Selasa, 07 Maret 2017

Silangen : Peraturan Daerah Harus Harmonis

Sekretaris  Daerah Provinsi Sulut  Edwin Silangen SE MS  memghadiri Acara Peningkatan Kompetensi Pembentukan Peraturan Daerah dirangkaikan dengan Penandatanganan  Memorandum of Understanding ( MoU )  tentang kerjasama di bidang pembentukan peraturan daerah antar Kepala Kantor  Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sulut dengan Ketua DPRD Kabupaten Boltim , Bolmong dan Kota Kotamobagu bertempat di Hotel Grand Puri Manado selasa ( 07/03) kemarin.
Dalam sambutan Silangen mengatakan Pemerintah Sulawesi Utara merespon positif sekaligus mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum.dan Ham Sulut yanh telah berinisiatif melaksanakan kegiatan bernilai penting, strategis dan konstruktif bagi para pembentuk dan perancang peraturan daerah di lingkup pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota se sulawesi utara, serta telah bekerjasama memberikan dukungan tenaga perancang perda dalam pembentukan peraturan daerah ini.
Oleh karena itu setiap perda yang dibentuk diharuskan memiliki muatan - muatan yang mengandung asas pengayoman kemanusian, kebangsaan , kekeluargaan, kenusantaraan , ke Bhinnaeka Tunggal ika , keadilan, kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan, ketertiban serta  kepastian hukum asas keseimbangan , keserasian dan keselarasan, kata Silangen.

Berpijak dari pemahaman demikian maka tentunya sumber daya aparatur atau para pembemtuk dan perancang Perda yang kompeten adalah kunci utama dalam pembentukan perda yang sesuai dengan penjabaran Undang - Undang Pemerintahan Daerah yang selaras  dengan asas - asas yang terkandung di dalamnya serta tidak bertentangan dengan Visi dan Misi pembangunan daerah, lanjut Silangen.

Dalam konteks itulah pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi serta meningkatkan pemahaman kita khususnya bagi para pembentuk peraturan daerah dan perancang peraturan perundang - undangan dalam melakukan pengharmonisan peraturan daerah menjadi  kegiatan sangat tepat dan mutlak untuk kita ikuti , sukseskan dan manfaatkan secara paripurna tegas Silangen.

Dengan harapan kedepan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sulut akan senantiasa melakukan pendampingan terhadap penyusunan produk - produk hukum daerah serta memberikan bimbingam teknis kepada Aparatur Sipil Negara ( ASN ) tenaga pembentuk atau perancang di lingkup pemerintah Sulut dan kabupatrn/ kota sehingga muaranya kita dapat semakin dimampukan dalam membentuk perda atau perundang - undangan yang harmonis , adil, konsisten, tidak diskriminastif dan tidak bias gender serta memperhatikan terlaksananya penghormatan pemenuhan dan perlindungan Hak Asasi Manusi, tutup Silangen.

Turut hadir Dirjen Peraturan Perundang - Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Prof Dr Widodo Ekatjahjana, S.H , M.Hum, Ketua Komisi 1 DPRD Sulut Ferdinand Mewengkang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulut Pondang Tambunan, Kepala Devisi Pelayanan Hukum dan Ham Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut Marciana.D. Jone selaku Panitia Pelaksana kegiatan, Unsur DPRD Provinsi dan Kabupaten / Kota se Sulut, para Pejabat yang membidangi Hukum di lingkup pemerintah Provinsi dan Kabupaten / Kota se Sulut, Pejabat Eselon III dan IV di lingkup Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut

( Humas Pemprov Sulut )

Senin, 06 Maret 2017

Menteri Agama RI dan Gubernur Melaunching Paskah Nasional 2017

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saiffudin bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE melaunching Perayaan Paskah Nasional XIII Tahun 2017 di Sulut bertempat di gedung LAI  lantai 10 jalan Salemba Raya  nomor  12 Jakarta Pusat senin ( 06/03) kemarin.

