Kamis, 17 Agustus 2017

Dapat Remisi di HUT RI Ke 72, Wagub : Jangan Balik Lagi di Rutan



Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham) memberikan hadiah kepada narapidana yang ada di Sulawesi Utara dengan pemotongan masa tahanan atau remisi terhadap 1.402 narapidana. Dari total ini ada 30 narapidana mendapatkan remisi langsung bebas.

Pemberian remisi ini dirangkaikan dengan upacara memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72. Di mana, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw  menjadi pembina upacara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado, Kamis (17/8/17).Kemarin.

Saat memberikan remisi secara simbolis, Wagub Kandouw meminta kepada dua narapidana agar tidak melakukan kejahatan yang sama atau yang lainnya.

“Jangan balik lagi ke Rutan (Rumah Tahanan),”  harap Wagub.

Sementara itu, Wagub saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM mengatakan semua masyarakat Indonesia diminta untuk mensyukuri Negara Indonesia bisa berada pada HUT ke-72., bangsa  Indonesia masih mampu eksis dan berdiri kokoh berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

“Karunia ini patut kita syukuri, kita bisa mampu eksis berdiri kokoh hingga saat ini. Oleh karena itu maknailah dengan sungguh-sungguh dan tanamkan empati untuk tetap mengingat masa lalu perjuangan para pahlawan kita,” terang Wagub saat membacakan sambutan menteri.

Ia juga meminta semua masyarakat di Tanah Air mengikuti sesuai tema yang digaungkan, yakni ‘Indonesia Kerja Bersama’.

“Tema ini sangatlah tepat. Marilah kita bersama bergandeng tangan, bahu membahu membangun negeri yang kita cintai ini Indonesia,” tandasnya.

Sudah saatnya mengubah cara pandang , pola pikir sikap dan perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan, sehingga indonesia menjadi bangsa yang besar serta mampu berkompetisi di tingkat dunia dan harus diwujudkan meskipun itu tidak mudah tetapi harus tetap optimis. Dirgahayu Indonesia Tuhan Yang Maha Esa akan  senantiasa menjagamu,  dan kami siap menjadi pelindungmu. Jayalah Bangsaku , Jayalah Negeriku, tutup  Wagub Kandouw

Turut hadir dalam upacara sekaligus pemberian remisi ini, antara lainForkopimda, Jajaran Eselon 2 Pemerintah Provinsi Sulut.

Gubernur Olly Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Gotong Royong

Seirama dengan tema "Indonesia Kerja Bersama" yang diusung pada peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, maka seluruh masyarakat Sulawesi Utara harus selalu meneguhkan persatuan serta kebersamaan yang diiringi semangat gotong-royong.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Organisasi, Farly Kotambunan, SE pada Upacara memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur, Kamis (17/8/2017) pagi.

"Mari kita maknai hari yang bersejarah ini dengan menyatukan tekad dan komitmen kita semua, untuk terus bekerja bersama-sama, bergotong-royong dalam mengimplementasikan serta mendukung setiap misi
dan berbagai program pembangunan yang telah ditetapkan," katanya.

Disamping itu, menurut Olly, menjadi kewajiban juga bagi kita, sebagai generasi penerus bangsa untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.

"Kita lakukan upaya-upaya konstruktif dan inovatif di segala bidang pembangunan guna memperoleh capaian-capaian demi kemajuan, kemakmuran dan progresif kesejahteraan bangsa yang setinggi-tinginya," tandasnya.

Oleh karenanya, Olly juga meminta seluruh masyarakat untuk tidak melupakan kemerdekaan yang telah diperoleh dan dirasakan saat ini yang merupakan buah perjuangan panjang dari para pendahulu dan pahlawan bangsa, yang di dalam prosesnya sarat diwarnai dengan cucuran keringat, linangan air mata, bahkan tetesan darah.

"Adalah kewajiban bagi seluruh bangsa Indonesia, untuk senantiasa mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa serta meningkatkan nilai-nilai emansipatoris atau semangat patriotisme dalam menangkal berbagai ancaman dinamika global yang bergulir secara dinamis dewasa ini," imbuhnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly mengajak masyarakat Sulut untuk selalu bekerjasama dalam mengisi kemerdekaan ini.

