Kamis, 09 Oktober 2014

Diterima Wagub: Sulut Raih Penghargaan Fasilitator Terbaik







Pemerintah Provinsi Sulut  kembali mencetak prestasi di Bidang Pemerintahan Umum (PUM). Kali ini Pemprov Sulut berhasil  meraih pengharggaan sebagai fasilitator terbaik se- Indonesia dalam penyelesaian batas antar daerah di Kabupaten/Kota se- Sulut. Pengharggaan di serahkan langsung Mendagri Gamawan Fauzi kepada Wagub Dr Djouhari Kansil MPd di selah-selah Peresmian Hasil-Hasil Pembangunan Bidang Pemerintahan Umum (PUM) Tahun 2012/2013 serta Rakornas Pembangunan dan Sosialisasi PUM Kemendagri ke-11 Tahun 2014 di Golden Beutique Hotel Jakarta, Kamis 9/10) kemarin. Selain menerima pengharggaan sebagai fasilitator terbaik, Mendagri juga telah menyerahkan Peraturan Pemerintah (PP) RI No.59 Tahun 2014 Tentang Perubahan Nama Kabupaten Sangihe dan Talaud menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diterima Wagub dan Wakil Bupati Sangihe Jabes Gaghana serta menerima Empat Permendagri yaitu Permendagri No.57 Tahun 2013 Tentang batas antar daerah Kabupaten Bolmut dan Bolsel, Permendagri No.58 Tahun 2013 Tentang batas antar daerah Bolmong dan Bolmut, Permendagri No.59 Tentang batas antar daerah manado dan Minahasa dan Permendagri No.60 Tahun 2013 Tentang Batas antar daerah Kabupaten Bolmong dan Boltim.
Gamawan Fauzi  mengatakan, dalam mengakhiri masa jabatannya sebagai Mendagri yang tinggal beberapa hari, diakuinya masih banyak segmen batas antara daerah di kabupaten/Kota se- Indonesia yang belum di selesaikan, alasannya  hal ini bukan karena Kemendagri kurang serius untuk menuntaskannya, tapi sebagaimana pembentukan/pemekaran Kabupaten/Kota, batas antar daerah tersebut sesungguhnya sudah jelas dan tertuang dalam UU pemekaran. Namun kenyataannya justeru terbalik karena  Bupati/Walikota kurang pro aktif menyelesaikan, karena  masih terjadi saling claim satu dengan yang lain, sembari menyebutkan, mungkin wilayah perbatasan tersebut memiliki nilai ekonomi.
Menanggapi penyataan Mendagri, Wagub Djouhari Kansil berharap  Bupati/Walikota yang belum menuntaskan batas antar daerah di masing-masing wilayah seperti, Minahasa - Tomohon, Bitung – Minut, Bolmong – Bolsel serta Manado – Minut kiranya segera diselesaikanya diakhir tahun ini, sehingga tidak menimbulkan konflik bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Apa gunaya kita saling bersengketa batas itu hanya merugikan masyarakat, ujarnya sembari menyebutkan, Pemprov Sulut akan terus memfasilitasi penyelesaian batas antara daerah, namun diharapkan, Bupati/Walikota harus lebih pro aktif, tegas Kansil.

Sementara, terkait keluarnya PP tentang perubahan nama Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kansil merasa bersyukur, karena warga nusa utara sudah lama menanti-nantikannya. Dengan keluarnya PP tersebut payung hukum daerah tersebut sudah semakin jelas, sehingga berbagai program perencanaan kedepan yang dilakukan Pemkab Sangihe tidak akan ada masalah lagi, tandas salah satu putra terbaik nusa utara. Turut hadir, Kasubag Dekon dan TP Boslar Sanger SE serta Kasubag Penerangan dan Publikasi AY Rambing S.Sos. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov.                        

