter

Gubernur Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang melakukan pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jefry Korengkeng, SH, MSi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahlis Gallang, SIP di ruang Mapalus Kantor Gubernur (8/7) Manado sesuai SK Gubernur Sulut No. 821.2/131.0/SK/112/2013 tanggal 5 Juli 2013.
Sarundajang mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan kepentingan organisasi selaku abdi negara dan abdi masyarakat agar pelayanan  pemerintahan dapat berjalan dengan baik, transpalan dan akuntabilitas serta  harus terus diiplementasikan agar pelayanan  kepada masyarakat lebih cepat dan tepat sasaran.
“Sekretaris daerah adalah motor penggerak organisasi dan Filter dalam pelaksanaan tugas pemerintahan  untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam kerangka peningkatan kinerja, pembangunan dan pelayanan publik. Dan sebagai sekretaris daerah  berkewajiban untuk membangun konstelasi struktur pemerintahan yang dinamis dan kondusif serta kembangkan budaya kerja yang maksimal bagi jajaran birokrat di masing-masing daerah agar reformasi birokrasi demi terciptanya tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa.” Kata Sarundajang.
Pada kesempatan itu Sarundajang mengharapkan pada kedua sekretaris yang baru untuk mampu menggairahkan semangat kerja serta memberi leverage (daya ungkit) untuk menghasilkan perubahan dan pembaharuan agar dapat meraih opini WTP yang diberikan oleh BPK.  Dan kepercayaan yang diembankan dalam tanggungjawab jabatan ini dapat dijawab melalui kinerja dan etos kerja yang optimal sehingga roda pemerintahan di daerah akan terus maju secara berkesinambungan. Dan teruslah bangun hubungan yang harmoni dalam organisasi pemerintahan pada semua tingkatan dan semua pemangku kepentingan serta lakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal secara berjenjang untuk menghasilkan kekuatan birokrasi.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil, MPd, Bupati Minahasa, Wakil Bupati Minahasa, Wakil Bupati Bolmong Selatan, Sekretaris Provinsi Sulut, Pejabat eselon II Pemprov. Sulut, Pejabat Kab. Minahasa dan Kab. Bolmong Selatan, Pejabat eselon III dan IV pemprov. Sulut.



Foto-foto pelantikan pejabat struktural eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara





Wakil Gubernur Lantik 78 Pejabat eselon III dan IV

Sebanyak 47 pejabat eselon III dan 31 Pejabat eselon IV di lingkungan Pemerintah provinsi Sulawesi Utara di lantik dan diambil sumpah oleh Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil, MPd di ruang mapalus kantor gubernur (8/7) manado sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur No. 821.2/131.0/SK/113/2013 tanggal 5 Juli 2013.
 Wakil Gubernur yang didampingi Sekretaris Provinsi Sulut Ir. S. R. Mokodongan mengatakan bahwa  pelantikan ini dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan dan pembinaan karier PNS serta merupakan upaya penyegaran dan peningkatan kinerja pemerintah sebagai pemicu dan komitmen sekaligus semangat berkarya dan mengabdi bagi kepentingan masyarakat, daerah dan bangsa tercinta.
Kepada pegawai yang baru dilantik Kansil mengajak untuk agar karakter Pagawai Negeri Sipil senantiasa dituntut untuk mampu memberikan inovasi-inovasi yang dapat memberikan lompatan-lompatan pembangunan dan kreasi-kreasi yang solutif yang menjawab kebutuhan organisasi dan kebutuhan rakyak haruslah menjadi warna dan ciri khas dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab di lingkungan kerja masing-masing.
Kansil berharap agar pelayanan publik dalam struktur pemerintahan yang terbingkai oleh barometer transparansi dan akuntabilitas harus terus diiplementasikan dengan baik serta jangan menganggap remeh administrasi, jangan menganggap enteng koordinasi dan jangan menganggap remeh pola kerja inovatif serta hadirkan pelayanan yang cepat, tepat, adil dan tidak berbelit-belit.

Hadir pada kesempatan itu Kepala SKPD se Provinsi Sulut, pejabat III dan IV.