"Marilah kita terus bersinergi, bergandengan tangan dan bahu-membahu berada dalam lajur kebersamaan yang dilandasi semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan di tanah air tercinta hingga terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang hakiki, serta kemakmuran dan kesejahteraan secara menyeluruh," bebernya.

Diketahui, bahwa
saat ini progres pembangunan bangsa telah diarahkan pada upaya pencapaian Visi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong, melalui 7 (tujuh) Misi, dan 9 (sembilan) Agenda
Pembangunan (Nawa Cita), yang didasari pada suatu gerakan revolusi karakter bangsa yakni : internalisasi dan pembudayaan nilai-nilai Revolusi Mental
melalui penerapan Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Gerakan Indonesia Mandiri, dan Program Gerakan Indonesia Bersatu, sebagaimana diinstruksikan Presiden RI melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016.

Adapun upacara tersebut turut diikuti para pejabat dan staf di lingkup kantor gubernur. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 16 Agustus 2017

Mewakili Gubernur, Wagub Kandouw Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Penyampaian Perubahan APBD Sulut TA.2017






Wakil Gubermur Sulut,  Steven O.E Kandouw menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalan rangka Penyampain/Penjelasan Gubernur  Sulawesi Utara Terhadap Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Utara T.A 2017 di ruang rapat paripurna DPRD Sulut rabu ( 16/08 ) kemarin.

Dalam rapat paripurna wagub menyampaikan bahwa , perubahan APBD dipahami sebagai proses yang mutlak dilaksanakan dalam rangka menjawab dinamisnya perubahan dan tantangan sekaligus dimungkinkan oleh peraturan perundang- undangan yang berlaku, kata Wagub.

"Secara teknis, perubahan ini diajukan untuk mengakomodir beberapa hal diantaranya, terjadinya perubahan, atau naik turun target pendapatan asli daerah yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, serta dana perimbangan, yang meliputi bagi hasil pajak/ bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus",  jelas wagub.

Adanya revisi kegiatan yang diangarkam pada APBD induk tahun anggaran 2017, menampung adanya pergeseran anggaran, dan memenuhi beberapa kewajiban yang belum tertampung untuk kebutuhan belanja tidak langsung dan belanja langsung daerah serta mendukung dan mempercepat realisasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di daerah seperti pembebasan lahan infrastruktur jalan seperti , Ring Road 3,  KEK Bitung dan KEK Periwisata Likupang, dan Bandara Sam Ratulangi- Likupang, lanjut Wagub Kandouw.


Terkait dengan itu, seiring dengan diajukannya perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2017, maka secara singkat perkenan saya menyampaikan  substansi materi rancangan anggaran perubahan APBD Tahun anggaran 2017, sebagai berikut;
1. Pendapatan daerah
    Total pendapatan daerah pada Tahun 2017 yang ditargetka  sebesar Rp. 3.556.372.800.000.- berubah menjadi Rp. 3.711.612.029.536 dengan rincian:
a. Pendapatan asli daerah yang ditargetkan sebesar Rp. 1.076.342.496.000 berubah menjadi Rp. 1.085.940.277.536,-. Dimana terjadi peningkatan PAD yang bersumber dari pajak dan hasil retribusi;
b. Dana perimbangan yang di targetkan sebesar Rp. 2.429.190.571.000.- berubah menjadi Rp. 2.549.186.519.000 atau bertambah sebanyak Rp. 119.995.948.000.- peningkatan ini diperoleh dari Dana alokasi Umum yang bertambah sebesar Rp. 49.919.625.000.- dan dana alokasi khusus sebesar Rp. 62.576.323.000.- dana bagi hasil Rp. 7.5 miliar;
c. Lain- lain pendapatan daerah yang sah yang di targetkan sebesar Rp. 50.839.733.000, berubah menjadi Rp. 76.485.233.000 atau bertambah Rp. 25.645.500.000,-
2. Belanja
Total kebijakan belanja yang di targetkan pada Tahun 2017 senilai Rp. 3.572.342.500.000.- berubah menjadi Rp. 3.820.736.696.384,- atau bertambah sebesar Rp. 284.394.196.384,- dengan rincian:
a. Belenja tidak langsung Rp. 2.120.834.037.274,- berubah menjadi Rp. 2.087.643.399.610.- atau mengalami penurunan sebesar Rp. 33.199.637.664.-
b. Belanja langsung Rp. 1.451.499.462.726, berubah nenjadi Rp. 1.733.093.296.774,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 281.593.834.048.-
3. Pembiayaan
Tahun 2017 penerimaan pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 45.696.700.000,- pada APBD perubahan ini ditetapkan menjadi Rp. 159.624.666.848.- sedangkan pengeluaran pembiayaa  yang di targetkan sebesar Rp. 30.000.000.000.- berubah menjadi Rp. 50.500.000.000, rinci Wagub Kandouw.