Rabu, 08 Oktober 2014

SHS Luncurkan Buku Ekonomi Biru Masa Depan Indonesia









Buku terbaru ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai pelengkap Geostrategi karena indonesia memang sudah ditahbiskan sebagai negara maritim terbesar di dunia dan dari data yang ada wilayah indonesia mencapai 7,7 juta km2, terdiri dari luas daratan hanya 1,9 juta km2  sedangkan luas lautnya mencapai 5,8 juta km2 dan posisi indonesia berada pada dua samudra yaiyu samudra hindia dan samudra pasifik. Demikian dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang pada peluncuran buku yang berjudul Ekonomi Biru Masa depan indonesia di Bunaken Room Hotel Anana Kawanua Jakarta di jalan cempaka putih (7/10/14) Jakarta.
Sarundajang mengatakan bahwa berawal dari pengalaman saat menjadi walikota administrasi kota bitung selama 14 tahun dan menjadi penjabat gubernur provinsi di Maluku dan Provinsi Maluku Utara yang berhubungan langsung dengan kelautan maka timbul ide –ide cemerlang untuk menggagas pelaksanaan WOC yang dihadiri oleh 81 menteri kelautan sedunia dan pelaksanaan CTI Summit yang menghadirkan 6 kepala pemerintahan dimanado untuk mencari solusi bagaimana mencegah pemanasan global.
“Memang untuk menerbitkan buku ini sebenarnya buku keahlian saya karena saya tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan tentang kelautan tapi karena permintaan serta didorong oleh jurnalis daerah maupun nasional maka saya membagikan kepedulian  pemikiran dan pandangan saya tentang kelautan dalam menerbitkan buku ini” Lanjut Sarundajang.
Sarundajang mengharapkan kiranya dengan diterbitkannya buku yang berjudul “Ekonomi Biru Masa Depas Indonesia” dapat berguna apalagi bagi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang akan datang yang peduli dengan kelautan dan kemaritiman karena ruang lingkup laut masih banyak hal akan di perlukan untuk mensejahterakan masyarakat seperti lebih banyaknya pembuatan dermaga dan pelabuhan bagi masyarakat yang hidup di negara indonesia sebagai negara kepulauan.
Hadir sebagai nara sumber dalam membeda buku ini Prof. Dr. Ikrar Nusa bakti (Pengamat politik dari LIPI), DR. Atmaji Sumarkijo (pengamat masalah politik dan meliter), Tarman Azam (wartawan senior,ketua penasehat PWI Pusat) dan Ny. Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Freddy Numberi, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Anggota DPD RI Fabian Sarundajang, Anggota DPRD Prov. Sulut Eva Sarundajang, SH, Prof. Dr. Rias Rasid, Wakil walikota bitung, IJTI, Prof. Dr. Tilaar, Edy Pratomo, Kapolda Sulut, para tokoh masyarakat sulawesi utara.(Dr. Jemmy S. Kumendong Msi, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov Sulut)

Selasa, 07 Oktober 2014

Wagub berharap GMIM Terus Bersinergi Dengan Pemprov

Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil MPd mengatakan, GMIM sebagai gereja yang mandiri, visioner dan inklusif, secara berkesinambungan melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus untuk membaharui, membangun dan mempersatukan gereja serta berperan untuk mewujudkan ke-esaan gereja. Hal itu dikatakan Wagub saat membuka sidang tahunan Majelis Sinode GMIM ke-27 Tahun 2014 di GMIM Sion Sendangan Kawangkoan Minahasa, Selasa (7/10) kemarin.  Sebagai lembaga keagamaan, GMIM juga mempunyai peran strategis untuk memperkuat dan memperkokoh empat pilar pembangunan bangsa dan masyarakat Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineke Tunggal Ika dan NKRI, jelas Kansil sembari menyebutkan, hal ini memberi arti, bahwa GMIM adalah komunitas umat yang sangat potensial dan signifikan bagi pelaksanaan tugas kita bersama, yaitu mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur dan sejahtera. Karenanya, menjadi tepat bagi GMIM untuk merumuskan prospek pelayanan GMIM kedepan sekaligus menjadi problem solver terhadap berbagai permasalahan yang di hadapi daerah dan bangsa saat ini.
Berkaitan dengan itulah, maka pelaksanaan Sidang Sinode Tahun ini, menjadi semakin tepat dan strategis dalam rangka mengintrospeksi, mereposisi dan mengevaluasi berbagai program kegiatan yang telah dilaksanakan selang Tahun 2014 dan merumuskan berbagai program kerja pelayanan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun pelayanan 2015, baik kegiatan intern maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, ujar Kansil sembari berharap, kiranya segenap komponen GMIM terus bersinergi dengan berbagai program dan kebijakan pemerintah provinsi Sulut, untuk mewujudkan Sulut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, tandas, Ketua PKB Jemaat GMIM Pniel Tuna wawonasa. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).   

  

Gubernur Sarundajang direncanakan buka Konferensi Internasional Jurnalis Televisi Asia Pasifik

Konferensi Internasional Jurnalis Televisi Asia Pasifik akan dilaksanakan di Manado Sulawesi Utara pada tanggal 10 s/d 12 Oktober 2014. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Sulawesi Utara sebagai Panitia Pelaksana Lokal. Acara tersebut akan dihadiri oleh peserta jurnalis televisi dari seluruh Indonesia dan dari 12 (dua belas) negara asing.
Amanda Komaling selaku Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan antar anggota jurnalis televisi di negara Asia Pasifik, sehingga dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran progresif dalam konteks jurnalistik positif, penegakkan demokrasi, dan perdamaian dunia.
Kegiatan pada acara tersebut meliputi Pembukaan yang akan dilaksanakan di Grand Kawanua International Convention Centre (GKICC) Kayuwatu, kemudian dilanjutkan dengan Pelaksanaan Konferensi di Hotel Sintesa Peninsula Manado tanggal 11 Oktober 2014 dan Field Trip/Shooting di 4 (empat) Wilayah di Sulut yaitu Manado, Bitung, Tomohon, dan Minahasa tanggal 12 Oktober 2014. Field trip atau peliputan akan dilaksanakan di daerah tujuan wisata dan akan diunggah ke You Tube, dimana hasil peliputan terbaik akan dikompetisikan dengan tema “Keindahan Alam Manado”.
Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang melalui Kepala Bagian Humas DR Jemmy Kumendong, M.Si menghimbau kepada semua pihak untuk bersama menyukseskan perhelatan bertaraf internasional ini. Masyarakat Sulut diminta untuk tetap menjaga kerukunan bersama dan menjadikan daerah ini sebagai daerah yang menyenangkan agar para tamu yang datang berkunjung merasa puas dengan penyambutan yang ada di Sulut.

Menurut rencana acara akan dibuka oleh Gubernur Sulut dan akan turut dihadiri oleh Presiden Terpilih Republik Indonesia Joko Widodo. (Kabag Humas DR Jemmy Kumendong, M.Si selaku jubir pemprov Sulut).

Wagub Hadiri Upacara Peringatan Hari TNI



Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Selasa (7/10) kemarin, menghadiri Upacara Peringatan Hari TNI ke-69 di Lapangan Koni Sario Manado.
Komandan Korem 131 Santiago Brigjen TNI Musa Bangun bertindak selaku Inspektur Upacara. Saat membacakan Sambutan tertulis panglima TNI Jenderal TNI Muldoko, Bangun mengatakan, setiap prajurit TNI dan PNS TNI dituntut mengedepankan tugas dan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi, sekecil apapun sikap dan tindakan primitif akan menggangu bahkan merusak jatih diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, ujarnya.
Usai upacara dilaksanakan aktraksi Militer yang diikuti berbagai kesatuan yang ada di jajaran Korem 131 Santiago.(Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov)  

Pemprov Lakukan Deteksi Penyakit Difteri


Adanya kasus difteri di Kelurahan Karame Kota Manado, maka Pemprov Sulut melalui Dinas Kesehatan Sulut langsung mengantisipasinya. Hal itu disampikan Kadis Kesehatan Sulut dr Grace L Punuh Mkes kepada Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil, Selasa (7/10) di kantor Gubernur kemarin. Menurut Punuh Dinas kesehatan Sulut langsung mengantisipasinya bersama Dinas Kesehatan Kota Manado melakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit difteri, pemberian imunisasi difteri tambahan pada anakusia 2 bulan sampai 15 Tahun di kelurahan Karame kec. Wawonasa pada 4 Oktober 2014 yang lalu. Serta dilanjutkan secara bertahap di Kelurahan yang berbatasan langsung, termasuk di Sekolah-Sekolah dilingkungan Kelurahan se Kec. Wawonasa, jelas Punuh yang turut didampingi Kabid PMK Merry Rumbay, SKM Mkes.
Karena itu, Punuh minta masyarakat  waspada terhadap gejala penyakit tersebut sambil tetap menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh, sembari menyebutkan, difetri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Corynebacterium diphthera. bahkteri ini terutama menyerang balita usia 4-8 bulan namun dapat juga menyerang semua golongan umur yang status imunisasi difterinya tidak lengkap atau antibodinya tidak cukup protektif. Sedangkan sumber penularan pada manusia, cara penyebarannya terutama lewat udara. Gejala-gejala yang harus diwaspadai seperti demam ±38 oC, terbentuknya lapisan putih keabuan (pseudomembrane) yang tak mudah lepas serta mudah berdarah di tenggorokan, sakit menelas, leher membengkak seperti leher sapi dan sesak nafas. Apabila mendapati gejala-gejala seperti ini agar segera ketempat-temp[at pelayanan kesehatan, harap Punuh.
Wagub mengatakan, penyerbaran penyakit difteri di Kelurahan karame, kiranya terus diantisipasi oleh Dinas Kesehatan Sulut, karena ini merupakan kasus baru dan yang pertama di daerah ini, karena itu Dinas Kesehatan Sulut diharapkan, terus melakukan pendeteksian tidak hanya di Kota Manado melainkan hingga ke kabupaten/Kota se Sulut. karena kasus tersebut merupakan hasil konfirmasi dari balai Besar laboratorium Kesehatan Surabaya baru lalu, tandas Kansil. (Kabag humas Dr Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).        



PLN Jamin Pelaksanaan KJTAP Tidak Terjadi Pemadaman



General Manajer PLN Wilayah Sulutenggo Ir Santoso Januwarsono memberi jaminan terkait dengan pelaksanaan iven Kongres Internasional Jurnalis Televisi Asia Pasifik (KTAP) di Manado, tidak akan terjadi pemadaman listrik. Penegasan itu disampaikan langsung Januwarsono kepada Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd di ruang kerja Wagub, Selasa (7/10) kemarin. pertemuan yang ikut dihadiri Kadis ESDM Ir Marly Gumalag MSi, Karo Ekonomi Dra Jane Mendur serta  Humas PLN Sulutenggo Lefrand Maleke. Menurut Januwarsono, saya memberi jaminan bahwa selama berlangsungnya iven internasional tersebut pemadaman listrik tidak akan terjadi, sebab pihaknya telah mengantisipasi dengan genset apabila tejadi gangguan teknis. Genset-genset yang ada di hotel-hotel yang menjadi  tempat penyelenggaraan kegiatan itu, sudah kami siapkan bahan bakar, sehingga jika terjadi gangguan teknis sudah diantisipasinya dengan genset, tandas Janu sapaan akrabnya.

 Wagub mengatakan, Kongres Jurnalis Asia pasifik akan berlangsung di Manado selama tiga hari yaitu dari 10 s/d 12 Oktober 2014 mendatang, dan akan dihadiri ratusan wartawan baik dalam maupun luar negeri. Selain melakukan kongres mereka juga nanti akan mempublikasikan objek-objek wisata di daerah ini melalui kegiatan field trip, tentunya dukungan PLN sangat kami harapkan guna suksesnya kegiatan tersebut. Karena itu saya memberi apresiasi positif kepada Pak Janu yang sudah memberikan jaminan untuk tidak terjadi pemadaman listrik, kata Kansil. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).