Dalam sambutan Gubernur mengatakan pemerintah dan masyarakat sulawesi utara merasa terhormat sekaligus berbangga atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan pemerintah pusat untuk melaksanakan iven berskala nasional di daerah kami.
Perayaan paskah nasional XIII tahun 2017 makin melengkapi rekam jejak sulawesi utara sebagai penyelenggara event -event nasional  maupun international 2016 yang telah sukses digelar seperti Asean Committe On Disaster  Management , Festival Pesona Selat Lembeh, Tomohon International Festival  Flower dan Natal Nasional 2016, kata Guberknur

Sejalan dengan itu  pelaksanaan paskah 2017 yang dirangkaikan dengan Pekan Kerukunan Nasional pada tanggal 21-25  april 2017 dan peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja di Sulut yang mengambil tema." Torang Samua Ciptaan.Tuhan " dan sub tema Ziarah Keadilan dan perdamaian," merupakam momentum penting  dan mendalam bagi umat Kristiani karena Yesus Kristus  mampu mengalahkan kuasa maut, digantikan dengan kuasa  kebangkitan  Yesus Kristus merupakan bukti nyata kemahakuasaan Allah yang sanggup mengalahkan kuasa dosa.
Menyadari hal itu  gelaran Perayaan Paskah  Nasional yang penuh religius ini, kiranya tidak hanya memperkuat iman percaya  umat Kristiani , tetapi juga semakin memperkuat relasi agama yang makin berkualitas demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang cerdas berkeadaban, inklusif , adil, dan demokratis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk dan Pluralistik. Lanjut Gubernur
Saya juga meyakini terselenggaranya event nasional ini, tidak hanya akan membuat provinsi sulawesi utara  makin dikenal di kancah nasional, tetapi juga akan memberikan dampak yang sangat positif bagi pembangunan sektor pariwisata, khususnya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke sulawesi utara, serta semakin memperkuat  sulut sebagai barometer nasional dalam pelaksanaan kehidupan kerukunan antar umat beragama.
Oleh karena itu dengan di launcing nya kegiatan ini, kembali saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Agama RI , amanah mulia ini akan kami laksanakan dengan sebaik - baiknya , agar nanti kedepan dapat dipercayakan kembali untuk menyelenggarakan ivent nasional  lainnya, saya juga mengajak semua pihak agar bersama - sama mendukung dan menyukseskan pelaksanaan ini, tutup Gubernur
Turut hadir Ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey - Tamuntuan,  Wakil Ketua TP PKK Sulut Kartika Devi Kandouw - Tanos,  para pejabat di Lingkungan Kementerian Agama RI,  para Bupati/ walikota ,  Kepala SKPD di lingkup pemprov Sulut , Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.
( Humas Pemprov Sulut )

Perkuat sinergitas, Bappeda Gelar Rapat Pembahasan Program Prioritas Nasional

Untuk memperkuat sinergitas pengelolaan pembangunan di Sulawesi Utara (Sulut) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengadakan rapat pembahasan program prioritas nasional, program dukungan daerah serta program prioritas daerah dalam pencapaian target prioritas nasional. Kegiatan itu dipimpin Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, SE, MS di Swiss Bellhotel, Senin (6/3/2017) sore.

Diketahui, proyek strategis nasional ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Silangen mengatakan Kesuksesan dari proyek dan program prioritas ini tergantung pada setiap tahapan yang dilaksanakan. "Karena sangat dipahami, bahwa dalam era sekarang ini, perencanaan adalah awal dari segala aktivitas pemerintahan," ujarnya.

Ditambahkan, sebanyak enam proyek strategis yang dibangun di Sulut. Keenam proyek tersebut adalah pembangunan infrastruktur tol Manado-Bitung, jalan penghubung Manado-Gotontalo serta pelabuhan baru dan pengembangan kapasitas "Bitung International Hub Port".

Sementara itu, tiga proyek lainnya yaitu pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Kota Bitung/Kabupaten Minahasa Utara, pembangunan bendungan multifungsi Kuwil, Kabupaten Minahasa Utara dan bendungan lolak di kabupaten Bolaang Mongondow.

Selain enam proyek strategis terdapat juga tujuh program prioritas yang dibangun di Sulut, yaitu pembangunan Bandara Sam Ratulangi, pembangunan jalur kereta api Manado-Bitung, pembangunan kawasan pariwisata Likupang, pembangunan trem dalam Kota Manado, Manado outer ringroad 3 (Winangun-Malalayang), pembangunan TPA regional di Kabupaten Minahasa Utara dan pembangunan bendungan sawangan di Kabupaten Minahasa.

Silangen menjelaskan keberhasilan proyek di Sulut harus ditunjang dengan berbagai sumber daya optimal, termasuk aplikasi e-planning. "Agar semua penyusunan dokumen perencanaan pembangunan dapat tersistem dan sesuai dengan aturan yang ada," paparnya.

E-planning adalah alat penyusunan rencana kerja pemerintah agar dapat diselesaikan dengan mudah, cepat, tepat dan sesuai sehingga mampu menyajikan analisa yang informatif.