Minggu, 07 Juli 2013

Manusia Tidak Boleh Hidup Dalam Kekuatiran

Manusia sering mengorbankan kesehatannya karena hanya demi uang, begitu sebaliknya manusia mengorbankan uang demi untuk kesehatan. Mengapa demikian, karena manusia takut akan masa depan, karena hal kekuatiran selalu mencerminkan sikap hidup dari orang percaya. Hal itu terungkapkan dalam Khotbah  yang disampaikan Pnt. Dr Djouhari Kansil MPd, saat memimpin Ibadah pengucapan syukur Jemaat GMIBM Kanaan Pindol Lily Kec, Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (7/7) kemarin.
Khotbah yang terambil dari Kitab Efesus 1: 3-14 Ketua PKB Jemaat Pniel Tuna ini mengajak, sebagai orang percaya harus mengoreksi sikap hidup sehari-hari, teladanilah sikap hidup orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Sebab didalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapannya. Karena itu apa yang harus kita kuatirkan dalam hidup ini, karena Yesus telah memilih kita sebagai milik kepunyaanya. Didalam Yesus kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih-karunianya.
Karena itu di Ketua PKB Wilayah Mawakom mengajak jemaat, untuk menjadikan hari pengucapan syukur ini, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan didalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik yang disorga maupun yang dibumi. Artinya jangan menjadikan pengucapan syukur ini sebagai ajang pesta pora apalagi sampai mabuk-mabukan. Kita harus menyadari bahwa hidup ini hanya merupakan pemberian cuma-cuma dari Allah Bapa di sorga, sehingga kita harus menjaga kekudusan hidup ini dengan tidak dicemarkan oleh berbagai penyakit masyarakat, tambah, penasehat PKB Sinode GMIM.
Hal yang sama juga disampaikan Wagub Sulut ini, saat memberikan sambutan di Jemaat Bethesda Pindol Lily dan Jemaat GMIBM Kapernaum Inobontio I, saat meresmikan gedung serbaguna jemaat tersebut. Turut hadir Ibu Mieke Kansil Tatengkeng, Ketua Sinode GMIBM Pdt. Ch N Raintama-P STh, Asisten Administrasi Umum Edwin Silangen serta pejabat eselon II lainnya. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).    





   


    