Dengan ini disampaikan  rancangan perubahan besar dan dapat di terima dan diparipurnakan bersama, sehingga semakin langkah kita dalam pecapaian di berbagai target pembangunan di sisa tahun anggaran berjalan ini.
Selanjutnya perlu pula disampaikan beberapa hal antara lain:
 Kepada setiap perangkat daerah diharapkan semakin optimal dalam penyerapan dan pengelolaan anggaran di sisa tahun anggaran ini.Dalam artian optimal dari sisi pelaksanaan, manfaat, pertanggung jawaban, serta harus sesuai dengan koridor ketentuan yang berlaku. Kepada segenap stakeholders pembangunan bangsa di daerah ini, khususnya kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD prov. Sulut, saya mengajak untuk senantiasa menjadi sinergitas, kerja serta saling bahu membahu dalam aktualisasi berbagai program pembangunan bangsa di daerah ini, khususnya realisasi program strategis nasional dan priorutas nasional di sulut, yang secara manfaat pastinya akan semakin mendekatkan kita pada terwujudnya sulut hebat, ujar Kandouw
 Dan tidak lupa saya nengajak dan mengingatkan, bahwa dalam menyongsong peringatan Hut ke -72 RI serta Hut ke - 53 Provinsi  Sulut. Mari kita bersama sama kita sukseskan setiap rangkaian kegiatan yang ada  serta tatap momentun ini sebagai wahana untuk semakin menguatkan kapasitas kerja membangun bangsa daerah dan masyarakat tercinta, tutup Wagub Steven Kandouw.
Turut Hadir Anggota Forkopimda Sulut, Sekprov Edwin Silangen, Kepala BPK Perwakilan Sulut, Dirut Bank Sulut, Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemrov Sulut.
( Humas Pemrov Sulut )




Selasa, 15 Agustus 2017

Wagub Kandouw Kukuhkan Paskibraka Sulut Tahun 2017



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulut Tahun 2017.

Pengukuhan berlangsung di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (15/08/2017) siang tadi.

Dalam pengukuhan tersebut, Wagub Steven Kandouw selaku pembina upacara mengucapkan ikrar yang diikuti oleh seluruh Paskibraka yang merupakan utusan dari Kabupaten dan Kota se Sulut.

Dalam pengukuhan tersebut  Wagub Kandouw mengatakan, hari ini adik-adik  telah dikukuhkan oleh pemerintah provinsi, karenan pengukuhan ini bermakna  bahwa paskibraka berjiwa ksatria satu perkataan dan perbuatan bertanggung jawab, rela berkorban untuk ibu pertiwi tanah air Indonesia, kata Wagub.
' adik adik calon paskibraka tengoklah perjalanan sejarah kita bergelimang darah dan air mata", ungkap Kagub Kandouw.
Lanjut Wagub, rubuan jiwa dan jasad yang terkapar membela bendera pusaka sang  saka merah putih, pengorbanan -pengorbanan untuk pengorbanan untuk siap, tentunya untuk kemerdekaan, kemerdekaan cita-cita proklamasi kesejahteraan seluruh rakyat harkat manusia.
" Tapi ingat.ingat adik-adiku kerja belum selesai lahan luas terbentang dihadapanmu menanti tangan-tangan terpuji kini sebagai perwujudan pengukuhan adalah ikrar",  ujar Wagub.