Rapat itu turut dihadiri perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

26% APBD Untuk Pendidikan, Wagub: Diatas rata-rata Nasional.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven O.E. Kandouw mengatakan bahwa APBD Sulut kini menganggarkan 26 persen untuk Pendidikan, lebih dari yang ditetapkan Nasional yang hanya 20 persen. "Ini berarti Pemprov Sulut mengetahui bahwa Penting nya peningkatan mutu Pendidikan, sehingga dialokasikan anggaran yang sesuai". Ujar Kandouw.
Hal ini diungkapkan Steven kala menandatangani nota kesepahaman bersama Sulawesi Utara dengan BRIDGE(Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) Dan Australian Education Foundation Di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Senin (06/03) kemarin.

Dalam kesempatan ini, Wagub didampingi Kadis Diknas Sulut A.G. Kawatu SE. M.Si mengatakan Nota kesepahaman nantinya akan memberikan kesempatan bagi 96 Guru Indonesia untuk dapat belajar Di sekolah sekolah Australia, sehingga diharapkan
Kualitaa Guru yang memiliki Wawasan International ini memberikan efek yang positif terhadap Pendidikan Sulawesi Utara, Ujar Kandouw.

Kandouw juga berharap, pada kesempatan berikutnya jumlah sekolah bisa bertambah, bukan hanya pada Manado Independent School, Dan SMA Lokon St. Nickolaus Tomohon. Ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah MIS Mr. Vijay Kumar mengatakan bahwa dengan adanya Kerjasama seperti ini, Pendidikan Di Sulawesi Utara menjadi selangkah lebih maju, Kumar juga mengaku bahwa semakin banyak Sekolah yang mendapat kesempatan ini akan semakin baik bagi anak anak didik, Ujar Kumar.
(Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 05 Maret 2017

Gubernur : Gereja Adalah Kemah Suci dan Tempat Untuk Memuji Nama Tuhan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menghadiri pentahbisan  Gedung Gereja GMIM Jemaat Syalom Moreah Wilayah Ratatotok Minggu (05/03) kemarin.

Dalam sambutan Gubernur mengatakan membangun gereja sebagai kemah suci dan tempat peribadatan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan merupakan tanggung jawab mulia yang dipercayakan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja, sehingga diperlukan kesungguhan dan komitmen iman dari setiap jemaat untuk mewujudkanya.

Dengan selesainya pembangunan fisik gedung gereja jemaat GMIM Moreah, saya pahami bukti nyata dan kerja keras jemaat yang dilandasi rasa syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan kesehatan, kemampuan serta berkat- berkat rohani serta kekompakan  dalam mewujudkan tersedianya bait Allah. Tentunya dalam merealisasi pembangunan  gedung Gereja ini dilalui dengan proses  dan jerih payah  maupun ujian iman bagaimana memaknai arti solidaritas pengorbanan, kata Gubernur

Karena itulah jemaat di tempat ini harus menjaga kesucian Bait Allah dengan merawat dan memanfaatkannya sebagaimana yang menjadi fungsi utama gereja, disamping itu harus diikuti dengan komitmen jemaat untuk memelihara dan menjaga bahkan menumbuhkembangkan kebersamaan  serta kekompakan  yang telah terbina selama ini sehinga kasih Tuhan Yesus Kristus senantiasa  melingkupi perjalanan hidup jemaat, lanjut Gubernur

Seiring dengan perkembangan jaman dengan berbagai permasalahan bangsa saat ini diminta jemaat  gereja untuk semakin responsif dan antipatif terhadap efek negatif yang timbul diantaranya minum minuman keras, penyalahgunaan, narkotika, pornografi dan pornoaksi, tawuran, tindak kekerasan dan penganiayaan, SARA, terorisme, radikalisme. Oleh karena itu dituntut peran keluarga , tokoh agama, pelayan khusus dan jemaat untuk memerangi permasalahan ini dengan meningkatkan fungsi pengawasan dan pembinaan serta kontrol sosial di masyarakat dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, berjemaat serta seluruh lapisan masyarakat,  tentunya itu semua harus didukung dengan harmonisnya kehidupan yang rukun dan damai  serta harus menjaga stabilitas keamanan daerah melalui hidup dalam kebersaman dan kerukunan demi kemajuan  pembangunan daerah dan kesejahteraan hidup masyarakat untuk tercapainya visi " Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Politik dan Berkepribadian dalam Budaya," tegas Gubernur

Untuk itu saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pentahbisan gedung gereja GMIM Syalom Moreah kiranyanTuhan selalu memberikan kekuatan serta pertolongan bagi kita semua, tutup Gubernur pilihan rakyat ini.