Sabtu, 06 Juli 2013

KUNJUNGI TB SILALAHI CENTER, TETUA ADAT SAMOSIR : SHS TOKOH PERDAMAIAN, SAUDARA KAMI



Gubernur Sulut Dr. SH. Sarundajang, sabtu pagi (5/7) mendapat kehormatan diundang khusus oleh Letjen (Purn) Dr. Tiupan Bernhard Silalahi (TB Silalahi) untuk mengunj ungi TB Silalahi Center di Desa Silalahi Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumut.  Dalam acara tersebut, SHS yang hadir bersama Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi disambut meriah dengan upacara adat dan mendapat penghormatan secara tradisi batak melalui pengalungan kain Ulos. Kehadiran Dr S.H. Sarundajang (SHS)  mendapat respons meriah, sebagai bukti bahwa SHS ternyata tak hanya dikenal di Indonesia Timur saja, tapi di wilayah Sumatera Utara nama SHS juga cukup dikenal masyarakat dan sejumlah tokoh daerah. Sejumlah tokoh adat batak lainnya juga menyalami dan memberi sambutan hangat kepada SHS. "Selamat datang di tanah Batak Pak Sarundajang. Bapak adalah tokoh perdamaian dan saudara kami," ujar tetua adat yang menyambut SHS. SHS berada di Balige, sebagai tamu kehormatan penasehat Presiden RI, T.B. Silalahi untuk mengunjungi TB Silalahi Center dan mengikuti kegiatan terkait aktivitas Yayasan Soposurung. Tokoh nasional TB Silalahi menyambut SHS dengan hangat bersama sejumlah pejabat teras daerah antara lain wakil bupati Toba Samosir, Drs Liberty Pasaribu."Selamat datang dan terimalah sambutan adat batak kami," kata TB Silalahi. Menariknya, SHS memperoleh kehormatan dari T.B Silalahi yang juga pendiri Yayasan Soposurung untuk menjadi Inspektur Upacara pada pelantikan Siswa Baru SMAN 2 Balige. Usai bertindak sebagai Irup, SHS berkesempatan menyampaikan pidato dan menyampaikan ungkapan terima kasih atas penghargaan oleh TB Silalahi selaku tokoh nasional dari Batak mengundang SHS dalam pertemuan itu. "Saya bangga bisa menjalin hubungan erat dengan saudara-saudaraku dari Batak. Berada di tempat ini atas undangan pak TB Silalahi adalah suatu penghargaan dan kehormatan," ujar SHS. SHS menyatakan akan membangun hubungan yang lebih erat antara Sulawesi Utara dan Sumatera Utara yang juga dikenal memiliki berbagai persamaan karakter. "Mari kita jalin hubungan yang erat dalam berbagai aspek," tukas SHS yang disambut tepuk tangan hangat. Selain menghadiri acara tersebut, SHS juga mengunjungi TB Silalahi Center. Terinspirasi oleh kunjungan ke TB Silalahi Center, semakin mendorong keinginan SHS untuk rencana membangun Museum Minahasa sebagai wahana untuk mengembangankan semangat dan motivasi para generasi muda dalam memelihara nilai-nilai luhur keminahasaan warisan nenek moyang, sebagaimana ditunjukkan pejuang dan tokoh minahasa di mana pun mereka berada. Kedatangan SHS ke Balige turut didampingi beberapa pejabat Pemprov di Sulut, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Sulut, Drs Mecky M. Onibala, MSi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Ir. Royke Roring, Kadis Kesehatan dr Maxi Rondonuwu, Kadis PU, JE Kenap dan Kadis Naker Harold Monareh (Kabag Humas JF Ruaw). 

 

Jumat, 05 Juli 2013

Pendeta GMIM Harus Berani Mengatasi Konflik Jemaat

Para Pendeta di aras pelayanan Sinode GMIM, harus pintar-pintar mengelolah konflik yang terjadi ditengah-tengah persekutuan jemaat, Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd saat memberikan pembekalan kepada 73 peserta Suspim GMIM Tingkat III Angkatan III Tahun 2013 di Pusat Pelatihan Warga Gereja (PPWG) Kaaten Tomohon, Jumat (5/7) kemarin.
Kegiatan yang diikuti para pendeta GMIM yang saat ini, dipercayakan menjadi Ketua-ketua Jemaat itu, Kansil mengatakan, para pendeta GMIM jangan menyerah dengan adanya konflik-konflik yang sering  timbul di tengah-tengah jemaat. Karena ada konflik yang sengaja diciptakan, ada pula  konflik yang terjadi dikarenakan situasional di tengah-tengah jemaat. Karena itu Pendeta yang ditugaskan menjadi ketua jemaat harus mampu mengatasinya untuk menyelesaikannya, ujar Kansil yang sehari-harinya dikenal sebagai pelayan khusus di jemaat Pniel Tuna.
Kansil menyebutkan, penyebab terjadinya konflik antara lain disebabkan adanya pemahaman sempit terhadap pluralisme/keberagaman, pergeseran jabatan dalam organisasi, mis komunikasi, beda persepsi serta konflik yang disengajakan. Karena itu untuk mengatasi konflik tersebut solusinya, kita harus melibatkan diri pada semua pihak sebagai pimpinan yang netral, bersikap bijaksana, jadilah pendengar yang baik, jelaskan solusi kepada pihak yang berkonflik dalam hal ini, diupayakan terjadinya win-win solution, sembari memberi contoh dari tokoh-tokoh alkitab yaitu Musa yang mengedepankan sikap rendah hati, ketulusan dan sabar, bijaksana dan memiliki hati yang lemah lembut. Sementara Daniel yang kehidupannya mengandalkan doa, penuh ketenagan, percaya, memiliki integritas kekritenan yang kuat. Serta rasul Paulus yang mengandalkan kedahsyatan menjadi besar, nyali besar, motivasi dan semangat kuat, kunci penasehat PKB Sinode GMIM. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemrpov).