Setelah sah menjabat sebagai Kepala Daerah Definitif, maka para Isteri Gubernur tersebut secara langsung terpilih sebagai Ketua TP. PKK di Provinsi. Seperti Halnya Isteri tercinta dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Ibu Ir Rita Dondokambey Tamuntuan resmi pimpin TP. PKK Sulut sebagai Ketua, sedangan Ibu dr Kartika Devi Tanos Kandouw dipercaya sebagai Wakil Ketuanya.
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Jumat, 12 Februari 2016
Ir Rita Dondokambey Tamuntuan Pimpin TP.PKK Sulut
Setelah sah menjabat sebagai Kepala Daerah Definitif, maka para Isteri Gubernur tersebut secara langsung terpilih sebagai Ketua TP. PKK di Provinsi. Seperti Halnya Isteri tercinta dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Ibu Ir Rita Dondokambey Tamuntuan resmi pimpin TP. PKK Sulut sebagai Ketua, sedangan Ibu dr Kartika Devi Tanos Kandouw dipercaya sebagai Wakil Ketuanya.
Hari ini OD-SK Resmi Nahkodai Sulut
Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw SE [OD-SK] hari ini, Jumat [12/02] resmi menahkodai Sulawesi Utara sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut Periode 2016-2021, setelah Presiden RI Joko Wododo di Istana Negara Jakarta, Mengambil Sumpah dan Janji kepada OD-SK serta Enam Gubernur dan Wagub terpilih hasil Pilkada Serentak pertama Tahun 2015 lalu.
Dalam pelatikan itu, Presiden Jokowi mengingatkan kepada Tujuh Gubernur dan Wagub sebagai wakil pemerinrah pusat di daerah hendaknya dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hendaknya berpedoman pada Visi dan Misi Presiden.
"Ini penting di ingatkan agar tugas-tugas saudara kedepan bisa bejalan dengan baik," tegasnya.
Di sisi lain Jokowi juga mengingatkan, agar proyek-proyek berskala besar yang yang bersumber dari dana APBN baik yang sedang dan sementara di kerjakan harus dikawal dengan sebaik-baiknya, agar proyek-proyek tersebut bisa di nikmati olej masyaramat, tegasnya, sembari berharap kiranya sebagai pemimpim yang baru akan memiliki semangat umtik bekerja keras dalam membangun masa depan bangsa dan negara terutama daerah yang dipimpinnya.
Sementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey berjanji akan mengawal dengan ketat berbagai proyek skala besar yang sedang di bangun di daerah Bumi Nyiur Melambai.
"Saya dan pak Steven akan mengawalnya agar semua proyek-proyek tersebut dapat di selesaikan sesuai perkanjian kontrak uang," tandas Ketua DPD 1 PDIP Sulut ini. Sedangkan Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, nantinya seluruh Kepala Daerah yang baru dilantik itu, akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. "Setelah itu para Kepala Daerah ini akan di undang ke Istana Negara untuk
mendapat pengarahan dari Presiden dan Sejulmlah Kementerian terkait, katanya [Humas Pemprov Sulut].
Kamis, 11 Februari 2016
Hari ini Presiden lantik OD-SK jadi Gubernur dan Wagub Sulut
7 Calon Gubernur dan 7 Calon Wakil Gubernur masa Jabatan 2016-2021 akan diambil sumpah dan dilantik oleh Presiden Jokowidodo berlangsung hari ini Jumat(12/02) bertempat di Istana Merdeka Jakarta.
Pelantikan tersebut mengalami pergeseran jam dari jadwal semula pukul 10.00 WITA, menjadi pukul 13.30 WITA, hal itu disampaikan kabag protokol Kemendagri Ibu Imelda Sorbin dalam pertemuan dengan 7 perutusan pemerintah provinsi di Kemendagri RI, Kamis (11/02) kemarin.
Pertemuan yang diikuti Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr. Jemmy Kumendong M.Si, Karo Umum Jimmy Ringkuangan AP, M.Si, Kabag Humas Roy Saroinsong SH, Kasubag Protokol Internal Reynaldo Walujan S.STP.
menurut Imelda, pelantikan Gubernur dan Wagub hasil pilkada ssrentak pertama ini sedikit mengalami perubahan dari yang biasanya yaitu para calon gubernur dan wakil gubernur sebelum dilantik sudah menggunakan Tanda Pangkat dan Jabatan, begitu pula dengan penyerahan kutipan surat keputusan Presiden akan diserahkan Jokowi di ruangan khusus Istana Merdeka sebelum dilaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan. Ujar Imelda.
Dengan demikian, Imelda menjelaskan pengambilan sumpah dan pelantikan OD-SK Cs berbeda dengan pelantikan Gubernur dan Wagub yang biasanya kita saksikan dimana pemasangan tanda pangkat dan jabatan dan penyerahan kutipan SK itu berlangsung dalam satu rangkaian acara pengambilan sumpah dan pelantikan, tapi untuk penandatangan berita acara pelantikan Gubernur dan Wagub akan berlangsung di tengah suasana pengambilan sumpah dan pelantikan, Itulah perbedaan saat ini, sembari menambahkan bahwa prosesi pelantikan bahwa para calon tiba di wisma negara kemudian menuju istana Merdeka yang diatur oleh kepala biro protokol sekretariat Presiden. Pada saat memasuki istana merdeka akan melewati jajaran kehormatan paspampres, di ruang tunggu utama disambut kepala sekretariat Presiden, para calon Gubernur dan Wagub akan mengikuti prosesi yang sama, selanjutnya menuju verenda depan istana Merdeka, satu persatu cagub dan cawagub kemudian menuju ruang kredena dipandu oleh kepala biro protokol sekretariat Presiden. Kemudian tiba di ruangan kredensia para cagub dan cawagub diperkenalkan kepada Presiden dan Wapres RI dan dila jutkan dengan penyerahan petikan keputusan presiden yang diserahkan oleh Jokowi. Selanjutnya, satu persatu cagub dan cawagub menuju ruang resepsi istana Merdeka dan menempati tempat yang telah ditentukan. Kemudian Presiden RI beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden serta ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla menuju rua g resepsi. (Humas Pemprov Sulut)
Sumarsono : Terima Kasih Warga Sulawesi Utara!
Kepemimpinan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sumarsono MDM berakhir hari ini. Sumarsono berterimakasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Ucapan terimakasih ini disampaikan Sumarsono di Ruang kerjanya kantor Dirjen Otda gedung F Kemendagri Kamis (11/2).
Dalam kesempatan ini, Sumarsono mengungkapkan kebahagiaanya ketika diterima dengan keterbukaan oleh seluruh masyarakat, dari berbagai agama, etnis, dan Sub etnis di Sulut, "saya sangat terkesan atas sambutan yang saya terima di bumi nyiur melambai ini tanpa memandang suku dan agama" jelas Dirjen Otda.
Sumarsono juga menambahkan, bahwa menjadi Gubernur di Sulawesi Utara juga memberi pengalaman tersendiri, serta pelajaran yang berharga yang didapat kala berkunjung ke segala elemen masyarakat, apalagi ke Gereja-Gereja. "Pluralisme adalah hal yang baik, ketika berjalan beriringan. Banyak hal berharga saya pelajari dari masyarakat juga dari gereja ke gereja." Ujar Sumarsono.
Sumarsono berpesan, agar kiranya kekompakan dan ikatan persaudaraan yang kuat, serta nilai kebudayaan dan keagamaan yang kokoh terus bertumbuh di bumi Nyiur Melambai, sembari memohon maaf kepada warga dan masyarakat, apabila selama masa kepeminanya ada hal yanv tidak sesuai atau berkenan bagi sebagian masyarakat.
(Humas Pemprov Sulut)
Sumarsono Pimpin Rapat Tim Teknis DPOD
Dirjen Otonomi Daerah [Otda] Kemendagri RI Dr Soni Sumarsono MDM, memimpin rapat tim teknis sekretariat DPOD tentang penataan daerah di kantor dirjen otda, gedung F Kemendagri, Jakarta Kamis (11/2).
Dalam rapat tersebut Sumarsono mengatakan saat ini kita sedang dalam pembahasan regulasi rancangan peraturan pemerintah (RPP) terkait dengan desain besar penataan daerah (Desertada) dan RPP penataan daerah sesuai dengan undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Dalam hal ini Sumarsono mengatakan bahwa semua sesuai dengan kemajuan demokrasi dan banyaknya polemik yang terjadi di daerah karena pemekaran daerah sehingga dibuatkan aturan agar daerah tersebut bisa betul-betul siap menjadi DOB, agar seluruh daerah bisa mandiri untuk menjalankan tugas pemerintahanya dimana tujuan dan fungsi pemerintahan itu tercapai. Tandas Penjabat Gubernur Sulut.
Dalam Rapat tersebut, Sumarsono turut didampingi Direktur DPOD Teguh Setiabudi dan salah satu direktur dari dirjen perimbangan keuangan Kemenkeu.
Rapat tersebut dihadiri pejabat kementrian dan lembaga terkait pemerintah pusat.
(Humas Pemprov Sulut)
Rabu, 10 Februari 2016
12 Pebruari Olly-Steven Resmi Jabat Gubernur dan Wagub Sulut
Selasa, 09 Februari 2016
Sumarsono Gelar Dialog Interaktif Dengan Praja IPDN
Tak terasa, masa menjabat Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM di Bumi Nyiur Melambai tidak lama lagi. Di detik-detik terakhir ini, Sumarsono menggelar dialog interaktif kepada ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulut, Selasa (9/2) kemarin.
Dalam materinya, Sumarsono menjelaskan tentang dua tanggungjawabnya sebagai Penjabat Gubernur Sulut dan Ditjen Otda Kemendagri. Menurutnya, sebagai Penjabat Gubernur Sulut ada tiga tugas khusus yang harus dikerjakan di Sulut. “Yaitu mengawal Pilkada serentak, menyelenggarakan fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Juga, menangani permasalahan strategis nasional di daerah yang sifatnya mendesak,” kata Sumarsono.
Sumarsono pun mengajukan pertanyaan, tentang contoh kepentingan strategis di daerah. Banyak yang menjawab, kepentingan strategis itu adalah masalah tapal batas di daerah, dan pembangunan KEK Bitung. Namun, ditanggapi Sumarsono itu belum terlalu tepat.
“Semua jawaban itu tidak salah. Namun, itu belum terlalu mendesak. Masalah yang mendesak yang harus secepatnya dilaksanakan seperti penanganan bencana alam. Kalau masalah-masalah seperti itu masih bisa ditunda,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan tugasnya sebagai Ditjen Otda Kemendagri. Dijelaskannya, Ia mempunyai tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Seperti, perumusan kebijakan di bidang penataan daerah, otonomi khusus dan daerah istimewa, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Di akhir materi, Sumarsono mengharapkan, Praja IPDN ini harus lebih banyak belajar. Jangan jadi sama dengan mahasiswa umum lainnya. “Karena, Praja IPDN itu berbeda dengan mahasiswa umum lainnya. Bedanya di mana? Harus punya keberanian lebih. Sebab, kalian adalah calon pemimpin-pemimpin daerah. Suatu saat, kalian perlu ambil suatu keputusan sebagai seorang pemimpin. Dan itu, sangat dibutuhkan keberanian,” tandasnya. (Humas Pemprov Sulut]