Turut hadir dalam acara tersebut,
Pejabat Eselon 2 dilingkup pemprov sulut.
( Humas Pemprov Sulut )

Jumat, 03 Maret 2017

RUPS Bank SulutGo, Bukukan Laba Rp 258 Miliar

Meski kondisi perekonomian sedang tidak stabil dan kondisi perekonomian global di tahun 2016 kurang baik, Bank SulutGo tetap sukses menunjukkan pertumbuhan dan performa kinerja keuangan yang bagus, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2016, laba sebelum pajak Bank SulutGo tercatat 258 miliar atau tumbuh 36,79 persen, sedangkan laba bersih Bank SulutGo tercatat Rp 173 miliar atau tumbuh 36,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ini ditegaskan Dirut Bank SulutGo Jeffry Dendeng usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2016. RUPS yang digelar di Hotel Sutan Raja, Jumat (3/3/2017) siang.

Menurut Dendeng di Sektor Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan, sektor tabungan dan kredit konsumsi, Bank SulutGo masih mendominasi pertumbuhan selama tahun 2016.

“Tabungan mencatatkan pertambahan 8,17 persen dan kredit tumbuh 3,07 persen.
Hal ini menunjukkan
peningkatan kepercayaan masyarakat, khususnya nasabah Bank SulutGo," jelasnya.

Dilihat dari rasio keuangan Bank milik pemerintah ini, kata Dendeng posisi Desember 2016 lebih baik. dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Olly Dondokambey mengatakan untuk membantu laju pembangunan di Sulut Bank SulutGo  akan memfokuskan diri membiayai berbagai usaha di Sulut.
“Nanti tidak terbatas pada satu pembiayaan saja. Tetapi akan memberikan kredit dalam berbagai usaha," katanya

Ditambahkan Olly, jika kinerja keuangan Bank SulutGo terus membaik bukan tidak mungkin pada tahun 2018 nanti, Bank SulutGo akan melantai di bursa saham. "Jika sampai akhir 2017 keutungan dan modal terus bertambah, tahun 2018 Bank SulutGo akan IPO," paparnya.

IPO (Initial Publik Offering) adalah penawaran pertama harga oleh perusahaan terbuka yang melantai di bursa saham. Sebuah perusahaan dengan modal besar akan pasti dapat bersaing bahkan lebih berani dalam berinovasi dikarenakan modal yang besar, salain dari kepemilikan saham yang sebagian besar dimiliki publik.

RUPS Bank SulutGo turut dihadiri Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen SE, MS dan sejumlah kepala daerah kabupaten dan kota di Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

OD-SK Sampaikan SPT Tahunan

Kepatuhan wajib pajak di Sulawesi Utara tahun 2016 mencapai 73,71 persen. Melihat realitas tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Suluttenggomalut mengadakan Pekan Panutan Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi tahun 2017.

Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw yang dikenal duet OD-SK beserta Sekdaprov Edwin Silangen SE, MS dan jajaran muspida lainnya terlihat menyampaikan SPT di Aula Kantor Pajak Pratama (KPP) Manado, Jumat (3/3/2017) siang.

Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut Dionysius Lucas Hendrawan, SE, M.Si mengatakan, upaya tersebut mendukung pencapaian target penerimaan pajak wilayah Suluttenggomalut sebesar Rp 10,33 triliun untuk tahun 2017.

“Tahun 2017 Kanwil DJP Suluttenggomalut akan bekerja maksimal untuk mencapai target penerimaan pajak sebesar Rp 10,33 triiliun dan ini untuk mencapai target realisasi penerimaan 27,14 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menyampaikan, sudah seharusnya kepala daerah kabupaten dan kota di Sulut memberikan contoh melaporkan pajak penghasilan 2016. Dengan penerimaaan pajak terpenuhi, maka penyaluran dana perimbangan dari pusat ke daerah akan meningkat.

“Sebagai pimpinan daerah, saya wajib memberikan contoh yang baik dan ini membantu kantor pajak mencapai target penerimaan pajak yang dibebankan,” ujarnya.

Dengan penyampaian SPT itu, lanjut Olly, diharapkan pengusaha dan wajib pajak pribadi mencontoh. “Penyampaian SPT ini untuk pembangunan,” tambahnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)