Oleh karena itu tiada kata yang diucapkan selain salut dan bangga adalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur.

"Dan sebagai anggota pengibar bendera pusaka tingkat provinsi  sesuai ikrar tadi yang tadi anda anda sampaikan,  disitu secara substansial telah menyatakan tekad harus setia pada Pancasila  Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang -Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika", tegas Wagub Kandouw.

Pesan saya mewakili Bapak Gubernur , Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara jadikanlah ini sebagai modal kita semua dalam kehidupan bernegera, anda-anda semua harus menjadi agen yang betul- betul cinta dengan NKRI , Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, tutup Wagub Steven Kandouw
Selanjutnya setiap anggota paskibraka satu persatu mencium bendera merah putih.
Paskibraka Sulut yang berjumlah 30 orang ini, akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada peringatan proklamasi kemerdekaan RI ke-72 tingkat Provinsi Sulut pada 17 Agustus 2017 nanti di lapangan Koni Sario Kota Manado.

Turut hadir, Unsur Forkopimda, Pejabat Pemprov Sulut, Purna Paskibraka dan Pelatih serta orang tua Paskibraka.
( Humas Pemprov Sulut )


Senin, 14 Agustus 2017

Gubernur Dapat Penghargaan Lencana Darma Bakti Oleh Presiden


membangun Sulut di segala bidang, membuat Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE terus mendapat apresiasi pemerintah pusat. Baru akhir pekan kemarin, mendapat penghargaan dari Kementerian PU-PR RI, pada Senin (14/08) ini, Gubernur Olly dianugerahi  penghargaan Lencana Darma Bakti yang diserahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dengan disaksikan Presiden RI ke 5 DR (HC) Hj Megawati Soekarnoputri, dan sejumlah jajaran menteri serta para tamu undangan.

Penghargaan ini diterima mantan politisi Senayan tiga periode itu, saat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke 56 yang dirangkaikan Pembukaan Raimuna Nasional XI 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Dan penghargaan yang diberikan ini dalam kapasitas Gubernur Olly sebagai Mabida Sulut, sesuai putusan Kwarnas Gerakan Pramuka no 175 tahun 2012, yang dinilai telah memberikan jasa dan pengabdian yang lebih besar artinya dan dinilai bermanfaat bagi gerakan pramuka dan gerakan pramuka di dunia. “Terima kasih atas apresiasi penghargaan ini, karena memang sudah menjadi tekad saya Pramuka Sulut untuk terus berprestasi,” ujar Gubernur Olly usai menerima penghargaan Darmabakti.

Pemandangan menarik terlihat usai pelaksanaan kegiatan tersebut, saat Gubernur Olly terpaksa harus menjaga Presiden RI ke 5  Megawati Soekarnoputri yang dirumuni masyarakat yang ingin bersalaman dan foto bersama. Bahkan saat itu  terlihat mulai kelelahan, Gubernur Olly  Dindokambey , yang membantu Megawati menyeberang jalan menuju ke mobilnya.



Hadiri Forum Bisnis di Singapore, Wagub Bersama Menteri Promosikan Pariwisata Sulut



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menghadiri pertemuan Forum Bisnis di Singapore yang digagas oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan bersama  Menteri ESDM Ignasius Jonan dan hanya mengundang 3 (tiga) Provinsi untuk dijadikan prioritas untuk para investor dari Singapura untuk menanamkan bisnis investasinya di Indonesia.

“Provinsi Sulawesi Utara seperti dijadikan anak emas oleh Menteri Luhut dan Menteri Jonan, Cuma ada tiga Provinsi yang diundang yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara, Menurut saya pertemuan itu sangat menganak emaskan Sulawesi Utara,” Ujar Kandouw  Senin (14/08/2017) siang  di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulut.

Lanjut wagub , untuk infrastrukturnya diperkenalkan pada pelaku-pelaku bisnis di Singapura, Kadin di Singapura yang jumlahnya ada ratusan orang, pertama-tama disampaikan oleh Pak Luhut kemudian Pak Jonan mereka memaparkan tentang kondisi aktual Sulawesi Utara.

“Pak Jonan yang menyampaikan bahwa Sulawesi Utara adalah salah satu rekomendasi yang diusulkan Bapak Presiden Djoko Widodo pada Presiden China Xi Jinping agar supaya program One Belt One Road” (OBOR) hanya diprioritaskan pada 3 Provinsi ini, kalau boleh yang diprioritaskan terlebih dahulu pada Provinsi Sulawesi Utara” jelas Kandouw.

Menurut Kandouw, dari pertemuan ini disepakati bahwa meraka akan melakukan investasi di bidang infrastruktur apa saja yang ada di Sulut baik untuk  Pelabuhan dan KEK. Selain infrastruktur pertemuan itu adalah forum pariwisata, dihimbau supaya berinvestasi di sulut karena jumlah kedatangan turis asing ke daerah kita sangat tinggi sekali, sebab itu,  baik Menteri luhut dan Menteri Jonan memprioritaskan Sulut supaya Singapore berinvestasi disini, tutup Kandouw.
Dalam pertemuan itu turut juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan( DKP ) Ronald Sorongan, Kepala Badan  Kesbangpol Evans  Steven Liow dan Karo Administrasi Ekonomi dan SDA  Franky Manumpil.
( Humas Pemprov Sulut )


Gubernur Olly : PT Garda Terdepan Pembangunan SDM Di Era Globalisasi

Perguruan Tinggi (PT) di Sulawesi Utara memiliki peranan penting untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di era globalisasi ini.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Gemmy Kawatu, SE, M.Si pada pelantikan Rektor Universitas Katolik De La Salle yang baru, Prof. Dr. Johanis Ohoitimur di Manado, Senin (14/8/2017) siang.

"Perguruan tinggi adalah garda terdepan yang memegang peran penting dan strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk memenangkan peluang dan persaingan di era globalisasi ini," ujarnya.

Oleh karenanya, Gubernur Olly menilai semua pimpinan perguruan tinggi memiliki tanggungjawab besar untuk membawa civitas akademika tetap eksis dalam membawa daerah dan bangsa memenangkan persaingan global.

"Rektor dianggap berhasil apabila memahami keberadaan perguruan tinggi serta mampu melaksanakan peranan untuk memimpin institusi," tandasnya.

Terkait pelantikan rektor Unika De La Salle yang baru, Olly optimis Prof. Dr. Johanis Ohoitimur mampu membawa Unika De La Salle semakin baik dan memajukan dunia pendidikan di Sulut.

"Saya percaya, dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Johanis Ohoitimur, universitas ini mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, mampu melakukan perubahan dan mampu menghasilkan terobosan inovatif dan strategis," imbuhnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly juga mengharapkan dukungan penuh dari Unika De La Salle terhadap program kerja pemerintah daerah di berbagai bidang.

"Kiranya segenap civitas akademika Unika De La Salle dapat senantiasa bersinergi, mendukung dan mensukseskan setiap kebijakan dan program pemerintah daerah demi terwujudnya Sulut yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik serta berkepribadian dalam budaya," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Rektor Prof. Dr. Johanis Ohoitimur menyatakan rencananya setelah resmi memimpin Unika De La Salle.

"Saya ingin menata budaya kampus. Artinya, situasi akademik di kampus harus kondusif untuk mahasiswa dan tenaga pengajar," katanya.

Johanis juga mengaku akan melakukan audit manajemen dan memperkuat koordinasi didalamnya.

"Saya juga akan melakukan audit manajemen. Saya tidak bisa bekerja sendirian. Saya perlu dukungan dari pejabat struktural kampus," tandasnya.

Adapun pelantikan itu, turut dihadiri
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, mantan rektor Universitas Katolik De La Salle, Revi R.M. Tanod, SS, SE, MA, perwakilan dari sejumlah instansi terkait, para dosen dan mahasiswa. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)